At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 50 [QS. 9:50]

اِنۡ تُصِبۡکَ حَسَنَۃٌ تَسُؤۡہُمۡ ۚ وَ اِنۡ تُصِبۡکَ مُصِیۡبَۃٌ یَّقُوۡلُوۡا قَدۡ اَخَذۡنَاۤ اَمۡرَنَا مِنۡ قَبۡلُ وَ یَتَوَلَّوۡا وَّ ہُمۡ فَرِحُوۡنَ
In tushibka hasanatun tasu’hum wa-in tushibka mushiibatun yaquuluu qad akhadznaa amranaa min qablu wayatawallau wahum farihuun(a);

Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya, dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata:
“Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
―QS. 9:50
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Ka’ab bin Malik
9:50, 9 50, 9-50, At Taubah 50, AtTaubah 50, At-Taubah 50

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan, bahwa orang-orang munafik yang tetap tinggal di Madinah dan tidak turut pergi berperang selalu menyiarkan berita-berita bohong yang menyangkut diri Nabi Muhammad ﷺ.
dan sahabat-sahabatnya.
Mereka berkata: “Muhammad dan sahabat-sahabatnya mendapat kesulitan dalam perjalanan dan mereka dalam keadaan bahaya.” Tetapi tidak lama kemudian ternyata bahwa apa yang disiarkan orang-orang munafik itu bohong belaka.
Nabi Muhammad ﷺ.
dan sahabat-sahabatnya tetap dalam keadaan baik, tidak kurang suatu apa pun.
Berdasarkan kenyataan yang tidak dapat disangkal itu, timbullah kebencian orang-orang munafik itu dan turunlah ayat ini.

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa salah satu kebohongan orang-orang munafik itu ialah apabila Rasulullah ﷺ dan sahabat-sahabatnya memperoleh hal-hal yang menyenangkan seperti ganimah, kemenangan dan lain sebagainya sebagaimana yang telah diperolehnya dalam peperangan Badar, mereka menggerutu merasa kecewa dan gelisah karena sangat benci dan iri hat.
Sebaliknya jika Nabi Muhammad ﷺ.
dan sahabat-sahabatnya mendapat kesulitan dan kekalahan sebagaimana yang dialami dalam peperangan Uhud, mereka berbangga.
Mereka berkata: “Memang setiap menghadapi sesuatu, kami sangat hati-hati dan mempertimbangkan masak-masak jauh sebelumnya.

Masing-masing membanggakan pikiran dan pertimbangan yang telah dikemukakannya.
Memuji-muji perbuatannya, merasa beruntung tidak ikut pergi berperang dan tidak mengalami kesulitan dan kebinasaan.
Akhirnya mereka bubar dalam keadaan senang dan merasa gembira atas bencana yang telah menimpa Nabi Muhammad ﷺ.
dan sahabat-sahabatnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Rasul, orang-orang munafik itu hanya menginginkan kesulitan bagimu dan sahabat-sahabatmu.
Mereka akan merasa sakit hati apabila kalian mendapatkan keuntungan berupa kemenangan atau harta rampasan perang.
Dan mereka akan merasa gembira apabila kalian tertimpa musibah berupa luka-luka atau kematian.
Ketika itu, mereka berkata dengan mencela, “Keputusan kami untuk tidak ikut serta berjihad adalah suatu tindakan penyelamatan bagi diri kami.” Kemudian mereka pun berlalu dengan perasaan senang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika kamu mendapat sesuatu kebaikan) seperti mendapat kemenangan dan ganimah (mereka merasa tidak senang karenanya dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana) yaitu keadaan yang kritis (mereka berkata, “Sesungguhnya kami telah memikirkan urusan kami) secara matang sewaktu kami tidak ikut berangkat (sebelumnya.”) sebelum terjadinya bencana ini (kemudian mereka berpaling dengan rasa gembira) atas musibah yang telah menimpamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila engkau (wahai Nabi) mendapatkan kegembiraan dan ghanimah, orang-orang munafik itu merasa sedih.
Dan jika engkau mendapatkan kesusahan dengan kekalahan atau terdesak, mereka berkata :
Kami adalah orang-orang yang berpikir, kami telah berhati-hati dalam urusan kami dengan tidak mengikuti Muhammad.
Kemudian mereka berpaling dengan gembira atas perbuatan mereka dan atas kesusahan yang engkau terima.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan kepada Nabi-Nya perihal permusuhan yang terpendam di dalam hati orang-orang munafik itu.
bahwa apabila Nabi beroleh kebaikan (yakni kemenangan dan pertolongan serta ganimah dari musuh-musuhnya yang membuat Nabi ﷺ dan para sahabatnya hidup dalam kemudahan), maka hal itu membuat mereka tidak senang.

…dan jika kamu ditimpa oleh suatu bencana, mereka berkata, “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi berperang).”

Yakni kami sebelumnya selalu menghindar untuk tidak mengikutimu.

…dan mereka berpaling dengan rasa gembira


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taubah (9) Ayat 50

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa orang-orang munafik yang berdiam diri di Madinah (tidak berangkat ke Tabuk) menyiarkan berita buruk tentang keadaan Nabi ﷺ dan para shahabatnya.
Mereka mengatakan bahwa Nabi ﷺ dan para shahabatnya mendapat kepayahan dalam perjalanan hingga banyak yang binasa.
Akan tetapi sampai juga berita yang sesungguhnya, Nabi dan para shahabatnya dalam keadaan sehat walafiat, sehingga terbongkarlah kebohongan mereka.
Mereka merasa tidak senang karenanya.
Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 50) yang menegaskan beberapa sifat kaum munafikin.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

At Taubah (9) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
At Taubah (9) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
At Taubah (9) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 129 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.4
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/9-50









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta