Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Syu'araa (Penyair) - surah 26 ayat 189 [QS. 26:189]

فَکَذَّبُوۡہُ فَاَخَذَہُمۡ عَذَابُ یَوۡمِ الظُّلَّۃِ ؕ اِنَّہٗ کَانَ عَذَابَ یَوۡمٍ عَظِیۡمٍ
Fakadz-dzabuuhu fa-akhadzahum ‘adzaabu yaumizh-zhullati innahu kaana ‘adzaaba yaumin ‘azhiimin;
Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap.
Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
―QS. Asy Syu’araa [26]: 189

Daftar isi

And they denied him, so the punishment of the day of the black cloud seized them.
Indeed, it was the punishment of a terrible day.
― Chapter 26. Surah Asy Syu’araa [verse 189]

فَكَذَّبُوهُ lalu mereka mendustakannya

But they denied him,
فَأَخَذَهُمْ maka menimpa mereka

so seized them
عَذَابُ azab

(the) punishment
يَوْمِ pada hari

(of the) day
ٱلظُّلَّةِ naungan/awan gelap

(of) the shadow.
إِنَّهُۥ sesungguhnya ia

Indeed, it
كَانَ adalah

was
عَذَابَ azab

(the) punishment
يَوْمٍ hari

(of) a Day
عَظِيمٍ yang besar

Great.

Tafsir Quran

Surah Asy Syu’araa
26:189

Tafsir QS. Asy-Syu’ara’ (26) : 189. Oleh Kementrian Agama RI

Karena penduduk Madyan tetap membangkang, Syuaib mengancam dengan menyuruh mereka menunggu azab yang akan didatangkan Allah.
Pada waktu yang dijanjikan Allah, datanglah malapetaka yang dahsyat menimpa mereka.

Pada hari itu, mereka merasakan terik panas yang sangat menyesakkan napas.
Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolong mereka dari keadaan yang demikian, apakah berupa naungan rumah, ataupun air yang dapat diminum, dan sebagainya.

Oleh karena itu, mereka ke luar ke tanah lapang dan bernaung di bawah segumpal awan yang menyejukkan.
Dalam keadaan demikian, turunlah azab Allah berupa sambaran petir yang dahsyat yang ke luar dari gumpalan awan itu, dengan suara yang keras, dan menyebabkan bumi berguncang.

Mereka semua mati tersungkur dengan muka tertelungkup ke tanah.
Keadaan mereka itu seperti keadaan kaum Nabi Saleh yang ditimpa azab Allah sebelumnya.

Adapun Nabi Syuaib dan orang-orang yang beriman diselamatkan Allah dari azab itu.

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 189. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Akan tetapi, mereka tetap bersikukuh mendustakan Syu’ayb.
Lalu Allah menurunkan kepada mereka cuaca yang sangat panas, sehingga membuat mereka berlarian tanpa membawa naungan apa-apa.


Tatkala mereka semua berkumpul di bawah naungan awan, Allah menimpakan kepada mereka gumpalan-gumpalan api.
Mereka pun binasa di hari yang luar biasa dahsyat itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Maka kaum Syu’aib terus mendustakannya, sehingga mereka diterjang hawa panas yang sangat.
Mereka mencari tempat berlindung dari panas tersebut, mereka menemukan awan dan berlindung di bawahnya, mereka merasakan angin yang sejuk dan hawa yang dingin.


Manakala mereka telah berkumpul di bawahnya, ia pun berubah menjadi api yang membakar mereka.
Kebinasaan mereka seluruhnya terjadi di hari yang sangat menakutkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan) yakni awan yang menaungi mereka sesudah hari yang panas sekali, kemudian awan itu menurunkan hujan api kepada mereka sehingga terbakarlah mereka semuanya


(sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Azab tersebut termasuk jenis dari apa yang dimintakan oleh mereka, yaitu ditimpakannya gumpalan dari langit kepada mereka.
Karena Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan azab yang menimpa mereka berupa panas yang tinggi selama tujuh hari, tiada sesuatu pun yang terlindungi dari panas tersebut.
Kemudian datanglah gumpalan awan yang besar menaungi mereka, lalu mereka pergi menuju arah awan itu dengan maksud menaungi diri mereka dengan naungannya dari sengatan panas yang sangat tinggi.
Setelah mereka semua kumpul di bawah awan besar itu, maka Allah menurunkan kepada mereka percikan api dari neraka dan luapan api yang sangat besar.
Bumi berguncang menggoyahkan mereka, dan mereka ditimpa oleh pekikan yang keras sehingga arwah mereka melayang, lalu binasalah mereka semuanya.
Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 189)

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan gambaran kebinasaan mereka dalam tiga tempat tinggal.
Setiap tempat tinggal sesuai dengan teksnya.
Di dalam surat Al-A’raf disebutkan bahwa mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
Demikian itu karena mereka telah mengatakan:

Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syu’aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami.
(QS. Al-A’raf [7]: 88)

Mereka menakut-nakuti Nabi Allah Syu’aib dan orang-orang yang mengikutinya, maka mereka ditimpa azab gempa bumi.
Dan di dalam surat Hud disebutkan:

dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur.
(QS. Hud [11]: 94)

Demikian itu karena mereka mengejek Nabi Syu’aib melalui perkataan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.
Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.
(QS. Hud [11]: 87)

Mereka mengatakan demikian dengan nada yang sinis dan mengejek serta sebagai penghinaan, maka sesuailah bila mereka ditimpa oleh pekikan yang mengguntur untuk membungkam mereka.
Karena itu, disebutkan oleh firmari-Nya:

dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur.
(Hud : 94), hingga akhir ayat.

Sedangkan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 187), hingga akhir ayat.

Yakni dengan nada ingkar dan tidak percaya akan terjadinya hal tersebut.
Maka sesuailah bila apa yang dianggap oleh mereka mustahil terjadi dikabulkan.

lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.
sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 189)

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa sesungguhnya Allah mengirimkan awan kepada mereka;
hingga manakala mereka semua telah berkumpul, maka Allah membuyarkan awan itu dari mereka dan memanggang mereka dengan sinar matahari sehingga terbakarlah mereka sebagaimana udang terbakar di atas penggorengan.

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan bahwa sesungguhnya penduduk Madyan diazab dengan tiga macam azab, yaitu gempa yang menimpa rumah tempat tinggal mereka sehingga mereka keluar darinya.
Setelah keluar dari rumahnya masing-masing, mereka tertimpa huru-hara yang sangat keras, lalu mereka lari bercerai-berai dan masuk kembali ke dalam rumah-rumah mereka, dan rumah-rumah mereka runtuh menimpa mereka.
Kemudian Allah mengirim awan kepada mereka.
Maka masuklah seseorang dari mereka ke bawah naungannya, lalu berkata,
"Aku belum pernah merasakan naungan yang segar lagi sejuk seperti hari ini.
Maka kemarilah semua, hai orang-orang!"
Kemudian mereka semuanya masuk ke bawah naungan awan itu, lalu terjadilah teriakan yang mengguntur sekali teriakan dan mereka semuanya mati karenanya.
Lalu Muhammad ibnu Ka’b membaca firman-Nya:
lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.
Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 189)

Muhammad ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Haris, telah menceritakan kepadaku Al-Hasan, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Zaid (saudara Hammad ibnu Zaid), telah menceritakan kepada kami Hatim ibnu Abu Sagir, telah menceritakan kepadaku Yazid Al-Bahili, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang makna firman-Nya:
lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 189), hingga akhir ayat.
Ibnu Abbas menjawab,
"Allah menimpakan kepada mereka gempa dan panas yang membakar sehingga membuat napas mereka terasa sesak, lalu mereka keluar dari rumahnya masing-masing melarikan diri menuju padang pasir.
Maka Allah mengirimkan kepada mereka awan dan menaungi mereka dari sengatan sinar matahari yang membakar.
Mereka merasakan kesejukan dan kesegaran di bawah naungan awan itu.
Lalu sebagian dari mereka memanggil sebagian yang lain untuk bergabung di bawah naungan awan tersebut.
Manakala mereka semua telah berkumpul di bawah naungan awan itu, lalu Allah menimpakan api kepada mereka."
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya,
"Itulah azab di hari mereka dinaungi oleh awan, sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar."

Kata Pilihan Dalam Surah Asy Syu’araa (26) Ayat 189

DZULLAH
ظُلَّة

Arti lafaz dzhullah ialah sesuatu yang digunakan untuk berteduh seperti kemah.
Bentuk jamaknya adalah dzhulalun.

Di dalam Al Qur’an dzhullah diulang dua kali yaitu dalam surah:
• Al A’raaf (7), ayat 171;
• Asy Syu’araa (26), ayat 189.

Dalam surah Al A’raaf (7), ayat 171 diceritakan ketika Bani Israil disumpah berjanji taat kepada ajaran yang dibawa Nabi Musa, Allah mengangkat Gunung Tursina ke atas mereka seolah-olah ia tempat berteduh dzhullah dan mereka menyangka gunung itu akan menimpa mereka.

Sedangkan dalam surah Asy Syu’araa (26), ayat 189 menceritakan tentang azab yang diterima oleh kaum Nabi Syu’alb karena mereka mendustakan ajaran Allah.
Azab yang diterima oleh mereka diistilahkan di dalam Al Qur’an sebagai dzhullah, makna harfiahnya ialah "azab siksa hari awan mendung"

Imam Ibnu Katsir menerangkan kaum Nabi Syu’aib diazab dengan cuaca yang panas selama tujuh hari, kemudian didatangkan awan di atas mereka, dan mereka pun berlindung di bawah awan itu dari panas.
Namun, setelah mereka berkumpul di bawah awan itu, turunlah titisan api, jilatan api yang menyala besar, sedangkan bumi yang di bawah mereka mengalami gempa yang dahsyat.

Adapun lafaz dzhulalun diulang di dalam Al Qur’an sebanyak empat kali yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 210;
Az Zumar (39), ayat 16 (dua kali);
Luqman (31), ayat 32.

Surah Al Baqarah (2), ayat 210 menegaskan orang yang ingkar pada ajaran yang benar dihadapkan Allah pada awanawan di hari kiamat yang berada di atas mereka, kemudian mereka diberi hukuman secara adil oleh Allah.

Surah Az Zumar (39), ayat 16 juga menegaskan orang kafir di neraka nanti disediakan lapisan-lapisan dari api yang menyerkup di atas mereka dan lapisan-lapisan dari api di bawah mereka.

Surah Luqman (31), ayat 32 menerangkan orang kafir apabila mereka dilamun serta diliputi oleh ombak yang besar seperti kelompok awan menyerkup, (dzhulalun). Pada saat itu, mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadanya semata-mata.
Kemudian apabila Allah menyelamatkan mereka ke daratan, sebahagian saja antara mereka yang bersikap adil lalu bersyukur kepada Allah serta mengesakannya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:362-363

Unsur Pokok Surah Asy Syu’araa (الشعراء)

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan "Asy Syu’araa" (kata jamak dari "Asy Syaa ‘ir" yang berarti penyair) diambil dari kata "Asy Syu­araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala secara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.

Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasulrasul, mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar-balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasulrasul.

Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Alquran dituduh sebagai syair, Alquran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

▪ Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasulrasul-Nya dan keselamatan mereka.
Alquran benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril `alaihis salam (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi takaran dan timbangan.
▪ Larangan menggubah syair yang berisi cacian-cacian, khurafatkhurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.
▪ Kisah Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya (Tsamud).
▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dengan kaumnya(‘Aad).
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Syu’ai’b `alaihis salam dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

▪ Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk-petunjuk agama.
▪ Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa.
▪ Petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya.
▪ Turunnya kitab Alquran dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitabkitab suci dahulu.

Audio Murottal

QS. Asy-Syu'araa (26) : 1-227 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 227 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Syu'araa (26) : 1-227 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 227

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Syu'araa ayat 189 - Gambar 1 Surah Asy Syu'araa ayat 189 - Gambar 2
Statistik QS. 26:189
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syu’araa.

Surah Asy-Syu’ara atau Surah Asy-Syu’ara’ adalah surah ke-26 dari Alquran.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu’ara (kata jamak dari Asy Sya’ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah 26
Nama Surah Asy Syu’araa
Arab الشعراء
Arti Penyair
Nama lain Tha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 47
Juz Juz 19
Jumlah ruku’ 11 ruku’
Jumlah ayat 227
Jumlah kata 1223
Jumlah huruf 5630
Surah sebelumnya Surah Al-Furqan
Surah selanjutnya Surah An-Naml
Sending
User Review
4.2 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

26:189, 26 189, 26-189, Surah Asy Syu'araa 189, Tafsir surat AsySyuaraa 189, Quran Asy Syuara 189, Asy Syu'ara 189, Asy-Syu'ara 189, Surah Asy Syuara ayat 189

Video Surah

26:189


More Videos

Kandungan Surah Asy Syu'araa

۞ QS. 26:4 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 26:5 Al Rahman (Maha Pengasih) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 26:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 26:8 • Orang mukmin kelompok minoritas • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:9 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:12 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:15 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Sama’ (mendengar)

۞ QS. 26:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:21 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:24 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:26 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:27 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:29 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:31 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:34 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:41 • Meminta upah dari sihir

۞ QS. 26:47 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:48 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:49 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:50 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 26:51 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:52 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:57 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:62 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 26:63 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:67 • Orang mukmin kelompok minoritas

۞ QS. 26:68 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:71 • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 26:72 • Kebodohan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 26:73 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:74 • Kebodohan orang kafirSyirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 26:75 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:76 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:77 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:78 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 26:81 • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 26:83 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:85 • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbedaan derajat di surga

۞ QS. 26:87 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 26:88 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 26:89 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 26:90 • Sifat hari penghitungan • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 26:91 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 26:92 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 26:93 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 26:94 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:95 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:96 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 26:97 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:98 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:99 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 26:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:101 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 26:102 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Mereka yang kekal dalam neraka • Permohonan orang kafir pada hari kiamat untuk kembali ke dunia •

۞ QS. 26:103 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:104 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:105 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:109 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:113 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:117 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:118 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:119 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:120 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:121 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:122 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:123 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:127 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:130 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:135 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 26:136 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:137 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:138 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 26:139 • Orang mukmin kelompok minoritas • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:140 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:141 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:145 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:151 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:152 • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:154 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:156 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 26:157 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:158 • Orang mukmin kelompok minoritas • Azab orang kafir

۞ QS. 26:159 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:163 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 26:164 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:166 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:169 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:170 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 26:171 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:172 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:173 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:174 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:175 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:176 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:179 • Kewajiban patuh kepada Rasul

۞ QS. 26:180 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 26:184 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 26:185 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:186 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 26:187 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:188 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 26:189 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 26:190 • Orang mukmin kelompok minoritas • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:191 Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:192 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 26:193 • Sifat Jibril • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 26:198 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:199 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:200 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 26:201 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:202 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 26:203 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 26:205 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 26:206 • Allah menepati janji • Maksiat dan dosa

۞ QS. 26:207 • Azab orang kafir

۞ QS. 26:208 • Hukum alam

۞ QS. 26:209 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 26:212 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 26:213 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 26:216 Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 26:217 Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 26:218 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Bashar (melihat)

۞ QS. 26:220 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 26:221 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:222 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:223 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 26:224 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 26:227 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Sembahlah Allah & jangan kau persekutukan-Nya dengan sesuatupun.
Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak,
karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin,
tetangga dekat & tetangga yang jauh,
dan teman sejawat, ibnu sabil & hamba sahayamu.
QS. An-Nisa’ [4]: 36

…,
laki-laki & perempuan yang benar,
laki-laki & perempuan yang sabar,
laki-laki & perempuan yang khusyu’,
laki-laki & perempuan yang bersedekah,

Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan & pahala yang besar.
QS. Al-Ahzab [33]: 35

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus Istilah Islam

Abu Ayyub al-Anshari

Siapa itu Abu Ayyub al-Anshari? Abu Ayyub al-Anshari adalah seorang sahabat Nabi Muhammad yang paling tua sekali. Di antara kemuliaannya adalah singgahnya Nabi Muhammad selama kurang lebih tujuh bula...

rukun Islam

Apa itu rukun Islam? tiang utama dalam agama Islam, mengikrarkan dua kalimat syahadat, mendirikan salat, berzakat, berpuasa, dan mengerjakan ibadah haji jika mampu … •

Kekhalifahan Umayyah

Siapa itu Kekhalifahan Umayyah? Bani Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekit...