QS. At Taghaabun (Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan) – surah 64 ayat 15 [QS. 64:15]

اِنَّمَاۤ اَمۡوَالُکُمۡ وَ اَوۡلَادُکُمۡ فِتۡنَۃٌ ؕ وَ اللّٰہُ عِنۡدَہٗۤ اَجۡرٌ عَظِیۡمٌ
Innamaa amwaalukum wa-aulaadukum fitnatun wallahu ‘indahu ajrun ‘azhiimun;

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.
―QS. 64:15
Topik ▪ Zuhud ▪ Perhatian terhadap dunia ▪ Ilmu manusia sedikit
64:15, 64 15, 64-15, At Taghaabun 15, AtTaghaabun 15, At Taghabun 15, At-Tagabun 15

Tafsir surah At Taghaabun (64) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taghaabun (64) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa cinta terhadap harta dan anak adalah cobaan.
Jika tidak berhati-hati, akan mendatangkan bencana.
Tidak sedikit orang, karena cintanya yang berlebihan kepada harta dan anaknya, berani berbuat yang bukan-bukan dan melanggar ketentuan agama.
Dalam ayat ini, harta didahulukan dari anak karena ujian dan bencana harta itu lebih besar, sebagaimana firman Allah:

Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.
(Q.S. Al-‘Alaq [96]: 6-7)

Dijelaskan pula dalam sabda Nabi ﷺ.
Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat ada cobaan dan sesungguhnya cobaan umatku (yang berat) ialah harta,
(Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, ath-thabrani, dan al-hakim, dari Ka’ab bin ‘Iyadh)

Kalau manusia dapat menahan diri, tidak akan berlebihan cintanya kepada harta dan anaknya, jika cintanya kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada yang lain, maka ia akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya harta dan anak kalian itu adalah cobaan.
Allah memiliki balasan amat besar yang diperuntukkan bagi mereka yang lebih mengutamakan taat kepada Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan) bagi kalian yang melupakan kalian dari perkara-perkara akhirat (dan di sisi Allah lah pahala yang besar) maka janganlah kalian lewatkan hal ini, karena kalian sibuk dengan harta benda dan anak-anak kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allah-lah pahala yang besar.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 15)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa sesungguhnya harta dan anak-anak itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah bagi makhluk-Nya, agar dapat dijelaskan siapa orang yang taat kepada-Nya dan siapa yang durhaka terhadap-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

di sisi Allah-lah.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 15)

kelak di hari kiamat.

pahala yang besar.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 15)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 14)

dan ayat yang berikutnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepadaku Husain ibnu Waqid, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Buraidah, bahwa ia pernah mendengar Abu Buraidah mengatakan, “Dahulu Rasulullah ﷺ ketika sedang berkhotbah, datanglah Al-Hasan dan Al-Husain r.a.
yang mengenakan baju gamis merah, keduanya berjalan dengan langkah yang tertatih-tatih.
Maka Rasulullah ﷺ langsung turun dari mimbarnya dan menggendong keduanya, lalu mendudukkan keduanya di hadapannya, kemudian bersabda: Allah dan Rasul-Nya benar, sesungguhnya harta dan anak-anak kalian hanyalah cobaan.
Aku memandang kedua anak ini yang berjalan dengan langkah yang tertatih-tatih, maka aku tidak sabar lagi hingga terpaksa aku putuskan pembicaraanku dan, menggendong keduanya’.

Ahlus Sunan telah meriwayatkan hadis ini melalui Husain ibnu Waqid dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, sesungguhnya kami mengetahui hadis ini hanya melalui hadisnya (Husain ibnu Waqid).’

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuraih ibnun Nu’man, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Mujalid, dari Asy-Sya’bi, telah menceritakan kepada kami Al-Asy’as ibnu Qais yang mengatakan bahwa aku datang menghadap kepada Rasulullah ﷺ dalam delegasi Kindah, lalu beliau ﷺ bertanya kepadaku, “Apakah engkau punya anak?”
Aku menjawab, “Ya, seorang putra yang baru dilahirkan untukku dari anak perempuan Hamd sebelum keberangkatanku kepada engkau.
Dan sesungguhnya aku berharap sekiranya kedudukannya diganti dengan kaum yang pemberani.” Maka Nabi ﷺ bersabda: Jangan sekali-kali kamu katakan demikian, karena sesungguhnya di antara mereka terdapat penyejuk hati dan pahala yang banyak bila mereka dicabut (nyawanya semasa kecil).
Kemudian Nabi ﷺ bersabda: Dan sesungguhnya jika kukatakan memang demikian, sesungguhnya mereka (anak-anak) itu benar-benar merupakan penyebab hati menjadi pengecut dan duka cita.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara munfarid.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Bakar, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Isa, dari Ibnu Abu Laila, dari Atiyyah, dari Abu Sa’id yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Anak itu adalah buah hati, dan sesungguhnya mereka itu penyebab hati menjadi pengecut, sifat menjadi kikir, dan sumber kesedihan.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa kami tidak mengenal hadis ini kecuali melalui sanad ini.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasim ibnu Marsad, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Iyasy, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepadakuDamdam ibnu Zur’ah, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Abu Malik Al-Asy’ari, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Musuhmu itu bukanlah orang yang jika kamu bunuh, maka kemenangan bagimu; dan jika dia membunuhmu, maka kamu masuk surga.
Tetapi barangkali yang menjadi musuhmu itu adalah anakmu yang keluar dari sulbimu sendiri.
Kemudian musuh bebuyutanmu adalah harta yang kamu miliki.


Informasi Surah At Taghaabun (التغابن)
Surat ini terdiri atas 18 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat At Tahrim.

Nama At Taghaabun, diambil dari kata “at taghaabun” yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya:
hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.

Keimanan:

Seluruh isi alam bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala,
penjelasan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala serta keluasan ilmu-Nya
penegasan bahwa semua yang terjadi dalam alam ini adalah atas izin Allah.

Hukum:

Perintah ta’at kepada Allah dan Rasul
perintah supaya bertakwa dan menafkahkan harta.

Lain-lain:

Peringatan kepada orang-orang kafir tentang nasib orang-orang dahulu yang mendurhakai Rasul-rasul
di antara isteri-isteri dan anak-anak seseorang ada yang menjadi musuh baginya
harta dan anak-anak adalah cobaan dan ujian bagi manusia.

Ayat-ayat dalam Surah At Taghaabun (18 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taghaabun (64) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taghaabun (64) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taghaabun (64) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taghaabun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 18 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 64:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taghaabun.

Surah At-Tagabun (Arab: التّغابن , "Hari Ditampakkan Segala Kesalahan") adalah surah ke-64 dalam al Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat.
Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan.

Nomor Surah 64
Nama Surah At Taghaabun
Arab التغابن
Arti Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 108
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 18
Jumlah kata 242
Jumlah huruf 1091
Surah sebelumnya Surah Al-Munafiqun
Surah selanjutnya Surah At-Talaq
4.9
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta