Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 14 [QS. 26:14]

وَ لَہُمۡ عَلَیَّ ذَنۡۢبٌ فَاَخَافُ اَنۡ یَّقۡتُلُوۡنِ
Walahum ‘alai-ya dzanbun fa-akhaafu an yaqtuluun(i);

Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku”.
―QS. 26:14
Topik ▪ Pemilihan para nabi
26:14, 26 14, 26-14, Asy Syu’araa 14, AsySyuaraa 14, Asy Syuara 14, Asy Syu’ara 14, Asy-Syu’ara 14

Tafsir surah Asy Syu'araa (26) ayat 14

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syu’araa (26) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bagaimana tanggapan Musa a.s.
terhadap perintah Tuhannya.
Musa a.s.
menyadari sepenuhnya bahwa dia harus melaksanakan perintah Allah karena merupakan tugasnya sebagai rasul.
Akan tetapi, Musa a.s.
membayangkan bagaimana kaum Fir’aun itu telah tersesat dari jalan yang benar.
Ia juga tahu bagaimana keras dan kasarnya sikap mereka terhadap orang yang menentang kepercayaan mereka, sedangkan dia sendiri merasa sebagai seorang yang lemah tak berdaya.
Musa merasa sangat khawatir kalau kaum Fir’aun itu menuduhnya sebagai seorang pembohong dan pendusta.
Apalagi jika terjadi perdebatan yang sengit dengan Fir’aun dan kaumnya, Musa yang tidak begitu fasih lidahnya akan menjadi gugup dalam memberikan alasan yang tepat dan kuat, sehingga menjadi sempitlah dadanya ketika menghadapi mereka.
Musa mengadukan semua yang dirasakannya kepada Allah dan memohon agar Dia mengangkat Harun a.s., saudaranya, menjadi rasul untuk membantu dan menolongnya.
Harun adalah seorang yang fasih lidahnya dan pandai mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya dengan bahasa yang baik dan menarik.
Hal ini disebutkan pula pada ayat lain:

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku.
(Tha Ha: 25-32).

Demikian pula disebutkan dalam firman-Nya yang lain yaitu: Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.”
(Al-Qasas: 34).

Musa merasa khawatir kalau dia menghadapi Fir’aun dan kaumnya seorang diri karena pernah membunuh seorang Qibthi (penduduk Mesir asli) dengan tidak sengaja.
Hal itu terjadi ketika Musa melihat perkelahian yang terjadi antara orang Qibthi itu dengan seorang Bani Israil.
Ia berniat membantu anggota kaumnya tersebut dan memukul orang Qibthi itu dengan kuat sehingga jatuh dan langsung meninggal.
Musa khawatir akan dibunuh oleh kaum Fir’aun karena peristiwa tersebut, sehingga dia tidak dapat menyampaikan dakwahnya.
Akan tetapi, seandainya Harun di sampingnya dan dia mati terbunuh, maka saudaranya itu dapat melanjutkan risalahnya.
Jadi permintaan Musa supaya Harun diangkat menjadi rasul untuk membantunya bukan karena ia takut mati dalam menyampaikan dakwah dan risalahnya, tetapi agar dakwah dan risalahnya itu jangan terhenti kalau dia meninggal, karena dilanjutkan oleh saudaranya, Harun.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lagi pula mereka telah menganggap aku bersalah karena telah membunuh salah seorang di antara mereka.
Aku khawatir, mereka–sebagai suatu bentuk pembalasan–akan lebih dulu membunuhku sebelum aku sempat melaksanakan tugas ini.
Dan ini menambah kekhawatiranku.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan aku berdosa terhadap mereka) disebabkan aku telah membunuh seorang bangsa Kobtik (maka aku takut mereka akan membunuhku”) disebabkan aku telah membunuh salah seorang dari mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Saya juga pernah berhutang satu nyawa kepada mereka, yaitu nyawa laki-laki Qibthi, saya khawatir karenanya mereka akan membunuhku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.
(Asy-Syu’ara’: 14)

Yakni karena aku telah membunuh seorang Qibti yang berakibat aku keluar dari negeri Mesir.

Allah berfirman, “Jangan takut.” (Asy-Syu’ara’: 15)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Musa, “Janganlah kamu merasa takut terhadap sesuatu pun yang kamu pikirkan itu.” Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Allah berfirman, “Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang.”(Al-Qasas: 35)

Sedangkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersama kalian mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan).
(Asy-Syu’ara’: 15)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
(Taha: 46)

Yaitu sesungguhnya Aku selalu bersama kamu berdua melalui pemeliharaan-Ku, penjagaan-Ku, pertolongan-Ku, dan dukungan-Ku.


Informasi Surah Asy Syu'araa (الشعراء)
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamakan “Asy Syu’araa” (kata jamak dari “Asy Syaa ‘ir” yang berarti penyair) diambil dari kata “Asy Syu­ araa’ yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, dikala Allah subhanahu wa ta’ala se­cara khusus menyebutkan kedudukan penyair-penyair.
Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali­ kali terdapat pada rasul-rasul.
Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad ﷺ dituduh sebagai penyair, dan Al Qur’an dituduh sebagai syair, Al Qur’an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Keimanan:

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan rasul-rasul-Nya dan keselamatan mereka
Al Qur’an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Ma­laikat Jibril a.s, (Ruuhul amiin) hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum:

Keharusan memenuhi takaran dan timbangan
larangan menggubah syair yang be­risi cacian-cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan-kebohongan.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun
kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan kaum­nya
kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaum­nya (Tsamud)
kisah Nabi Hud a.s. dengan kaumnya(‘Aad)
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Syu’ai’b a.s. dengan penduduk Aikah.

Lain-lain:

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan mereka meninggalkan petunjuk­ petunjuk agama
tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perobahan-pero­bahannya adalah bukti adanya Tuhan Yang Maha Esa
petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah lembut terhadap pengikut-pengikutnya
turun­nya kitab Al Qur’an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci dahulu.

Audio

Qari Internasional

Asy Syu'araa (26) ayat 14 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Asy Syu'araa (26) ayat 14 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Asy Syu'araa (26) ayat 14 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy Syu'araa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 227 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Asy-Syu'ara atau Surah Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah.
Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224.
Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Nomor Surah26
Nama SurahAsy Syu'araa
Arabالشعراء
ArtiPenyair
Nama lainTha Sin Mim, Al-Jami’ah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu47
JuzJuz 19
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat227
Jumlah kata1223
Jumlah huruf5630
Surah sebelumnyaSurah Al-Furqan
Surah selanjutnyaSurah An-Naml
4.9
Ratingmu: 4.3 (13 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/26-14









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta