Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Asy Syu'araa

Asy Syu’araa (Penyair) surah 26 ayat 84


وَ اجۡعَلۡ لِّیۡ لِسَانَ صِدۡقٍ فِی الۡاٰخِرِیۡنَ
Waaj’al lii lisaana shidqin fii-aakhiriin(a);

dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
―QS. 26:84
Topik ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi
26:84, 26 84, 26-84, Asy Syu’araa 84, AsySyuaraa 84, Asy Syuara 84, Asy Syu’ara 84, Asy-Syu’ara 84
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu'araa (26) : 84. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya Ibrahim berdoa agar nama baik beliau menjadi buah bibir yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, sehingga beliau menjadi suri teladan yang utama sampai hari Kiamat, ini pun dikabulkan Allah, sebagaimana firman-Nya:

Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, "Selamat sejahtera bagi Ibrahim." Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(As-Saffat: 108-110).

Janji Allah dalam ayat di atas dibuktikan kebenarannya dalam lembaran sejarah kenabian.
Banyak sekali dari keturunan Nabi Ibrahim yang menjadi nabi dan rasul Allah, baik dari keturunan Ismail ataupun dari keturunan Ishak.
Agama-agama besar di dunia (Islam, Kristen dan Yahudi) masing-masing menggolongkan agamanya kepada Nabi Ibrahim.Oleh sebab itu, beliau dimuliakan dan dihormati oleh berbagai agama menurut caranya masing-masing.
Berdasarkan keterangan ini, wajarlah andaikata mereka menganggap Ibrahim adalah seorang Yahudi (menurut pengakuan orang Yahudi).
Demikianlah pula halnya Ibrahim dipandang sebagai orang Nasrani (menurut kepercayaan agama Nasrani), sebab Isa Almasih putra Maryam juga masih keturunan Nabi Ibrahim.
Tegasnya dalam sejarah kenabian, ia dianggap sebagai bapak para nabi.
Akan tetapi, semua dugaan bahwa Ibrahim penganut Yahudi atau penganut agama tertentu tidak benar.
Al-Qur'an membantah keyakinan demikian:

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
(Ali 'Imran: 67)

Adapun pengertian buah tutur yang baik dalam doa ini ialah Nabi Muhammad.
Beliau memang keturunan Nabi Ibrahim (dari pihak Ismail) yang terakhir yang diangkat sebagai nabi dan rasul.
Risalah Nabi Muhammad (dan juga para nabi) adalah risalah agama tauhid.

Rasulullah sendiri dalam sebuah hadis mengatakan:

Aku ini (pelaksanaan bagi terkabulnya) doa Ibrahim.
(Riwayat Muslim dari 'Aisyah)

Pada hakikatnya agama yang disampaikan Nabi Muhammad merupakan lanjutan dari ajaran yang disampaikan Nabi Ibrahim.

Asy Syu'araa (26) ayat 84 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Asy Syu'araa (26) ayat 84 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Asy Syu'araa (26) ayat 84 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan jadikanlah diriku sebagai buah bibir yang baik dan kesan yang indah bagi umat-umat yang datang setelah aku, sehingga keharumanku tetap tercatat sampai hari kiamat nanti.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik) pujian yang baik (bagi orang-orang yang datang kemudian) maksudnya orang-orang yang datang sesudahku hingga hari kiamat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Berikan kepadaku sanjungan yang bagus dan nama yang indah pada orang-orang yang datang kepadaku sampai Hari Kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.
(Asy-Syu'ara': 84)

Yakni jadikanlah aku seorang yang menjadi buah tutur yang baik sesudahku yang selalu diingat dan dianuti dalam kebaikan.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(As-Saffat: 108-110)

Mujahid dan Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.
(Asy-Syu'ara': 84) Yaitu sanjungan yang baik.
Mujahid mengatakan bahwa semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia.
(An-NahI: 122), hingga akhir ayat.
Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala lainnya, yaitu: Dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia.
(Al-'Ankabut: 27), hingga akhir ayat.

Lais ibnu Abu Sulaim mengatakan bahwa semua agama mencintainya dan memihaknya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah.

Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu'araa" (kata jamak dari "Asy Syaa 'ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­ araa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta'ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur'an dituduh sebagai syair, Al Qur'an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur'an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya('Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu'ai'b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur'an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.


Gambar Kutipan Surah Asy Syu’araa Ayat 84 *beta

Surah Asy Syu'araa Ayat 84



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Asy Syu'araa

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (13 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku