Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 24 [QS. 9:24]

قُلۡ اِنۡ کَانَ اٰبَآؤُکُمۡ وَ اَبۡنَآؤُکُمۡ وَ اِخۡوَانُکُمۡ وَ اَزۡوَاجُکُمۡ وَ عَشِیۡرَتُکُمۡ وَ اَمۡوَالُۨ اقۡتَرَفۡتُمُوۡہَا وَ تِجَارَۃٌ تَخۡشَوۡنَ کَسَادَہَا وَ مَسٰکِنُ تَرۡضَوۡنَہَاۤ اَحَبَّ اِلَیۡکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہٖ وَ جِہَادٍ فِیۡ سَبِیۡلِہٖ فَتَرَبَّصُوۡا حَتّٰی یَاۡتِیَ اللّٰہُ بِاَمۡرِہٖ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الۡفٰسِقِیۡنَ
Qul in kaana aabaa’ukum wa-abnaa’ukum wa-ikhwaanukum wa-azwaajukum wa’asyiiratukum wa-amwaalun aqtaraftumuuhaa watijaaratun takhsyauna kasaadahaa wamasaakinu tardhaunahaa ahabba ilaikum minallahi warasuulihi wajihaadin fii sabiilihi fatarabbashuu hatta ya’tiyallahu biamrihi wallahu laa yahdiil qaumal faasiqiin(a);
Katakanlah,
“Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.”
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
―QS. At Taubah [9]: 24

Say, (O Muhammad),
"If your fathers, your sons, your brothers, your wives, your relatives, wealth which you have obtained, commerce wherein you fear decline, and dwellings with which you are pleased are more beloved to you than Allah and His Messenger and jihad in His cause, then wait until Allah executes His command.
And Allah does not guide the defiantly disobedient people."
― Chapter 9. Surah At Taubah [verse 24]

قُلْ katakanlah

Say,
إِن jika

"If
كَانَ ada

are
ءَابَآؤُكُمْ bapak-bapakmu

your fathers,
وَأَبْنَآؤُكُمْ dan anak-anakmu

and your sons,
وَإِخْوَٰنُكُمْ dan saudara-saudaramu

and your brothers,
وَأَزْوَٰجُكُمْ dan isteri-isterimu

and your spouses,
وَعَشِيرَتُكُمْ dan kaum keluargamu

and your relatives,
وَأَمْوَٰلٌ dan harta kekayaan

and wealth
ٱقْتَرَفْتُمُوهَا kamu usahakannya

that you have acquired
وَتِجَٰرَةٌ dan perniagaan

and the commerce,
تَخْشَوْنَ kamu takut/khawatir

you fear
كَسَادَهَا kerugiannya

a decline (in) it
وَمَسَٰكِنُ dan rumah-rumah tempat tinggal

and the dwellings
تَرْضَوْنَهَآ kamu senanginya

you delight (in) it
أَحَبَّ lebih mencintai

(are) more beloved
إِلَيْكُم kepadamu

to you
مِّنَ dari

than
ٱللَّهِ Allah

Allah,
وَرَسُولِهِۦ dan RasulNya

and His Messenger
وَجِهَادٍ dan berjihad

and striving
فِى pada

in
سَبِيلِهِۦ jalanNya

His way,
فَتَرَبَّصُوا۟ maka tunggulah

then wait
حَتَّىٰ sehingga

until
يَأْتِىَ mendatangkan

brings
ٱللَّهُ Allah

Allah
بِأَمْرِهِۦ keputusanNya

His Command.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
لَا tidak

(does) not

Tafsir

Alquran

Surah At Taubah
9:24

Tafsir QS. At Taubah (9) : 24. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini memberikan peringatan bahwa jika orang beriman lebih mencintai bapaknya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, istri-istrinya, kaum keluarganya, harta kekayaan, perniagaan dan rumah-rumahnya, daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya serta berjihad menegakkan syariat-Nya, maka Allah akan mendatangkan siksa kepada mereka cepat atau lambat.
Mereka yang bersikap demikian itu adalah orang-orang fasik yang tidak akan mendapat hidayah dari Allah ﷻ


Berikut ini beberapa alasan mengapa orang mencintai anak, suami, istri, ibu, bapak, keluarga, dan sebagainya:


1. Bahwa cinta anak terhadap ibu bapak adalah naluri yang ada pada tiap-tiap diri manusia.
Anak sebagai keturunan dari ibu bapaknya mewarisi sebagian sifat-sifat dan tabiattabiat ibu bapaknya.


2. Bahwa cinta ibu bapak kepada anaknya adalah naluri juga, bahkan lebih mendalam lagi, karena anak merupakan jantung hati yang diharapkan melanjutkan keturunan dan meneruskan sejarah hidupnya.

Dalam hal ini ibu bapak rela menanggung segala macam pengorbanan untuk kebahagiaan masa depan anaknya.


3. Bahwa cinta kepada saudara dan karib kerabat adalah cinta yang lumrah dalam rangka pelaksanaan hidup dan kehidupan tolong-menolong, bantu-membantu dan bela-membela dalam kehidupan rumah tangga, dan kehidupan bermasyarakat.
Cinta yang demikian akan menumbuhkan perasaan hormat-menghormati dan sayang-menyayangi.


4. Bahwa cinta suami istri adalah cinta yang terpadu antara dua jenis makhluk yang membina keturunan dan membangun rumah tangga untuk kebahagiaan hidup dan kehidupan dunia dan akhirat.

Oleh karena itu keutuhan hubungan suami istri yang harmonis menjadi pokok bagi kerukunan dan kebahagiaan hidup dan kehidupan yang diidam-idamkan.


5. Bahwa cinta terhadap harta dengan segala jenis bentuknya baik harta usaha, warisan, perdagangan maupun rumah tempat tinggal dan lain-lain adalah cinta yang sudah menjadi kodrat manusia.
Semua yang dicintai merupakan kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi hidup dan kehidupan manusia yang diusahakannya dengan menempuh segala jalan yang dihalalkan Allah.



6. Cinta perdagangan, merupakan naluri manusia, karena ia merupakan sumber pengembangan harta benda.


7. Cinta tempat tinggal, karena rumah merupakan tempat tinggal dan tempat istirahat sehari-hari.


Adapun cinta kepada Allah wajib didahulukan daripada segala macam cinta tersebut di atas karena Dialah yang memberi hidup dan kehidupan, dengan segala macam karunia-Nya kepada manusia dan Dialah yang bersifat sempurna dan Mahasuci dari segala kekurangan.
Begitu juga cinta kepada Rasulullah ﷺ, haruslah lebih diutamakan karena Rasulullah ﷺ diutus Allah ﷻ untuk membawa petunjuk dan menjadi rahmat bagi alam semesta.
Firman Allah:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah (Muhammad),
"Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu."
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(Ali-Imran [3]: 31)


Dan sabda Rasulullah ﷺ:
Tidaklah sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai Aku lebih daripada mencintai orang tuanya, anak-anaknya dan manusia seluruhnya.
(Riwayat Bukhari, Muslim dari Anas)

Tafsir QS. At Taubah (9) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang Mukmin,
"Apabila kalian lebih mencintai bapak, anak, saudara, istri, kerabat serta harta yang telah kalian dapatkan, juga perdagangan yang kalian takuti kerugiannya serta rumah yang kalian pakai untuk beristirahat dan bertempat tinggal daripada Allah, Rasul– Nya dan berjihad di jalan-Nya, sampai-sampai itu semua lebih menyibukkan kalian daripada menolong Rasul, maka tunggulah sampai Allah menjatuhkan keputusan dan hukuman-Nya atas kalian.
Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang keluar dari batas-batas agama-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang mukmin,
"Jika kalian lebih mencintai bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta yang telah kalian kumpulkan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah yang telah kalian bangun.
Jika kalian lebih mencintai semua itu daripada Allah dan Rasul-Nya, serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah peringatan dan hukuman Allah atas kalian.


Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang tidak mau menaati-Nya."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah,
"Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri dan kaum keluarga kalian) yaitu kaum kerabat kalian, menurut suatu qiraat lafal asyiiratukum dibaca asyiiraatukum


(dan harta kekayaan yang kalian usahakan) harta hasil usaha kalian


(dan perniagaan yang kalian khawatir kerugiannya) khawatir tidak laku


(dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan daripada berjihad di jalan-Nya) sehingga hal-hal tersebut mengakibatkan kalian enggan untuk melakukan hijrah dan berjihad di jalan-Nya


(maka tunggulah) nantikanlah


(sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya) ayat ini mengandung makna ancaman buat mereka.


(Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar memiliki sikap yang berbeda dengan orang-orang kafir, sekalipun mereka adalah bapak-bapak dan anak-anaknya.
Dan Allah melarang orang-orang mukmin menjadikan mereka sebagai pemimpin, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan.
Allah subhanahu wa ta’ala, mengancam orang mukmin yang berani melakukannya, seperti yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.
Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya.
Dan dimasuk-kan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 22), hingga akhir ayat.

Al-Hafiz Al-Baihaqi telah meriwayatkan melalui hadis Abdullah ibnu Syaizab yang mengatakan bahwa ayah Abu Ubaidah ibnul Jarrah dalam Perang Badar menyebut-nyebut nama berhala-berhalanya kepada anaknya, lalu anaknya (yakni Abu Ubaidah) menjauh darinya.
Tetapi setelah ayahnya banyak mengeluarkan darah dari luka-lukanya, Abu Ubaidah datang kepadanya dan membunuhnya.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan ayat ini berkenaan dengan peristiwa tersebut, yaitu firman-Nya:
Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 22), hingga akhir ayat.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan kepada Rasul-Nya mengancam orang yang lebih mementingkan keluarga, kerabat, dan sanak familinya daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya.
Untuk itu, Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Katakanlah,
"Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan.


Maksudnya, harta benda yang merupakan hasil jerih payah kalian.

…perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai.

Yakni rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai karena keindahan dan kenyamanannya.
Dengan kata lain, jika semuanya itu:

…lebih kalian sukai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah

Yakni tunggulah apakah yang akan menimpa kalian dari siksaan dan pembalasan-Nya.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

…sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya."
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, dari Zahrah ibnu Ma bad, dari kakeknya yang mengatakan bahwa kami bersama Rasulullah ﷺ, pada saat itu beliau ﷺ sedang memegang tangan Umar ibnul Khattab.
Umar ibnul Khattab
"berkata, Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku sukai daripada segala sesuatu kecuali diriku sendiri."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidaklah beriman (dengan iman yang sempurna) seseorang di antara kalian sebelum aku lebih dicintai olehnya daripada dirinya sendiri.
Lalu Umar ibnul Khattab berkata,
"Sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri."
Dan Rasulullah ﷺ bersabda,
"Memang begitulah seharusnya, hai Umar."

Imam Bukhari mengetengahkan hadis ini secara munfarid.
Dia meriwayatkannya dari Yahya ibnu Sulaiman, dari Ibnu Wahb, dari Hauwah ibnu Syuraih, dari Abu Aqil Zahrah ibnu Ma’bad, bahwa ia pernah mendengar kakeknya (yaitu Abdullah ibnu Hisyam) mencerita­kan hadis ini dari Nabi ﷺ

Di dalam hadis yang sahih telah disebutkan dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau ﷺ pernah bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan­Nya, tidaklah beriman seseorang di antara kalian sebelum diriku ini lebih dicintai olehnya daripada orang tuanya, anak-anaknya, dan semua orang.

Imam Ahmad dan Imam Abu Daud telah meriwayatkan hadis ini berdasarkan lafaz yang ada pada Imam Abu Daud, melalui hadis Abu Abdurrahman Al-Khurrasani, dari Ata Al-Khurrasani, dari Nafi’, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Apabila kalian melakukan transaksi barang dagangan, dan kalian mengikuti ekor sapi, serta kalian puas dengan pertanian, sedangkan kalian meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian yang tidak dapat dicabut, kecuali jika kalian kembali kepada agama kalian.

Imam Ahmad telah meriwayatkan pula hal yang semisal dari Yazid ibnu Harun, dari Abu Hubab, dari Syahr ibnu Hausyab, bahwa ia mendengar Abdullah ibnu Amr, dari Rasulullah ﷺ, hadis yang semisal.
Hadis ini menjadi syahid yang menguatkan hadis di atas.

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 24

TIJAARAH
تِجَٰرَة

Lafaz tijaarah adalah dalam bentuk masdar, berasal dari kata tajara-yatjuru. Mengandung makna mata pencarian penjual, amalan jual beli, barang yang diniagakan dan perniagaan.

Lafaz tijaarah disebut sembilan kali (di dalam Al Qur’an) yaitu dalam surah
Al Baqarah (2), ayat 16 dan 282;
An Nisaa‘ (4), ayat 29;
At Taubah (9), ayat 24;
An Nuur (24), ayat 37;
Faathir (35), ayat 29;
Ash Shaff (61), ayat 10;
-Al Jumu’ah (62), ayat 11.
Lafaz tijaarah di dalam Al Qur’an memiliki beberapa makna yaitu :

– Tijaarah bermakna amalan jual beli sebagaimana kebanyakan maksud ayat- ayat di atas.

– Tijaarah bermakna kiasan bagi orang yang membeli petunjuk dengan kesesatan, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 16. Allah berfirman:

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

Quraisy Shihab berkata,
penukaran petunjuk dengan kesesatan diibaratkan dengan jual beli untuk mengisyaratkan apa yang dilakukannya itu terlaksana dengan kerelaan sebagaimana layaknya jual beli.
Beliau menuturkan lagi ayat ini menggambarkan mereka tidak memperoleh keuntungan dalam perniagaan, malah mereka rugi dan hilang modal.
Modal yang dimiliki setiap orang adalah fitrah kesucian.
Ini diabaikan sedangkan sepatutnya modal itu dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan berupa amalamal yang baik.
Tetapi mereka bukan sekadar tidak memperoleh keuntungan, modal mereka juga lenyap karena iman tidak menghiasi jiwa mereka.

– Tijaarah bermakna kiasan bagi perniagaan yang tidak pernah rugi.

Ibn Katsir mengatakan perniagaan itu ditafsirkan dengan ayat berikutnya yaitu dengan beriman kepada Allah dan rasul Nya, berjihad di jalan Allah dengan diri dan harta benda.
Sebagaimana terdapat dalam surah Ash Shaff ayat 10 dan 11,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Kesimpulannya, lafaz tijaarah secara umum di dalam Al Qur’an memiliki maksud jual beli atau perniagaan.

Perniagaan itu terdiri dari tiga bentuk.

Pertama, perniagaan yang diketahui umum bisa memperoleh keuntungan atau pun kerugian.

Kedua, perniagaan yang tidak pernah menguntungkan yaitu perniagaan yang membeli petunjuk dengan kesesatan.

Ketiga, perniagaan yang tidak pernah rugi dan selamanya memperoleh keuntungan yaitu perniagaan orang yang beriman dan berjihad.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN.
BHD.

Unsur Pokok Surah At Taubah (التوبة‎‎)

Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri, yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pada musim musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman.
▪ Pembalasan atas amal amalan manusia hanya dari Allah.
▪ Segala sesuatu menurut sunnatullah.
▪ Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman.
▪ Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

▪ Kewajiban menafkahkan harta.
▪ Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya.
Jizyah.
▪ Perjanjian dan perdamaian.
▪ Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya.
▪ Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total.
▪ Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad ﷺ dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
Perang Tabuk.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 129 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 129

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taubah ayat 24 - Gambar 1 Surah At Taubah ayat 24 - Gambar 2
Statistik QS. 9:24
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, “Pengampunan”‎) adalah surah ke-9 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara’ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
Sending
User Review
4.4 (20 votes)
Tags:

9:24, 9 24, 9-24, Surah At Taubah 24, Tafsir surat AtTaubah 24, Quran At-Taubah 24, Surah At Taubah ayat 24

▪ QS 9:24 ▪ tafsir at taubah 24
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qaari’ah (Hari Kiamat) – surah 101 ayat 5 [QS. 101:5]

5. Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, … 101:5, 101 5, 101-5, Surah Al Qaari’ah 5, Tafsir surat AlQaariah 5, Quran Al Qariah 5, Al-Qari’ah 5, Surah Al Qariah ayat 5

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 177 [QS. 3:177]

Sesungguhnya orang-orang munafik yang membeli kekafiran dengan iman, tindakan buruk mereka sedikit pun tidak merugikan Allah melainkan dampak buruknya kembali kepada mereka sendiri, dan mereka akan me … 3:177, 3 177, 3-177, Surah Ali Imran 177, Tafsir surat AliImran 177, Quran Al Imran 177, Surah Ali Imran ayat 177

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat

Pendidikan Agama Islam #13

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.” 1

Pendidikan Agama Islam #2

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah … Taha ayat 6 Taha ayat 8 Taha ayat 10 Taubah ayat 7

Instagram