QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 77 [QS. 26:77]

فَاِنَّہُمۡ عَدُوٌّ لِّیۡۤ اِلَّا رَبَّ الۡعٰلَمِیۡنَ
Fa-innahum ‘aduu-wun lii ilaa rabbal ‘aalamiin(a);

karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,
―QS. 26:77
Topik ▪ Ajakan masuk Islam
26:77, 26 77, 26-77, Asy Syu’araa 77, AsySyuaraa 77, Asy Syuara 77, Asy Syu’ara 77, Asy-Syu’ara 77

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 77

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Nabi Ibrahim menegaskan pendiriannya.
Pendirian seorang rasul Tuhan yang membawa risalah untuk menyebarkan paham tauhid (monoteisme) di kalangan kaumnya.
Beliau memproklamasikan diri sebagai musuh utama dari tuhan-tuhan mereka.
Menurutnya, yang berhak disembah hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan alam semesta.
Kepada-Nyalah manusia harus mengabdikan diri.
Keyakinan tauhid itu didasarkan pada beberapa alasan yang masuk akal.
Misi yang dibawa Nabi Ibrahim, juga pernah dibawa oleh nabi sebelumnya yakni Nuh.
Semua para nabi dan rasul membawa tugas pokok seperti itu.
Mereka di samping mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah, juga dengan terang-terangan memusuhi setiap bentuk penyembahan yang pada prinsipnya mempersekutukan Allah.
Nabi Nuh juga menentang kaumnya yang bermaksud mencelakakannya akibat seruannya untuk beriman, sebagaimana yang dilukiskan dalam firman Allah:

Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), dan janganlah keputusanmu itu dirahasiakan.
Kemudian bertindaklah terhadap diriku, dan janganlah kamu tunda lagi.

(Q.S. Yunus [10]: 71)

Demikian juga firman Allah menerangkan ucapan Nabi Hud ‘alaihis salam

Dia (Q.S. Hud [11]:) menjawab, “Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
(Hadid: 54)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sembahan kalian selain Allah ini adalah musuh-musuhku, juga musuh kalian.
Aku tidak akan menyembah mereka.
Hanya Sang Pencipta, Penguasa dan Pemelihara alam semesta yang aku sembah.
Dan aku akan selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Karena sesungguhnya apa yang kalian sembah itu adalah musuhku) aku tidak menyembah mereka (melainkan) aku hanya menyembah (Rabb semesta alam).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah adalah musuhku, karena saya hanya menyembah Rabb semesta alam dan pemilik urusannya, Dia-lah yang aku sembah satu-satunya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Apakah yang kalian sembah?
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 70)

Artinya, apakah berhala-berhala yang kalian sembah ini?

Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.”(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 71)

Yakni kami tekun menyembahnya dan menyerunya.

Berkata Ibrahim, “Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa) kalian sewaktu kalian berdoa (kepadanya)?
Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepada kalian atau memberi mudarat?” Mereka menjawab, “(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.”(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 72-74)

Yaitu mereka mengakui bahwa berhala-berhala mereka tidak dapat melakukan sesuatu pun dari hal tersebut.
Sesungguhnya mereka hanya melihat nenek moyang mereka berbuat demikian, lalu mereka bersegera mengikuti jejaknya.
Maka pada saat itu juga Ibrahim berkata kepada mereka:

“Maka apakah kalian telah memperhatikan apa yang selalu kalian sembah, kalian dan nenek moyang kalian yang dahulu?
Karena sesungguhnya apa yang kalian sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 75-77)

Maksudnya, jika berhala-berhala ini dapat melakukan sesuatu dan mempunyai pengaruh, silakan mereka melakukan perbuatan jahat terhadap diriku; karena sesungguhnya aku adalah musuh mereka, aku tidak mempedulikan mereka dan sama sekali tidak memikirkannya.
Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tentang perkataan Nuh yang disitir oleh firman-Nya:
karena itu bulatkanlah keputusan kalian dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutu kalian (untuk membinasakanku).
(Q.S. Yunus [10]: 71), hingga akhir ayat.

Hud berkata, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah oleh kamu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan dari selain-Nya.
Sebab itu, jalankanlah tipu daya kalian semuanya terhadapku dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku.
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhan kalian.
Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya.
Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Q.S. Hud [11]: 54-56)

Hal yang sama dikatakan oleh Ibrahim ‘alaihis salam saat berlepas diri dari berhala-berhala sembahan kaumnya, sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:

Bagaimana aku takut kepada sembahan yang kalian persekutukan (dengan Allah), padahal kalian tidak takut mempersekutukan Allah.
(Q.S. Al-An’am [6]: 81), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim (Q.S. Al-Mumtahanah [60]: 4)

sampai dengan firman-Nya:

Se­sampai kamu beriman kepada Allah saja.
(Q.S. Al-Mumtahanah [60]: 4)

Demikian pula dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.” Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 26-28)

Yakni kalimat ‘Tidak ada Tuhan selain Allah.’


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 77 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 77 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syu'araa (26) ayat 77 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 227 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 26:77
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu'araa.

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu'araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
4.6
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 26 77

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta