Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taghaabun (Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan) – surah 64 ayat 9 [QS. 64:9]

یَوۡمَ یَجۡمَعُکُمۡ لِیَوۡمِ الۡجَمۡعِ ذٰلِکَ یَوۡمُ التَّغَابُنِ ؕ وَ مَنۡ یُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰہِ وَ یَعۡمَلۡ صَالِحًا یُّکَفِّرۡ عَنۡہُ سَیِّاٰتِہٖ وَ یُدۡخِلۡہُ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَاۤ اَبَدًا ؕ ذٰلِکَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِیۡمُ
Yauma yajma’ukum liyaumil jam’i dzalika yaumuttaghaabuni waman yu’min billahi waya’mal shaalihan yukaffir ‘anhu sai-yi-aatihi wayudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa abadan dzalikal fauzul ‘azhiim(u);
(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan.
Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah kemenangan yang agung.

―QS. At Taghaabun [64]: 9

The Day He will assemble you for the Day of Assembly – that is the Day of Deprivation.
And whoever believes in Allah and does righteousness – He will remove from him his misdeeds and admit him to gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever.
That is the great attainment.
― Chapter 64. Surah At Taghaabun [verse 9]

يَوْمَ hari

(The) Day
يَجْمَعُكُمْ Dia mengumpulkan kamu

He will assemble you
لِيَوْمِ di hari

for (the) Day
ٱلْجَمْعِ pengumpulan

(of) the Assembly,
ذَٰلِكَ demikian itu

that
يَوْمُ hari

(will be the) Day
ٱلتَّغَابُنِ dinampakkan kesalahan-kesalahan

(of) mutual loss and gain.
وَمَن dan barangsiapa

And whoever
يُؤْمِنۢ beriman

believes
بِٱللَّهِ kepada Allah

in Allah
وَيَعْمَلْ dan berbuat/beramal

and does
صَٰلِحًا kebaikan/saleh

righteous deeds
يُكَفِّرْ dan akan menutup/menghapus

He will remove
عَنْهُ dari padanya

from him
سَيِّـَٔاتِهِۦ kesalahan-kesalahannya

his evil deeds
وَيُدْخِلْهُ dan Dia akan memasukkannya

and He will admit him
جَنَّٰتٍ sorga

(to) Gardens
تَجْرِى mengalir

flow
مِن dari

from
تَحْتِهَا bawahnya

underneath it
ٱلْأَنْهَٰرُ sungai-sungai

the rivers,
خَٰلِدِينَ mereka kekal

abiding
فِيهَآ di dalamnya

therein
أَبَدًا selama-lamanya

forever.
ذَٰلِكَ demikan itu

That
ٱلْفَوْزُ keuntungan

(is) the success
ٱلْعَظِيمُ yang besar

the great.

Tafsir

Alquran

Surah At Taghaabun
64:9

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 9. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti Dia akan mengumpulkan orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian di suatu lapangan, sebagaimana firman-Nya:

ذٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوْعٌ لَّهُ النَّاسُ وَذٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُوْدٌ

Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). (Hud [11]: 103)


Firman Allah dalam ayat lain:

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَ .

لَمَجْمُوْعُوْنَ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ

Katakanlah,
"(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi."
(al-Waqi’ah [56]: 49-50)


Pada hari itulah nanti akan diteliti dan dibalas amal yang telah dilakukan setiap manusia di dunia ini.

Semua amal, baik berupa kesalahan atau kebenaran, akan terungkap pada hari itu.
Hari itulah yang dinamakan hari
"tagabun".

Orang-orang kafir yang telah menukar kehidupan akhirat dengan dunia yakni memilih kelezatan dunia dari kenikmatan akhirat, akan merugi dan tidak memperoleh keuntungan sedikit pun.
Sedangkan orang-orang mukmin yang telah mengorbankan dirinya untuk memperoleh surga, mereka itulah yang beruntung dan tak akan merugi sedikit pun.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan:


Tidak seseorang masuk surga melainkan diperlihatkan kepadanya tempat (yang pernah disediakan baginya) di neraka, seandainya ia berbuat keburukan agar menambah kesyukuran.
Dan tidaklah seseorang masuk neraka melainkan diperlihatkan kepadanya tempat (yang pernah disediakan baginya) di surga, seandainya ia berbuat kebaikan agar penyesalannya bertambah.

(Riwayat Ahmad dan Bukhari dari Abu Hurairah)


Orang-orang yang percaya kepada Allah dan taat kepada perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, niscaya dihapus semua kesalahan dan dosanya, serta diampuni dan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
Mereka kekal di dalamnya, tidak akan mati, dan tidak akan keluar dari sana.

Yang demikian itu adalah satu keuntungan dan kebahagiaan yang tiada taranya, karena telah terhindar dari kebinasaan dan kehancuran.
Allah ﷻ berfirman dalam ayat lain:

وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى .
جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا مَنْ تَزَكّٰى

Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.
Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.
(Tha Ha [20]: 75-76)

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Saat Allah mengumpulkan kalian, pada hari dikumpulkannya orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, Dia akan membalas segala perbuatan kalian.
Itulah hari penampakan segala kesalahan:
kesalahan orang-orang kafir karena mereka tidak beriman dan kesalahan orang-orang Mukmin yang meremehkan persoalan berbuat taat.


Barangsiapa beriman kepada Allah dan melakukan kebaikan, maka segala dosa-dosanya akan dihapus dan ia akan dimasukkan ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai untuk tinggal di situ selama-lamanya.
Balasan itu adalah suatu keberuntungan yang besar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah pada hari seluruh orang-orang terdahulu hingga orang-orang kemudian dikumpulkan oleh Allah.
Pada hari itu, akan ditampakkan kerugian para penghuni neraka karena mereka telah meninggalkan ketaatan kepada Allah.


Siapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta menjalankan ketaatan kepada-Nya niscaya Dia akan menghapus seluruh dosanya dan akan memasukkannya ke dalam surga yang sungai-sungainya mengalir dari bawah istana-istananya.
Mereka kekal di dalamnya untuk selamanya dan keberadaan mereka yang kekal di surga itu adalah keberuntungan besar yang sesungguhnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Ingatlah


(hari yang di waktu itu Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan) yakni hari kiamat


(itulah hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan) maksudnya orang-orang mukmin pada hari itu memperoleh keuntungan yang besar dari orang-orang kafir, karena orang-orang mukmin mengambil tempat-tempat tinggal dan istri-istri mereka di surga, seandainya mereka beriman.


(Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya) menurut suatu qiraat lafal yukaffir dan yudkhilhu dibaca nukaffir dan nudkhilhu


(ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah keberuntungan yang besar).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab).
(QS. At-Taghaabun [64]: 9)

Yaitu hari kiamat.
Dinamakan demikian karena pada hari itu dihimpunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala semua orang yang terdahulu dan yang terkemudian di suatu lapangan, yang suara penyeru terdengar oleh mereka semua dan tiada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mereka.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).
(QS. Hud [11]: 103)

Sama pula dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah,
"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal."
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 49-50)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan.
(QS. At-Taghaabun [64]: 9)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Taghabun merupakan salah satu dari nama lain bagi hari kiamat.
Demikian itu karena ahli surga membuat ahli neraka merasa iri hati.
Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah dan Mujahid.


Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa tiada iri hati yang lebih besar daripada saat ahli surga dimasukkan ke dalam surga dan ahli neraka dimasukkan ke dalam neraka.
Yakni saat itulah ahli neraka menyadari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya.
Menurut penulis, hal ini ditafsirkan oleh firman-Nya:

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah keberuntungan yang besar.
Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
(QS. At-Taghaabun [64]: 9-10)

Dalam pembahasan yang lalu telah ditafsirkan hal yang semisal berkali-kali.

Kata Pilihan Dalam Surah At Taghaabun (64) Ayat 9

FAWZ
فَوْز

Arti kata dasar fawz adalah mendapatkan kebaikan, kejayaan atau kemenangan disertai dengan keselamatan.

Selain fawz kata dasar lain yang sama maknanya adalah mafaaz dan mafaazah.

Kata mafaaz dan mafaazah juga dapat diartikan dengan tempat yang penuh dengan anugerah bagi orangorang yang berjaya dan juga dapat diartikan dengan alat yang menyebabkan berjaya.

Sedangkan orang mendapat anugerah dalam bahasa Arab disebut dengan faa’iz jamaknya faa’izuun

Kesemua bentuk kata di atas disebut dalam Al Qur’an kecuali kata faa’iz dalam bentuk tunggal.

Kata fawz diulang sembilan belas kali dalam Al Qur’an.

Sekali dalam bentuk fawzul kabiir yang artinya adalah kemenangan yang besar, yaitu dalam surah Al Buruuj (85), ayat 11.
Dua kali dalam bentuk fawzul mubiin yang artinya adalah kejayaan yang nyata, yaitu dalam surah:
-Al An’aam (6), ayat 16;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 30.
Sebanyak tiga belas kali ianya berbentuk fawzul ‘adzhiim dan tiga kali berbentuk fawzan ‘adzhiima yang keduanya berarti kemenengan yang agung, yaitu dalam surah:
An Nisaa‘ (4), ayat 13, 73;
-Al Maa’idah (5), ayat 119;
At Taubah (9), ayat 72, 89, 100, 111;
Yunus (10), ayat 64;
Al Ahzab (33), ayat 71;
-Ash Shaffsat (37), ayat 60;
-Al Mu’min (40), ayat 9;
Ad Dukhaan (44), ayat 57;
Al Fath (48), ayat 5;
Al Hadid (57), ayat 12;
Ash Shaff (61), ayat 12;
-At Taghaabun (64), ayat 9.
Yang dimaksud dengan kejayaan yang nyata, besar dan agung pada sebahagian besar ayat-ayat tersebut adalah anugerah agung di akhirat berupa masuk ke syurga selama-lamanya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan penuh dengan karunia serta rahmat Allah, dijauhkan dari api neraka dan diampuni semua dosa.
Kejayaan seperti ini akan diperoleh orang-orang yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang beramal salih.

Khusus pada surah Yunus (10), ayat 64, diterangkan bahwa kejayaan agung yang diperoleh orang yang beriman dan bertakwa bukan hanya berupa kenikmatan di akhirat saja, melainkan ia termasuk kebahagiaan yang menggembirakan di dunia juga, seperti merasakan rasa kasih sayang di antara sesama orang beriman, pujian yang baik, mimpi yang baik (Ar Ru’ya Ash Salihan) dan juga kemudahan yang diberikan Allah untuk melakukan amal kebajikan dan akhlak yang mulia serta dijauhkan dari perilaku yang tercela.

Sedangkan dalam surah An Nisaa‘ (4), ayat 73, yang dimaksudkan dengan fawzan ‘adzhiimaadalah kemenangan tentara muslim dalam perang.
Pada ayat tersebut diceritakan bahawa setelah tentara muslim menang dalam peperangan dan memperoleh banyak harta rampasan perang, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang menyesal dan beranganangan sembari berkata: ”Alangkah baiknya kalau aku turut serta bersama-sama mereka, supaya aku juga beroleh kemenangan yang amat besar"

Kata mafaaza disebut sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah An Naba‘ (78), ayat 31. Sama dengan sebahagian besar ayat di atas, kata mafaaza pada ayat ini artinya adalah tempat yang penuh kemenangan, yaitu syurga.
Tempat ini akan diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa.

Adapun kata mafaazah disebut dalam Al Qur’an dua kali, yaitu dalam surah:
-Ali’Imran (3), ayat 188;
Az Zumar (39), ayat 61.
Artinya juga hampir serupa dengan arti-arti sebelumnya, yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam syurga.

Pada surah Ali Imran (3), ayat 188 ditegaskan bahawa orang-orang kafir yang bergembira dengan perilaku dan ucapan dosa yang mereka lakukan, dan suka dipuji dengan apa yang mereka tidak lakukan, mereka tidak akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab dan siksa Allah.
Namun sebaliknya orang-orang yang bertakwa akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab neraka, karena mereka mempunyai alat untuk menyelamatkan diri (mafaazah), yaitu ketakwaan.

Sedangkan kata faa’izuun diulang empat empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
At Taubah (9), ayat 20;
-Al Mu’minuun (23), ayat 111;
An Nuur (24), ayat 52;
Al Hasyr (59), ayat 20.
Orang-orang berjaya yang disebut dalam ayat-ayat tersebut adalah:

1.Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka.
(surah At Taubah (9), ayat 20).

2. Orang-orang yang memohon kepada Allah dengan berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik." Mereka juga terus bersabar atas cemoohan dan ejekan orang-orang kafir terhadap keyakinan dan ucapan mereka.
(Al Mu’minuun (23), ayat 111).

3. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah.
(An Nuur (24), ayat 52).

4. Mereka adalah ahli syurga (Al Hasyr (59), ayat 20)

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 428-430

Unsur Pokok Surah At Taghaabun (التغابن)

Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim.

Nama At Taghaabun, diambil dari kata "at taghaabun" yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya:
hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Keimanan:

▪ Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Penjelasan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala serta keluasan ilmu-Nya.
▪ Penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum:

▪ Perintah ta’at kepada Allah dan Rasul.
▪ Perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Peringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang dahulu yang mendurhakai Rasulrasul.
▪ Di antara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya.
▪ Harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

Ayat-ayat dalam Surah At Taghaabun (18 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Lihat surah lainnya

Audio

QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 18 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 18

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taghaabun ayat 9 - Gambar 1 Surah At Taghaabun ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 64:9
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah At Taghaabun.

Surah At-Tagabun (Arab: التّغابن , “Hari Ditampakkan Segala Kesalahan”) adalah surah ke-64 dalam al Qur’an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Nomor Surah64
Nama SurahAt Taghaabun
Arabالتغابن
ArtiHari dinampakkan kesalahan-kesalahan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu108
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat18
Jumlah kata242
Jumlah huruf1091
Surah sebelumnyaSurah Al-Munafiqun
Surah selanjutnyaSurah At-Talaq
Sending
User Review
4.9 (21 votes)
Tags:

64:9, 64 9, 64-9, Surah At Taghaabun 9, Tafsir surat AtTaghaabun 9, Quran At Taghabun 9, At-Tagabun 9, Surah At Tagabun ayat 9

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 102 [QS. 2:102]

Dan mereka, yakni sebagian pendeta-pendeta Yahudi yang meninggalkan Taurat, mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Ketika Rasulullah menye butkan Sulaiman sebagai seor … 2:102, 2 102, 2-102, Surah Al Baqarah 102, Tafsir surat AlBaqarah 102, Quran Al-Baqarah 102, Surah Al Baqarah ayat 102

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 71 [QS. 5:71]

Allah akan selalu memperingatkan manusia yang melakukan kesalahan, tetapi kaum Yahudi mengabaikan hal ini, dan mereka mengira bahwa dengan status yang dianugerahi kelebihan, maka tidak akan terjadi be … 5:71, 5 71, 5-71, Surah Al Maa’idah 71, Tafsir surat AlMaaidah 71, Quran Al Maidah 71, AlMaidah 71, Al-Ma’idah 71, Surah Al Maidah ayat 71

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Benar! Kurang tepat!

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

+

Array

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu … al-Ikhlas al-Fatihah an-Nash al-Alaq al-Qadr Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui … hadits ilmu

Pendidikan Agama Islam #29

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta? Nabi Sulaiman Nabi Isa Nabi Musa Nabi Ibrahim Nabi Nuh Benar! Kurang

Instagram