QS. At Takaatsur (Bermegah-megahan) – surah 102 ayat 1 [QS. 102:1]

اَلۡہٰکُمُ التَّکَاثُرُ ۙ
Al-haakumut-takaatsur(u);

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
―QS. 102:1
Topik ▪ Zuhud ▪ Perhatian terhadap dunia ▪ Azab orang kafir
102:1, 102 1, 102-1, At Takaatsur 1, AtTakaatsur 1, At Takasur 1, At Takatsur 1, At-Takasur 1

Tafsir surah At Takaatsur (102) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Takaatsur (102) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dari Abu Hurairah, ia berkata, “Al Hakumut Takasur turun karena ada kaitannya dengan dua kabilah dari seorang Ansar, yaitu Bani Harisah dan Bani Al Haris, mereka saling membanggakan kabilahnya masing-masing.
Salah satu dari dua kabilah itu berkata, adakah di kalangan kamu orang besar seperti si Anu?
Yang lain berkata begitu pula, mereka berbangga-bangga dengan orang-orang yang masih hidup.
Lalu mereka bersama-sama menuju ke kubur.
Salah satu dari dua kabilah itu mengatakan, “Adakah di antara kamu orang besar seperti ini sambil menunjuk kepada satu kuburan?
Dan yang lain berkata begitu pula, lalu turunlah surah ini”.

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan banyak harta, teman dan pengikut, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal.
Mereka asyik dengan berbicara saja, terpedaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk mereka dan keluarga mereka.

Telah diriwayatkan dari Mutarrif dari ayahnya, ia berkata:

Saya menemui Nabi ﷺ membaca: “Al Hakumut Takasur” beliau berkata.
“Anak Adam berkata: inilah harta saya dan harta kamu: Hai anak Adam! engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang telah engkau makan dan telah engkau habiskan atau pakaian yang kamu pakai sehingga lapuk atau harta yang telah kamu sedekahkan sampai habis, selain itu akan hilang dan engkau tinggalkan bagi orang lain”.
(H.R. Maulim)

Dan telah diriwayatkan pula dari Anas bahwa Nabi ﷺ.
bersabda:

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas ia ingin memiliki dua lembah emas dan tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) kecuali mulutnya diisi dengan tanah kuburan dan Allah akan memberikan ampunan kepada orang yang bertobat”.
(H.R..
Anas bin Malik)

Sementara Ahli Tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan.
Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalian telah disibukkan oleh anak-anak dan pendukung-pendukung kalian, oleh sikap sombong kalian terhadap harta dengan menghitung-hitungnya dan juga oleh keturunan kalian, sehingga tidak menjalankan kewajiban dan ketaatan sampai ajal kalian datang menjemput.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah (bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, bahwasanya kalian disibukkan oleh kecintaan kalian kepada duniawi dan kesenangannya serta perhiasannya, sehingga kalian melupakan upaya kalian untuk mencari pahala akhirat dan memburunya.
Dan kalian terus-menerus sibuk dengan urusan duniawi kalian hingga maut datang menjemput kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur hingga menjadi penghuninya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya Al-Waqqad Al-Masri, telah menceritakan kepadaku Khalid ibnu Abdud Da-im, dari Ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian dari ketaatan, sampai kalian masuk ke dalam liang kubur (sampai maut datang menjemput kalian).

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1) Yakni dengan harta dan anak-anak.

Di dalam kitab Sahih Bukhari dalam Bab “Raqa’iq’ telah disebutkan hal yang sama dari Al-Hasan Al-Basri.
Dan disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa kami menganggap hal berikut termasuk dari Al-Qur’an sebelum diturunkan firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1) Yang dimaksud adalah sabda Nabi ﷺ yang menyebutkan: Seandainya Anak Adam (manusia) mempunyai lembah emas.
dan seterusnya hingga akhir hadis.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Qatadah menceritakan dari Mutarrif ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia sampai kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu beliau ﷺ sedang membaca firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1) Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: Ibnu Adam mengatakan, “Hartaku, hartaku.” Tiadalah bagimu dari hartamu selain dari apa yang engkau makan, lain engkau lenyapkan; atau yang engkau pakai, lalu engkau lapukkan; atau engkau sedekahkan, lalu engkau lanjutkan.

Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui jalur Syu’bah dengan sanad yang sama.

Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Maisarah dari Al-Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Seorang hamba mengatakan, “Hartaku, hartaku!” Padahal sesungguhnya tiada dari hartanya selain tiga hal, yaitu apa yang telah dimakannya, lalu ia lenyapkan; atau yang ia pakai, lain ia lapukkan, atau yang ia sedekahkan, lalu ia lanjutkan.
Sedangkan yang selain dari itu akan pergi dan akan ia tinggalkan untuk orang lain.

Imam Muslim meriwayatkannya secara munfarid melalui jalur ini.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm yang telah mendengar dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Ada tiga perkara yang mengiringi keberangkatan mayat; maka yang dua perkara kembali, sedangkan yang satunya menemaninya.
Keluarganya, harta bendanya, dan amal perbuatannya mengiringinya; maka kembalilah keluarga dan harta bendanya, dan yang tertinggal (bersamanya) adalah amal perbuatannya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Ibnu Adam akan menua, dan akan tetap menemaninya dua perkara, yaitu keinginan dan cita-cita.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya di dalam kitab sahih masing-masing.

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Al-Ahnaf ibnu Qais yang dijuluki Ad-Dahhak menyebutkan bahwa ia meliliat seorang lelaki yang di tangannya memegang mata uang dirham, lalu ia bertanya “Kepunyaan siapakah uang dirham ini?”
Lelaki itu menjawab, “Milikku.” Maka Ad-Dahhak mengatakan, “Sesungguhnya uang dirham itu adalah milikmu bilamana kamu belanjakan untuk hal yang mengandung pahala, atau sebagai rasa ungkapan syukurmu.” Kemudian Ad-Dahhak alias Al-Ahnaf mengucapkan perkataan seorang penyair:

Engkau ditunggangi oleh harta jika engkau pegang dia, maka jika engkau belanjakan dia, berarti harta itu adalah milikmu (bermanfaat bagimu).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah yang telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Saleh ibnu Hibban, dari Ibnu Buraidah sehubungan dengan makna firman-Nya: bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1) Bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan dua kabilah Ansar, yaitu Bani Harisah dan Banil Haris, mereka saling membanggakan diri dengan kepemilikan mereka yang banyak.
Salah satu pihak mengatakan bahwa apakah di kalangan kalian terdapat orang yang semisal dengan si Fulan bin Fulan dan si Fulan.
Sedangkan pihak lain mengatakan hal yang sama pula kepada lawannya.
Mereka saling berbangga diri dengan orang-orang yang masih hidup, kemudian mereka mengatakan, “Marilah kita berangkat menuju kuburan.” Lalu salah satu pihak mengatakan, “Apakah di kalangan kalian terdapat orang yang seperti si Fulan,” seraya mengisyaratkan kepada kuburan seseorang.
Dan pihak lainnya mengatakan hal yang sama seraya mengisyaratkan ke kuburan lainnya.
Maka turunlah firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1-2) Sesungguhnya telah ada bagi kalian suatu pelajaran dari apa yang kalian lihat dan juga kesibukan.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1-2) Dahulu mereka mengatakan, “Kami lebih banyak daripada Bani Fulan, dan kami lebih kuat daripada Bani Fulan,” setiap hari mereka saling menjatuhkan yang lainnya tanpa henti-hentinya.
Demi Allah, mereka akan terus-menerus demikian sehingga mereka semuanya masuk ke dalam kubur dan menjadi penghuninya.

Pendapat yang sahih menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya: sampai kamu masuk ke dalam kubur.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 2) Yakni hingga kalian dikubur dan menjadi penghuninya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis sahih:

bahwa Rasulullah ﷺ mendatangi seorang lelaki Badui dalam rangka menjenguknya, lalu bersabda: “Tidak mengapa, insya Allah disucikan.” Lelaki itu menjawab, “Engkau katakan disucikan, tidak sebenarnya yang kurasakan adalah demam yang mengguncangkan seorang syekh (berusia lanjut) lagi sudah tua dan sudah dekat ke Liang kuburnya.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalau begitu, itu yang terbaik.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Asbahani, telah menceritakan kepada kami Hakkam ibnu Salim Ar-Razi, dari Amr ibnu Abu Qais, dari Al-Hajjaj, dari Al-Minhal, dari Zur ibnu Hubaisy, dari Ali yang mengatakan bahwa kami masih tetap meragukan tentang adanya siksa kubur sebelum diturunkan firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1 -2)

Imam Turmuzi telah meriwayatkan hadis ini dari Abu Kurajb, dari Hakkam ibnu Salim dengan sanad yang sama, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Daud Al-Irdi, telah menceritakan kepada kami Abul Malih Ar-Ruqiy, dari Maimun ibnu Mahran yang mengatakan bahwa ketika aku sedang duduk di hadapan Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz, maka ia membaca firman-Nya: Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 1-2) Maka dia diam sebentar, lalu berkata, “Hai Maimun, tiadalah kulihat kuburan itu melainkan dalam ziarahku, dan sudah merupakan keharusan bagi orang yang berziarah kembali ke tempat tinggalnya.” Abu Muhammad menjelaskan bahwa makna yang dimaksud dengan kembali ke tempat tinggalnya ialah ke surga atau ke neraka.

Hal yang sama telah disebutkan, bahwa pernah ada seorang lelaki Badui mendengar seorang lelaki membaca firman-Nya: sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(Q.S. At-Takatsur [102]: 2) Lalu ia berkata, “Demi Tuhan yang menguasai Ka’bah, ini artinya hari berbangkit.” Yakni sesungguhnya bagi orang yang menziarahi kubur pasti akan pergi dari kubur itu


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Takaatsur (102) Ayat 1

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah yang berkata,
“Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari golongan Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani Harits yang saling membanggakan diri dan merasa lebih baik dari yang lain.
Satu pihak berkata,
‘Apakah pada kalian ada yang seperti si fulan dan si fulan?’ pihak yang satu lagi juga melakukan hal serupa.
Mereka saling membanggakan diri dalam hal orang-orang yang masih hidup.
Selanjutnya, mereka saling berkata,
‘Mari pergi ke pekuburan.’ Disana, sambil menunjuk-nunjuk ke kuburan, kedua pihak juga saling berkata,
‘Apakah pada kalian ada yang sehebat si Fulan dan si Fulan?!’ Allah menurunkan ayat, ‘Bemegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur.’ ”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ali yang berkata,
“Sebelumnya, kami agak ragu terhadap keberadaan azab kubur hingga turunlah ayat, ‘Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.’ Sampai ayat 4, ‘Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui,’ yang berbicara tentang azab kubur.”

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Informasi Surah At Takaatsur (التكاثر‎‎)
Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar.

Dinamai “At Takaatsur” (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya. Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya
manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga­ banggakannya itu.

Lain-lain:

Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya. Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya
manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga­ banggakannya itu.

Ayat-ayat dalam Surah At Takaatsur (8 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Takaatsur (102) ayat 1 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Takaatsur (102) ayat 1 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Takaatsur (102) ayat 1 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. At-Takasur (102) ayat 1-8 - Atras Mafazi (Bahasa Indonesia)
Q.S. At-Takasur (102) ayat 1-8 - Atras Mafazi (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Takaatsur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 8 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 102:1
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Takaatsur.

Surah At-Takasur (bahasa Arab:التكاثر) adalah surah ke-102 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Kausar.
Dinamai At-Takasur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At-Takasur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 102
Nama Surah At Takaatsur
Arab التكاثر‎‎
Arti Bermegah-megahan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 16
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 28
Jumlah huruf 123
Surah sebelumnya Surah Al-Qari'ah
Surah selanjutnya Surah Al-'Asr
4.4
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta