Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Takaatsur (Bermegah-megahan) - surah 102 ayat 1 [QS. 102:1]

اَلۡہٰکُمُ التَّکَاثُرُ ۙ
Al-haakumut-takaatsur(u);
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
―QS. At Takaatsur [102]: 1

Daftar isi

Competition in (worldly) increase diverts you
― Chapter 102. Surah At Takaatsur [verse 1]

أَلْهَىٰكُمُ telah melalaikan kamu

Diverts you
ٱلتَّكَاثُرُ berbanyak-banyak/bermegah-megah

the competition to increase

Tafsir Quran

Surah At Takaatsur
102:1

Tafsir QS. At-Takatsur (102) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan harta, teman, dan pengikut yang banyak, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal.
Mereka asyik dengan berbicara saja, teperdaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk diri dan keluarga mereka.

Diriwayatkan dari Mutharrif dari ayahnya, ia berkata:

Saya menemui Nabi ﷺ ketika beliau sedang membaca Al-hakumut-takatsur, beliau bersabda,
"Anak Adam berkata, ‘Inilah harta saya, inilah harta saya.
Nabi bersabda,
"Wahai anak Adam! Engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan dan telah engkau habiskan, atau pakaian yang engkau pakai hingga lapuk, atau yang telah kamu sedekahkan sampai habis."
(Riwayat Muslim)

Diriwayatkan pula bahwa Nabi ﷺ bersabda:

Seandainya anak Adam memiliki satu lembah harta, sungguh ia ingin memiliki dua lembah harta, dan seandainya ia memiliki dua lembah harta, sungguh ia ingin memiliki tiga lembah harta dan tidak memenuhi perut manusia (tidak merasa puas) kecuali perutnya diisi dengan tanah dan Allah akan menerima tobat (memberi ampunan) kepada orang yang bertobat.
(Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi dari Anas)

Ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan.

Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya.

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani;
kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya.
Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
(Al-Hadid [57]: 20)

Tafsir QS. At Takaatsur (102) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian telah disibukkan oleh anak-anak dan pendukung-pendukung kalian, oleh sikap sombong kalian terhadap harta dengan menghitung-hitungnya dan juga oleh keturunan kalian, sehingga tidak menjalankan kewajiban dan ketaatan sampai ajal kalian datang menjemput.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bermegah-megahan dengan banyaknya harta dan anak-anak, telah melalaikan kalian dari mentaati Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah


(bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, bahwasanya kalian disibukkan oleh kecintaan kalian kepada duniawi dan kesenangannya serta perhiasannya, sehingga kalian melupakan upaya kalian untuk mencari pahala akhirat dan memburunya.
Dan kalian terus-menerus sibuk dengan urusan duniawi kalian hingga maut datang menjemput kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur hingga menjadi penghuninya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya Al-Waqqad Al-Masri, telah menceritakan kepadaku Khalid ibnu Abdud Da-im, dari Ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian dari ketaatan, sampai kalian masuk ke dalam liang kubur (sampai maut datang menjemput kalian).

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Yakni dengan harta dan anak-anak.


Di dalam kitab Sahih Bukhari dalam Bab
"Raqa’iq’ telah disebutkan hal yang sama dari Al-Hasan Al-Basri.
Dan disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa kami menganggap hal berikut termasuk dari Alquran sebelum diturunkan firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Yang dimaksud adalah sabda Nabi ﷺ yang menyebutkan:
Seandainya Anak Adam (manusia) mempunyai lembah emas.
dan seterusnya hingga akhir hadis.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Qatadah menceritakan dari Mutarrif ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia sampai kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu beliau ﷺ sedang membaca firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda:
Ibnu Adam mengatakan,
"Hartaku, hartaku."
Tiadalah bagimu dari hartamu selain dari apa yang engkau makan, lain engkau lenyapkan;
atau yang engkau pakai, lalu engkau lapukkan;
atau engkau sedekahkan, lalu engkau lanjutkan.

Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui jalur Syu’bah dengan sanad yang sama.


Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, bahwa telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Maisarah dari Al-Ala, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Seorang hamba mengatakan,
"Hartaku, hartaku!"
Padahal sesungguhnya tiada dari hartanya selain tiga hal, yaitu apa yang telah dimakannya, lalu ia lenyapkan;
atau yang ia pakai, lain ia lapukkan, atau yang ia sedekahkan, lalu ia lanjutkan.
Sedangkan yang selain dari itu akan pergi dan akan ia tinggalkan untuk orang lain.

Imam Muslim meriwayatkannya secara munfarid melalui jalur ini.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Amr ibnu Hazm yang telah mendengar dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Ada tiga perkara yang mengiringi keberangkatan mayat;
maka yang dua perkara kembali, sedangkan yang satunya menemaninya.
Keluarganya, harta bendanya, dan amal perbuatannya mengiringinya;
maka kembalilah keluarga dan harta bendanya, dan yang tertinggal (bersamanya) adalah amal perbuatannya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Ibnu Adam akan menua, dan akan tetap menemaninya dua perkara, yaitu keinginan dan cita-cita.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya di dalam kitab sahih masing-masing.


Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Al-Ahnaf ibnu Qais yang dijuluki Ad-Dahhak menyebutkan bahwa ia meliliat seorang lelaki yang di tangannya memegang mata uang dirham, lalu ia bertanya
"Kepunyaan siapakah uang dirham ini?"
Lelaki itu menjawab,
"Milikku."
Maka Ad-Dahhak mengatakan,
"Sesungguhnya uang dirham itu adalah milikmu bilamana kamu belanjakan untuk hal yang mengandung pahala, atau sebagai rasa ungkapan syukurmu."
Kemudian Ad-Dahhak alias Al-Ahnaf mengucapkan perkataan seorang penyair:

Engkau ditunggangi oleh harta jika engkau pegang dia, maka jika engkau belanjakan dia, berarti harta itu adalah milikmu (bermanfaat bagimu).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah yang telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Saleh ibnu Hibban, dari Ibnu Buraidah sehubungan dengan makna firman-Nya:
bermegah-megahan telah melalaikan kalian.
(QS. At-Takatsur [102]: 1)
Bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan dua kabilah Ansar, yaitu Bani Harisah dan Banil Haris, mereka saling membanggakan diri dengan kepemilikan mereka yang banyak.
Salah satu pihak mengatakan bahwa apakah di kalangan kalian terdapat orang yang semisal dengan si Fulan bin Fulan dan si Fulan.
Sedangkan pihak lain mengatakan hal yang sama pula kepada lawannya.
Mereka saling berbangga diri dengan orang-orang yang masih hidup, kemudian mereka mengatakan,
"Marilah kita berangkat menuju kuburan."
Lalu salah satu pihak mengatakan,
"Apakah di kalangan kalian terdapat orang yang seperti si Fulan,"
seraya mengisyaratkan kepada kuburan seseorang.
Dan pihak lainnya mengatakan hal yang sama seraya mengisyaratkan ke kuburan lainnya.
Maka turunlah firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Sesungguhnya telah ada bagi kalian suatu pelajaran dari apa yang kalian lihat dan juga kesibukan.


Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Dahulu mereka mengatakan,
"Kami lebih banyak daripada Bani Fulan, dan kami lebih kuat daripada Bani Fulan,"
setiap hari mereka saling menjatuhkan yang lainnya tanpa henti-hentinya.
Demi Allah, mereka akan terus-menerus demikian sehingga mereka semuanya masuk ke dalam kubur dan menjadi penghuninya.

Pendapat yang sahih menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya:
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 2)
Yakni hingga kalian dikubur dan menjadi penghuninya, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis sahih:


bahwa Rasulullah ﷺ mendatangi seorang lelaki Badui dalam rangka menjenguknya, lalu bersabda:
"Tidak mengapa, insya Allah disucikan."
Lelaki itu menjawab,
"Engkau katakan disucikan, tidak sebenarnya yang kurasakan adalah demam yang mengguncangkan seorang syekh (berusia lanjut) lagi sudah tua dan sudah dekat ke Liang kuburnya."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kalau begitu, itu yang terbaik."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’id Al-Asbahani, telah menceritakan kepada kami Hakkam ibnu Salim Ar-Razi, dari Amr ibnu Abu Qais, dari Al-Hajjaj, dari Al-Minhal, dari Zur ibnu Hubaisy, dari Ali yang mengatakan bahwa kami masih tetap meragukan tentang adanya siksa kubur sebelum diturunkan firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1 -2)

Imam Turmuzi telah meriwayatkan hadis ini dari Abu Kurajb, dari Hakkam ibnu Salim dengan sanad yang sama, lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Daud Al-Irdi, telah menceritakan kepada kami Abul Malih Ar-Ruqiy, dari Maimun ibnu Mahran yang mengatakan bahwa ketika aku sedang duduk di hadapan Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz, maka ia membaca firman-Nya:
Bermegah-megahan telah melalaikan kalian, sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 1-2)
Maka dia diam sebentar, lalu berkata,
"Hai Maimun, tiadalah kulihat kuburan itu melainkan dalam ziarahku, dan sudah merupakan keharusan bagi orang yang berziarah kembali ke tempat tinggalnya."
Abu Muhammad menjelaskan bahwa makna yang dimaksud dengan kembali ke tempat tinggalnya ialah ke surga atau ke neraka.

Hal yang sama telah disebutkan, bahwa pernah ada seorang lelaki Badui mendengar seorang lelaki membaca firman-Nya:
sampai kalian masuk ke dalam kubur.
(QS. At-Takatsur [102]: 2)
Lalu ia berkata,
"Demi Tuhan yang menguasai Ka’bah, ini artinya hari berbangkit."
Yakni sesungguhnya bagi orang yang menziarahi kubur pasti akan pergi dari kubur itu

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Takaatsur (102) Ayat 1

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Buraidah yang berkata,
“Ayat ini turun berkenaan dengan dua kabilah dari golongan Anshar, yaitu Bani Haritsah dan Bani Harits yang saling membanggakan diri dan merasa lebih baik dari yang lain.
Satu pihak berkata,
‘Apakah pada kalian ada yang seperti si fulan dan si fulan?’ pihak yang satu lagi juga melakukan hal serupa.
Mereka saling membanggakan diri dalam hal orang-orang yang masih hidup.

Selanjutnya, mereka saling berkata,
‘Mari pergi ke pekuburan.’ Disana, sambil menunjuk-nunjuk ke kuburan, kedua pihak juga saling berkata,
‘Apakah pada kalian ada yang sehebat si Fulan dan si Fulan?!’ Allah menurunkan ayat, ‘Bemegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur.’ ”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ali yang berkata,
“Sebelumnya, kami agak ragu terhadap keberadaan azab kubur hingga turunlah ayat, ‘Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.’ Sampai ayat 4, ‘Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui,’ yang berbicara tentang azab kubur.”

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Unsur Pokok Surah At Takaatsur (التكاثر‎‎)

Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar.

Dinamai "At Takaatsur" (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya.
Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya.
▪ Manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga banggakannya itu.

Ayat-ayat dalam Surah At Takaatsur (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Takaatsur (102) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Takaatsur (102) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Takaatsur ayat 1 - Gambar 1 Surah At Takaatsur ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 102:1
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah At Takaatsur.

Surah At-Takasur (bahasa Arab:التكاثر) adalah surah ke-102 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Kausar.
Dinamai At-Takasur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At-Takasur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 102
Nama Surah At Takaatsur
Arab التكاثر‎‎
Arti Bermegah-megahan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 16
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 28
Jumlah huruf 123
Surah sebelumnya Surah Al-Qari’ah
Surah selanjutnya Surah Al-‘Asr
Sending
User Review
4.2 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

102:1, 102 1, 102-1, Surah At Takaatsur 1, Tafsir surat AtTakaatsur 1, Quran At Takasur 1, At Takatsur 1, At-Takasur 1, Surah At Takaatsur ayat 1

Video Surah

102:1


More Videos

Ayat Pilihan

Allah berfirman kepada Musa,
“Aku telah kabulkan apa yang kau minta. Ini karunia untukmu. Sebelumnya, Kami juga telah berimu karunia lain tanpa diminta, ketika Kami ilhamkan kepada ibumu sebuah ilham yang kelak merupakan sumber hidupmu”
QS. Ta Ha [20]: 36-38

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu,
lalu (hati) kamu menjadi puas.
QS. Ad-Duha [93]: 4-5

Apa yang di sisimu akan lenyap,
dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
QS. An-Nahl [16]: 96

Ya’qub menjawab:
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan & kesedihanku,
dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”.
QS. Yusuf [12]: 86

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

+

Array

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

Ashabul Kahfi

Siapa itu Ashabul Kahfi? Sekumpulan pemuda pengikut Nabi Allah ﷻ iaitu Nabi Isa `alaihis salam yang berdakwah kepada kaumnya supaya mentauhidkan Allah ﷻ tetapi telah mendapat tentangan yang hebat....

Al Awwal

Apa itu Al Awwal? Allah itu Al-Awal ◀ Dia adalah Yang Maha Awal dari segala sesuatu. Dialah Sang Pencipta, dan tidaklah mungkin Sang Pencipta diawali oleh ciptaan-Nya. Allah adalah Dzat Yang Menga...

Rasul

Siapa itu Rasul? Rasul adalah seseorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari’at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap rasul pasti seorang nabi, namu...