Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

At Taubah

At Taubah (Pengampunan) surah 9 ayat 102


وَ اٰخَرُوۡنَ اعۡتَرَفُوۡا بِذُنُوۡبِہِمۡ خَلَطُوۡا عَمَلًا صَالِحًا وَّ اٰخَرَ سَیِّئًا ؕ عَسَی اللّٰہُ اَنۡ یَّتُوۡبَ عَلَیۡہِمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Waaakharuunaa’tarafuu bidzunuubihim khalathuu ‘amalaa shaalihan waaakhara sai-yi-an ‘asallahu an yatuuba ‘alaihim innallaha ghafuurun rahiimun;

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk.
Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
―QS. 9:102
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Pelebur dosa besar ▪ Tauhid Uluhiyyah
9:102, 9 102, 9-102, At Taubah 102, AtTaubah 102, At-Taubah 102
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 102. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini dijelaskan golongan keempat, yaitu orang-orang yang tidak termasuk golongan munafik, ataupun as-Sabiqunal Awwalun, dan tidak pula termasuk golongan "orang-orang yang mengikuti dengan baik jejak as-Sabiqunal Awwalun".
Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang berdosa, dan mereka mengakui dengan jujur dosa-dosa mereka.
Mereka ini telah mencampuradukkan antara perbuatan yang baik dengan perbuatan yang buruk, sehingga perbuatan mereka itu tidak seluruhnya baik dan tidak pula seluruhnya buruk.

Dengan demikian mereka ini tidak merupakan orang-orang saleh yang murni, dan tidak pula termasuk golongan yang fasik atau munafik, karena dalam kenyataannya mereka suka berbuat yang baik tetapi sering pula berbuat jelek.

Di antara keburukan mereka ialah tidak ikutnya mereka ke perang Tabuk bersama kaum Muslimin lainnya padahal mereka tidak mempunyai uzur yang benar karena mereka bukanlah orang-orang yang lemah atau sakit dan mereka tidak pula mengemukakan alasan-alasan yang bohong seperti yang dilakukan oleh kaum munafik dan tidak pula minta izin seperti yang dilakukan orang-orang yang ragu-ragu.
Akan tetapi mereka itu menyadari kesalahan itu pada saat mereka mangkir dari peperangan itu dan hati mereka takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala Dengan demikian di satu pihak mereka tidak mau melakukan kewajiban dan di pihak lain mereka menyadari kesalahan serta merasa takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Selanjutnya dalam ayat ini diterangkan bahwa golongan ini masih mempunyai harapan bahwa tobat mereka akan diterima Allah subhanahu wa ta'ala Tobat mereka adalah kunci untuk memperoleh keampunan dan rahmat-Nya.
Dan tobat yang benar hanya dapat dicapai bila seseorang telah mengetahui keburukan dosa serta akibatnya dan timbullah rasa takut ketika mengingat kemurkaan Allah serta siksaan-Nya kemudian timbullah keinginan berdaya upaya untuk membersihkan diri dari segala hal yang menimbulkan dosa di samping itu timbullah niat dan tekad yang kuat untuk tidak kembali kepada perbuatan itu dan berusaha keras melakukan kebajikan-kebajikan untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah terjadi dan akibat-akibatnya yang buruk bagi masyarakat serta bekas-bekas yang melekat pada diri sendiri.

Pada akhir ayat ini dijelaskan alasan tentang adanya harapan bagi golongan ini bahwa tobat mereka akan diterima Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu karena sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun kepada hamba-Nya yang mau bertobat dengan sebenar-benarnya dan Allah adalah Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang mau berbuat kebajikan.

Menurut suatu riwayat, ayat ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa enam orang muslimin yang sengaja mangkir dari perang Tabuk.
Mereka itu adalah Abu Lubabah, Aus bin Khazzam, Saklabah bin Wadiah, Kaab bin Malik, Murarah bin Rabi` dan Hilal bin Umayyah.
Kemudian setelah menginsafi kesalahan mereka, maka tiga orang di antaranya, yaitu Abu Lubabah, Aus dan Sa`labah datang ke mesjid membawa harta benda mereka lalu mereka mengikatkan diri pada tiang-tiang mesjid serta bertekad bahwa hanya Rasulullah yang akan melepaskan mereka dari ikatan itu.
Sedang harta benda tersebut mereka maksudkan untuk diserahkan kepada Rasulullah untuk beliau bagikan kepada yang berhak menerimanya sebagai sedekah untuk menebus kesalahan mereka.
Setelah hal itu disampaikan kepada Rasulullah ﷺ maka beliau bersabda, "Saya tidak akan melepaskan mereka dari ikatan itu sampai datangnya ketentuan dari Allah." Maka turunlah ayat ini.
Rasulullah lalu membuka tali pengikat yang mengikatkan mereka di tiang itu.

Ibnu Kasir, seorang ahli tafsir berkata: "Walaupun ayat ini turun mengenai orang-orang tertentu namun isinya tetap berlaku untuk umum, mencakup semua orang-orang yang berdosa yang mencampur-adukkan antara perbuatan yang baik dan yang buruk kemudian menginsafi kesalahan mereka serta melakukan tobat kepada Allah dengan cara yang sebaik-baiknya.

At Taubah (9) ayat 102 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy At Taubah (9) ayat 102 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi At Taubah (9) ayat 102 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Selain itu, terdapat pula kelompok lain yang menyakiti kalian tetapi kemudian mengakui dosa-dosa yang mereka perbuat dan berjalan pada jalan kebenaran.
Dengan demikian, mereka telah melakukan perbuatan baik dan buruk, sehingga diharapkan pertobatan mereka akan diterima.
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya.
Dia akan menerima pertobatan dan mengampuni mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ada pula suatu kaum (yang lain) lafal ayat ini menjadi mubtada (mereka mengakui dosa-dosa mereka) karena tidak ikut berangkat ke medan perang.
Lafal ayat ini menjadi khabarnya (mereka mencampur-baurkan pekerjaan yang baik) yaitu jihad yang telah mereka lakukan sebelum peristiwa ini atau pengakuan mereka atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan, atau dosa-dosa yang lainnya (dengan pekerjaan lain yang buruk) yaitu ketidakikutan mereka dalam berjihad kali ini.
(Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan apa yang dilakukan oleh Abu Lubabah dan segolongan orang-orang lainnya.
Mereka mengikatkan diri mereka di tiang-tiang mesjid, hal ini mereka lakukan ketika mereka mendengar firman Allah subhanahu wa ta'ala yang diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang tidak berangkat berjihad, sedangkan mereka tidak ikut berangkat.
Lalu mereka bersumpah bahwa ikatan mereka itu tidak akan dibuka melainkan oleh Nabi ﷺ sendiri.
Kemudian setelah ayat ini diturunkan Nabi ﷺ melepaskan ikatan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan sebagian penduduk di sekitar Madinah yang lain ada yang mengakui dosa-dosa mereka, lantas menyesal dan bertaubat.
Kemudian mereka mencampuradukkan amal shalih (taubat, penyesalan, pengakuan dosa mereka dan perbuatan shalih mereka yang lain) dengan perbuatan buruk (berpaling dari Rasulullah dan perbuatan buruk lainnya).
Semoga Allah mengampuni dan menerima taubat mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Allah menjelaskan keadaan orang-orang munafik yang tidak ikut berperang karena tidak suka berjihad, dan mendustakan serta meragu­kannya, maka Allah menerangkan tentang keadaan orang-orang yang berdosa, yaitu mereka yang tidak ikut berjihad karena malas dan cenderung kepada keadaan yang santai, padahal mereka beriman dan membenarkan perkara yang hak.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka.

Maksudnya, mereka mengakui dosa-dosa yang mereka lakukan terhadap Tuhannya, tetapi mereka mempunyai amal perbuatan lain yang saleh.
Mereka mencampurbaurkan amal yang baik dan yang buruk.
Mereka adalah orang-orang yang masih berada di bawah pemaafan dan pengam­punan Allah subhanahu wa ta'ala.

Ayat ini sekalipun diturunkan berkenaan dengan orang-orang ter­tentu, tetapi pengertiannya umum mencakup seluruh orang yang berbuat dosa lagi bergelimang dalam kesalahannya, serta mencampurbaurkan amal baik dan amal buruknya, hingga diri mereka tercemari oleh dosa-dosa.

Mujahid mengatakan, sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Lubabah, yaitu ketika ia berkata kepada Bani Quraizah melalui isyarat tangannya yang ditujukan ke arah lehernya, dengan maksud bahwa perdamaian yang diketengahkan oleh Nabi ﷺ terhadap mereka akan membuat mereka tersembelih.

Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

...dan (ada pula) orang-orang lain.
Menurutnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Lubabah dan sejumlah orang dari kalangan teman-temannya yang tidak ikut perang dengan Rasulullah ﷺ dalam Perang Tabuk.

Menurut sebagian ulama, mereka terdiri atas Abu Lubabah dan lima orang temannya.
Sedangkan pendapat yang lainnya lagi mengatakan tujuh orang bersama Abu Lubabah, dan menurut yang lainnya lagi adalah sembilan orang bersama Abu Lubabah.

Ketika Rasulullah ﷺ kembali dari perangnya, mereka meng­ikatkan diri ke tiang-tiang masjid dan bersumpah bahwa tidak boleh ada orang yang melepaskan mereka kecuali Rasulullah ﷺ sendiri.

Ketika Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan ayat ini, yaitu firman-Nya:

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka.
Maka Rasulullah ﷺ melepaskan ikatan mereka dan memaafkan mereka.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muammal ibnu Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Auf, telah menceritakan kepada kami Abu Raja, telah menceritakan kepada kami Samurah ibnu Jundub yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami: Tadi malam aku kedatangan dua orang, keduanya membawaku pergi, dan akhirnya keduanya membawaku ke suatu kota yang dibangun dengan bata emas dan bata perak.
Lalu kami disambut oleh banyak kaum lelaki yang separo dari tubuh mereka berupa orang yang paling tampon yang pernah engkau lihat,.
sedangkan separo tubuh mereka berupa orang yang paling buruk yang pernah engkau lihat.
Lalu keduanya berkata kepada mereka 'Pergilah kalian dan masukkanlah diri kalian ke sungai itu!" Maka mereka memasukkan diri ke dalam sungai itu.
Kemudian mereka kembali kepada kami.
sedangkan tampang yang buruk itu telah lenyap dari mereka, sehingga mereka secara utuh dalam tampang yang sangat tampan.
Kemudian keduanya berkata kepadaku.”Ini adalah surga 'Adn, dan ini adalah tempatmu.” Keduanya mengatakan, "Adapun mengenai kaum yang separo dari tubuh mereka berpenampilan baik dan separo yang lainnya berpenampilan buruk, karena sesungguhnya mereka telah mencampurbaurkan amal yang saleh dan amal lainnya yang buruk, lalu Allah memaafkan mereka..

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara ringkas dalam tafsir ayat ini.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taubah (9) Ayat 102

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dan Ibnu Abi Hatim, dari al-‘Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Rasulullah ﷺ berangkat jihad, Abu Lubabah dan lima orang kawannya meninggalkan diri.
Abu Lubabah dan dua kawannya termenung dan menyesal atas perbuatannya, serta yakin akan bahaya yang akan menimpanya.
Mereka berkata: “Kita disini bersenang-senang di bawah naungan pohon, hidup tenteram beserta istri-istri kita, sedangkan Rasulullah ﷺ beserta kaum Mukminin yang menyertainya sedang berjihad.
Demi Allah, kami akan mengikat diri pada tiang-tiang dan tidak akan melepaskan talinya kecuali dilepaskan oleh Rasulullah.” Kemudian mereka melaksanakannya, sedang yang tiga orang lagi tidak berbuat demikian.
Ketika pulang dari medan jihad, Rasulullah bertanya: “Siapakah yang diikat di tiang-tiang itu?” Berkatalah seorang laki-laki: “Mereka itu Abu Lubabah dan teman-temannya yang tidak ikut ke medan perang beserta tuan.
Mereka berjanji tidak akan melepaskan diri mereka kecuali jika tuan yang melepaskannya.” Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Aku tidak akan melepaskan mereka sebelum aku mendapat perintah (dari Allah).” Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 102) yang mengampuni dosa mereka.
Setelah turun ayat tersebut, Rasulullah ﷺ melepaskan ikatan dan memberi maaf kepada mereka.
Mengenai ketiga orang lainnya yang tidak disebutkan dalam ayat tersebut, diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat selanjutnya (Baraa’ah: 106), bahwa nasib mereka ada di tangan Allah.
Sebagian orang mengatakan bahwa mereka tentu akan binasa karena tidak turun ayat pengampunan, dan yang lainnya mengharapkan ampunan bagi mereka.
Maka turunlah ayat selanjutnya (Baraa’ah: 118) yang menegaskan bahwa Allah menerima tobatnya apabila mereka benar-benar bertobat.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari ‘Ali bin Abi Thalhah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Dan diriwayatkan pula, seperti riwayat yang dikemukakan oleh ‘Ali bin Abi Thalhah tersebut, oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sa’id bin Jubair, adl-Dlahhak, Zaid bin Aslam, dan lain-lain bahwa
Seperti riwayat di atas, dengan tambahan bahwa Abu Lubabah bersama kedua temannya, setelah dilepaskan, datang menghadap Rasulullah ﷺ dengan membawa harta bendanya seraya berkata: “Ya Rasulullah, ini adalah harta benda kami, sedekahkanlah atas nama kami, dan mintakanlah ampunan bagi kami.” Rasulullah ﷺ menjawab:
“Aku tidak diperintahkan untuk menerima harta sedikitpun.” Maka turunlah ayat selanjutnya (Baraa’ah: 103) yang memerintahkan untuk menerima sedekah mereka dan mendoakan mereka.

Diriwayatkan oleh ‘Abdullah yang bersumber dari Qatadah bahwa ayat ini (Baraa’ah: 103) turun berkenaan dengan tujuh orang (yang meninggalkan diri, tidak mengikuti Rasulullah ﷺ ke Perang Tabuk).
Empat orang di antaranya mengikat dirinya masing-masing di tiang-tiang, yaitu: Abu Lubabah, Mirdas, Aus bin Khudzam, dan Tsa’labah bin Wadi’ah.

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh dan Ibnu Mandah di dalam kitab ash-Shahaabah, dari ats-Tsauri, dari al-A’masy, dari Abu Sufyan, yang bersumber dari Jabir.
Sanad hadits ini kuat.
Bahwa diantara orang yang meninggalkan diri tidak ikut perang (di medan Perang Tabuk) beserta Rasulullah ﷺ ialah enam orang: Abu Lubabah, Aus bin Khudzamm, Tsa’labah bin Wadi’ah, Ka’b bin Malik, Mararah bin Rabi’, dan Hilal bin Umayyah.
Abu Lubabah, Aus, dan Tsa’labah adalah orang-orang yang bertobat, yang mengikatkan dirinya masing-masing di tiang-tiang dengan harapan dibuka oleh Rasulullah ﷺ.
Mereka juga menyerahkan harta bendanya kepada Rasulullah.
Namun Rasulullah ﷺ tidak mau membukakan ikatan mereka sampai ada perang lagi.
Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 102) yang menegaskan bahwa mereka diampuni dosanya karena mereka hanya termasuk orang berdosa, bukan munafik.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih –salah seorang rawi dalam sanadnya adalah al-Waqidi- yang bersumber dari Ummu Salamah, bahwa ayat mengenai diampuninya Abu Lubabah (Baraa’ah: 102), diterima Rasulullah pada waktu berada di rumah Ummu Salamah, istri beliau.
Pada waktu itu Ummu Salamah mendengar Rasulullah ﷺ tertawa pada saat menjelang subuh.
Ummu Salamah bertanya: “Apa yang engkau tertawakan, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab:
“Abu Lubabah diterima tobatnya.” Ia berkata lagi: “Bolehkah saya beritahu kepadanya?” Rasulullah menjawab:
“Terserah kepadmu.” Kemudian Ummu Salamah berdiri di pintu kamar –pada waktu itu belum diperintahkan hijab- dan berkata: “Hai Abu Lubabah, bergembiralah karena dosamu telah diampuni dan tobatmu telah diterima.” Maka berkumpullah orang-orang untuk melepaskan Abu Lubabah, tapi ia menolak seraya berkata: “Tunggulah sampai datang Rasulullah ﷺ untuk melepaskanku.” Ketika Rasulullah keluar untuk shalat shubuh, beliau sendiri yang melepaskannya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh 'Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.


Gambar Kutipan Surah At Taubah Ayat 102 *beta

Surah At Taubah Ayat 102



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah At Taubah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.8
Rating Pembaca: 4.2 (14 votes)
Sending







✔ al-quran surat 9 ayat 102 arti nya?