Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taghaabun (Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan) – surah 64 ayat 2 [QS. 64:2]

ہُوَ الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ فَمِنۡکُمۡ کَافِرٌ وَّ مِنۡکُمۡ مُّؤۡمِنٌ ؕ وَ اللّٰہُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ بَصِیۡرٌ
Huwal-ladzii khalaqakum faminkum kaafirun waminkum mu’minun wallahu bimaa ta’maluuna bashiirun;
Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
―QS. At Taghaabun [64]: 2

It is He who created you, and among you is the disbeliever, and among you is the believer.
And Allah, of what you do, is Seeing.
― Chapter 64. Surah At Taghaabun [verse 2]

هُوَ Dia

He
ٱلَّذِى yang

(is) the One Who
خَلَقَكُمْ menciptakan kalian

created you
فَمِنكُمْ maka diantara kamu

and among you
كَافِرٌ kafir

(is) a disbeliever
وَمِنكُم dan antara kamu

and among you
مُّؤْمِنٌ orang yang beriman

(is) a believer.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
بِمَا terhadap apa

of what
تَعْمَلُونَ kamu kerjakan

you do
بَصِيرٌ Maha Melihat

(is) All-Seer.

Tafsir

Alquran

Surah At Taghaabun
64:2

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa Allahlah yang menciptakan semua yang ada menurut kehendak-Nya.
Allah ﷻ berfirman:

اَللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
(az-Zumar [39]: 62)


Pada dasarnya manusia ketika dilahirkan dalam keadaan fitrah, tetapi sebagian dari manusia itu memilih kekafiran yang bertentangan dengan fitrahnya dan sebahagian lagi memilih iman sesuai dengan tuntutan fitrahnya, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:


Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam).
Maka kedua orang tualah yang akan menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Andaikata manusia itu mau memikirkan kejadiannya dan kejadian yang ada di alam raya ini, pasti cukup menjadi jaminan bagi manusia untuk kembali kepada yang hak dengan memilih iman, dan mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya.
Akan tetapi, manusia itu tidak sadar dan insaf atas semuanya itu, sehingga terjadilah perpecahan, mengingkari Tuhan yang menciptakannya, serta nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya.

Selayaknya manusia itu menginsafi bahwa Allah melihat segala yang dikerjakannya, dan di akhirat nanti dia akan diberi balasan terhadap semua itu.
Yang baik dibalas dengan surga, sedangkan yang jahat dibalas dengan siksaan dan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sejahat-jahat tempat kediaman, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
(al-Furqan [25]: 66)

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hanya Dia yang menciptakan kalian dari ketiadaan.
Lalu sebagian dari kalian mengingkari ketuhanan-Nya dan sebagian lain meyakininya.


Allah Maha Melihat segala perbuatan kalian dan akan membalasnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dialah Allah yang telah menciptakan kalian dari sesuatu yang tidak ada.
Sebagian kalian mendustakan ketuhanan-Nya, sebagian kalian membenarkan-Nya dan mengamalkan syariat-Nya.


Dia Maha Melihat perbuatan kalian, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengawasan-Nya.
Dia akan memberi balasan setimpal akan hal itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dialah Yang menciptakan kalian maka di antara kalian ada yang kafir dan di antara kalian ada yang beriman) menurut asal kejadiannya, kemudian Dia mematikan kalian, lalu Dia menghidupkan kalian dalam keadaan seperti itu.


(Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dialah yang menciptakan kamu, maka di antara kamu ada yang kafir dan ada yang beriman.
(QS. At-Taghaabun [64]: 2)

Yakni Dialah Yang menciptakan kamu dalam gambaran seperti ini karena Dia menghendaki kamu seperti itu, maka sudah dipastikan adanya orang yang beriman dan orang yang kafir.
Dia Maha Melihat siapakah yang berhak mendapat hidayah (petunjuk) dan siapakah yang berhak mendapat kesesatan (dari kamu).
Dia Maha Menyaksikan semua amal perbuatan hamba-hamba-Nya, dan kelak Dia akan mengadakan pembalasan terhadap mereka atas semuanya itu dengan pembalasan yang sempurna.
Untuk itulah maka disebutkan dalam firman selanjutnya:

Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(QS. At-Taghaabun [64]: 2)

Kata Pilihan Dalam Surah At Taghaabun (64) Ayat 2

KAAFIR
كَافِر

Ism fa’il mufrad dari kata kafara, arti bahasanya tidak beriman dengan ketuhanan, kenabian, syari’at atau tidak beriman dengan kedua-duanya.
Apabila disandarkan kepada an ni’mah, ia bermakna ingkar pada nikmat dengan tidak mensyukurinya.

Al Kafawi berkata,
setiap sesuatu yang menutupi sesuatu dinamakan al kufr. Darinya terbit lafaz al kaafir karena dia menutupi nikmat Allah.

Ar Razi berkata,
al kufr dalam arti bahasa mempunyai dua makna.

Pertama, lawan kepada keimanan.
Kedua, juhuud an ni’mah atau ingkar pada nikmat dan lawan bagi syukur.

Sedangkan lafaz al kaafir mencakup makna malam yang gelap karena ia menutupi segala sesuatu.

Ibn As Sikkiit berkata,
darinya dinamakan al kaafir karena ia menutupi nikmat Allah Kalimah dalam bentuk fa’il juga mengandung makna orang yang tidak beriman kepada Allah, rasul dan orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

Dalam bentuk ini, ia disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 41, 217;
Al Furqaan (25), ayat 55;
-At Taghaahbun (64), ayat 2;
An Naba‘ (78), ayat 40.
M.
Quraish Shihab berkata,
" Al Qur’an menggunakan kufur untuk berbagai bagai makna.
Sementara pakar menguraikan lima jenis kekufuran.

Pertama, apa yang mereka namakan kufur juhuud yang terdiri dari dua macam yaitu mereka yang tidak mengakui wujud Allah seperti para atheis dan orang komunis.

Kedua, mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya karena dengki dan iri hati kepada pembawa kebenaran itu.

Kufur ketiga dalam makna tidak mensyukuri nikmat Allah seperti yang diisyaratkan dalam kata-kata Allah yang berarti,

"Sekiranya kamu bersyukur, pastilahku tambah bagi kamu (nikmatku) dan apabila kamu kafir, maka sesungguhnya seksaanku pastilah amat pedih."

Kufur yang keempat adalah kufur dengan meninggalkan atau tidak mengerjakan tuntunan agama, walaupun percaya.
Ini seperti firman Allah yang berarti,

”Apakah kamu percaya kepada sebahagian Al Kitab dan kafir terhadap sebahagian lainnya."

Yang kelima adalah kufur dalam makna tidak merestui dan melepaskan diri seperti firman Allah yang mengabadikan ucapan Nabi Ibrahim kepada umatnya,

"Kami kafir kepada kamu dan telah jelas antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya."

Di dalam Al Qur’an, ayat yang menyebut kata dalam bentuk ini yaitu kaafir mengandung makna juhuud atau ingkar untuk beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan dari Nya berupa kenabian, kitab, syari’at dan sebagainya.
Sebagaimana Allah berfirman,

وَءَامِنُوا۟ بِمَآ أَنزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوٓا۟ أَوَّلَ كَافِرٍۭ بِهِۦۖ

Ibn Katsir berkata,
pertama kali yang kufur dalam ayat ini adalah dari Bani Israil karena orang Yahudi Madinah terlebih dahulu diperintahkan beriman dengan Al Quran, tetapi mereka kufur padanya.
Oleh karena itu, lazimnya mereka yang pertama sekali ingkar dari keturunan mereka.

Ataupun yang dimaknakan awwala yaitu pertama bukan bermakna yang paling dahulu, tetapi maknanya yang tampil ke depan dan giat mengingkarinya, hingga maknanya orang Yahudi adalah orang yang giat dan tampil ke depan sebagai pemimpin dalam mengingkari penurunan Al Qur’an.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 510-511

Unsur Pokok Surah At Taghaabun (التغابن)

Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim.

Nama At Taghaabun, diambil dari kata "at taghaabun" yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya:
hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Keimanan:

▪ Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Penjelasan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala serta keluasan ilmu-Nya.
▪ Penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum:

▪ Perintah ta’at kepada Allah dan Rasul.
▪ Perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-lain:

▪ Peringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang dahulu yang mendurhakai Rasulrasul.
▪ Di antara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya.
▪ Harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

Ayat-ayat dalam Surah At Taghaabun (18 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Lihat surah lainnya

Audio

QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 18 + Terjemahan Indonesia

QS. At-Taghaabun (64) : 1-18 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 18

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taghaabun ayat 2 - Gambar 1 Surah At Taghaabun ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 64:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah At Taghaabun.

Surah At-Tagabun (Arab: التّغابن , “Hari Ditampakkan Segala Kesalahan”) adalah surah ke-64 dalam al Qur’an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Nomor Surah64
Nama SurahAt Taghaabun
Arabالتغابن
ArtiHari dinampakkan kesalahan-kesalahan
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu108
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat18
Jumlah kata242
Jumlah huruf1091
Surah sebelumnyaSurah Al-Munafiqun
Surah selanjutnyaSurah At-Talaq
Sending
User Review
4.2 (14 votes)
Tags:

64:2, 64 2, 64-2, Surah At Taghaabun 2, Tafsir surat AtTaghaabun 2, Quran At Taghabun 2, At-Tagabun 2, Surah At Tagabun ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 110 [QS. 21:110]

110. Sikap kamu menolak ajaran Allah terbuka maupun tertutup dalam hati kamu bagi Allah sama saja. Sungguh, Dia, mengetahui perkataan yang kamu ucapkan dengan terang-terangan, dan mengetahui pula apa … 21:110, 21 110, 21-110, Surah Al Anbiyaa 110, Tafsir surat AlAnbiyaa 110, Quran Al-Anbya 110, Al Anbiya 110, Alanbiya 110, Al-Anbiya’ 110, Surah Al Anbiya ayat 110

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 130 [QS. 3:130]

Kaum kafir membiayai perang, termasuk Perang Uhud, dengan harta yang mereka peroleh dengan cara riba. Oleh karena itu Allah mengingatkan, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba, … 3:130, 3 130, 3-130, Surah Ali Imran 130, Tafsir surat AliImran 130, Quran Al Imran 130, Surah Ali Imran ayat 130

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #18

Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu … agamaku untuk selamanya untukku agamaku untukmu agamamu aku tidak menyembah apa yang kamu

Pendidikan Agama Islam #10

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama … 23 tahun 33 tahun 3 tahun

Pendidikan Agama Islam #4

Aurat dari tubuh pria adalah mulai … dari pusar ke lutut dari leher ke pergelangan kaki dari siku ke lutut

Instagram