QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 20 [QS. 9:20]

اَلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ ہَاجَرُوۡا وَ جٰہَدُوۡا فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ بِاَمۡوَالِہِمۡ وَ اَنۡفُسِہِمۡ ۙ اَعۡظَمُ دَرَجَۃً عِنۡدَ اللّٰہِ ؕ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡفَآئِزُوۡنَ
Al-ladziina aamanuu wahaajaruu wajaahaduu fii sabiilillahi biamwaalihim wa-anfusihim a’zhamu darajatan ‘indallahi wa-uula-ika humul faa-izuun(a);

orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
―QS. 9:20
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
9:20, 9 20, 9-20, At Taubah 20, AtTaubah 20, At-Taubah 20

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dengan iman yang kokoh yang mendorongnya rela hijrah meninggalkan kampung halamannya, harta kekayaan dan karya usahanya, berpisah dengan anak istrinya, orang tua dan sanak saudaranya, mereka adalah orang-orang yang melaksanakan amal perbuatan yang berat dan membutuhkan banyak pengorbanan.
Apalagi jika amal-amal yang tersebut diikuti dengan jihad di jalan Allah yaitu dengan mengorbankan harta kekayaan dan jiwa raganya.
Untuk orang-orang yang berbuat demikian Allah akan memberikan penghargaan yang tinggi serta keberuntungan dan kebahagiaan.
Adapun orang-orang mukmin yang tidak hijrah dan tidak jihad di jalan Allah, meskipun mereka menyediakan minumam bagi para jemaah haji dan memakmurkan Masjidilharam, penghargaan Allah kepada mereka dan pahala yang diberikan kepada mereka tidak sebesar apa yang diterima oleh orang-orang yang hijrah dan berjihad.
Tentang amal seseorang yang tidak didasari dengan iman kepada Allah akan sia-sialah amal itu.
Karena orang kafir tidak akan memperoleh pahala di akhirat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang percaya kepada keesaan Allah dan berhijrah dari negeri kafir menuju negeri Islam serta menahan derita jihad di jalan Allah dengan mengorbankan harta dan jiwa, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah daripada orang-orang yang tidak memiliki sifat seperti itu.
Merekalah orang-orang yang mendapat kemenangan berupa pahala dan kemuliaan dari Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka adalah lebih tinggi derajat) yaitu kedudukan (di sisi Allah) daripada orang-orang selain mereka (dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan) orang-orang yang memperoleh kebaikan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan meninggalkan negeri orang-orang kafir menuju negeri Islam (berhijrah), dan berjihad dengan harta dan diri mereka untuk menegakkan Kalimatullah, merekalah orang yang paling tinggi derajatnya disisi Allah.
Merekalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan dengan keridhaan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 20

DARAJAH
دَرَجَة

Ism mufrad dari lafaz daraja jamaknya darajah. Artinya martabat se­bahagiannya di atas sebahagian yang lain, kelas, kedudukan, pangkat, tingkatan, golongan, derajat dan unit ukuran (sudut atau suhu).

Lafaz darajah disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 228;
-An Nisaa (4), ayat 95;
-At Taubah (9), ayat 20;
-Al Hadid (57), ayat 10.

Al Faiyruz berkata,
“Secara umumnya, lafaz darajah atau ad darajat mengandung delapan bentuk:

(1) Kedudukan lelaki terhadap perempuan.
(2) Kedudukan orang yang berjihad terhadap orang yang tinggal di rumah.
(3) Martabat sahabat yang terlebih dahulu masuk Islam dan selalu bersama dengan Nabi.
(4) Kelebihan tingkatan dan keduduk­an sebahagian manusia atas sebahagian yang lain disebabkan kelebihan ketaatan dan kekurangannya.
(5) Derajat khusus seorang hamba.
(6) Kedudukan ulama.
(7) Martabat orang yang taat dan tambahan tingkatannya di dalam syurga.
(8) Mengangkat martabat dan kedudukan orang yang taat yang mem­bedakan mereka dari yang lainnya.

Dalam surah Al Baqarah, ia membicarakankan derajat dan tingkatan kedudukan lelaki atas perempuan, Asy Syaukani berkata,
“Perbedaan tingkatan ini karena keduduk­an yang tidak dimiliki perempuan yaitu ber­tanggungjawab memberikan nafkah kepada­nya termasuk dari orang yang lebih berjihad dan akal serta kekuatan, mendapat lebih harta waris, wajib bagi perempuan (isteri) melaku­kan segala perintahnya dan berdiri di atas keridhaannya. Sekiranya tidak ada kelebihan lelaki terhadap perempuan maka tidak tsabit penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam.

Muhammad Rasyid Rida berkata,
“Maksud derajat di sini adalah derajat ke­pemimpinan dan yang mengurusi segala kemaslahatan yang ditafsirkan dalam surah An Nisaa ayat 34. Kehidupan rumah tangga adalah kehidupan masyarakat dan sebuah masyarakat haruslah ada pemimpin. Setiap individu masyarakat memiliki perbedaan pendapat dan kemaslahatan. la tidak dapat disempurnakan dan diselesaikan kecuali ada seorang pemimpin yang dirujuk pen­dapatnya dalam menyelesaikan perbedaan itu sehingga setiap individu tidak melakukan perkara yang bertentangan dengan individu lain. Apabila ia terjadi, timbullah perpecahan. Seorang pemimpin itu lebih layak untuk lelaki karena ia lebih mengetahui kemaslahatan dan lebih mampu untuk melaksanakan tugas dengan kekuatan dan hartanya. Oleh karena itu, ia dituntut syara’ untuk melindungi perempuan dan memberikan nafkah serta lebih dahulu taat kepada kebaikan.

Dalam surah An Nisaa berkenaan dengan kelebihan satu kedudukan orang yang berjuang daripada orang yang duduk berdiam diri.

Dalam As Sahihain dari Abu Sa’id Al-Khudri Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di dalam syurga ada 100 tingkatan atau derajat yang disediakan Allah bagi orang yang ber­juang di jalan Allah diantara setiap dua derajat jauhnya seperti antara langit dan bumi.”

Al A’masy meriwayatkan dari Amru bin Murrah dari Abi Ubaidah dari Abdullah bin Mas’ud, katanya, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang melempar satu anak panah (di jalan Allah), maka baginya pahala satu derajat” Seorang lelaki berkata,
“Wahai Rasulullah, apa itu satu derajat?” Beliau men­jawab, “Tentunya ia adalah bukan di pangku­an ibumu. Di antara dua derajat jauhnya 100 tahun perjalanan.”

Dalam surah At Taubah, ia berkaitan dengan martabat orang beriman, berhijrah serta berjihad fi sabilillah di sisi Allah.

Dalam tafsir Safwah At Tafsir, makna darajah adalah ajran (ganjaran dan balasan) maknanya bagi orang yang bersifat demikian baginya ganjar­an yang besar dari Allah.

Sedangkan dalam Tafsir Al Jalalain ia bermakna ratbah yaitu kedudukan dan martabat.

Dalam surah Al Hadid membicarakan tentang kedudukan serta tingkatan yang berbeda antara satau derajat dengan satu derajat bagi orang yang berperang dan mem­belanjakan harta sebelum Fathul Makkah dari orang yang berperang dan membelanjakan harta setelahnya.

At Tabari berkata,
“Mereka yang menafkah­kan harta di jalan Allah sebelum Fathul Makkah dan memerangi orang musyrik mendapat derajat dan kedudukan yang tinggi di dalam syurga daripada orang yang menafkahkan setelah itu”

Kesimpulannya, lafaz darajah bermakna kedudukan, derajat, tingkatan dan martabat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:222-223

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taubah (9) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taubah (9) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taubah (9) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. At-Taubah (9) ayat 1-24 - Soraya Sofyan (Bahasa Indonesia)
Q.S. At-Taubah (9) ayat 1-24 - Soraya Sofyan (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 129 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 9:20
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
4.4
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/9-20







Pembahasan ▪ tafsir at taubah 20

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta