QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 58 [QS. 9:58]

وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ یَّلۡمِزُکَ فِی الصَّدَقٰتِ ۚ فَاِنۡ اُعۡطُوۡا مِنۡہَا رَضُوۡا وَ اِنۡ لَّمۡ یُعۡطَوۡا مِنۡہَاۤ اِذَا ہُمۡ یَسۡخَطُوۡنَ
Waminhum man yalmizuka fiish-shadaqaati fa-in u’thuu minhaa radhuu wa-in lam yu’thau minhaa idzaa hum yaskhathuun(a);

Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat, jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.
―QS. 9:58
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Talib Bin Abdul Mutalib
9:58, 9 58, 9-58, At Taubah 58, AtTaubah 58, At-Taubah 58

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 58

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 58. Oleh Kementrian Agama RI

Sabab Nuzul: Abu Said al-Khudri meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ membagi sedekah, datang Ibnu Zi al-Khawaisirah at-Tamimi, dia berkata, “Berbuat adillah wahai Rasulullah.” Nabi menjawab, “Celaka kamu! Siapa lagi yang akan berbuat adil kalau saya tidak adil?”
Umar berkata, “Izinkan aku penggal lehernya!” Nabi menjawab, “Biarkan, dia banyak teman.
Sebagian kamu menghina salatnya dengan salat kamu, puasanya dengan puasa mereka.
Meninggalkan agama seperti anak panah menginggalkan busurnya.” Maka turunlah ayat ini.
(Riwayat al-Bukhari).

Ayat ini menerangkan adanya beberapa orang munafik yang mencela Nabi Muhammad mengenai kebijaksanaan beliau membagi-bagi zakat kepada orang-orang yang patut menerimanya.
Dalam usaha untuk menghambat perkembangan Islam, mereka mengada-adakan tuduhan palsu yang mereka tujukan kepada Nabi Muhammad dengan maksud mempengaruhi orang-orang Islam yang masih lemah imannya.
Mereka menuduh bahwa Nabi Muhammad tidak berlaku adil, berat sebelah, pilih kasih dalam membagikan zakat.
Orang-orang munafik itu jika mereka diberi zakat oleh Nabi, mereka menerimanya dan diam seribu bahasa meskipun mereka tidak termasuk golongan yang patut menerimanya disebabkan mereka hanya berpura-pura miskin dan manakala tidak diberi oleh Nabi karena tidak termasuk golongan yang berhak menerima zakat, mereka segera menjadi marah dan membuat tuduhan terhadap Nabi.
Sikap demikian menunjukkan bahwa mereka hanyalah memikirkan kepentingan diri sendiri.
Demikianlah antara lain kelakuan orang-orang munafik itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Rasul, sebagian orang-orang munafik itu mencelamu, dalam masalah pembagian zakat dan harta rampasan.
Padahal, sebenarnya mereka tidak memiliki tujuan apa pun selain keinginan untuk mendapatkan harta itu saja.
Maka, apabila kalian memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan, mereka akan senang dengan perbuatan kalian.
Tetapi, apabila kalian tidak memberikan apa yang mereka inginkan, mereka segera marah pada kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu) mencacimu (tentang) pembagian (zakat, jika mereka diberi sebagian daripadanya mereka bersenang hati dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya dengan serta merta mereka menjadi marah).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara orang-orang munafik itu ada yang mencelamu tentang pembagian zakat.
Jika mereka mendapatkannya, mereka akan merasa senang dan diam, akan tetapi apabila mereka tidak mendapatkannya sedikit pun, mereka marah dan mencelamu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan di antara mereka.

Yakni dari kalangan orang-orang munafik itu.

…ada orang yang mencelamu.

Maksudnya, mengkritikmu dan mencelamu.

…tentang (pembagian) zakat.

Yaitu di saat kamu sedang membagi-bagikannya, maka orang-orang itu menuduhmu berbuat tidak adil dalam hal tersebut, padahal kenyataannya mereka sendirilah yang tertuduh dan terputuskan.
Mereka yang berbuat demikian bukanlah orang-orang yang mengingkari agama (Islam), sesungguhnya yang mereka ingkari hanyalah bagian dari diri mereka sendiri.
Karena itulah jika diberikan kepada mereka sebagian dari harta zakat itu, maka:

…mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian darinya, dengan serta merta mereka menjadi marah.

Yakni marah karena diri mereka tidak mendapat bagian.

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Daud ibnu Abu Asim yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ kedatangan harta zakat, maka beliau ﷺ membagi-bagikannya ke sana dan kemari hingga habis.
Tiba-tiba seorang lelaki dari kalangan Ansar yang ada di belakangnya berkata, “Ini pembagian yang tidak adil.” Maka turunlah ayat tersebut.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat.
(Q.S. At-Taubah [9]: 58) Menurut Qatadah, artinya yaitu di antara mereka terdapat orang yang menuduhmu tidak adil dalam pembagian zakat’.

Dan diceritakan kepada kami bahwa pernah ada seorang lelaki dari kalangan penduduk daerah pedalaman (orang Badui) yang baru masuk kota, ia datang kepada Nabi ﷺ yang sedang membagi-bagikan emas dan perak.
Lalu lelaki Badui itu berkata, “Hai Muhammad, demi Allah, seandainya Allah memerintahkan kepadamu untuk berlaku adil, niscaya engkau tidak akan berbuat adil.” Maka Nabi ﷺ menjawab, “Celakalah kamu ini! Siapakah yang akan berbuat adil kepadamu sesudahku?”
Kemudian Nabi ﷺ bersabda: Waspadalah kalian terhadap orang ini dan orang-orang yang serupa dengannya, karena sesungguhnya di kalangan umatku akan terdapat orang-orang yang seperti orang ini.
Mereka pandai membaca Al-Qur’an.
tetapi Al-Qur’an tidak melewati tenggorokan mereka (yakni tidak meresap ke dalam hati mereka).
Apabila mereka keluar (memberontak).
bunuhlah mereka, apabila mereka keluar, bunuhlah mereka, dan apabila mereka keluar, bunuhlah mereka.
Telah diriwayatkan pula kepada kami bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Demi Tuhan yang jiwa aku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, aku tidak akan memberikan sesuatu pun kepada kalian, tidak pula mencegahnya kepada kalian.
Sesungguhnya aku hanyalah sebagai bendaharawan.

Apa yang disebutkan oleh Qatadah ini mirip dengan apa yang diriwayat­kan oleh Syaikhain melalui hadis Az-Zuhri:

dari Abu Salamah, dari Abu Sa’ id dalam kisah Zul Khuwaisirah (si pinggang kecil) yang nama aslinya adalah Hurqus.
Saat itu ia menentang Nabi ﷺ yang sedang membagi-bagikan ganimah Hunain.
Hurqus berkata kepada Nabi ﷺ, “Berlaku adillah, karena sesungguhnya engkau tidak berlaku adil.” Maka Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya aku pasti kecewa dan merugi jika aku bersikap tidak adil.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda setelah melihat Hurqus pergi: Sesungguhnya kelak akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum, yang seseorang di antara kalian pasti memandang remeh salatnya dibandingkan dengan salat mereka, dan puasanya dengan puasa mereka.
Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus sasarannya.
Di mana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah bangkai hidup yang paling jahat di bawah kolong langit ini.


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah At Taubah (9) ayat 58
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Hisyam Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Abu Salamah dai Abu Sa’id mengatakan, Ketika Nabi ﷺ sedang membagi (harta rampasan), tiba-tiba Adbdullah bin Dzil huwaishirah At Tamimi datang seraya menegur Nabi, “Hendaklah engkau berbuat adil!” Spontan Nabi menjawab:
“Siapa lagi yang berbuat adil jika aku tak berbuat adil?” Umar kemudian berujar, “Biarkan aku yang memenggal lehernya!” Nabi bersabda, “Biarkan saja dia, sebab dia mempunyai beberapa kawan yang salah seorang diantara kalian meremehkan shalatnya dibanding dengan shalatnya, dan meremehkan puasanya dibanding puasanya, mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari busur, ia melihat bulu anak panahnya namun tak ada apa-apa, kemudian memperhatikan mata anak panahnya namun tidak ditemukan apa-apa, kemudian melihat kain panahnya namun tidak didapatkan apa-apa, dan telah didahulu oleh kotoran dan darah. Tanda-tanda mereka adalah salah satu diantara kedua tangannya -atau- diantara kedua putingnya seperti puting kaum perempuan atau ia seperti daging yang bergerak-gerak, mereka muncul ketika manusia mengalami perpecahan.” Sedang Abu Sa’id mengatakan, aku bersaksi bahwa aku mendengar dari Nabi ﷺ, dan aku bersaksi bahwa Ali membunuh mereka dan aku bersamanya ketika didatangkan seseorang yang ciri-cirinya seperti yang disifatkan Nabi ﷺ, lantas diturunlah ayat, ‘Diantara mereka ada yang mengolok-olokmu karena sedekah yang kamu infakkan’ (QS.At Taubah: 58).

Shahih Bukhari, Kitab Meminta Taubat Orang Orang Murtad dan Para Pembangkan Serta Memerangi Mereka – Nomor Hadits: 6421

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taubah (9) Ayat 58

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Abu Sa’id al-Khudri.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Jabir, bahwa ketika Rasulullah ﷺ membagi-bagikan sedekah, datanglah Dzul Khuwaishirah seraya berkata: “Hendaklah kamu bersikap adil.” Nabi ﷺ menjawab:
“Celakalah kamu, siapa lagi yang akan berbuat adil jika aku sudah tidak berbuat adil.” (Baraa’ah: 58) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa orang-orang yang menganggap tidak adil itu karena mereka tidak mendapat bagian.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taubah (9) ayat 58 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taubah (9) ayat 58 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taubah (9) ayat 58 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 129 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 9:58
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
4.6
Ratingmu: 4.6 (12 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/9-58







Pembahasan ▪ penjelasan Qs At Taubah :58

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta