Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Takaatsur (Bermegah-megahan) – surah 102 ayat 1 [QS. 102:1]

اَلۡہٰکُمُ التَّکَاثُرُ ۙ
Al-haakumut-takaatsur(u);
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
―QS. At Takaatsur [102]: 1

Daftar isi

Competition in (worldly) increase diverts you
― Chapter 102. Surah At Takaatsur [verse 1]

أَلْهَىٰكُمُ telah melalaikan kamu

Diverts you
ٱلتَّكَاثُرُ berbanyak-banyak/bermegah-megah

the competition to increase

Tafsir Quran

Surah At Takaatsur
102:1

Tafsir QS. At-Takatsur (102) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan harta, teman, dan pengikut yang banyak, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal.
Mereka asyik dengan berbicara saja, teperdaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk diri dan keluarga mereka.

Diriwayatkan dari Mutharrif dari ayahnya, ia berkata:

Saya menemui Nabi ﷺ ketika beliau sedang membaca Al-hakumut-takatsur, beliau bersabda,
"Anak Adam berkata, ‘Inilah harta saya, inilah harta saya.
Nabi bersabda,
"Wahai anak Adam! Engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan dan telah engkau habiskan, atau pakaian yang engkau pakai hingga lapuk, atau yang telah kamu sedekahkan sampai habis."
(Riwayat Muslim)

Diriwayatkan pula bahwa Nabi ﷺ bersabda:

Seandainya anak Adam memiliki satu lembah harta, sungguh ia ingin memiliki dua lembah harta, dan seandainya ia memiliki dua lembah harta, sungguh ia ingin memiliki tiga lembah harta dan tidak memenuhi perut manusia (tidak merasa puas) kecuali perutnya diisi dengan tanah dan Allah akan menerima tobat (memberi ampunan) kepada orang yang bertobat.
(Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi dari Anas)

Ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan.

Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;
kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya.
Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
(Al-Hadid [57]: 20)

Tafsir QS. At Takaatsur (102) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian telah disibukkan oleh anak-anak dan pendukung-pendukung kalian, oleh sikap sombong kalian terhadap harta dengan menghitung-hitungnya dan juga oleh keturunan kalian, sehingga tidak menjalankan kewajiban dan ketaatan sampai ajal kalian datang menjemput.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bermegah-megahan dengan banyaknya harta dan anak-anak, telah melalaikan kalian dari mentaati Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah


(bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, bahwasanya kalian disibukkan oleh kecintaan kalian kepada duniawi dan kesenangannya serta perhiasannya, sehingga kalian melupakan upaya kalian untuk mencari pahala akhirat dan memburunya.
Dan kalian terus-menerus sibuk dengan urusan duniawi kalian hingga maut datang menjemput kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur hingga menjadi penghuninya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya Al-Waqqad Al-Masri, telah menceritakan kepadaku Khalid ibnu Abdud Da-im, dari Ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian dari ketaatan, sampai kalian masuk ke dalam liang kubur (sampai maut datang menjemput kalian).

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Yakni dengan harta dan anak-anak.


Di dalam kitab Sahih Bukhari dalam Bab
"Raqa’iq’ telah disebutkan hal yang sama dari Al-Hasan Al-Basri.
Dan disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa kami menganggap hal berikut termasuk dari Alquran sebelum diturunkan firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Yang dimaksud adalah sabda Nabi ﷺ yang menyebutkan:
Seandainya Anak Adam (manusia) mempunyai lembah emas.
dan seterusnya hingga akhir hadis.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Qatadah menceritakan dari Mutarrif ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia sampai kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu beliau ﷺ sedang membaca firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:
Ibnu Adam mengatakan,
"Hartaku, hartaku."
Tiadalah bagimu dari hartamu selain dari apa yang engkau makan, lain engkau lenyapkan;
atau yang engkau pakai, lalu engkau lapukkan;
atau engkau sedekahkan, lalu engkau lanjutkan.

Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui jalur Syu’bah dengan sanad yang sama.


Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Maisarah dari Al-Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Seorang hamba mengatakan,
"Hartaku, hartaku!"
Padahal sesungguhnya tiada dari hartanya selain tiga hal, yaitu apa yang telah dimakannya, lalu ia lenyapkan;
atau yang ia pakai, lain ia lapukkan, atau yang ia sedekahkan, lalu ia lanjutkan.
Sedangkan yang selain dari itu akan pergi dan akan ia tinggalkan untuk orang lain.

Imam Muslim meriwayatkannya secara munfarid melalui jalur ini.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm yang telah mendengar dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Ada tiga perkara yang mengiringi keberangkatan mayat;
maka yang dua perkara kembali, sedangkan yang satunya menemaninya.
Keluarganya, harta bendanya, dan amal perbuatannya mengiringinya;
maka kembalilah keluarga dan harta bendanya, dan yang tertinggal (bersamanya) adalah amal perbuatannya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Ibnu Adam akan menua, dan akan tetap menemaninya dua perkara, yaitu keinginan dan cita-cita.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya di dalam kitab sahih masing-masing.


Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Al-Ahnaf ibnu Qais yang dijuluki Ad-Dahhak menyebutkan bahwa ia meliliat seorang lelaki yang di tangannya memegang mata uang dirham, lalu ia bertanya
"Kepunyaan siapakah uang dirham ini?"
Lelaki itu menjawab,
"Milikku."
Maka Ad-Dahhak mengatakan,
"Sesungguhnya uang dirham itu adalah milikmu bilamana kamu belanjakan untuk hal yang mengandung pahala, atau sebagai rasa ungkapan syukurmu."
Kemudian Ad-Dahhak alias Al-Ahnaf mengucapkan perkataan seorang penyair:

Engkau ditunggangi oleh harta jika engkau pegang dia, maka jika engkau belanjakan dia, berarti harta itu adalah milikmu (bermanfaat bagimu).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah yang telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Saleh ibnu Hibban, dari Ibnu Buraidah sehubungan dengan makna firman-Nya:
bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan dua kabilah Ansar, yaitu Bani Harisah dan Banil Haris, mereka saling membanggakan diri dengan kepemilikan mereka yang banyak.
Salah satu pihak mengatakan bahwa apakah di kalangan kalian terdapat orang yang semisal dengan si Fulan bin Fulan dan si Fulan.
Sedangkan pihak lain mengatakan hal yang sama pula kepada lawannya.
Mereka saling berbangga diri dengan orang-orang yang masih hidup, kemudian mereka mengatakan,
"Marilah kita berangkat menuju kuburan."
Lalu salah satu pihak mengatakan,
"Apakah di kalangan kalian terdapat orang yang seperti si Fulan,"
seraya mengisyaratkan kepada kuburan seseorang.
Dan pihak lainnya mengatakan hal yang sama seraya mengisyaratkan ke kuburan lainnya.
Maka turunlah firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Sesungguhnya telah ada bagi kalian suatu pelajaran dari apa yang kalian lihat dan juga kesibukan.


Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Dahulu mereka mengatakan,
"Kami lebih banyak daripada Bani Fulan, dan kami lebih kuat daripada Bani Fulan,"
setiap hari mereka saling menjatuhkan yang lainnya tanpa henti-hentinya.
Demi Allah, mereka akan terus-menerus demikian sehingga mereka semuanya masuk ke dalam kubur dan menjadi penghuninya.

Pendapat yang sahih menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya:
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 2)
Yakni hingga kalian dikubur dan menjadi penghuninya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis sahih:


bahwa Rasulullah ﷺ mendatangi seorang lelaki Badui dalam rangka menjenguknya, lalu bersabda:
"Tidak mengapa, insya Allah disucikan."
Lelaki itu menjawab,
"Engkau katakan disucikan, tidak sebenarnya yang kurasakan adalah demam yang mengguncangkan seorang syekh (berusia lanjut) lagi sudah tua dan sudah dekat ke Liang kuburnya."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kalau begitu, itu yang terbaik."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Asbahani, telah menceritakan kepada kami Hakkam ibnu Salim Ar-Razi, dari Amr ibnu Abu Qais, dari Al-Hajjaj, dari Al-Minhal, dari Zur ibnu Hubaisy, dari Ali yang mengatakan bahwa kami masih tetap meragukan tentang adanya siksa kubur sebelum diturunkan firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1 -2)

Imam Turmuzi telah meriwayatkan hadis ini dari Abu Kurajb, dari Hakkam ibnu Salim dengan sanad yang sama, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Daud Al-Irdi, telah menceritakan kepada kami Abul Malih Ar-Ruqiy, dari Maimun ibnu Mahran yang mengatakan bahwa ketika aku sedang duduk di hadapan Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz, maka ia membaca firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Maka dia diam sebentar, lalu berkata,
"Hai Maimun, tiadalah kulihat kuburan itu melainkan dalam ziarahku, dan sudah merupakan keharusan bagi orang yang berziarah kembali ke tempat tinggalnya."
Abu Muhammad menjelaskan bahwa makna yang dimaksud dengan kembali ke tempat tinggalnya ialah ke surga atau ke neraka.

Hal yang sama telah disebutkan, bahwa pernah ada seorang lelaki Badui mendengar seorang lelaki membaca firman-Nya:
sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 2)
Lalu ia berkata,
"Demi Tuhan yang menguasai Ka’bah, ini artinya hari berbangkit."
Yakni sesungguhnya bagi orang yang menziarahi kubur pasti akan pergi dari kubur itu

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Takaatsur (102) Ayat 1

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah yang berkata,
“Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari golongan Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani Harits yang saling membanggakan diri dan merasa lebih baik dari yang lain.
Satu pihak berkata,
‘Apakah pada kalian ada yang seperti si fulan dan si fulan?’ pihak yang satu lagi juga melakukan hal serupa.
Mereka saling membanggakan diri dalam hal orang-orang yang masih hidup.

Selanjutnya, mereka saling berkata,
‘Mari pergi ke pekuburan.’ Disana, sambil menunjuk-nunjuk ke kuburan, kedua pihak juga saling berkata,
‘Apakah pada kalian ada yang sehebat si Fulan dan si Fulan?!’ Allah menurunkan ayat, ‘Bemegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur.’ ”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ali yang berkata,
“Sebelumnya, kami agak ragu terhadap keberadaan azab kubur hingga turunlah ayat, ‘Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.’ Sampai ayat 4, ‘Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui,’ yang berbicara tentang azab kubur.”

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Unsur Pokok Surah At Takaatsur (التكاثر‎‎)

Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar.

Dinamai "At Takaatsur" (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya.
Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya.
▪ Manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga banggakannya itu.

Ayat-ayat dalam Surah At Takaatsur (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Takaatsur (102) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Takaatsur (102) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Takaatsur ayat 1 - Gambar 1 Surah At Takaatsur ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 102:1
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Takaatsur.

Surah At-Takasur (bahasa Arab:التكاثر) adalah surah ke-102 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Kausar.
Dinamai At-Takasur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At-Takasur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 102
Nama Surah At Takaatsur
Arab التكاثر‎‎
Arti Bermegah-megahan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 16
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 28
Jumlah huruf 123
Surah sebelumnya Surah Al-Qari’ah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Asr
Sending
User Review
4.2 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

102:1, 102 1, 102-1, Surah At Takaatsur 1, Tafsir surat AtTakaatsur 1, Quran At Takasur 1, At Takatsur 1, At-Takasur 1, Surah At Takaatsur ayat 1

Video Surah

102:1


Load More

Ayat Pilihan

Hanya Dialah yang menurunkan hujan dari awan hingga mengakibatkan sungai & lembah dapat mengalirkan air.
Semua itu sesuai dengan ketentuan takdir yang telah ditetapkan Allah untuk dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan & membuahkan pohon.
QS. Ar-Ra’d [13]: 17

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?
Tiada yang merasa aman & azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

QS. Al-A’raf [7]: 99

Katakanlah:
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya
dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya).
akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
QS. Saba’ [34]: 36

Dialah yang bentangkan bumi & jadikan gunung & sungai.
Dan jadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan,
Allah menutupkan malam kepada siang.
Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan
QS. Ar-Ra’d [13]: 3

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

+

Array

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus Istilah Islam

Pertempuran Qadisiyyah

Apa itu Pertempuran Qadisiyyah? Pertempuran Al-Qadisiyyah adalah pertempuran yang menentukan antara pasukan muslim dengan pasukan Persia pada saat periode pertama ekspansi muslim yang berakhir dengan penaklukan Islam atas seluruh Persia dan berhasil mengubah keyakinan mereka menjadi Islam sampai dengan saat ini. Pertempuran ini terjadi kurang lebih pada tahun 63 … • Perang Qadisiyyah, Pertempuran Al-Qadisiyyah • Al-Qadisiyyah, Qadisiyyah

telekung

Apa itu telekung? te.le.kung kain selubung berjahit untuk menutup aurat wanita Islam pada waktu salat; mukena … •

Thalhah bin Ubaidillah

Siapa itu Thalhah bin Ubaidillah? Thalhah bin Ubaidillah adalah seorang sahabat nabi berasal dari Quraisy, nama lengkapnya adalah Thalhah bin Abdullah bin Usman bin Kaab bin Said. Thalhah juga termasuk enam konsultan Muhammad dan sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga. Thalhah mengikuti Perang Uhud dan menderita luka parah yang luar bia … • Talha ibn ‘Ubaidullah, Talhah bin Ubaidillah