Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 101 [QS. 9:101]

وَ مِمَّنۡ حَوۡلَکُمۡ مِّنَ الۡاَعۡرَابِ مُنٰفِقُوۡنَ ؕۛ وَ مِنۡ اَہۡلِ الۡمَدِیۡنَۃِ ۟ۛؔ مَرَدُوۡا عَلَی النِّفَاقِ ۟ لَا تَعۡلَمُہُمۡ ؕ نَحۡنُ نَعۡلَمُہُمۡ ؕ سَنُعَذِّبُہُمۡ مَّرَّتَیۡنِ ثُمَّ یُرَدُّوۡنَ اِلٰی عَذَابٍ عَظِیۡمٍ
Wamimman haulakum minal a’raabi munaafiquuna wamin ahlil madiinati maraduu ‘alannifaaqi laa ta’lamuhum nahnu na’lamuhum sanu’adz-dzibuhum marrataini tsumma yuradduuna ila ‘adzaabin ‘azhiimin;
Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik.
Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya.
Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya.
Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
―QS. At Taubah [9]: 101

Daftar isi

And among those around you of the bedouins are hypocrites, and (also) from the people of Madinah.
They have become accustomed to hypocrisy.
You, (O Muhammad), do not know them, (but) We know them.
We will punish them twice (in this world);
then they will be returned to a great punishment.
― Chapter 9. Surah At Taubah [verse 101]

وَمِمَّنْ dan diantara orang

And among those
حَوْلَكُم sekelilingmu

around you
مِّنَ dari

of
ٱلْأَعْرَابِ orang-orang Arab dusun

the bedouins
مُنَٰفِقُونَ orang-orang munafik

(are) hypocrites
وَمِنْ dan dari

and (also) from
أَهْلِ penduduk

people
ٱلْمَدِينَةِ Madinah

(of) the Madinah.
مَرَدُوا۟ mereka berlebih-lebihan

They persist
عَلَى atas

in
ٱلنِّفَاقِ kemunafikan

the hypocrisy,
لَا tidak

not
تَعْلَمُهُمْ kamu mengetahui mereka

you know them,
نَحْنُ Kami

We
نَعْلَمُهُمْ Kami mengetahui mereka

[We] know them.
سَنُعَذِّبُهُم akan Kami siksa mereka

We will punish them
مَّرَّتَيْنِ dua kali

twice
ثُمَّ kemudian

then
يُرَدُّونَ mereka dikembalikan

they will be returned
إِلَىٰ kepada

to
عَذَابٍ azab/siksa

a punishment
عَظِيمٍ yang besar

great.

Tafsir

Alquran

Surah At Taubah
9:101

Tafsir QS. At Taubah (9) : 101. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah menyebutkan hal ihwal ketiga macam golongan orang-orang yang betul-betul beriman, yakni sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ, maka pada ayat ini Allah menyebutkan hal ihwal orang-orang munafik, baik dari kalangan Badui, maupun dari kalangan mereka yang bertempat tinggal di kota Madinah, sehingga nampaklah dua hal yang sangat berlawanan.
Seakan-akan Allah ﷻ berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguh-nya sebagian dari orang-orang Badui yang berdiam di sekitar Madinah adalah orang-orang yang sangat munafik.

Kemunafikan dan kejahatan mereka amat keterlaluan.
Bahkan, sebagian dari penduduk kota Madinah pun ada pula yang munafik.

Sebab itu berhati-hatilah kamu terhadap mereka."


Menurut keterangan al-Bagawi, yang dimaksud dengan
"kaum munafik Badui yang tinggal di sekitar kota Madinah"
ialah mereka yang berasal dari munafik dari kalangan penduduk kota Madinah sendiri"
ialah orang-orang munafik yang berasal dari Rasulullah dan kaum Muslimin umumnya.

Mereka ini tidak dapat diharapkan untuk kembali kepada keimanan yang sesungguhnya.
Namun demikian, Allah senantiasa mengetahui kemunafikan mereka, dan Dia akan menimpakan azab kepada mereka dua kali yaitu:
di dunia berupa kesengsaraan dan penderitaan batin serta pedihnya kematian.

Di akhirat mereka akan dilemparkan ke dalam azab yang dahsyat, dalam neraka Jahannam yang paling bawah.


Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kaum munafik terbagi dalam dua kelompok.

Pertama, orang-orang yang dapat diketahui kemunafikan mereka dari sikap, perbuatan, dan ucapan-ucapan mereka.
Kedua, mereka yang sangat pandai dalam menyembunyikan kemunafikan, sehingga sukar untuk diketahui.

Tafsir QS. At Taubah (9) : 101. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di antara orang-orang Arab Badui yang berada di sekitar Madinah, terdapat orang-orang yang bersifat munafik dan menyembunyikan kekufuran.
Dan di antara penduduk Madinah terdapat suatu kaum yang terbiasa bersikap munafik.


Begitu terbiasanya, mereka pun sangat lihai melakukan hal itu hingga tidak diketahui oleh orang lain.
Sampai-sampai engkau pun, Muhammad, tidak dapat melihat dan mengetahui hal itu.


Tetapi Allah mengetahui hakikat diri mereka.
Dia akan menyiksa mereka di dunia dua kali.


Pertama, dengan memberi kemenangan kepada kalian melawan mereka, sesuatu yang membangkitkan amarah mereka dan, kedua, dengan menampakkan keburukan dan membongkar kemunafikan mereka.
Kemudian, di akhirat kelak, mereka akan dikembalikan kepada azab neraka dan siksanya yang sangat keras.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan di antara kaum Badui yang tinggal di sekeliling Madinah, juga di antara orang Madinah itu ada orang munafik.
Mereka tetap dan bahkan semakin bertambah dan keterlaluan dalam kemunafikannya.


Mereka menyembunyikan kemunafikan itu dari kamu (wahai Rasul), tetapi Kami mengetahuinya dan Kami akan menyiksa mereka dua kali;
diperangi, ditawan dan dibuka kejelekannya di dunia.
Di akhirat, mereka akan mendapat siksa kubur setelah mati, kemudian pada hari Kiamat mereka akan dikembalikan pada siksa yang sangat pedih di Neraka Jahanam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Di antara orang-orang yang di sekeliling kalian) hai penduduk Madinah


(dari kalangan orang-orang Arab badui ada orang-orang munafik) seperti orang-orang kabilah Aslam, kabilah Asyja` dan kabilah Ghiffar


(dan juga di antara penduduk Madinah) ada orang-orang munafik pula.


(Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya) artinya kemunafikan mereka telah mendalam dan sudah mengakar di hati mereka.


(Kamu tidak mengetahui mereka) hai Muhammad


(tetapi Kamilah yang mengetahui mereka.
Nanti mereka akan Kami siksa dua kali) dengan terungkapnya kemunafikan mereka, atau dibunuh di dunia dan disiksa di alam kubur


(kemudian mereka akan dikembalikan) di akhirat nanti


(kepada azab yang besar) yaitu siksa neraka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan kepada Rasul-Nya bahwa di antara kabilahkabilah Arab yang tinggal di sekitar Madinah terdapat orang-orang munafik, di kalangan penduduk Madinah pun terdapat orang-orang munafik.

Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya.

Maksudnya, terbiasa dengan kemunafikannya dan terus-menerus melakukannya.
Dikatakan syaitainu marid atau marid, dikatakan tamarrada fulanun ‘Alallah, si Fulan telah membangkang dan angkuh terhadap Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka.
Kami yang mengetahui mereka.


Hal ini tidaklah bertentangan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengata­kan:

Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya.
Dan kamu benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka.
(QS. Muhammad [47]: 30)

Karena apa yang disebutkan oleh ayat ini termasuk ke dalam pengertian mengenalkan tanda-tanda yang ada di dalam diri orang-orang munafik itu melalui sifat-sifat yang biasa mereka lakukan, sehingga mereka dapat dikenal melaluinya.
Bukan berarti Nabi ﷺ mengetahui secara persis semua orang munafik yang ada padanya.
Dan Nabi ﷺ mengetahui bahwa di kalangan sebagian orang-orang yang bergaul dengannya dari kalangan penduduk Madinah terdapat orang-orang munafik, sekalipun orang-orang itu melihat Nabi ﷺ pada setiap pagi dan petangnya.


Hal ini diakui kebenarannya melalui apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab Musnad-nya.
Ia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari An-Nu’man ibnu Salim, dari seorang lelaki, dari Jubair ibnu Mut’im r.a. yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka menduga bahwa tidak ada pahala bagi kami di Mekah."
Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya:
Sungguh pahala kalian akan datang kepada kalian, sekalipun kalian berada di dalam liang musang.
Jubair ibnu Mut’im mendengarkan sabda Rasulullah ﷺ dengan penuh perhatian, dan Rasul ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya di kalangan sahabat-sahabatku terdapat orang-orang munafik."


Dengan kata lain.
Nabi ﷺ telah membuka sebagian kedok orang-orang munafik yang suka mengisukan kata-kata yang tidak benar.
Di antara mereka yang mengeluarkan kata-kata tersebut adalah orang itu yang perkataannya terdengar oleh Jubair ibnu Mut’im.

Dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

dan mereka mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya.
(QS. At-Taubah [9]: 74)

Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ memberitahukan kepada Huzaifah ibnul Yaman tentang empat belas atau lima belas orang munafik secara pribadi.
Hal ini merupakan suatu kekhususan yang tidak memberikan pengertian bahwa Nabi ﷺ telah mengetahui semua nama dan orang-orangnya secara keseluruhan.

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Abu Umar Al-Bairuti telah meriwayatkan melalui jalur Hisyam ibnu Ammar, bahwa:


telah mencerita­kan kepada kami Sadaqah ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir, telah menceritakan kepadaku seorang syekh di Beirat yang dikenal dengan nama julukan Abu Umar —yang menurut dugaan perawi dia telah mengatakan bahwa telah diceritakan kepadanya melalui Abu Darda— bahwa seorang lelaki yang bernama Harmalah datang menghadap Nabi ﷺ, lalu ia berkata,
"Iman terletak di sini —seraya berisyarat ke arah lisannya— dan nifaq terletak di sini —seraya berisyarat dengan tangannya ke arah hatinya—, dan ia tidak ingat kepada Allah kecuali hanya sedikit."
Maka Rasulullah ﷺ berdoa:
Ya Allah, jadikanlah baginya lisan yang selalu berzikir, hati yang selalu bersyukur, dan berilah dia rezeki cinta kepadaku dan cinta kepada orang yang mencintaiku, serta jadikanlah urusannya kepada kebaikan.
Harmalah berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mempunyai banyak teman dari kalangan orang-orang munafik.
Dahulu saya adalah pemimpin mereka, bolehkah saya hadapkan mereka kepadamu?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Barang siapa yang datang kepada kami, maka kami akan memohonkan ampun baginya, dan barang siapa yang tetap pendiriannya pada kemunafikannya, maka Allah lebih utama terhadapnya, dan jangan sekali-kali kamu menyingkap rahasia pribadi seorang pun.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan ayat ini:
Qatadah pernah mengatakan bahwa apakah gerangan yang telah dilakukan oleh banyak kaum, mereka memaksakan dirinya untuk mengetahui hal ikhwal orang lain, dengan mengatakan bahwa si Fulan di surga dan si Anu di neraka.
Tetapi jika engkau tanyakan kepada seseorang di antara mereka tentang dirinya, ia pasti menjawab,
"Tidak tahu."
Demi umurku, engkau dengan bagianmu semestinya lebih engkau ketahui daripada bagian orang lain.
Sesungguhnya engkau (kalau demikian) berarti telah memaksakan dirimu untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dibebankan oleh seorang nabi pun sebelummu.
Nabi Allah —Nuhalaihis salam— telah berkata, sebagai­mana yang disitir oleh firman-Nya:

Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
(Asy -Syu’ara:
112)

Sedangkan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam mengatakan (yang disitir oleh firman-Nya):

Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagi kalian jika kalian orang-orang yang beriman.
Dan aku bukanlah seorang penjaga atas diri kalian.
(QS. Hud [11]: 86)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman kepada Nabi-Nya:

Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, Kami yang mengetahui mereka.

As-Saddi telah meriwayatkan dari Abu Malik, dari Ibnu Abbas sehu­bungan dengan ayat ini, bahwa Rasulullah ﷺ berdiri mengemukakan khotbahnya pada hari Jumat.
Beliau ﷺ antara lain bersabda:
Keluarlah engkau, hai Fulan, karena sesungguhnya engkau adalah orang munafik! Dan keluarlah engkau, hai Anu, karena sesungguhnya engkau adalah orang munafik! Maka dikeluarkanlah sebagian dari mereka yang telah dibuka kedoknya dari dalam masjid.
Ketika mereka sedang ke luar, Umar r.a. datang.
Maka Umar bersembunyi dari mereka karena malu tidak menghadiri salat Jumat.
Umar menduga bahwa orang-orang telah bubar dari salat Jumatnya.
Sebaliknya, mereka yang keluar pun bersembunyi dari Umar.
Mereka menduga bahwa Umar telah mengetahui perkara mereka.
Akhirnya Umar masuk ke dalam masjid, dan ternyata ia menjumpai orang-orang belum salat Jumat.
Lalu ada seorang lelaki dari kalangan kaum muslim berkata,
"Bergembiralah, hai Umar.
Sesungguhnya Allah telah mempermalukan orang-orang munafik pada hari ini."

Ibnu Abbas mengatakan bahwa hal tersebut merupakan azab pertama, yaitu ketika mereka dikeluarkan dari dalam masjid, sedangkan azab yang kedua ialah siksa kubur.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh As-Sauri, dari As-Saddi, dari Abu Malik.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Nanti mereka akan Kami siksa dua kali.
Yakni dibunuh dan ditawan.
Dalam riwayat lain disebutkan dengan kelaparan dan siksa kubur.

…kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

Menurut Ibnu Juraij adalah azab dunia dan azab kubur, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar, yaitu neraka.
Menurut Al-Hasan Al-Basri adalah azab di dunia dan azab kubur.

Abdur Rahman ibnu Zaid mengatakan,
"Adapun azab di dunia, maka dalam bentuk harta benda dan anak-anak."
Lalu Abdur Rahman ibnu Zaid membacakan firman-Nya:

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu.
Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia.
(QS. At-Taubah [9]: 55)

Bagi mereka musibah-musibah tersebut akan mengakibatkan azab, sedangkan bagi orang mukmin akan menjadi pahala, dan azab di akhirat bagi mereka adalah di dalam neraka.

…kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar

Yang dimaksud ialah dimasukkan ke dalam neraka.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Nanti mereka akan Kami siksa dua kali.
Menurut berita yang sampai kepadanya, makna yang dimaksud ialah mereka melihat kemajuan Islam yang sangat pesat yang di luar dugaan mereka, sehingga mengakibatkan mereka mendongkol dan terbakar oleh dendamnya.
Kemudian azab yang akan mereka alami di dalam kubur bila mereka telah memasukinya, lalu azab yang besar di dalam neraka yang menjadi tempat tinggal mereka kelak di hari kemudian, mereka kekal di dalamnya.

Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Nanti mereka akan Kami siksa dua kali.
Yaitu azab di dunia dan azab di alam kubur.

…kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Nabi ﷺ telah membisikkan kepada Huzaifah perihal dua belas orang lelaki dari kalangan orang-orang munafik.
Lalu Nabi ﷺ mengatakan bahwa enam orang di antara mereka telah cukup disiksa oleh Dabilah, yaitu pelita dari api neraka Jahanam yang menyambar belikat salah seorang dari mereka hingga tembus sampai ke dadanya, sedangkan yang enam lainnya sekarat dalam kematiannya.

Menurut riwayat yang sampai kepada kami.
Khalifah Umar ibnul Khattab r.a. bila ada seseorang yang mati dari kalangan mereka yang dicurigai, maka ia menunggu Huzaifah.
Jika Huzaifah menyalatkannya, maka barulah ia mau menyalatkannya.
Jika Huzaifah tidak mau menyalatkannya, maka Umar r.a. tidak mau menyalatkannya pula.

Menurut riwayat lain yang sampai kepada kami, Khalifah Umar pernah berkata kepada Huzaifah,
"Saya bertanya kepadamu dengan nama Allah, apakah saya termasuk salah seorang dari mereka?"
Huzaifah menjawab,
"Tidak, dan aku tidak akan membukanya kepada seseorang pun sesudahmu."

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 101

A’RAAB
أَعْرَاب

Lafaz ini berasal dari kata ‘urb yang bermakna bukan Ajam atau berbangsa Arab dan mereka adalah penduduk negeri Arab.
Lafaz a’raab merujuk kepada"penduduk-penduduk Badwi dan lafaz ini tidak ada mufradnya.

Dalam kamus Al Munjid disebutkan, kata al a’raab bermakna penduduk-penduduk Badwi khususnya.
Dan perkataan a’rabiy digunakan untuk menunjukkan kepada orang Badwi, atau orang yang tidak berpengetahuan atau jahil dalam kalangan bangsa Arab.

Lafaz ini disebut sebanyak 10 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
At Taubah (9) ayat 90, 97, 98, 99, 101, 120;
Al Ahzab (33) ayat 20;
Al Fath (48) ayat 11, 16;
Al Hujurat (49) ayat 14.

Wahbah Az Zuhaili menafsirkan kata al a’raab dalam surah Al Fath dengan "kabilah dari bangsa Arab Badwi yang ada di sekitar Madinah," pada surah ini Allah mengabarkan kepada rasulnya ketika kembali dari Hudaibiah, mereka akan membuat alasan keuzuran sehingga mereka dapat tinggal bersama keluarga dan tenggelam dalam kesibukan.
Oleh karena itu, mereka tidak ikut pergi bersama Rasulullah ke Makkah pada tahun Hudaibiah untuk membuat umrah.
Mereka adalah penduduk Arab yang ada di sekitar Madinah yaitu dari kabilah Aslam, Juhaynah, Muzaynah, Ghiffar, Asyja’ dan Ad Dayl.

Al Qurtubi menafsirkan kata al a’raab dalam surah At Taubah pada ayat 97 dan 98 dengan "orang Arab di luar Madinah disebabkan kekufuran mereka karena tidak mengetahui hukumhukum Allah, sebagai mana pendapat yang dikemukakan oleh Qatadah," sedangkan dalam ayat 99, lafaz al a’rab berrmakna, "bangsa Arab yang beriman kepada Allah yaitu Ibnu Katsir memberikan tafsiran untuk ayat 101 dengan katanya ”Allah mengabarkan kepada rasul• Nya ada orang munafik dalam kalangan bangsa Arab yang tinggal di sekitar Madinah, dan begitu juga dalam penduduk Madinah sendiri." Demikian pula dalam ayat 120, Allah mencela orang yang tidak ikut bersama Rasulullah pada Perang Tabuk dari kalangan penduduk Madinah dan yang berada di sekitarnya.
Dalam surah Al Ahzab, beliau menafsirkannya dengan penduduk Arab Badwi atau penduduk desa yang jauh dari kota Madinah.

Dalam surah Al Hujurat, makna kata a’raab ialah keislaman mereka pada tahun berlakunya musim kemarau di mana tujuan mereka sebenarnya adalah menginginkan sedekah.
Maka Allah menyuruh Rasulullah menyangkal keimanan mereka itu.

Kesimpulannya, makna umum lafaz a’raab adalah penduduk Arab secara umumnya baik itu yang terdapat di pedalaman, di sekitar kota Madinah atau penduduk Madinah.
Makna khususnya adalah Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 8

Unsur Pokok Surah At Taubah (التوبة‎‎)

Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri, yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman.
▪ Pembalasan atas amal amalan manusia hanya dari Allah.
▪ Segala sesuatu menurut sunnatullah.
▪ Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman.
▪ Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

▪ Kewajiban menafkahkan harta.
▪ Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya.
Jizyah.
▪ Perjanjian dan perdamaian.
▪ Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya.
▪ Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total.
▪ Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad ﷺ dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
Perang Tabuk.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 129 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 129

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taubah ayat 101 - Gambar 1 Surah At Taubah ayat 101 - Gambar 2
Statistik QS. 9:101
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, “Pengampunan”‎) adalah surah ke-9 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara’ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
Sending
User Review
4.9 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

9:101, 9 101, 9-101, Surah At Taubah 101, Tafsir surat AtTaubah 101, Quran At-Taubah 101, Surah At Taubah ayat 101

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah At Taubah

۞ QS. 9:1 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 9:2 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:3 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:4 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung ArabShalat rukun Islam

۞ QS. 9:6 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Mengabulkan permohonan orang musyrik jika minta perlindungan

۞ QS. 9:7 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:8 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 9:11 Islam menghapus dosa masa lalu • Shalat rukun IslamZakat rukun Islam • Mengakui kewajiban shalat dan zakat berarti menjaga jiwa •

۞ QS. 9:12 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 9:15 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:16 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 9:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:18 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 9:19 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Allah menggerakkan hati manusia • Kebodohan orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman

۞ QS. 9:20 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 9:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga •

۞ QS. 9:22 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 9:23 Hukum memohon bantuan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:24 • Macam-macam fitnah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 9:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Azab orang kafir

۞ QS. 9:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 9:28 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab

۞ QS. 9:29 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:30 • Mendustai Allah

۞ QS. 9:31 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 9:32 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:35 • Nama-nama neraka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 9:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 9:42 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:44 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:45 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:46 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:47 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:48 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:49 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:50 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Maula (Maha Penolong) • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah •

۞ QS. 9:52 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:53 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:54 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:55 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:56 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 9:57 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:58 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:59 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:61 • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:62 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:63 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 9:64 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:65 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:66 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 9:67 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:68 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:69 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:70 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 9:72 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:73 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:74 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:75 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:77 • Sifat orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:78 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:79 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:80 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa terbesar

۞ QS. 9:81 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:82 • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:83 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:84 Sholat jenazah orang munafik • Siksa orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:85 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:86 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:87 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:88 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 9:89 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:90 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:91 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 9:92 • Toleransi Islam

۞ QS. 9:93 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:94 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:95 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:96 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:97 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:98 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 9:99 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 9:100 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:101 • Keluasan ilmu Allah • Siksa kubur • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Siksa orang munafik • Orang munafik dan siksa kubur

۞ QS. 9:102 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 9:103 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:104 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:105 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:106 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:107 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:109 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:110 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:111 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Berjual beli dengan Allah • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 9:112 Shalat rukun IslamPuasa rukun Islam • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 9:113 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 9:115 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 9:116 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 9:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Allah menggerakkan hati manusia •

۞ QS. 9:118 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:120 • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:121 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:123 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:124 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 9:125 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:126 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:127 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:129 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam & (dirikanlah pula salat) subuh.
Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
QS. Al-Isra’ [17]: 78

Dialah Allah,
Yang Maha Esa.

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak & tidak pula diperanakkan,

dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.

QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4

Hai orang-orang yang beriman,
berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah,
dzikir yang sebanyak-banyaknya & bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi & petang.
QS. Al-Ahzab [33]: 41-42

Apa tempat kembali seperti ini, yang dijanjikan untuk orang kafir merupakan tempat yang baik? Ataukah surga yang kenikmatannya abadi & telah dijanjikan untuk orang Mukmin yang bertakwa sbg pahala & tempat kembali setelah kebangkitan & perhitungan?
QS. Al-Furqan [25]: 15

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

+

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus

Antakya

Di mana itu Antakya? Antakya (Yunani: Αντιόχεια η επί Δάφνη, Αντιόχεια ή επί Ορόντου atau Αντιόχεια η Μεγάλη; Latin: Antiochia ad Orontem, atau An...

Gua Hira’

Di mana itu Gua Hira’? Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi M...

hilah

Apa itu hilah? DEFINISI AL HILAH Secara bahasa, kata al hilah الحيلة) ), sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar di dalam Fat-hul Bari, mempunyai arti, segala cara yang mengantarkan kepada tujuan deng...