Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 128 [QS. 9:128]

لَقَدۡ جَآءَکُمۡ رَسُوۡلٌ مِّنۡ اَنۡفُسِکُمۡ عَزِیۡزٌ عَلَیۡہِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِیۡصٌ عَلَیۡکُمۡ بِالۡمُؤۡمِنِیۡنَ رَءُوۡفٌ رَّحِیۡمٌ
Laqad jaa-akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu’miniina rauufun rahiimun;
Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.
―QS. At Taubah [9]: 128

Daftar isi

There has certainly come to you a Messenger from among yourselves.
Grievous to him is what you suffer;
(he is) concerned over you and to the believers is kind and merciful.
― Chapter 9. Surah At Taubah [verse 128]

لَقَدْ sesungguhnya

Certainly,
جَآءَكُمْ telah datang kepadamu

(has) come to you
رَسُولٌ seorang Rasul

a Messenger
مِّنْ dari

from
أَنفُسِكُمْ diantara/golonganmu sendiri

yourselves.
عَزِيزٌ terasa berat

Grievous
عَلَيْهِ atasnya/olehnya

to him
مَا apa

(is) what
عَنِتُّمْ kamu derita

you suffer,
حَرِيصٌ sangat menginginkan

(he is) concerned
عَلَيْكُم atas kalian

over you,
بِٱلْمُؤْمِنِينَ dengan/terhadap orang-orang mukmin

to the believers
رَءُوفٌ amat penyantun

(he is) kind
رَّحِيمٌ penyayang

(and) merciful.

Tafsir

Alquran

Surah At Taubah
9:128

Tafsir QS. At Taubah (9) : 128. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini sekalipun khusus ditujukan kepada bangsa Arab di masa Nabi, tetapi juga ditujukan kepada seluruh umat manusia.
Semula ditujukan kepada orang Arab di masa Nabi, karena kepada merekalah Alquran pertama kali disampaikan, karena Alquran itu dalam bahasa Arab, tentulah orang Arab yang paling dapat memahami dan merasakan ketinggian sastra Alquran.

Dengan demikian mereka mudah pula menyampaikan kepada orang-orang selain bangsa Arab.
Jika orang-orang Arab sendiri tidak mempercayai Muhammad dan Alquran, tentu orang-orang selain Arab lebih sukar mempercayainya.


Ayat ini seakan-akan mengingatkan orang-orang Arab, sebagaimana isinya yang berbunyi,
"Hai orang-orang Arab, telah diutus seorang Rasul dari bangsamu sendiri yang kamu ketahui sepenuhnya asal-usul dan kepribadian-nya, serta kamu lebih mengetahuinya dari orang-orang lain."


Sebagian mufassir menafsirkan perkataan
"Rasulun min anfusikum"
dengan hadis:


Bersabda Rasulullah ﷺ,
"Sesungguhnya Allah telah memilih suku Quraisy dari suku Quraisy, dan Allah telah memilihku dari Riwayat Muslim dan at-Tirmidzi dari Wasilah bin Asqa)


Dari ayat dan hadis di atas dapat dipahami tentang kesucian keturunan Nabi Muhammad ﷺ, yang berasal dari suku-suku pilihan dari bangsa Arab.
Dan orang-orang Arab mengetahui benar tentang hal ini.


Nabi Muhammad ﷺ yang berasal dari keturunan yang baik dan terhormat mempunyai sifat-sifat yang mulia dan agung, yaitu:


1. Nabi merasa tidak senang jika umatnya ditimpa sesuatu yang tidak diinginkan, seperti dihinakan karena dijajah dan diperhamba oleh musuh-musuh kaum Muslimin, sebagaimana ia tidak senang pula melihat umatnya ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti.


2. Nabi sangat menginginkan agar umatnya mendapat taufik dari Allah, bertambah kuat imannya, dan bertambah baik keadaannya.

Keinginan beliau ini dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya:

اِنْ تَحْرِصْ عَلٰى هُدٰىهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ يُّضِلُّ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong. (an-Nahl [16]: 37)


Dan Allah ﷻ berfirman:

وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ

Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Yusuf [12]: 103)


3. Nabi selalu belas kasihan dan amat penyayang kepada kaum Muslimin.
Keinginannya ini tampak pada tujuan risalah yang disampaikannya, yaitu agar manusia hidup berbahagia di dunia dan akhirat nanti.


Dalam ayat ini Allah memberikan dua macam sifat kepada Nabi Muhammad, kedua sifat itu juga merupakan sifat Allah sendiri, yang termasuk di antara
"asmaul husna",
yaitu sifat
"rauf"
(amat belas kasihan) dan sifat
"rahim"
(penyayang) sebagai tersebut dalam firman-Nya:

اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

…Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (al-Baqarah [2]: 143)


Pemberian kedua sifat itu kepada Muhammad menunjukkan bahwa Allah menjadikan Muhammad sebagai Rasul yang dimuliakan-Nya.

Tafsir QS. At Taubah (9) : 128. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai manusia, telah datang kepada kalian seorang rasul dari jenis manusia yang bentuknya sama seperti kalian.
Ia merasa sedih melihat penderitaan yang kalian rasakan.


Ia berusaha keras untuk memberi petunjuk kepada kalian, dan sangat mengasihi dan menyayangi orang-orang Mukmin.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya telah datang kepada kalian (hai orang-orang mukmin) seorang Rasul dari kaum kalian sendiri.
Dia merasakan susah dan berat atas penderitaan dan siksaan yang kalian terima.


Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan kalian.
Dia pun amat berbelas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri) dari kalangan kalian sendiri, yaitu Nabi Muhammad ﷺ


(berat terasa) dirasa berat


(olehnya apa yang kalian derita) yaitu penderitaan kalian, yang dimaksud ialah penderitaan dan musibah yang menimpa diri kalian


(sangat menginginkan bagi kalian) hidayah dan keselamatan


(lagi terhadap orang-orang mukmin amat belas kasihan) sangat belas kasihan


(lagi penyayang) ia selalu mengharapkan kebaikan bagi mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan limpahan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada orang-orang mukmin melalui seorang rasul yang diutus oleh­Nya dari kalangan mereka sendiri, yakni dari bangsa mereka dan sebahasa dengan mereka.
Hal ini telah didoakan oleh Nabi Ibrahimalaihis salam, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 164)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.

Yakni dari kalangan kalian sendiri dan sebahasa dengan kalian.
Ja’far ibnu Abu Talib r.a. berkata kepada Raja Najasyi, dan Al-Mugirah ibnu Syu’bah berkata kepada Kaisar Romawi,
"Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kami seorang rasul dari kalangan kami sendiri.
Kami mengenal nasab (keturunan)nya, sifatnya, tempat keluar dan tempat masuknya, serta kebenaran (kejujuran) dan amanatnya, hingga akhir hadis."

Sufyan ibnu Uyaynah telah meriwayatkan dari Ja’far ibnu Muhammad, dari ayahnya, sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.
(QS. At-Taubah [9]: 128)
Bahwa tiada sesuatu pun dari perkawinan Jahiliah yang menyentuhnya.


Nabi ﷺ pernah bersabda:

Aku dilahirkan dari hasil pernikahan, dan bukan dilahirkan dari sifah (perkawinan ala Jahiliah).

Melalui jalur lain secara mausul disebutkan oleh Al-Hafiz Abu Muhammad Al-Hasan ibnu Abdur Rahman Ar-Ramharmuzi di dalam kitabnya yang berjudul Al-Fasil Bainar Rawi wal Wa’i.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Yusuf ibnu Harun ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far ibnu Muhammad yang mengatakan bahwa ia bersumpah bahwa ayahnya pernah menceritakan hadis berikut dari kakeknya, dari Ali yang mengatakan,
"Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
‘Aku dilahirkan dari hasil pernikahan dan bukan dilahirkan dari sifah, sejak Adam hingga ayah dan ibuku melahirkan diriku.
Dan tiada sesuatupun dari sifat Jahiliah yang menyentuhku’."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

berat terasa olehnya penderitaan kalian.

Yakni terasa berat olehnya sesuatu yang membuat umatnya menderita karenanya.
Karena itu, di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Aku diutus dengan membawa agama Islam yang hanif lagi penuh dengan toleransi.

Di dalam hadis sahih disebutkan:

Sesungguhnya agama ini mudah, semua syariatnya mudah, penuh dengan toleransi lagi sempurna.
Ia mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah dalam mengerjakannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian.

Artinya, sangat menginginkan kalian beroleh hidayah dan menghantar­kan manfaat dunia dan akhirat buat kalian.


Imam Tabrani mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Qutn, dari Abut Tufail, dari Abu Zar yang mengatakan,
"Rasulullah ﷺ meninggalkan kami tanpa ada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di langit melainkan beliau menyebutkan kepada kami ilmu mengenainya."
Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Tiada sesuatu pun yang tersisa dari apa yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, melainkan semuanya telah dijelaskan kepada kalian.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qatn, telah menceritakan kepada kami Al-Mas’udi, dari Al-Hasan ibnu Sa’d, dari Abdah Al-Huzali, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak sekali-kali mengharamkan sesuatu melainkan Dia telah mengetahui bahwa kelak akan ada dari kalian yang melanggarnya.
Ingatlah, sesungguhnya akulah yang menghalang-halangi kalian agar jangan sampai kalian berhamburan terjun ke neraka sebagaimana berhamburannya laron atau lalat.

Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah ﷺdalam mimpinya kedatangan dua malaikat, salah seorangnya duduk di dekat kedua kakinya, sedangkan yang lain duduk di dekat kepalanya.
Maka malaikat yang ada di dekat kedua kakinya berkata kepada malaikat yang ada di dekat kepalanya,
"Buatlah perumpamaan orang ini dan perumpamaan umatnya."
Malaikat yang satunya lagi menjawab,
"Sesungguhnya perumpamaan dia dan perumpamaan umatnya sama dengan suatu kaum yang musafir, lalu mereka sampai di tepi Padang Sahara.
Saat itu mereka tidak mempunyai bekal lagi untuk menempuh Padang Sahara di hadapan mereka, tidak pula memiliki bekal untuk pulang.
Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba datanglah kepada mereka seorang lelaki yang memakai pakaian kain Hibarah, lalu ia berkata, ‘Bagaimanakah pendapat kalian jika aku bawa kalian ke taman yang subur dan telaga yang berlimpah airnya serta menyegarkan.
Apakah kalian mau mengikutiku?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Maka lelaki itu berangkat bersama mereka hingga membawa mereka sampai di taman yang subur dan telaga yang berlimpah airnya lagi menyegarkan.
Lalu mereka makan dan minum hingga menjadi gemuk.
Kemudian lelaki itu berkata kepada mereka, ‘Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan yang sengsara, lalu kalian berserah diri kepadaku, bahwa jika aku membawa kalian ke taman yang subur dan telaga yang berlimpah airnya, maka kalian akan mengikutiku?’ Mereka menjawab, ‘Memang benar.’ Lelaki itu berkata, ‘Sesungguhnya di hadapan kalian terdapat taman lain yang lebih subur daripada taman ini, dan terdapat pula telaga yang lebih berlimpah airnya daripada ini.
Maka mengikutlah kalian kepadaku.’ Segolongan dari mereka berkata, ‘Demi Allah, lelaki ini berkata benar, kami sungguh akan mengikutinya.’ Golongan yang lainnya mengatakan, ‘Kami rela dengan orang ini dan kami akan tetap mengikutinya’."

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib dan Ahmad ibnu Mansur.
Keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hakam ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Ikrimah, dari Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa pernah seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah ﷺ untuk meminta tolong kepadanya tentang sesuatu yang menyangkut masalah diat (kata Ikrimah).
Maka Rasulullah ﷺ memberinya sesuatu seraya bersabda,
"Aku berbuat baik kepadamu."
Tetapi lelaki Badui itu menjawab,
"Tidak, engkau belum berbuat baik."
Maka sebagian dari kalangan kaum muslim yang ada pada waktu itu marah dan hampir bangkit menghajar lelaki Badui itu, tetapi Rasulullah ﷺ memberikan isyarat kepada mereka untuk menahan dirinya.
Ketika Rasulullah ﷺ bangkit meninggalkan majelisnya dan sampai di rumahnya, maka beliau mengundang lelaki Badui itu untuk datang ke rumahnya.
Lalu beliau bersabda (kepada lelaki Badui itu)."Sesungguhnya engkau datang kepada kami hanyalah untuk meminta dari kami, lalu kami memberimu, tetapi engkau mengatakan apa yang telah engkau katakan tadi."
Lalu Rasulullah ﷺ memberi tambahan pemberian kepada lelaki Badui itu seraya bersabda,
"Bukankah aku telah berbuat baik kepadamu?"
Lelaki Badui itu menjawab,
"Ya, semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu atas perbuatan baikmu kepada ahli dan famili(mu)."
Nabi ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya engkau datang kepada kami, lalu kami memberimu dan engkau mengatakan apa yang telah engkau katakan tadi, maka karena perkataanmu itu dalam diri sahabat-sahabatku terdapat ganjalan terhadap dirimu.
Karena itu, apabila engkau menemui mereka, katakanlah di hadapan mereka apa yang tadi baru kamu katakan, agar ganjalan itu lenyap dari dada mereka."
Lelaki Badui itu menjawab,
"Ya."
Setelah lelaki Badui itu datang, maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya teman kalian ini pada awal mulanya datang kepada kita.
lalu ia meminta kepada kita dan kita memberinya, tetapi ia mengatakan apa yang telah dikatakannya tadi.
Lalu aku memanggilnya dan aku beri lagi dia, dan ternyata dia mengungkapkan pengakuannya bahwa dirinya telah puas dengan pemberian itu.
Bukankah demikian, hai orang Badui?"
Lelaki Badui itu menjawab,
"Ya, semoga Allah membalasmu atas ke­baikanmu kepada ahli dan famili(mu) dengan balasan yang baik."
Maka Nabi ﷺ bersabda:
Sesungguhnya perumpamaanku dengan orang Arab Badui ini sama dengan perumpamaan seorang lelaki yang memiliki seekor unta, lalu untanya itu larat dan kabur.
Kemudian orang-orang mengejarnya, tetapi unta itu justru makin bertambah larat.
Maka lelaki pemilik unta itu berkata kepada mereka,
"Biarkanlah aku sendirian dengan unta itu, karena aku lebih sayang kepadanya dan lebih mengenalnya."
Maka lelaki itu menuju ke arah untanya dan mengambil rerumputan tanah untuknya serta memanggilnya, hingga akhirnya unta itu datang dan memenuhi seruan tuannya, lalu si lelaki itu mengikatkan pelananya di atas punggung untanya itu.
Dan sesungguhnya aku jika menuruti kemauan kalian karena apa yang telah dikatakannya tadi, niscaya dia akan masuk neraka.

Hadis ini merupakan riwayat Al-Bazzar, kemudian Al-Bazzar mengata­kan bahwa ia tidak mengetahui si perawi meriwayatkan hadis ini melainkan hanya dari jalur tersebut.

Menurut kami, hadis ini daif karena keadaan Ibrahim ibnul Hakam ibnu Aban.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:


Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
Jika mereka mendurhakaimu.
maka katakanlah,
"Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan."
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.
(Asy Syu’ara:215-217)

Hal yang sama diperintahkan oleh Allah dalam ayat yang mulia ini, yaitu firman-Nya:

Jika mereka berpaling.

Maksudnya, berpaling dari apa yang engkau sampaikan kepada mereka, yakni dari syariat yang agung, suci, sempurna lagi global yang engkau datangkan kepada mereka.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah At Taubah (9) ayat 128

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidullah Abu Tsabit, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Ibnu Syihab dari Ubaid bin Sibaq dari Zaid bin Tsabit mengatakan, Abu bakar mengutus seseorang menemuiku karena banyaknya korban yang gugur pada perang Yamamah, ketika itu Abu bakar bersama Umar. Abu Bakar berkata,
Umar mendatangiku dan mengatakan, "Korban perang telah meluas pada perang Yamamah hingga merenggut qurra (penghafal) alquran, dan saya khawatir jangan-jangan dengan meninggalnya qurra Al Quran di banyak tempat, mengakibatkan sekian banyak ayat Al Quran akan menghilang, dan saya berpendapat jika engkau perintahkan untuk mengumpulkan Al Quran." Maka Saya menjawab,
"Bagaimana aku lakukan sesuatu yang belum pernah Rasulullah lakukan?" Umar kontan mengemukakan pendapatnya, "Demi Allah, ini adalah suatu kebaikan," Umar tiada henti-hentinya mendorongku untuk melakukan pekerjaan ini, hingga Allah melapangkan dadaku untuk melakukan pekerjaan yang dada Umar telah lebih dahulu dilapangkan terhadapnya, dan aku sependapat dengan pendapat Umar." Zaid mengatakan, Abu Bakar berkata,
"Sungguh engkau adalah laki-laki yang masih muda, cerdas, dan kami sama sekali tidak menyangsikan kemampuanmu, sebab engkau sudah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah. Maka susurilah Al Quran (yang masih terpencar-pencar) dan kumpulkanlah." Maka Zaid menjawab,
"Demi Allah, sekiranya Abu bakar menugasiku untuk memindahkan sebuah gunung, itu tidak lebih berat bagiku daripada menugasiku untuk menghimpun Al Quran." Maka aku berkata,
"Bagaimana mungkin anda berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah di lakukan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam?" Abu Bakar menjawab,
"Demi Alllah, pekerjaan ini adalah kebaikan." Tiada henti-hentinya Abu Bakar memotivasi pertimbanganku hingga Allah melapangkan dadaku untuk melakukan suatu hal yang Allah telah melapangkan dada Abu Bakar dan Umar untuk melakukannya. Dan aku sependapat dengan keduanya, maka kutelusuri Al Quran yang terpencar-pencar dan kuhimpun dari pelepah, kulit, tembikar, tulang dan dada para penghapal, dan kutemukan di akhir surat at taubah ayat yang berbunyi, Telah datang kepada kalian seorang rasul dari jenis kamu sendiri… hingga akhir ayat (QS. At Taubah 128) bersama Khuzaimah atau Abu Khuzaimah, sehingga aku masukkan dalam suratnya. Kemudian shuhuf (manuskrip pencatatan asli Al Quran) ini berada di Abu Bakar ketika hidupnya sampai Allah mewafatkannya, kemudian keberadaan shuhuf ini pada Umar semasa hidupnya sampai Allah azza wajalla mewafatkannya, kemudian pada Hafshah binti Umar." Muhammad bin Ubaidullah mengatakan, maksud al likhaf ialah tembikar (tanah liat yang dibakar).

Shahih Bukhari, Kitab Hukum Hukum – Nomor Hadits: 6654

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 128

HARIISH
حَرِيص

Lafaz harish berasal dari lafaz harsh. Menurut bahasa artinya ialah
(1) Pembelahan yaitu menjadikan sesuatu menjadi dua atau lebih
(2) Keinginan yang kuat.

Sedangkan lafaz harish sendiri berarti orang yang berkeinginan kuat pada sesuatu dan mempunyai harapan besar padanya.

Lafaz harish disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah At Taubah (9), ayat 128. Ayat ini menerangkan tiga sifat yang dimiliki Rasulullah yaitu:

1.

عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ

Yang bermakna merasa berat hati atas kesusahan yang menimpa orang beriman.

2.

حَرِيصٌ عَلَيْكُم

Artinya ialah merasa gembira apabila orang Islam mendapat kebaikan dan beliau berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendatangkan kebaikan itu kepada mereka; mempunyai keinginan dan harapan yang besar supaya mereka selalu mendapat petunjuk iman; merasa sedih sekiranya orang Islam ditimpa perkara-perkara yang buruk dan beliau berusaha menghindarkan perkara itu dari mereka.

3.

بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Yaitu Rasulullah begitu mengasihi dan menyayangi kaum mukminin, malah kasih sayang beliau melebihi kasih sayang ibu bapa kaum mukminin sendiri.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:190

Unsur Pokok Surah At Taubah (التوبة‎‎)

Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri, yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman.
▪ Pembalasan atas amal amalan manusia hanya dari Allah.
▪ Segala sesuatu menurut sunnatullah.
▪ Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman.
▪ Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

▪ Kewajiban menafkahkan harta.
▪ Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya.
Jizyah.
▪ Perjanjian dan perdamaian.
▪ Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya.
▪ Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total.
▪ Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad ﷺ dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
Perang Tabuk.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 129 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 129

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taubah ayat 128 - Gambar 1 Surah At Taubah ayat 128 - Gambar 2
Statistik QS. 9:128
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, “Pengampunan”‎) adalah surah ke-9 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara’ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
Sending
User Review
4.4 (12 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

9:128, 9 128, 9-128, Surah At Taubah 128, Tafsir surat AtTaubah 128, Quran At-Taubah 128, Surah At Taubah ayat 128

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah At Taubah

۞ QS. 9:1 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 9:2 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:3 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:4 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung ArabShalat rukun Islam

۞ QS. 9:6 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Mengabulkan permohonan orang musyrik jika minta perlindungan

۞ QS. 9:7 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:8 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 9:11 Islam menghapus dosa masa lalu • Shalat rukun IslamZakat rukun Islam • Mengakui kewajiban shalat dan zakat berarti menjaga jiwa •

۞ QS. 9:12 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 9:15 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:16 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 9:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:18 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 9:19 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Allah menggerakkan hati manusia • Kebodohan orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman

۞ QS. 9:20 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 9:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga •

۞ QS. 9:22 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 9:23 Hukum memohon bantuan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:24 • Macam-macam fitnah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 9:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Azab orang kafir

۞ QS. 9:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 9:28 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab

۞ QS. 9:29 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:30 • Mendustai Allah

۞ QS. 9:31 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 9:32 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:35 • Nama-nama neraka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 9:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 9:42 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:44 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:45 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:46 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:47 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:48 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:49 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:50 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Maula (Maha Penolong) • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah •

۞ QS. 9:52 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:53 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:54 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:55 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:56 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 9:57 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:58 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:59 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:61 • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:62 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:63 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 9:64 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:65 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:66 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 9:67 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:68 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:69 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:70 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 9:72 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:73 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:74 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:75 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:77 • Sifat orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:78 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:79 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:80 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa terbesar

۞ QS. 9:81 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:82 • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:83 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:84 Sholat jenazah orang munafik • Siksa orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:85 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:86 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:87 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:88 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 9:89 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:90 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:91 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 9:92 • Toleransi Islam

۞ QS. 9:93 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:94 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:95 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:96 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:97 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:98 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 9:99 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 9:100 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:101 • Keluasan ilmu Allah • Siksa kubur • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Siksa orang munafik • Orang munafik dan siksa kubur

۞ QS. 9:102 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 9:103 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:104 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:105 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:106 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:107 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:109 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:110 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:111 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Berjual beli dengan Allah • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 9:112 Shalat rukun IslamPuasa rukun Islam • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 9:113 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 9:115 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 9:116 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 9:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Allah menggerakkan hati manusia •

۞ QS. 9:118 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:120 • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:121 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:123 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:124 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 9:125 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:126 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:127 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:129 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Berzikirlah selalu kepada Tuhanmu.
Lakukanlah salat subuh di pagi hari & zuhur serta asar di siang hari.
Di waktu malam,
lakukanlah salat magrib & isya.
Dan isilah pula waktu malam yang panjang itu untuk bertahajud.
QS. Al-Insan [76]: 25

Apakah kamu tiada mengetahui,
bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit,
di bumi,
matahari,
bulan,
bintang,
gunung,
pohon-pohonan,
binatang-binatang yang melata & sebagian besar daripada manusia?
QS. Al-Hajj [22]: 18

Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
QS. Al-Ahzab [33]: 51

Katakanlah:
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
QS. Az-Zumar [39]: 9

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

+

Array

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Kamus

kuud

Apa itu kuud? ku.ud duduk pada waktu salat … •

uzlah

Apa itu uzlah? uz.lah pengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah (berzikir dan tafakur) kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala. … •

Subhanahu wa ta’ala

Apa itu Subhanahu wa ta’ala? Subhanahu Wa Ta`ala adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu Subhanahu wa Ta’ala. berarti Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi. سُبْحَانَهُ و...