QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 22 [QS. 9:22]

خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اَبَدًا ؕ اِنَّ اللّٰہَ عِنۡدَہٗۤ اَجۡرٌ عَظِیۡمٌ
Khaalidiina fiihaa abadan innallaha ‘indahu ajrun ‘azhiimun;

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
―QS. 9:22
Topik ▪ Surga ▪ Keabadian surga ▪ Allah memiliki kunci alam ghaib
9:22, 9 22, 9-22, At Taubah 22, AtTaubah 22, At-Taubah 22

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Di ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan selanjutnya bahwa orang-orang yang memperoleh karunia tersebut akan tetap tinggal di dalam surga untuk selama-lamanya.
Sesungguhnya di sisi Allah telah tersedia pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh terutama bagi orang-orang yang beriman dengan berhijrah dan berjihad dengan harta dan jiwa raganya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka kekal di dalam surga itu dan tidak akan berpindah.
Sesungguhnya di sisi Allah terdapat balasan yang besar dan pahala yang banyak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka kekal) menjadi kata keterangan dari lafal yang muqaddarah/tidak disebutkan (di dalamnya selama-lamanya.

Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka kekal didalam surga itu selamanya, itulah balasan atas ketaatan dan amal shalih yang mereka kerjakan semasa hidup di dunia.
Sesungguhnya Allah mempunyai pahala yang besar bagi orang yang beriman dan beramal shalih dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 22

AJR
أَجْر

Lafaz ini mempunyai dua makna yang berkaitan. Ia bermakna upah atas sesuatu pekerjaan dan juga merawat tulang yang retak. Untuk makna pertama, ia berbentuk al ­ajr atau al ujrah.

Al Khalil berkata,
Ajr bermakna ganjaran atas suatu amalan. Dari kata itu dinamakan juga mahar perempuan sebagai ajr (jamaknya ujur), seperti yang terdapat dalam ayat Allah fa aatuu hunna ujuura hunna sedangkan untuk makna merawat tangan yang retak, dikatakan ujirat yadaahu (tangannya dirawat) atau ajartu yadaahu (aku merawat tangannya).

Lafaz ajr disebut sebanyak 84 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 62, 112, 262, 274, 277;
-Ali Imran (3), ayat 136, 171, 172, 179, 199;
-An Nisaa (4), ayat 40, 67, 74, 95, 100, 114, 146, 162;
-Al Maa’idah (5), ayat 9;
-Al An’aam (6), ayat 90,
-Al A’raaf (7), ayat 113, 170,
-Al Anfaal (8), ayat 28,
-At Taubah (9), ayat 22, 120;
-Yunus (10), ayat 72;
-Hud (11), ayat 11, 51, 115;
-Yusuf (12), ayat 56, 57, 90, 104;
-An Nahl (16), ayat 41, 96, 97;
-Al Kahfi (18), ayat 2, 30, 77;
-Al Israa (17), ayat 9,
-Al ­Furqaan (25), ayat 57,
-Asy Syu’araa (26), ayat 41, 109, 127, 145, 164, 180;
-Al Qashash (28), ayat 25, 54;
-Al Ankaabut (29), ayat 27, 58;
-Al Ahzab (33), ayat 29, 31, 35, 44;
-Saba’ (34), ayat 47;
-Faathir (35), ayat 7;
-Yaa Siin (36), ayat 11, 21;
-Shad (38), ayat 86,
-Az Zumar (39), ayat 10, 35, 74;
-Fushshilat (41), ayat 8;
-Asy Syuura (42), ayat 23, 40;
-Al Fath (48), ayat 10, 16, 29;
-Al Hujurat (49), ayat 3;
-Ath Thuur (52), ayat 40,
-Al Hadid (57), ayat 7, 11, 18, 19, 27;
-Ath Thaghaabun (64), ayat 15;
-Ath Thalaaq (65), ayat 5;
-Al Mulk (67), ayat 12;
-Al ­Qalam (68), ayat 3, 46;
-Al Muzzammil (73), ayat 20;
-Al Insyiqaaq (84), ayat 25,
-At Tiin (95), ayat 6.

At Tabari menafsirkan ajr dalam surah Saba dengan al jur atau upah, yaitu “Sesungguhnya aku tidak meminta upah kepada kamu atas ajakan kepada Islam dan menyampaikan risalahnya.” Sedangkan dalam surah Faathir, beliau memberikan makna lafaz ajr ialah syurga sebagaimana yang diriwayatkan dari Qatadah. Dalam surah Shad, beliau menafsirkan ajr sebagai tsawaab (ganjaran) dan jazaa’ (balasan).

Dalam surah Al Qashash, berkenaan kisah Nabi Musa, Ibn Katsir memberikan tafsiran lafaz ajr yaitu “memberikan ganjaran (tsawaab) dan hadiah (mukafaah) kepadamu atas pertolonganmu dengan memberi minum kepada kambing-kambing kami” Sebagaimana penafsirannya dalam surah Al A’raaf, ayat 113, beliau menafsirkan ajr dengan ats tsawaab yaitu ganjaran dan hadiah atau al ataa yang dijanjikan oleh Fir’aun apabila para ahli sihir dapat mengalahkan Musa dengan melantik mereka sebagai pembesar-pembesarnya dan pembesar orang Mesir.

Mayoritas penggunaan lafaz ajr di dalam Al Qur’an adalah ganjaran atau balasan bagi orang yang beramal shaleh, bertakwa, berbuat kebajikan dan lain-lain, berupa nikmat syurga di akhirat dan sebagainya. Malah, hampir keseluruhannya memiliki maksud ini kecuali beberapa ayat sebagaimana yang dipaparkan di atas. Maka, maksud umum lafaz ajr ialah ganjaran balasan kebaikan dan bukan kejahatan, sedangkan makna khususnya ialah upah seperti dalam surah Al Qashash dan Al A’raaf dalam ayat 113 di atas dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:37-38

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taubah (9) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taubah (9) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taubah (9) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. At-Taubah (9) ayat 1-24 - Soraya Sofyan (Bahasa Indonesia)
Q.S. At-Taubah (9) ayat 1-24 - Soraya Sofyan (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 129 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 9:22
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.6
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Artinya ayat Q s at taubah /9:22 ▪ at taubah 22 ▪ qs 9 ayat 22 ▪ quran surah 9 ayat 22 ▪ Surah at taubah ayat 22 ▪ surat at-taubah/9:/22 ▪ Surat ataubah ayat 22 ▪ Tafsir surat at taubah ayat 22

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta