Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 100 [QS. 9:100]

وَ السّٰبِقُوۡنَ الۡاَوَّلُوۡنَ مِنَ الۡمُہٰجِرِیۡنَ وَ الۡاَنۡصَارِ وَ الَّذِیۡنَ اتَّبَعُوۡہُمۡ بِاِحۡسَانٍ ۙ رَّضِیَ اللّٰہُ عَنۡہُمۡ وَ رَضُوۡا عَنۡہُ وَ اَعَدَّ لَہُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ تَحۡتَہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اَبَدًا ؕ ذٰلِکَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِیۡمُ
Wassaabiquunal au-waluuna minal muhaajiriina wal anshaari waal-ladziina-attaba’uuhum biihsaanin radhiyallahu ‘anhum waradhuu ‘anhu wa-a’adda lahum jannaatin tajrii tahtahaal anhaaru khaalidiina fiihaa abadan dzalikal fauzul ‘azhiim(u);
Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.
Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah kemenangan yang agung.
―QS. At Taubah [9]: 100

Daftar isi

And the first forerunners (in the faith) among the Muhajireen and the Ansar and those who followed them with good conduct – Allah is pleased with them and they are pleased with Him, and He has prepared for them gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever.
That is the great attainment.
― Chapter 9. Surah At Taubah [verse 100]

وَٱلسَّٰبِقُونَ dan orang-orang yang terdahulu

And the forerunners,
ٱلْأَوَّلُونَ yang pertama

the first
مِنَ dari/diantara

among
ٱلْمُهَٰجِرِينَ orang-orang muhajirin

the emigrants
وَٱلْأَنصَارِ dan orang-orang anshor

and the helpers
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

and those who
ٱتَّبَعُوهُم mengikuti mereka

followed them
بِإِحْسَٰنٍ dengan baik

in righteousness,
رَّضِىَ ridha

is pleased
ٱللَّهُ Allah

Allah
عَنْهُمْ dari/kepada mereka

with them,
وَرَضُوا۟ dan mereka ridha

and they are pleased
عَنْهُ dari/kepadaNya

with Him.
وَأَعَدَّ dan Dia menyediakan

And He has prepared
لَهُمْ bagi mereka

for them
جَنَّٰتٍ surga

Gardens
تَجْرِى mengalir

flows
تَحْتَهَا dibawahnya

underneath it
ٱلْأَنْهَٰرُ sungai-sungai

the rivers,
خَٰلِدِينَ mereka kekal

will abide
فِيهَآ didalamnya

in it
أَبَدًا selamanya

forever.
ذَٰلِكَ demikian itu

That
ٱلْفَوْزُ kemenangan

(is) the success
ٱلْعَظِيمُ yang besar

the great.

Tafsir

Alquran

Surah At Taubah
9:100

Tafsir QS. At Taubah (9) : 100. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang pertama-tama masuk Islam, baik dari kalangan Muhajirin yang berhijrah dari Mekah ke Madinah, maupun dari kalangan Anshar, yaitu penduduk kota Madinah yang menyambut dengan baik kedatangan Rasulullah dan Muhajirin, dan begitu pula para sahabat yang lain yang mengikuti perintah Rasulullah dengan sebaik-baiknya, ketiga golongan ini merupakan orang-orang mukmin yang paling tinggi martabatnya di sisi Allah, disebabkan keimanan mereka yang teguh, serta amal perbuatan mereka yang baik dan ikhlas, sesuai dengan tuntutan Rasulullah ﷺ.
Allah senang dan rida kepada mereka, sebaliknya mereka pun rida kepada Allah.

Allah menyediakan pahala yang amat mulia bagi mereka, yaitu surga Jannatun-na’im yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, di sana mereka akan memperoleh kenikmatan yang tidak terhingga.
Mereka akan kekal di sana selama-lamanya.

Itulah kemenangan terbesar yang akan mereka peroleh.


Yang dimaksud dengan as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin ialah mereka yang telah berhijrah dari Mekah ke Madinah sebelum terjadinya
"Perjanjian Hudaibiyah, karena sebelum perjanjian tersebut, kaum musyrikin senantiasa mengusir kaum Muslimin dari kampung halaman mereka, dan membunuh sebagian dari mereka, serta menghalang-halangi siapa saja yang ingin berhijrah.
Tidak ada cara lain bagi seorang mukmin untuk menyelamatkan diri dari kejahatan kaum musyrikin, kecuali menjauhkan diri dari mereka, atau menyerah kepada kehendak dan kemauan mereka.
Orang-orang yang memilih cara yang pertama, yaitu meninggalkan kota Mekah dan hijrah ke Madinah adalah orang-orang yang benar-benar beriman, tidak ada seorang munafikpun di antara mereka.

Mereka meninggalkan kampung halaman karena keimanan yang murni, keikhlasan, dan perjuangan untuk menegakkan agama Islam.


Dikenal juga sebagai as-Sabiqunal Awwalun yaitu orang-orang yang pertama masuk Islam dan menyatakan imannya kepada Nabi Muhammad ﷺ, dari kalangan keluarga adalah Siti Khadijah, ‘Ali bin Abi thalib, dan Zaid bin Haritsah.

Sedang dari kalangan luar ialah Abu Bakar Ash- shiddiq, orang yang menemani Rasulullah ﷺ waktu hijrah ke Madinah.
Di samping itu, terdapat pula para sahabat yang dikelompokkan dalam as-Sabiqunal Awwalun yang oleh Rasulullah ﷺ telah dinyatakan sebagai orang-orang yang pasti masuk surga.

Di antara mereka adalah Utsman bin Affan, Hamzah, dan lainnya.


Yang dimaksud dengan golongan pertama, as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Anshar ialah penduduk kota Madinah yang telah menyatakan ikrar kesetiaan mereka kepada kerasulan Muhammad ﷺ di Aqabah, suatu tempat di Mina, pada tahun ke-11 dari kerasulan Muhammad ﷺ.
Ketika itu mereka berjumlah tujuh orang.
Kemudian pada periode berikutnya, yaitu pada tahun ke-12, terjadi pula ikrar kesetiaan di tempat yang sama, yaitu Aqabah, kali ini diikuti tujuh puluh orang lelaki dan dua orang perempuan.
Jejak mereka diikuti oleh yang lainnya setelah mereka didatangi oleh utusan Rasulullah yang bernama Abu Zurarah Mush’ab bin ‘Umar bin Hasyim yang membacakan ayat-ayat Alquran dan mengajarkan pengetahuan agama kepada mereka.
Demikian pula, termasuk kelompok as-Sabiqunal Awwalun ialah mereka yang telah beriman pada saat tibanya Rasulullah di Madinah.



Kekuatan dan persatuan Islam tumbuh dan berkembang sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah.
Pada saat itulah muncul kaum munafik yang berpura-pura menyokong agama Islam.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang turun mengenai hal ikhwal Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijri.
Firman Allah:

اِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓؤُلَاۤءِ دِيْنُهُمْ

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata,
"Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu agamanya."
(al-Anfal [8]: 49)


Dalam kelompok orang-orang munafik yang disebutkan dalam ayat ini, tidak terdapat seorangpun dari kalangan kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang mendapat gelar as-Sabiqun al-Awwalun seperti yang tersebut di atas, walaupun kaum Anshar itu semuanya berasal dari Yang dimaksud dengan golongan kedua,
"allazinat tabuuhum bi
ihsan"
(orang-orang yang telah mengikuti kaum as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar dengan baik) ialah mereka yang ikut berhijrah ke Madinah dan berjuang menegakkan agama Islam;
atau mereka yang membuktikan satunya perbuatan dan perkataan setelah mendapatkan bimbingan dan pelajaran dari kaum as-Sabiqunal Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar, yang merupakan pemimpin-pemimpin yang layak diikuti, dan dijadikan suri teladan dalam tingkah laku, perbuatan, ucapan, dan perjuangan menegakkan agama Allah.
Singkatnya mereka adalah orang-orang yang mengikuti as-Sabiqunal Awwalun dalam ketaatan dan ketakwaan sampai Hari Kiamat.



Adapun golongan ketiga, yaitu orang-orang yang munafik hanya mengikuti jejak as-Sabiqunal Awwalun secara lahiriyah semata, tidak dengan niat yang tulus atau hanya mengikutinya dalam beberapa hal saja, sedang dalam hal-hal lainnya mereka mengingkarinya.

Tafsir QS. At Taubah (9) : 100. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang mengikuti jalan kelompok mukminin Muhajirin dan Anshar yang telah lebih dahulu masuk Islam kemudian melakukannya dengan baik dan dengan tidak segan-segan, maka Allah akan meridai mereka sehingga menerima perbuatan mereka dan mengganjar dengan kebaikan.
Mereka juga rida dan diberi kabar gembira dengan apa yang disediakan Allah bagi mereka yaitu berupa surga-surga yang dialiri sungai-sungai di bawah pepohonannya.


Maka mereka pun merasakan kenikmatan yang abadi.
Itulah kemenangan yang amat besar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan orang-orang yang mendahului orang lainnya dan yang pertama-tama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dari orang-orang Muhajirin, yaitu mereka yang meninggalkan kaum dan keluarga mereka untuk pindah menuju negeri Islam, dan orang Anshar, yaitu mereka yang menolong Rasulullah dari musuh-musuhnya (orang-orang kafir);
dan orang-orang yang mengikuti mereka berbuat baik dalam keyakinan, perkataan dan perbuatan untuk mencari keridhaan Allah, merekalah orang yang mendapatkan keridhaan Allah karena ketaatan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Mereka pun ridha kepada Allah atas limpahan pahala yang mereka terima karena ketaatan dan keimanan mereka.


Allah menyediakan surga bagi mereka, yang mengalir di bawah istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai.
Mereka kekal di dalamnya.


Itulah keberuntungan yang sangat besar.
Ayat ini menceritakan pujian Allah terhadap para sahabat dan kedudukan mereka yang mulia.


Sesungguhnya memuliakan para sahabat Rasulullah termasuk keimanan yang mendasar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar) mereka adalah para sahabat yang ikut perang Badar atau yang dimaksud adalah semua para sahabat


(dan orang-orang yang mengikuti mereka) sampai hari kiamat


(dengan baik) dalam hal amal perbuatannya.


(Allah rida kepada mereka) melalui ketaatan mereka kepada-Nya


(dan mereka pun rida kepada Allah) rida akan pahala-Nya


(dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya) menurut suatu qiraat lafal tahtahaa dibaca dengan memakai huruf min sebelumnya sehingga bacaannya menjadi min tahtihaa


(mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah kemenangan yang besar).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan tentang rida-Nya kepada orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari kalangan kaum Muhajirin, Ansar, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik.
Allah rida kepada mereka, untuk itu Dia menyediakan bagi mereka surga-surga yang penuh dengan kenikmatan dan kenikmatan yang kekal lagi abadi.

Asy-Sya’bi mengatakan bahwa orang-orang yang terdahulu masuk islam dari kalangan kaum Muhajirin dan Ansar ialah mereka yang mengikuti bai’at Ridwan pada tahun Perjanjian Hudaibiyyah.

Abu Musa Al-Asy’ari, Sa’id ibnul Musayyab, Muhammad ibnu Sirin, Al-Hasan, dan Qatadah mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang salat menghadap ke dua arah kiblat bersama-sama Rasulullah ﷺ

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab melewati seorang lelaki yang sedang membaca firman­Nya berikut ini:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar.
(QS. At-Taubah [9]: 100)
Maka Umar memegang tangan lelaki itu dan bertanya,
"Siapakah yang mengajarkan ayat ini kepadamu?"
Lelaki itu menjawab,
"Ubay ibnu Ka’b."
Umar berkata,
"Kamu jangan berpisah dariku sebelum aku hadapkan kamu kepadanya."
Setelah Umar menghadapkan lelaki itu kepada Ubay, Umar bertanya,
"Apakah engkau telah mengajarkan bacaan ayat ini kepadanya dengan bacaan demikian?"
Ubay ibnu Ka’b menjawab,
"Ya."
Umar bertanya,
"Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ﷺ?"
Ubay ibnu Ka’b menjawab,
"Ya."
Umar berkata,
"Sesungguhnya aku berpendapat sebelumnya bahwa kami (para sahabat) telah menduduki tingkatan yang tinggi yang tidak akan dicapai oleh orang-orang sesudah kita."
Maka Ubay ibnu Ka’b menjawab bahwa yang membenarkan ayat ini terdapat pada permulaan surat Al-Jumu’ah.
yaitu firman-Nya:

dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka.
Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Jumuah:
3)

Di dalam surat Al-Hasyr disebutkan melalui firman-Nya:

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar).
(QS. Al-Hasyr [59]: 10)

Dan dalam surat Al-Anfal disebutkan melalui firman-Nya:

Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu.
(QS. Al-Anfal [8]: 75), hingga akhir ayat.

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Telah diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri bahwa ia membaca rafa’ lafaz Al-Ansar karena di- ataf-kan kepada As-Sabiqunal Awwaluna.

Allah subhanahu wa ta’ala, telah memberitakan bahwa Dia telah rida kepada orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari kalangan kaum Muhajirin dan Ansar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Maka celakalah bagi orang yang membenci mereka, mencaci mereka, atau membenci dan mencaci sebagian dari mereka.
Terlebih lagi terhadap penghulu para sahabat sesudah Rasul ﷺ dan yang paling baik serta paling utama di antara mereka, yaitu As-Siddiqul Akbar —khalifah Rasulullah yang pertama— Abu Bakar ibnu Abu Quhafah r.a.
Lain halnya dengan golongan yang terhina dari kalangan golongan Rafidah (Khawarij), mereka memusuhi sahabat yang paling utama, membenci mereka serta memusuhinya, semoga Allah melindungi kita dari hal tersebut.
Hal ini jelas menunjukkan bahwa akal mereka telah terbalik dan kalbu mereka telah tertutup.
Maka mana mungkin mereka dinamakan sebagai orang yang beriman kepada Alquran bila mereka mencaci orang-orang yang telah diridai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.?

Berbeda dengan golongan ahli sunnah, maka mereka rida kepada orang-orang yang diridai oleh Allah, mencaci orang-orang yang dicaci oleh Allah dan Rasul-Nya, memihak kepada orang-orang yang dipihak oleh Allah, dan memusuhi orang-orang yang dimusuhi oleh Allah.
Dengan demikian, mereka adalah orang-orang yang mengikuti (Rasul dan sahabat-sahabatnya), bukan orang-orang ahli bid’ah, dan mereka adalah orang-orang yang bertaklid, bukan orang-orang yang memulai.
Mereka itulah golongan Allah yang beruntung dan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 100

SAABIQ
سَابِق

Lafaz ini adalah ism fa’il dari kata kerja sabaqa. Asal makna lafaz ini ialah maju kehadapan dalam perjalanan.

Menurut Al Fayruz, as sabq dalam Al Qur’an mengandung beberapa makna yaitu:
(1) Wajib
(2) Berburu,
(3) Maju ke hadapan dengan niat melarikan diri;
(4) Mendahului atau meninggalkan;
(5) Mendahului dalam mukjizat dan kehinaan bagi musuh-musuh para nabi;
(6) Mendahului dalam tauhid dan iman.

Sedangkan lafaz saabiq bermakna yang mendahului dalam kebaikan.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Faathir (35), ayat 32;
Yasin (36), ayat 40.
Lafaz saabiq dalam surah Faathir dikaitkan dengan al khairaat atau kebaikan dan ia mengandung makna:

1. Yang mendahului dalam ketakwaan secara mutlak sebagaimana pendapat Ikrimah, Ad Dahhak dan Al Farra’.

2. Yang mendahului manusia keseluruhannya dalam kebaikan sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Mujahid.

3. Yang Aisyah berkata,
"As Saabiq adalah orang yang beriman sebelum hijrah"

9. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan Abl Al Darda’, makna sabiq bi Al khairat ialah orang yang memasuki syurga tanpa hisab."

10. Ibnu Katsir memberikan makna lafaz ini dengan orang yang menunaikan perkara-perkara yang wajib dan sunnah, meninggalkan yang haram dan makruh serta sebahagian yang harus.

Kesimpulannya, makna as saabiq disini mencakup semua makna diatas dan lebih dekatnya orang yang memasuki syurga tanpa hisab sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan Abi Al Darda.

Dalam surah Yasin, lafaz saabiq dikaitkan dengan malam dan siang.
Allah berfirman yang artinya, "Dan malam tidak mendahului siang karena tiap-tiap satunya beredar terapung di tempat edarannya masing-rnasing,"

Az Zamakhsyari berkata,
"Maknanya tanda-tanda malam tidak akan mendahului tanda-tanda siang dan keduanya adalah dua cahaya di mana siang tandanya terbitnya matahari dan malam munculnya bulan.

Apabila ditanya orang, "Mengapa matahari dijadikan tidak mudah mengejar (idrak) dan bulan tidak mendahului ?" Saya menjawab, "karena matahari tidak melintasi edarannya hingga satu tahun sedangkan bulan melintasi edarannya dalam satu bulan.
Oleh karena itu, matahari sudah tentu bersifat tidak mudah mengejar (alidrak), karena perjalanannya lambat dari perjalanan bulan dan bulan disifatkan dengan As sabq karena cepat perjalanannya.

Muhammad ‘Abdus Salam Syahin berkata,
"Maknanya di sini, setiap dari keduanya tidak memasuki yang lain dalam kekuasaannya sehingga cahayanya bercampur, tetapi keduanya saling bergantian di bawah pengaturan Allah."

Jamak mudzakkar dari kata saabiq ialah sabiquun atau sabiqiin.

Lafaz sabiquun disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Taubah (9), ayat 100;
• Al Mu’minuun (23), ayat 61;
• Al Waaqi’ah (56), ayat 10.
Dalam surah At Taubah, lafaz ini dihubungkan dengan al awwaaluun minal muhaajiriina wal anshaar artinya orang yang awal memeluk Islam dari golongan Muhajirin dan Anshar.
Dalam surah ini, lafaz ini mengandung beberapa penafsiran yaitu:

1. Mereka adalah orang yang membai’at Rasulullah pada Bai’ah Ridwan atau yang hadir dan menyaksikan pada bai’at itu.
Ini adalah pendapat ‘Amir dan Asy Sya’bi.

2. Mereka adalah orang yang shalat dengan Rasulullah di dua kiblat dari kalangan Muhajirin.
Ini adalah pendapat Abu Musa Al Asy’ari dan Sa’id bin Al Musayyab.

3. At Tabari menafsirkannya dengan orang yang mendahului manusia dengan menyatakan iman mereka kepada Allah dan rasul Nya dari kalangan Muhajirin yang berhijrah meninggalkan kaum dan keluarga mereka, memisahkan rumah dan negeri mereka serta kalangan Anshar yang membela dan menolong Rasulullah menghadapi musuh-musuhnya dari kalangan orang-orang kafir.

Dalam surah yang lain, Ar Raghib Al Isfahani berkata,
makna as sasbiquun adalah orang yang lebih dahulu mendapat ganjaran dari Allah dan syurga dengan amalan amalan yang shaleh.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Al Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, mereka adalah orang yang lebih dahulu mendapat kebahagiaan dari Allah.

Sa’ld Hawwa berkata,
"Lafaz ini bermakna mereka yang mendahului dalam berbuat kebaikan dan lebih dahulu memasuki syurga."

Muhammad bin Ka’ab dan Abu Hirzah Ya’qub bin Mujahid berpendapat, mereka adalah para nabi.

Menurut riwayat dari Ibnu Abi Najih dari Mujahid dari Ibnu Abbas berkata,
"Mereka ialah Yusya’ bin Nun yang lebih dahulu beriman kepada Musa, seorang mu’min dari keluarga Yasin yang lebih dahulu beriman kepada (Isa, dan ‘Ali bin Abi Talib yang lebih dahulu beriman kepada Nabi Muhammad."

As Suddi berkata,
"Mereka ialah yang mempunyai darjat yang tinggi."

Al Awza’i melaporkan dari Abi Saudah, mereka ialah orang yang lebih dahulu pergi ke masjid dan lebih dahulu keluar di jalan Allah.

Ibnu Katsir berkata,
"Kesemua makna di atas bagi lafaz as saabiquun adalah benar karena makna umum bagi lafaz itu adalah orang yang bersegera melakukan kebaikan sebagaimana yang diperintahkan kepada mereka."

Kesimpulannya, makna as saabiquun terbahagi kepada dua, khusus dan umum.

Makna yang khusus terdapat dalam surah At Taubah yaitu mereka adalah orang Muhajirin dan Anshar.

Sedangkan yang umum terdapat dalam surah lain yang bermakna orang yang bersegera melakukan kebaikan sebagaimana yang diseru Allah kepadanya.

Sedangkan lafaz saabiqiin disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Ankabut (29), ayat 39.
Al Raghlb dan Al Fayruz berkata,
"Lafaz ini mengandung makna peringatan dan penjelasan, mereka tidak akan mendahuluinya dan melepaskannya."

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah berkata,
"Berjalanlahl pasti orang yang menyendiri akan mendahului" Lalu beliau ditanya, "Siapa mereka, ya Rasulullah ?" Beliau menjawab, "Mereka adalah orang yang bergoyang dan bergetar hati mereka dengan zikrullah (berzikir kepada Allah)."

At Tabari juga menafsirkan ayat ini, "Ingatlah, wahai Muhammad! Tentang Qarun, Firaun dan Haman, di mana Nabi Musa mendatangkan kepada mereka bukti-bukti dan ayat-ayat yang terang, tetapi mereka takbur di muka bumi dengan tidak mempercayai ayat-ayat itu dan tidak mahu mengikuti Musa, maka diri mereka tidak dapat mendahului kami sehingga melepaskan diri mereka dari kami, malah kami akan mengatasi mereka dengan menjatuhkan azab kepada mereka."

Dalam Tafsir Al Jalalain disebutkan, "Makna saabiqiin ialah mereka tidak dapat terlepas dari azab kami."

Kesimpulannya, lafaz sabiqiin dalam ayat ini bermakna mereka yaitu Qarun, Firaun dan Haman yang tidak terlepas dari azab Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:287-289

Unsur Pokok Surah At Taubah (التوبة‎‎)

Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri, yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman.
▪ Pembalasan atas amal amalan manusia hanya dari Allah.
▪ Segala sesuatu menurut sunnatullah.
▪ Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman.
▪ Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

▪ Kewajiban menafkahkan harta.
▪ Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya.
Jizyah.
▪ Perjanjian dan perdamaian.
▪ Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya.
▪ Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total.
▪ Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad ﷺ dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
Perang Tabuk.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 129 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 129

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taubah ayat 100 - Gambar 1 Surah At Taubah ayat 100 - Gambar 2
Statistik QS. 9:100
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, “Pengampunan”‎) adalah surah ke-9 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara’ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

9:100, 9 100, 9-100, Surah At Taubah 100, Tafsir surat AtTaubah 100, Quran At-Taubah 100, Surah At Taubah ayat 100

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah At Taubah

۞ QS. 9:1 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 9:2 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:3 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:4 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung ArabShalat rukun Islam

۞ QS. 9:6 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Mengabulkan permohonan orang musyrik jika minta perlindungan

۞ QS. 9:7 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:8 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 9:11 Islam menghapus dosa masa lalu • Shalat rukun IslamZakat rukun Islam • Mengakui kewajiban shalat dan zakat berarti menjaga jiwa •

۞ QS. 9:12 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 9:15 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:16 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 9:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:18 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 9:19 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Allah menggerakkan hati manusia • Kebodohan orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman

۞ QS. 9:20 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 9:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga •

۞ QS. 9:22 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 9:23 Hukum memohon bantuan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:24 • Macam-macam fitnah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 9:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Azab orang kafir

۞ QS. 9:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 9:28 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab

۞ QS. 9:29 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:30 • Mendustai Allah

۞ QS. 9:31 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 9:32 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:35 • Nama-nama neraka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 9:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 9:42 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:44 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:45 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:46 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:47 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:48 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:49 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:50 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Maula (Maha Penolong) • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah •

۞ QS. 9:52 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:53 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:54 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:55 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:56 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 9:57 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:58 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:59 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:61 • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:62 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:63 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 9:64 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:65 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:66 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 9:67 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:68 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:69 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:70 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 9:72 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:73 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:74 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:75 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:77 • Sifat orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:78 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:79 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:80 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa terbesar

۞ QS. 9:81 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:82 • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:83 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:84 Sholat jenazah orang munafik • Siksa orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:85 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:86 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:87 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:88 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 9:89 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:90 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:91 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 9:92 • Toleransi Islam

۞ QS. 9:93 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:94 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:95 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:96 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:97 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:98 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 9:99 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 9:100 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:101 • Keluasan ilmu Allah • Siksa kubur • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Siksa orang munafik • Orang munafik dan siksa kubur

۞ QS. 9:102 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 9:103 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:104 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:105 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:106 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:107 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:109 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:110 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:111 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Berjual beli dengan Allah • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 9:112 Shalat rukun IslamPuasa rukun Islam • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 9:113 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 9:115 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 9:116 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 9:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Allah menggerakkan hati manusia •

۞ QS. 9:118 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:120 • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:121 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:123 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:124 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 9:125 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:126 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:127 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:129 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk suatu agama.
Jalan kebenaran & kesesatan telah jelas melalui tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan.
QS. Al-Baqarah [2]: 256

Dari apakah Allah menciptakannya?
Dari setetes mani,
Allah menciptakannya lalu menentukannya,
kemudian Dia mematikannya & memasukkannya ke dalam kubur,
kemudian bila Dia menghendaki,
Dia membangkitkannya kembali.
QS. ‘Abasa [80]: 18-22

Orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar,
Allah akan menambah petunjuk kepada mereka & akan memberi mereka ketakwaan yang dapat menjauhkan mereka dari api neraka.
QS. Muhammad [47]: 17

Berusahalah laksanakan semua salat & lakukan secara terus menerus. Usahakan salat menjadi lebih baik dengan cara melaksanakan seluruh rukun dengan niat sepenuh hati karena Allah. Dan sempurnakanlah dengan sikap ikhlas & khusyuk kepada-Nya
QS. Al-Baqarah [2]: 238

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pakaian harus ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus

taharah

Apa itu taharah? ta.ha.rah (1) a suci; bersih; (2) n kesucian badan yang diwajibkan bagi orang yang beribadat ۞ Variasi nama: toharoh … • toharoh

Antakya

Di mana itu Antakya? Antakya (Yunani: Αντιόχεια η επί Δάφνη, Αντιόχεια ή επί Ορόντου atau Αντιόχεια η Μεγάλη; Latin: Antiochia ad Orontem, atau An...

Ibnu Abi Hatim

Siapa itu Ibnu Abi Hatim? Ibnu Abi Hatim adalah seorang ahli hadits yang telah mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengkaji hadits Nabi; melakukan perjalanan mencari hadits (bahasa Arab: رحل...