QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 8 [QS. 42:8]

وَ لَوۡ شَآءَ اللّٰہُ لَجَعَلَہُمۡ اُمَّۃً وَّاحِدَۃً وَّ لٰکِنۡ یُّدۡخِلُ مَنۡ یَّشَآءُ فِیۡ رَحۡمَتِہٖ ؕ وَ الظّٰلِمُوۡنَ مَا لَہُمۡ مِّنۡ وَّلِیٍّ وَّ لَا نَصِیۡرٍ
Walau syaa-allahu laja’alahum ummatan waahidatan walakin yudkhilu man yasyaa-u fii rahmatihi wazh-zhaalimuuna maa lahum min walii-yin walaa nashiirin;

Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya.
Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.
―QS. 42:8
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
42:8, 42 8, 42-8, Asy Shyuura 8, AsyShyuura 8, Asy Syura 8, Asy-Syura 8

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa andaikata Dia menghendaki, maka semua manusia itu akan beriman dan merupakan umat yang satu, tetapi kebijaksanaan yang diambil-Nya menyerahkan urusan iman dan kafir kepada pribadi manusia masing-masing.
Dia tidak mau memaksakan agar semua manusia itu beriman dan memberikan kepada mereka hak memilih dan menentukan nasibnya menurut kemauan mereka sendiri.
Berbahagialah orang-orang yang mengikuti petunjuk Rasul.
Mereka sela”>u bersyukur memuji Allah dan akan dimasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya dan celakalah orang-orang yang selalu menentang dan tidak mau mengikuti petunjuk Rasul; mereka akan disiksa di hari kemudian dan tidak seorang pun yang akan menolong dan melindungi mereka.
Mereka tidak dapat menyesali siapa-siapa kecuali diri mereka sendiri sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

Barang siapa memperoleh kebaikan hendaklah memuji Allah dan barangsiapa memperoleh selain daripada itu jangan ada yang disesali kecuali dirinya sendiri.
(H.R. Muslim dari Abu Zar al-Gifari)

Tidak sedikit ayat yang senada dengan ayat 8 ini.
Antara lain firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk.
(Q.S. Al-An’am [6]: 35)

Dan firman-Nya:

Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 13)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika, di dunia ini, Allah berkehendak untuk mengumpulkan manusia dalam satu jalan, niscaya Dia melakukannya.
Tetapi Dia berkehendak lain:
memasukkan siapa saja yang dikehendaki-Nya ke dalam kasih sayang-Nya, karena Dia tahu bahwa mereka akan lebih memilih petunjuk daripada kesesatan.
Orang-orang yang menganiaya diri sendiri dengan bersikap kafir, tidak akan mendapatkan penolong, selain Allah, yang akan melindungi dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat) artinya memeluk satu agama, yaitu agama Islam (tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya.

Dan orang-orang yang lalim) yaitu orang-orang kafir (tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong) yang dapat menolak azab Allah dari diri mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kalau Allah, menghendaki, niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja).
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 8)

Yakni adakalanya dalam hidayah atau dalam kesesatan, tetapi Dia memisahkan di antara mereka, maka Dia memberi petunjuk kepada jalan yang benar siapa yang dikehendaki-Nya, dan menyesatkan dari jalan yang benar siapa yang dikehendaki-Nya.
Dia dalam tindakan-Nya mengandung hikmah dan alasan yang sangat tepat, karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya.
Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 8)

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepadaku Al-Haris, dari Amr ibnu Abu Suwaid, ia pernah menceritakan kepadanya dari Ibnu Hujairah, telah sampai suatu berita kepadanya bahwa Musa ‘alaihis salam pernah mengatakan, “Ya Tuhanku, makhluk yang telah Engkau ciptakan, Engkau jadikan sebagian dari mereka masuk surga dan sebagian yang lainnya masuk neraka, mengapa tidak Engkau masukkan saja ke surga semuanya?”
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai Musa, angkatlah baju gamismu!” Maka Musa ‘alaihis salam mengangkatnya, dan berkata, “Aku telah mengangkatnya.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Angkatlah lagi.” Musa mengangkatnya lagi hingga tiada yang tersisa, lalu berkata, “Ya Tuhanku, aku telah mengangkatnya.” Allah berfirman, “Angkatlah lagi.” Musa ‘alaihis salam menjawab, “Aku telah mengangkatnya kecuali bagian yang tidak ada kebaikan padanya.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Demikian pula perihal-Ku, Aku masukkan semua makhluk-Ku ke dalam surga kecuali yang tidak ada kebaikan padanya.”


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:8
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.5
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/42-8









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim