Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

At Taubah

At Taubah (Pengampunan) surah 9 ayat 17


مَا کَانَ لِلۡمُشۡرِکِیۡنَ اَنۡ یَّعۡمُرُوۡا مَسٰجِدَ اللّٰہِ شٰہِدِیۡنَ عَلٰۤی اَنۡفُسِہِمۡ بِالۡکُفۡرِ ؕ اُولٰٓئِکَ حَبِطَتۡ اَعۡمَالُہُمۡ ۚۖ وَ فِی النَّارِ ہُمۡ خٰلِدُوۡنَ
Maa kaana lilmusyrikiina an ya’muruu masaajidallahi syaahidiina ‘ala anfusihim bil kufri uula-ika habithat a’maaluhum wafiinnaari hum khaaliduun(a);

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.
Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
―QS. 9:17
Topik ▪ Neraka ▪ Keabadian neraka ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
9:17, 9 17, 9-17, At Taubah 17, AtTaubah 17, At-Taubah 17
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa tidak pantas bagi kaum musyrikin memakmurkan Masjidilharam dan mesjid-mesjid lainnya.
Memakmurkan mesjid Allah hanyalah dengan menjadikan tempat itu untuk mengesakan dan mengagungkan Allah serta menaati-Nya.
Hal ini dilakukan hanya oleh orang-orang mukmin.
Memakmurkan mesjid, ialah membangunnya, mengurusnya, menghidupkannya dengan amal ibadah yang diridai Allah.
Memakmurkan yang dilarang untuk orang bukan Muslim, ialah penguasaan terhadap mesjid, seperti menjadi pengurusnya.

Adapun mempergunakan tenaga orang bukan Muslim untuk membangun mesjid, seperti memakai tukang bangunan dan sebagainya tidak dilarang.
Begitu juga kaum Muslimin boleh menerima mesjid yang dibangun oleh orang bukan Muslim atau yang membangunnya diwasiatkan oleh orang bukan Muslim, atau memperbaiki-nya selama tidak mengandung tujuan yang membikin mudarat kepada kaum Muslimin.

Sekalipun para mufasir berbeda pendapat tentang mesjid yang dimaksud dalam ayat ini, apakah Masjidilharam saja, sesuai dengan turunnya ayat ini, seperti tersebut pada permulaan tafsir ayat ini, dan sesuai pula dengan bacaan sebagian ulama qira'at yang membacakan dengan masjid artinya lafal mufrad (tunggal) yaitu Masjidilharam, atau yang dimaksud semua mesjid Allah, sesuai dengan lafal jamak masajid.
Tetapi semua pendapat, baik Masjidlharam ataupun mesjid-mesjid lainnya, tidak pantas dan tidak boleh bagi musyrikin untuk memakmurkannya.

Selanjutnya pada ayat ini Allah menerangkan bahwa amal dan pekerjaan orang-orang kafir yang mereka bangga-banggakan, yaitu memakmurkan Masjidilharam, memberi minum orang-orang haji, dan lain-lain akan sia-sia selama mereka di dalam kesyirikan.

Firman Allah:

Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.
(Al-An'aam: 88)

Akhir ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik itu kekal dalam neraka, karena tidak ada amal mereka di dunia yang berguna dan dapat menolong mereka di hari akhirat.

At Taubah (9) ayat 17 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy At Taubah (9) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi At Taubah (9) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik tidak pantas memakmurkan masjid-masjid Allah.
Mereka terus-menerus dalam kekufuran dan menyatakannya terang-terangan.
Semua perbuatan orang-orang musyrik itu tidak akan dihiraukan oleh Allah dan tidak akan diberikan pahala bagi mereka.
Mereka kekal di dalam neraka pada hari kiamat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah) boleh dibaca mufrad dan boleh pula dibaca jamak, yakni dengan cara memasukinya dan duduk di dalamnya (sedangkan mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.
Itulah orang-orang yang sia-sia) batal (amal perbuatannya dan mereka kekal di dalam neraka).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bukanlah perilaku orang-orang musyrik untuk memakmurkan Baitullah, sedangkan mereka mengumumkan kekufuran mereka dan menjadikan sekutu bagi Allah.
Amal mereka akan dihapus semuanya pada Hari Kiamat, tempat kembali mereka adalah neraka dan mereka akan kekal di dalamnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan bahwa tidaklah layak bagi orang-orang musyrik memakmurkan masjid-masjid Allah yang dibangun atas nama-Nya semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Sebagian ulama ada yang membacanya masjidallahi (dalam bentuk tunggal).
Makna yang dimaksud ialah Masjidil Haram, masjid yang paling mulia di bumi ini, yang sejak pertama dibangun untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Orang yang membangunnya adalah kekasih Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu Nabi Ibrahim 'alaihis salam

Sedangkan mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir, yakni keadaan dan ucapan mereka mengungkapkan kekafiran mereka.
As-Saddi telah mengatakan, "Seandainya Anda tanyakan kepada seorang Nasrani, 'Apakah agamamu?' Niscaya dia menjawab, 'Nasrani.' Dan seandainya Anda tanyakan kepada seorang Yahudi, 'Apakah agamamu?' Niscaya dia menjawab.
'Yahudi.' Dan terhadap orang sabiin, niscaya dia menjawab bahwa dia adalah pemeluk agama sabiah, dan terhadap orang musyrik dia akan menjawab sebagai seorang musyrik."

Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya.

karena kemusyrikan mereka.

Dan mereka kekal di dalam neraka.

Dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Mengapa Allah tidak mengazab mereka, padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya?
Orang-orang yang berhak menguasainya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Al Anfaal:34)

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 17

A'MAAL
أَعْمَٰل

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari 'amal yang bermakna pekerjaan dan perbuatan.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, 'amal adalah perbuatan yang disengaja atau dengan maksud.

A'maal mencakup perbuatan hati dan anggota badan, ia mengisyaratkan perbuatan yang berterusan, sebagaimana Allah menerangkan, ya'maluuna lahuu maa yasyaa.

Al Kafawi menyatakan, perbuatan itu dikatakan 'amaal apabila ia terbit dari fikiran dan renungan. Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan 'ilm, sehingga sebagian sastrawan berkata,
lafaz 'amaal adalah perkataan terbalik dari lafaz 'ilm. Hal ini mengisyaratkan amal adalah sebahagian dari ilmu. 'Ilm juga adalah sumber af'al atau perbuatan.

Al 'amal (amalan) adalah natijah yang timbul dari al 'amil (orang yang melaksanakan amal itu), sama kedudukannya seperti Al Hukm (hukum) yaitu hasil dari 'illah (sebab timbulnya hukum itu)."

Lafaz a'maal disebut sebanyak 41 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah :
-Al Baqarah (2), ayat 139, 139, 167, 217;
-Ali Imran (3), ayat 22;
-Al Maa'idah (5), ayat 53;
-Al A'raaf (7), ayat 147;
-Al Anfaal (8), ayat 48;
-At Taubah (9), ayat 17, 37, 69;
-Hud (11), ayat 15, 111;
-Ibrahim (14), ayat 18;
-An Nahl (16), ayat 63,
-Al Kahfi (18), ayat 103, 105;
-Al Mu'minuun (23), ayat 63;
-An Nuur (24), ayat 39;
-An Naml (27), ayat 4, 24;
-Al Qashash (28), ayat 55;
-Al­ 'Ankaabut (29) ayat 38,
-Al Ahzab (33) ayat 19, 71;
-Asy Syuura (42) ayat 15;
-Al Ahqaaf (46) ayat 19;
-Muhammad (47) ayat 1, 4, 8, 9, 28, 30, 32, 33, 35;
-Al Hujurat (49) ayat 2, 14;
-Al Zalzalah (99) ayat 6.

Al Qurtubi ketika menafsirkan ayat 217 surah Al Baqarah:

"Dan siapa yang murtad di antara kamu, maka mereka itu sia-sia amalan­ amalannya di dunia dan di akhirat."

Beliau mengutip penjelasan Ar Rabi' "Perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, neraka adalah wajib bagi mereka"

Ibn Mas'ud dan As Suddi pula berkata,
"Perbuatan-perbuatan baik yang mereka tinggalkan akan menjauhkan mereka dari syurga. Amalan-amalan baik disandarkan kepada mereka karena mereka disuruh melakukannya, sedangkan amalan­ amalan jahat disandarkan kepada mereka karena mereka melakukannya'"

At Tabari ketika menjelaskan tafsir surah Al Zalzalah, beliau berkata,
"Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan berkelompok-kelompok dan terpisah di sebelah kiri dan di sebelah kanan bagi diperlihatkan amalan-amalan mereka. Bagi mereka yang berbuat baik di dunia dan taat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya pada hari itu karamah dan kemuliaan sebagai balasan bagi ketaatannya kepada Nya di dunia. Dan bagi yang berbuat jahat dan melakukan maksiat kepada Allah, maka Allah menyediakan bagi­nya kesengsaraan dan kehinaan di neraka, sebagai balasan bagi perbuatannya dan kekufurannya di dunia."

Kesimpulannya, lafaz a'maal pada ayat­ ayat di atas lebih banyak dikaitkan dengan al­ ihbat (penghapusan) amalan orang musyrik, kafir, munafik dan sebagainya, dan juga bersifat lebih cenderung kepada perkara keduniaan yang dihiasi oleh syaitan. Tetapi penggunaan sebenarnya lafaz ini bersifat umum, yaitu bagi amalan kejahatan dan kebaikan, seperti yang terdapat dalam surah Al Qashash, Asy Syuura, Al Ahqaaf, Muhammad (ayat 30), Al Zalzalah, dan sedikit sekali disandarkan kepada orang beriman, yaitu pada surah Al­ Ahzab, Muhammad (ayat 35), dan Al Hujurat (ayat 14).

Walau bagaimanapun, a'maal adalah perbuatan yang berterusan dan bersifat umum yang didasari oleh fikiran dan renungan. Oleh karena itu, orang menjadi kafir karena ia tahu akan sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya. Sedangkan orang menjadi beriman karena ia tahu akan kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:5

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh 'Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

QS 9 At-Taubah (1-24) - Indonesian - Soraya Sofyan
QS 9 At-Taubah (1-24) - Arabic - Soraya Sofyan


Gambar Kutipan Surah At Taubah Ayat 17 *beta

Surah At Taubah Ayat 17



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah At Taubah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (13 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku