QS. Asy Syams (Matahari) – surah 91 ayat 8 [QS. 91:8]

فَاَلۡہَمَہَا فُجُوۡرَہَا وَ تَقۡوٰىہَا ۪ۙ
Fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa;

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
―QS. 91:8
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Penghimpunan manusia dan keadaan mereka
91:8, 91 8, 91-8, Asy Syams 8, AsySyams 8, Asy-Syams 8

Tafsir surah Asy Syams (91) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Syams (91) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 7-8:
Terakhir, Allah bersumpah dengan diri manusia yang telah Ia ciptakan dengan kondisi fisik dan psikis yang sempurna.
Setelah menciptakannya secara sempurna, Allah memasukkan ke dalam diri manusia potensi jahat dan baik.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu mengenalkan kebaikan dan keburukan kepadanya, serta memberikan kemampuan untuk melakukan salah satu yang diinginkan dari kedua hal itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya) maksudnya Allah menjelaskan kepadanya jalan kebaikan dan jalan keburukan.

Lafal At-Taqwaa letaknya diakhirkan karena demi memelihara keserasian bunyi akhir ayat, sedangkan sebagai Jawab dari Qasam di atas ialah:

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S. Asy-Syams [91]: 8)

Yakni Allah menerangkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaan, kemudian memberinya petunjuk kepadanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah untuknya.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S. Asy-Syams [91]: 8) Allah telah menjelaskan kepadanya kebaikan dan keburukan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, Ad-Dahhak, dan As-Sauri.
SaMd ibnu Jubair mengatakan bahwa Allah mengilhamkan (menginspirasikan) kepadanya jalan kebaikan dan keburukan.
Ibnu Zaid mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan dalam jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa dan Abu Asim An-Nabil, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Azrah ibnu Sabit, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Aqil, dari Yahya ibnu Ya’mur, dari Abul Aswad Ad-Daili yang mengatakan bahwa Imran ibnu Husain mengatakan kepadanya, “Bagaimanakah pendapatmu tentang apa yang dikerjakan oleh manusia sehingga mereka bersusah payah melakukannya?
Apakah hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dan telah digariskan oleh takdir yang terdahulu atas mereka.
Ataukah merupakan sesuatu yang bergantung kepada penerimaan mereka terhadap apa yang disampaikan oleh Nabi ﷺ kepada mereka dan yang telah diperkuat oleh hujjah sebagai alasan terhadap mereka?”
Maka Abul Aswad Ad-Daili menjawab, “Tidak demikian, sebenarnya hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka oleh takdir Allah.'” Imran ibnu Husain bertanya, “Maka apakah hal itu bukan termasuk perbuatan aniaya?”

Abul Aswad Ad-Daili mengatakan bahwa ia merasa sangat terkejut terhadap pertanyaan itu.
Maka ia menjawab, “Tiada sesuatu pun melainkan dia adalah makhluk-Nya dan menjadi milik-Nya, tiada seorang pun yang menanyakan apa yang diperbuat-Nya, sedangkan mereka akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Imran ibnu Husain berkata, “Semoga Allah meluruskanmu, sesungguhnya aku bertanya kepadamu tiada lain untuk memberitahukan kepadamu bahwa pernah ada seorang lelaki dari Bani Muzayyanah atau Bani Juhainah datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurutmu tentang apa yang dikerjakan oleh manusia yang mereka bersusah payah menanggulanginya.
Apakah hal itu merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas mereka dalam takdir yang terdahulu, ataukah hal itu merupakan sesuatu yang mereka terima dari apa yang disampaikan oleh Nabi mereka kepada mereka, lalu diperkuat dengan hujah atas diri mereka?”

Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

Tidak demikian, sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang telah ditetapkan atas diri mereka.

Lelaki itu bertanya lagi, “Lalu apakah gunanya kita beramal?”
Rasulullah ﷺ menjawab, bahwa barang siapa yang diciptakan oleh Allah untuk mengerjakan salah satu di antara keduanya, maka Allah menyiapkannya untuk itu, dan hal yang membenarkan ini dalam Kitabullah adalah firman-Nya yang mengatakan: dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(Q.S. Asy-Syams [91]: 7-8)

Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Azrah ibnu Sabit dengan sanad yang sama.


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Syams (91) Ayat 8

FUJUUR
فُجُور

Arti kata fujuur adalah perbuatan yang menyimpang dari kebenaran, karena perbuatan tersebut mengoyak aturan-aturan agama. Orang yang melakukan perbuatan ini namanya faajir dan bentuk jamaknya adalah fujjaar dan fajarah.

Dalam Al Qur’an kata fujuur diulang sekali saja yaitu dalam surah Asy Syams (91), ayat 8.

Sedangkan kata faajir juga diulang sekali saja yaitu dalam surah Nuh (71), ayat 27.

Dan jamaknya yang berbentuk fujjaar diulang tiga kali yaitu dalam surah:
-Shad (38), ayat 28;
-Al Infithaar (82), ayat 14;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 7.

Sedangkan bentuk jamak fajarah. diulang sekali saja yaitu dalam surah ‘Abasa (80), ayat 42.

Dalam surah Al Syams (91), ayat 8 diterangkan bahawa Allah (s.w.t.) telah mengenalkan dan menerangkan perbuatan-perbuatan jelek fujuur dan perbuatan-perbuatan takwa beserta kebaikan dan keburukannya kepada jiwa manusia dan jin. Oleh karena itu siapa yang membersihkan jiwanya dengan ketaatan dan tidak melakukan maksiat dan dosa maka dia adalah orang yang beruntung, sedangkan siapa yang mengotori jiwanya dengan dosa maka dia adalah orang yang merugi.

Dalam surah Nuh (71), ayat 26 dan 27 diterangkan bahawa Nabi Nuh berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.(faajiran kaffaar)

Imam Ibn Katsir menafsirkan kalimat faajiran kaffaar dengan jelek perbuatannya dan kafir hatinya. Nabi Nuh mengucapkan doa seperti ini, karena beliau telah lama berkumpul dengan orang-orang kafir yang banyak melakukan dosa dan maksiat tersebut, yaitu selama 950 tahun. Sehingga beliau mengetahui bahawa keberadaan mereka akan menyebabkan generasi setelahnya menjadi rusak, baik merusak diri mereka sendiri dan juga diri orang lain. Kemudian Allah mengabulkan doa Nabi Nuh ini dan akhirnya Allah mengirimkan banjir besar yang menghancurkan kaumnya.

Pada surah Shad (38), ayat 28 Allah menegaskan bahwa tidaklah adil jika Dia menyamakan hukuman antara orang-orang yang bertakwa dengan orang-orang yang melakukan maksiat dan dosa (fujjaar). Oleh karena itu pada tiga ayat, yaitu surah Al Muthaffifiin (83), ayat 7; surah ‘Abasa (80), ayat 42 dan surah Al Infithaar (82), ayat 14 Allah menerangkan bahwa kitab yang digunakan untuk mencatat amalan-amalan orang-orang yang melakukan dosa (kitaabal fujjar) adalah kitab khusus yang dinamakan dengan Sijjin yang memang digunakan untuk mencatat amal-amal buruk. Selain daripada itu keadaan orang-orang kafir yang banyak melakukan dosa di akhirat nanti juga menyedihkan, penuh kehinaan dan kesusahan (digambarkan oleh Al Qur’an dengan wajah yang ditaburi debu dan ditutupi kegelapan). Dan akhirnya orang-orang yang durhaka benar-benar akan berada dalam neraka selama-lamanya (wa innal fujjara la fii jahiim). lni tentunya berbeda dengan keadaan orang-orang beriman dalam syurga yang penuh dengan kenikmatan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:441-442

Informasi Surah Asy Syams (الشمس)
Surat Asy Syams terdiri atas 15 ayat.
termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qadr.

Dinamai “Asy Syams” (rnatahari), diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

Keimanan:

Kaum Tsamud telah dihancurkan Allah karena kedurhakaannya Tuhan menegaskan bahwa hal ini adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana mudahnya menciptakan benda-benda alam, siang dan maJam dan menciptakan jiwa yang tersebut dalam sumpah-Nya
Allah memberitahukan kepada manusia jalan ketakwaan dan jalan kekafiran
manusia mempunyai kebebasan memilih antara kedua jalan itu.

Lain-lain:

Kaum Tsamud telah dihancurkan Allah karena kedurhakaannya Tuhan menegaskan bahwa hal ini adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana mudahnya menciptakan benda-benda alam, siang dan maJam dan menciptakan jiwa yang tersebut dalam sumpah-Nya
Allah memberitahukan kepada manusia jalan ketakwaan dan jalan kekafiran
manusia mempunyai kebebasan memilih antara kedua jalan itu.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Syams (15 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Syams (91) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Syams (91) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Syams (91) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syams (91) ayat 1-15 - Winda Asmara (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syams (91) ayat 1-15 - Winda Asmara (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Syams - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 15 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 91:8
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Syams.

Surah Asy-Syams (Arab: الشّمس‎) adalah surah ke-91 dalam al-Qur'an, terdiri atas 15 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Qadr.
Dinamai Asy Syams (matahari) diambil dari perkataan Asy Syams yang terdapat pada ayat permulaan surat ini.

Nomor Surah 91
Nama Surah Asy Syams
Arab الشمس
Arti Matahari
Nama lain Nakha Saleh (Unta Betina Nabi Saleh)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 26
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 15
Jumlah kata 54
Jumlah huruf 253
Surah sebelumnya Surah Al-Balad
Surah selanjutnya Surah Al-Lail
4.6
Ratingmu: 4.4 (10 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/91-8









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta