QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 35 [QS. 9:35]

یَّوۡمَ یُحۡمٰی عَلَیۡہَا فِیۡ نَارِ جَہَنَّمَ فَتُکۡوٰی بِہَا جِبَاہُہُمۡ وَ جُنُوۡبُہُمۡ وَ ظُہُوۡرُہُمۡ ؕ ہٰذَا مَا کَنَزۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ فَذُوۡقُوۡا مَا کُنۡتُمۡ تَکۡنِزُوۡنَ
Yauma yuhma ‘alaihaa fii naari jahannama fatukwa bihaa jibaahuhum wajunuubuhum wazhuhuuruhum hadzaa maa kanaztum anfusikum fadzuuquu maa kuntum taknizuun(a);

(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka,
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
―QS. 9:35
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Ampunan Allah yang luas
9:35, 9 35, 9-35, At Taubah 35, AtTaubah 35, At-Taubah 35
English Translation - Sahih International
The Day when it will be heated in the fire of Hell and seared therewith will be their foreheads, their flanks, and their backs, (it will be said),
“This is what you hoarded for yourselves, so taste what you used to hoard.”
―QS. 9:35

 

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengumpulkan harta dan menyimpannya tanpa sebagian diinfakkan di jalan Allah (dibayarkan zakat), mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.
Semua harta itu akan dipanaskan dengan api lalu disetrikakan pada dahi pemiliknya begitu pula lambung dan punggungnya, lalu diucapkan kepadanya,
“Inilah harta bendamu yang kamu simpan dahulu.”
Sehubungan dengan ini ada hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

Tidak ada seseorang yang tidak menunaikan zakat hartanya melainkan hartanya itu pada hari Kiamat akan dijadikan kepingan-kepingan api lalu disetrikakan pada lambung, dahi, dan punggungnya.
(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Demikianlah nasib orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengumpulkan harta dan menumpuknya serta mempergunakan sebagian harta itu untuk menghalangi dari jalan Allah.
Demikian pula nasib seorang muslim yang tidak menunaikan zakat hartanya.
Harta itu sendirilah yang akan dijadikan alat penyiksanya.
Bagaimana caranya apakah harta yang mereka peroleh di dunia itu dijadikan kepingan-kepingan api atau sebagai gambaran saja.
Allah Yang Maha Mengetahui, karena hal itu termasuk urusan gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah saja.