Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Takwir (Menggulung) – surah 81 ayat 8 [QS. 81:8]

وَ اِذَا الۡمَوۡءٗدَۃُ سُئِلَتۡ ۪ۙ
Wa-idzaal mawuudatu su-ilat;
dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
―QS. At Takwir [81]: 8

Daftar isi

And when the girl (who was) buried alive is asked
― Chapter 81. Surah At Takwir [verse 8]

وَإِذَا dan apabila

And when
ٱلْمَوْءُۥدَةُ bayi perempuan dikubur hidup-hidup

the female infant buried alive
سُئِلَتْ ditanya

is asked

Tafsir Quran

Surah At Takwir
81:8

Tafsir QS. At-Takwir (81) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh.
Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan.

Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.

Di kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggembalakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.

Dan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya,
"Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya."
Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir.

Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata,
"Tengok, apa yang ada dalam sumur itu."
Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah.

Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini.
Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.

Di antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga.
Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.

Dalam Surah An-Nahl [16]: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.

وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌ

Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
(An-Nahl [16]: 58)

Islam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki.
Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin.
Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ

Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin.
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.
(Al-An’am [6]: 151)

Tafsir QS. At Takwir (81) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bila anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya–sebagai tindakan perkenan untuk diri mereka sekaligus sebagai hujatan bagi orang yang memendam mereka,
"Dosa apa yang membuat kalian dibunuh?"
Padahal, jelas anak-anak perempuan itu tidak punya kesalahan apa-apa.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila matahari digulung dan hilang sinarnya.
Apabila bintang-bintang berjatuhan lalu hilang cahayanya.


Apabila gunung-gunung dihempaskan dari permukaan bumi, sehingga menjadi debu beterbangan.
Apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan dan dibiarkan.


Apabila binatang-binatang liar dikumpulkan dan dibaurkan, agar Allah membalaskan satu dengan yang lainnya.
Apabila lautan dinyalakan, kemudian menjadi api yangbesar dan berkobar.


Apabila ruh-ruh dipertemukan dengan yang tubuhnnya.
Apabila anak-anak kecil yang dikubur hidup-hidup ditanya pada Hari Kiamat dengan pertanyaan untuk menghiburnya dan membuat menangis orang yang menguburnya,
"Karena dosa apakah ia dikubur hidup-hidup?"
Apabila catatan-catatan amal disodorkan.


Apabila langit dilenyapkan dan dihilangkan dari tempatnya semula.
Apabila neraka dinyalakan lalu menyala-nyala.


Dan apabila surga didekatkan kepada para penghuninya, yaitu orang-orang yang bertakwa.
Apabila semua itu telah terjadi, maka setiap jiwa yakin dan melihat apa yang telah dikerjakannya berupa kebaikan atau keburukan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup) karena takut tercela mempunyai anak perempuan dan takut jatuh miskin


(ditanya) untuk menjelek-jelekkan pelakunya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ}

apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Demikianlah menurut qiraat jumhur ulama, yakni su’ilat dan al-mau’udah artinya bayi-bayi yang sewaktu masa Jahiliah dikubur hidup-hidup oleh orang-orang tua mereka karena malu mempunyai anak perempuan.
Maka kelak di hari kiamat bayi-bayi itu ditanya, atas dosa apakah mereka dibunuh, dimaksudkan sebagai ancaman terhadap para pelakunya.
Karena sesungguhnya apabila orang yang teraniaya ditanya, maka terlebih lagi beratnya hukuman yang dikenakan terhadap pelaku aniaya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.
(QS. At-Takwir [81]: 8)
Yakni bertanya, dengan memakai bentuk aktif, yaitu sa’alat.
Hal yang sama dikatakan oleh Abud Duha, yaitu sa’alat yang artinya menuntut balas kematiannya.
Diriwayatkan dari As-Saddi dan Qatadah hal yang semisal.
Banyak hadis yang menerangkan tentang bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ini.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Abul Aswad alias Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnu Naufal, dari Urwah, dari Aisyah, dari Juzamah binti Wahb saudara perempuan Ukasyah yang mengatakan bahwa ia menghadiri majelis Rasullullah ﷺ yang saat itu berada di kalangan banyak orang, dan beliau bersabda:
Sesungguhnya aku telah berniat akan melarang gilah, maka aku melihat orang-orang- Romawi dan orang-orang Persia, ternyata mereka melakukan gilah terhadap anak-anak mereka, dan hal tersebut tidak membahayakan anak-anak mereka.
– Gilah ialah menyusui di waktu mengandung (pent.).- Kemudian mereka bertanya tentang ‘azl (melakukan orgasme di luar Liang ovum untuk mencegah kehamilan).
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Itu sama dengan perbuatan mengubur anak secara tersembunyi, dan kelak anak perempuan yang dikubur hidup-hidup akan ditanya.

Imam Muslim meriwayatkannya melalui Abu Abdur Rahman Al-Muqri.
dari Abdullah ibnu Yazid, dari Sa’id ibnu Abu Ayyub.
Ibnu Majah telah meriwayatkannya pula dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Yahya ibnu Ishaq As-Sulaihini, dari Yahya ibnu Ayyub.
Imam Muslim telah meriwayatkannya pula dan juga Abu Daud, Turmuzi, danNasai melalui hadis Malik ibnu Anas;
ketiga-tiganya dari Abul Aswad dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kapada kami Ibnu ‘Adiy, dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Asy-Sya’bi, dari Alqamah, dari Salamah ibnu,Yazid Al-Ju’fi yang mengatakan bahwa aku dan saudaraku berangkat menemui Rasulullah, lalu kami bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibu kami yang bernama Mulaikah, dia adalah seorang wanita yang gemar bersilaturahmi dan menghormati tamu, juga melakukan hal-hal lainnya.
Dia telah meninggal dunia di masa Jahiliah, maka apakah amal perbuatan kebaikannya itu dapat memberikan sesuatu manfaat bagi dirinya?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Tidak."
Kami bertanya,
"Sesungguhnya dia dahulu pernah mengubur hidup-hidup saudara perempuan kami yang baru lahir di masa Jahiliah, apakah hal itu dapat memberi sesuatu manfaat baginya?"
(Kalau tidak salah, si penanya dan saudaranya itu baru saja masuk Islam dan belum mengetahui Islam secara mendalam)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Wanita yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan anak perempuan yang dikuburnya hidup-hidup kedua-duanya dimasukkan ke dalam neraka, terkecuali jika perempuan yang menguburnya menemui masa Islam (lalu masuk Islam), maka Allah memaafkan perbuatannya.

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq dari Alqamah dan Abul Ahwas, dari Ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Wanita yang mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan anak perempuan yang dikuburnya kedua-duanya di dalam neraka.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ishaq Al-Azraq, telah menceritakan kepada kami Auf, telah menceritakan kepadaku Khansa binti Mu’awiyah As-Sarimiyyah, dari pamannya yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
"Wahai Rasulullah, siapa sajakah orang yang masuk surga itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Nabi masuk surga, orang yang mati syahid masuk surga, bayi laki-laki masuk surga, dan bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup masuk surga.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Qurrah, bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang siapa saja orang yang masuk surga?
Maka beliau ﷺ menjawab:
Bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup masuk surga.

Hadis ini mursal dan termasuk di antara hadis-hadis mursal Al-Hasan di antara ahli hadis ada yang mau menerimanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Abdullah Az-Zahrani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Adani, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, anak-anak kaum musyrik berada di dalam surga;
maka barang siapa yang mengira bahwa mereka di dalam neraka, sesungguhnya dia dusta.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh.
(QS. At-Takwir [81]: 8-9)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa mau’udah ialah bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Sammak ibnu Harb, dari An-Nu’man ibnu Basyir, dari Umar ibnul Khattab sehubungan dengan makna firman-Nya:
apabila bayi-bayi perempuan yang dikiibur hidup-hidup ditanya.
(QS. At-Takwir [81]: 8)
Bahwa Qais ibnu Asim datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah mengubur hidup-hidup beberapa bayi perempuanku di masa Jahiliah."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Merdekakanlah seorang budak untuk tiap anak perempuan yang engkau kubur hidup-hidup itu.
Qais ibnu Asim berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah pemilik ternak unta."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Sembelihlah seekor unta budnah untuk setiap orang dari mereka.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan bahwa Abdur Razzaq dalam sanad hadis ini masih diperselisihkan, karena sesungguhnya dia tidak mencatat hadis ini melainkan dari Al-Husain ibnu Mahdi, lalu dari Israil.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan pula hadis ini, untuk itu ia mengatakan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zahrani melalui surat yang ditujukannya kepadaku, bahwa telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, lalu disebutkan hadis yang semisal dengan sanad yang sama, hanya saja dalam riwayat ini disebutkan bahwa Qais ibnu Asim mengatakan,
"Aku telah mengubur hidup-hidup delapan bayi perempuanku di masa Jahiliah."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab di akhir kalimatnya:
Sembelihlah jika engkau suka seekor unta budnah untuk tiap bayi yang telah engkau kubur hidup-hidup itu.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja’, telah menceritakan kepada kami Qais ibnur Rabi’, dari Al-Agar ibnus Sabah, dari Khalifah ibnu Husain yang mengatakan bahwa Qais ibnu Asim datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mengubur hidup-hidup dua belas orang bayi perempuanku di masa Jahiliah,"
atau tiga belas bayi perempuannya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Merdekakanlah budak sebanyak bilangan mereka.
Lalu Asim ibnu Qais memerdekakan budak-budak sebanyak bilangan anak-anak perempuannya yang telah ia kubur hidup-hidup di masa Jahiliah.
Ketika tahun berikutnya, ia tiba lagi dengan membawa seratus ekor unta, lalu berkata,
"Wahai Rasulullah, inilah sedekah kaumku sebagai kompensasi dari apa yang telah aku lakukan terhadap kaum muslim."
Ali ibnu Abu Thalib mengatakan,
"Kami merasa senang dengan ternak unta itu dan kami menamainya Qaisiyyah."

Kata Pilihan Dalam Surah At Takwir (81) Ayat 8

MAW’UUDAH
مَوْءُۥدَة

Untuk menyebut anak perempuan yang dikubur hidup-hidup digunakan lafaz maw uudah.

Dalam Al Qur’an, lafaz maw uudah disebut sekali saja yaitu dalam surah At Takwir (81), ayat 8. Sebahagian orang Arab Jahiliyah tidak suka kelahiran anak perempuan sehingga mereka sanggup mengubur anak perempuan dalam keadaan hidup-hidup.
Mereka melakukan sebegitu karena mereka takut anak perempuan itu nanti dizinai oleh orang lain apabila sudah dewasa, ataupun mereka takut nanti anak perempuan mereka menjadi tawanan perang dan menjadi hamba sahaya, ataupun mereka takut hidup miskin karena anak perempuan tidak mempunyai kemampuan yang sama dengan lelaki dalam mencari rezeki.

Dalam surah At Takwir (81), ayat 8, Allah menerangkan, pada hari kiamat nanti anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu akan dibangkitkan dan ditanya (wa idzaa al maw uudah su’ilat).
Imam Ibnu Katsir menerangkan, anak-anak perempuan itu adalah pihak yang dizalimi, apabila pihak yang dizalimi ditanya di hadapan orang yang menzalimi, orang yang menzalimi itu berasa takut.
Ini adalah satu bentuk siksaan yang dirasakan oleh orang yang mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:566

Unsur Pokok Surah At Takwir (التكوير)

Surat At Takwiir terdiri atas 29 ayat dan termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Masadd.

Kata "At Takwiir" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata asal (mashdar) dari kata kerja "kuwwirat" (digulung) yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya waktu di dunia.
▪ Alquran adalah firman Allah yang disampaikan oleh Jibril `alaihis salam.
▪ Penegasan atas kenabian Muhammad ﷺ.
▪ Alquran sumber petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan hidup lurus.
▪ Suksesnya manusia dalam mencapai kehidupan yang lurus itu tergantung kepada taufiq dari Allah.

Ayat-ayat dalam Surah At Takwir (29 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Takwir (81) : 1-29 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 29 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Takwir (81) : 1-29 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 29

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Takwir ayat 8 - Gambar 1 Surah At Takwir ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 81:8
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah At Takwir.

Surah At-Takwir (Arab: التّكوير , “Menggulung”) adalah surah ke-81 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 29 ayat.
Dinamakan At Takwiir yang berarti terbelah dari kata dasar kata ‘’kuwwirat’’ yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 81
Nama Surah At Takwir
Arab التكوير
Arti Menggulung
Nama lain Idzasy syamsu kuwwirat
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 7
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 29
Jumlah kata 104
Jumlah huruf 434
Surah sebelumnya Surah ‘Abasa
Surah selanjutnya Surah Al-Infitar
Sending
User Review
4.9 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

81:8, 81 8, 81-8, Surah At Takwir 8, Tafsir surat AtTakwir 8, Quran At Takwir 8, Surah At Takwir ayat 8

Video Surah

81:8


Load More

Kandungan Surah At Takwir

۞ QS. 81:1 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:2 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:3 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:4 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:5 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:6 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:7 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 81:8 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:9 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:11 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:12 • Kedahsyatan hari kiamat • Nama-nama neraka

۞ QS. 81:13 • Sifat hari penghitungan • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 81:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 81:19 • Sifat-sifat malaikat • Peranan dan tugas Jibril • Sifat Jibril

۞ QS. 81:20 • Sifat Jibril

۞ QS. 81:21 • Sifat Jibril

۞ QS. 81:23 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 81:26 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 81:27 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 81:28 • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 81:29 Tauhid Rububiyyah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran dan hakikat takdir

Ayat Pilihan

Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. Al-Isra’ [17]: 79

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.
Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
QS. Al-Anfal [8]: 25

Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk.
QS. Al-Isra’ [17]: 32

“Aku tak minta kepadamu sesuatu upah atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”.
Dan siapa yang kerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri
QS. Asy-Syura [42]: 23

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus Istilah Islam

Damaskus

Di mana itu Damaskus? Damaskus atau Damsyik adalah ibu kota dan kota terbesar di Suriah. Kota ini merupakan salah satu kota yang selalu dihuni tertua di dunia, selain Al-Fayyum, dan Gaziantep. Populasinya saat ini diperkirakan sekitar 3.67 juta jiwa. Etimologi Nama Damsyik pertama Kali muncul dalam daftar geografi raja Thu … • Damascus, Damsyik

syahadat

Apa itu syahadat? sya.ha.dat persaksian; persaksian dan pengakuan yang benar, diikrarkan dengan lisan dan dibenarkan dengan hati bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah Syahadat merupakan asas dan dasar dari lima rukun Islam, juga sebagai ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. … •

Al Kariim

Apa itu Al Kariim? Allah itu Al-Karim ◀ Allah itu Al-Karim, artinya adalah Allah itu Maha Mulia serta Maha Pemurah kepada siapa saja. Kemuliaan Allah sungguh sempurna dan tidak ada yang mampu menandingi-Nya. Al Kariim termasuk dalam 99 Asma’ul husna. … • Al-Kariim, Al-Karim, Al Karim