Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. At Taghaabun (Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan) - surah 64 ayat 2 [QS. 64:2]

ہُوَ الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ فَمِنۡکُمۡ کَافِرٌ وَّ مِنۡکُمۡ مُّؤۡمِنٌ ؕ وَ اللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِیۡرٌ
Huwal-ladzii khalaqakum faminkum kaafirun waminkum mu’minun wallahu bimaa ta’maluuna bashiirun;
Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
―QS. At Taghaabun [64]: 2

Daftar isi

It is He who created you, and among you is the disbeliever, and among you is the believer.
And Allah, of what you do, is Seeing.
― Chapter 64. Surah At Taghaabun [verse 2]

هُوَ Dia

He
ٱلَّذِى yang

(is) the One Who
خَلَقَكُمْ menciptakan kalian

created you
فَمِنكُمْ maka diantara kamu

and among you
كَافِرٌ kafir

(is) a disbeliever
وَمِنكُم dan antara kamu

and among you
مُّؤْمِنٌ orang yang beriman

(is) a believer.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
بِمَا terhadap apa

of what
تَعْمَلُونَ kamu kerjakan

you do
بَصِيرٌ Maha Melihat

(is) All-Seer.

Tafsir Quran

Surah At Taghaabun
64:2

Tafsir QS. At-Taghaabun (64) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allahlah yang menciptakan semua yang ada menurut kehendak-Nya.
Allah ﷻ berfirman:

اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
(Az-Zumar [39]: 62)

Pada dasarnya manusia ketika dilahirkan dalam keadaan fitrah, tetapi sebagian dari manusia itu memilih kekafiran yang bertentangan dengan fitrahnya dan sebahagian lagi memilih iman sesuai dengan tuntutan fitrahnya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam).
Maka kedua orang tualah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Andaikata manusia itu mau memikirkan kejadiannya dan kejadian yang ada di alam raya ini, pasti cukup menjadi jaminan bagi manusia untuk kembali kepada yang hak dengan memilih iman, dan mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya.
Akan tetapi, manusia itu tidak sadar dan insaf atas semuanya itu, sehingga terjadilah perpecahan, mengingkari Tuhan yang menciptakannya, serta nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya.

Selayaknya manusia itu menginsafi bahwa Allah melihat segala yang dikerjakannya, dan di akhirat nanti dia akan diberi balasan terhadap semua itu.
Yang baik dibalas dengan surga, sedangkan yang jahat dibalas dengan siksaan dan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sejahat-jahat tempat kediaman, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
(Al-Furqaan [25]: 66)

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hanya Dia yang menciptakan kalian dari ketiadaan.
Lalu sebagian dari kalian mengingkari ketuhanan-Nya dan sebagian lain meyakininya.


Allah Maha Melihat segala perbuatan kalian dan akan membalasnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dialah Allah yang telah menciptakan kalian dari sesuatu yang tidak ada.
Sebagian kalian mendustakan ketuhanan-Nya, sebagian kalian membenarkan-Nya dan mengamalkan syariat-Nya.


Dia Maha Melihat perbuatan kalian, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengawasan-Nya.
Dia akan memberi balasan setimpal akan hal itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dialah Yang menciptakan kalian maka di antara kalian ada yang kafir dan di antara kalian ada yang beriman) menurut asal kejadiannya, kemudian Dia mematikan kalian, lalu Dia menghidupkan kalian dalam keadaan seperti itu.


(Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dialah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan ada yang beriman.
(QS. At-Taghaabun [64]: 2)

Yakni Dialah Yang menciptakan kamu dalam gambaran seperti ini karena Dia menghendaki kamu seperti itu, maka sudah dipastikan adanya orang yang beriman dan orang yang kafir.
Dia Maha Melihat siapakah yang berhak mendapat hidayah (petunjuk) dan siapakah yang berhak mendapat kesesatan (dari kamu).
Dia Maha Menyaksikan semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya, dan kelak Dia akan mengadakan pembalasan terhadap mereka atas semuanya itu dengan pembalasan yang sempurna.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS. At-Taghaabun [64]: 2)

Kata Pilihan Dalam Surah At Taghaabun (64) Ayat 2

KAAFIR
كَافِر

Ism fa’il mufrad dari kata kafara, arti bahasanya tidak beriman dengan ketuhanan, kenabian, syari’at atau tidak beriman dengan kedua-duanya.
Apabila disandarkan kepada an ni’mah, ia bermakna ingkar pada nikmat dengan tidak mensyukurinya.

Al Kafawi berkata,
setiap sesuatu yang menutupi sesuatu dinamakan al kufr. Darinya terbit lafaz al kaafir karena dia menutupi nikmat Allah.

Ar Razi berkata,
al kufr dalam arti bahasa mempunyai dua makna.

Pertama, lawan kepada keimanan.
Kedua, juhuud an ni’mah atau ingkar pada nikmat dan lawan bagi syukur.

Sedangkan lafaz al kaafir mencakup makna malam yang gelap karena ia menutupi segala sesuatu.

Ibnu As Sikkiit berkata,
darinya dinamakan al kaafir karena ia menutupi nikmat Allah Kalimah dalam bentuk fa’il juga mengandung makna orang yang tidak beriman kepada Allah, rasul dan orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

Dalam bentuk ini, ia disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 41, 217;
Al Furqaan (25), ayat 55;
• At Taghaahbun (64), ayat 2;
• An Naba’ (78), ayat 40.
M. Quraish Shihab berkata,
" Al Qur’an menggunakan kufur untuk berbagai bagai makna.
Sementara pakar menguraikan lima jenis kekufuran.

Pertama, apa yang mereka namakan kufur juhuud yang terdiri dari dua macam yaitu mereka yang tidak mengakui wujud Allah seperti para atheis dan orang komunis.

Kedua, mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya karena dengki dan iri hati kepada pembawa kebenaran itu.

Kufur ketiga dalam makna tidak mensyukuri nikmat Allah seperti yang diisyaratkan dalam kata-kata Allah yang berarti,

"Sekiranya kamu bersyukur, pastilahku tambah bagi kamu (nikmatku) dan apabila kamu kafir, maka sesungguhnya seksaanku pastilah amat pedih."

Kufur yang keempat adalah kufur dengan meninggalkan atau tidak mengerjakan tuntunan agama, walaupun percaya.
Ini seperti firman Allah yang berarti,

”Apakah kamu percaya kepada sebahagian Al Kitab dan kafir terhadap sebahagian lainnya."

Yang kelima adalah kufur dalam makna tidak merestui dan melepaskan diri seperti firman Allah yang mengabadikan ucapan Nabi Ibrahim kepada umatnya,

"Kami kafir kepada kamu dan telah jelas antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya."

Di dalam Al Qur’an, ayat yang menyebut kata dalam bentuk ini yaitu kaafir mengandung makna juhuud atau ingkar untuk beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan dari Nya berupa kenabian, kitab, syari’at dan sebagainya.
Sebagaimana Allah berfirman,

وَءَامِنُوا۟ بِمَآ أَنزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوٓا۟ أَوَّلَ كَافِرٍۭ بِهِۦۖ

Ibnu Katsir berkata,
pertama kali yang kufur dalam ayat ini adalah dari Bani Israil karena orang Yahudi Madinah terlebih dahulu diperintahkan beriman dengan Al Quran, tetapi mereka kufur padanya.
Oleh karena itu, lazimnya mereka yang pertama sekali ingkar dari keturunan mereka.

Ataupun yang dimaknakan awwala yaitu pertama bukan bermakna yang paling dahulu, tetapi maknanya yang tampil ke depan dan giat mengingkarinya, hingga maknanya orang Yahudi adalah orang yang giat dan tampil ke depan sebagai pemimpin dalam mengingkari penurunan Al Qur’an.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:510-511

Unsur Pokok Surah At Taghaabun (التغابن)

Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim.

Nama At Taghaabun, diambil dari kata "at taghaabun" yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya:
hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Keimanan:

▪ Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Penjelasan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala serta keluasan ilmu-Nya.
▪ Penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum:

▪ Perintah ta’at kepada Allah dan Rasul.
▪ Perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Peringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang dahulu yang mendurhakai Rasulrasul.
▪ Di antara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya.
▪ Harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

Ayat-ayat dalam Surah At Taghaabun (18 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 18 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 18

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taghaabun ayat 2 - Gambar 1 Surah At Taghaabun ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 64:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah At Taghaabun.

Surah At-Tagabun (Arab: التّغابن , “Hari Ditampakkan Segala Kesalahan”) adalah surah ke-64 dalam al Qur’an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Nomor Surah 64
Nama Surah At Taghaabun
Arab التغابن
Arti Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 108
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 242
Jumlah huruf 1091
Surah sebelumnya Surah Al-Munafiqun
Surah selanjutnya Surah At-Talaq
Sending
User Review
4.2 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

64:2, 64 2, 64-2, Surah At Taghaabun 2, Tafsir surat AtTaghaabun 2, Quran At Taghabun 2, At-Tagabun 2, Surah At Tagabun ayat 2

Video Surah

64:2


More Videos

Kandungan Surah At Taghaabun

۞ QS. 64:1 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 64:2 • Al Bashir (Maha Melihat) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 64:3 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 64:4 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 64:5 • Azab orang kafir

۞ QS. 64:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 64:7 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 64:8 • Al Khabir (Maha Waspada) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 64:9 • Pahala iman • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 64:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 64:11 • Pahala iman • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 64:13 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 64:14 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Macam-macam fitnah • Toleransi Islam

۞ QS. 64:15 • Macam-macam fitnah • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 64:16 • Keistimewaan Islam • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 64:17 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 64:18 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) •

Ayat Pilihan

Katakanlah:
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya
dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya).
akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.
QS. Saba’ [34]: 36

وَمَنْ لَّمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَهٗ نُوْرًا فَمَا لَهٗ مِنْ نُّوْرٍ

Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.
QS. An-Nur [24]: 40

Hai sekalian manusia,
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,
dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan,
karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
QS. Al-Baqarah [2]: 168

Bersabarlah bersama orang yang menyeru Tuhannya di pagi & senja hari dengan mengharap keridaan-Nya,
jangan matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan dunia,
jangan ikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami
QS. Al-Kahf [18]: 28

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

+

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

Abdullah bin Jahsy

Siapa itu Abdullah bin Jahsy? Abdullah bin Jahsy bin Ri’ab bin Ya‘mur al-Asadi ) adalah seorang sahabat, sepupu, dan sekaligus saudara ipar Nabi Muhammad. Abdullah termasuk pemeluk Islam perta...

Syafa'at

Apa itu Syafa’at? Syafa’at adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafaat disebutkan pertama kali dala...

Almasih

Apa itu Almasih? Al.ma.sih yang diselamatkan; Kris yang diurapi; Isa Almasih … • al-Masih