Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) - surah 42 ayat 48 [QS. 42:48]

فَاِنۡ اَعۡرَضُوۡا فَمَاۤ اَرۡسَلۡنٰکَ عَلَیۡہِمۡ حَفِیۡظًا ؕ اِنۡ عَلَیۡکَ اِلَّا الۡبَلٰغُ ؕ وَ اِنَّاۤ اِذَاۤ اَذَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنَّا رَحۡمَۃً فَرِحَ بِہَا ۚ وَ اِنۡ تُصِبۡہُمۡ سَیِّئَۃٌۢ بِمَا قَدَّمَتۡ اَیۡدِیۡہِمۡ فَاِنَّ الۡاِنۡسَانَ کَفُوۡرٌ
Fa-in a’radhuu famaa arsalnaaka ‘alaihim hafiizhan in ‘alaika ilaal balaaghu wa-innaa idzaa adzaqnaa-insaana minnaa rahmatan fariha bihaa wa-in tushibhum sai-yi-atun bimaa qaddamat aidiihim fa-inna-insaana kafuurun;
Jika mereka berpaling, maka (ingatlah) Kami tidak mengutus engkau sebagai pengawas bagi mereka.
Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).
Dan sungguh, apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat dari Kami, dia menyambutnya dengan gembira;
tetapi jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar), sungguh, manusia itu sangat ingkar (kepada nikmat).
―QS. Asy Shyuura [42]: 48

Daftar isi

But if they turn away – then We have not sent you, (O Muhammad), over them as a guardian;
upon you is only (the duty of) notification.
And indeed, when We let man taste mercy from us, he rejoices in it;
but if evil afflicts him for what his hands have put forth, then indeed, man is ungrateful.
― Chapter 42. Surah Asy Shyuura [verse 48]

فَإِنْ maka jika

Then if
أَعْرَضُوا۟ mereka berpaling

they turn away,
فَمَآ maka tidak

then not
أَرْسَلْنَٰكَ Kami mengutus kamu

We have sent you
عَلَيْهِمْ atas mereka

over them
حَفِيظًا penjaga

(as) a guardian.
إِنْ tidaklah

Not
عَلَيْكَ atasmu

(is) on you
إِلَّا kecuali

except
ٱلْبَلَٰغُ penyampaian

the conveyance.
وَإِنَّآ dan sesungguhnya Kami

And indeed,
إِذَآ apabila

when
أَذَقْنَا Kami merasakan

We cause to taste
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

[the] man
مِنَّا dari Kami

from Us
رَحْمَةً rahmat

Mercy,
فَرِحَ dia gembira

he rejoices
بِهَا karenanya

in it.
وَإِن dan jika

But if
تُصِبْهُمْ menimpa mereka

befalls them
سَيِّئَةٌۢ kesusahan

evil,
بِمَا dengan sebab

for what
قَدَّمَتْ perbuatan

have sent forth
أَيْدِيهِمْ tangan-tangan mereka

their hands
فَإِنَّ maka sesungguhnya

then indeed,
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

[the] man
كَفُورٌ sangat ingkar

(is) ungrateful.

Tafsir Quran

Surah Asy Shyuura
42:48

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa apabila Nabi Muhammad ﷺ telah menunaikan tugas menyampaikan risalah menyeru orang-orang musyrik kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus, tetapi mereka itu tidak menyambut baik dan tidak mau menerimanya bahkan mereka itu tetap menolak dan berpaling dari kebenaran, maka hendaklah Rasul membiarkan sikap mereka tanpa perlu gusar dan cemas.
Hal ini dikarenakan Rasul tidak diberi tugas mengawasi dan meneliti amal perbuatan orang-orang musyrik itu, tetapi dia hanya diberi tugas menyampaikan apa yang diturunkan dan diperintahkan Allah kepadanya.

Apabila Nabi Muhammad ﷺ telah melaksanakan kewajibannya, maka beliau sudah dianggap menunaikan misinya, sebagaimana firman Allah:

وَاِنْ مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِيْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

Dan sungguh jika Kami perlihatkan kepadamu (Muhammad) sebagian (siksaan) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan engkau, maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kami-lah yang memperhitungkan (amal mereka). (Ar-Ra’d [13]: 40)

Dan firman-Nya:

فَذَكِّرْ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌ ﴿۲۱﴾ لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ ﴿۲۲﴾

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.

Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, (Al-Gasyiyah [88]: 21-22)

Dan firman-Nya pula:

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ

Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (Al-Baqarah [2]: 272)

Selanjutnya Allah menerangkan tabiat dan watak manusia yaitu apabila manusia itu diberi kekayaan, dikaruniai kesenangan hidup, kesejahteraan jasmani, perasaan aman sentosa, mereka senang dan gembira atas karunia tersebut, bahkan sering menimbulkan perasaan angkuh dan takabur.

Tetapi sebaliknya apabila mereka ditimpa kemiskinan, penyakit, musibah yang bermacam-macam berupa banjir, kebakaran dan akibat dosa dan maksiat yang dikerjakannya, mereka mengingkari semua karunia yang telah diberikan Allah kepadanya, lupa akan karunia itu, malah mereka lupa mengerjakan kebaikan.
Demikianlah sifat orang kafir dan tidak beriman kepada Allah.

Berbeda dengan orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, mereka bersyukur, beriman dan beribadah semakin mantap.
Apabila mereka tidak atau belum memperoleh karunia, mereka bersabar karena mereka percaya kepada ketentuan Allah;
segala sesuatu dikembalikan kepada Allah, mereka menyesuaikan diri dengan firman Allah:

وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan.
(Al-Baqarah [2]: 210)

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 48. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka, jika orang-orang musyrik itu menolak memenuhi seruanmu, wahai Rasulullah, kamu tidak perlu bersedih, karena kamu bukanlah pengawas atas perbuatan mereka.
Kamu hanya bertugas menyampaikan pesan-pesan suci Tuhan.


Dan kamu telah menjelaskanya.
Tabiat manusia, memang, apabila Kami berikan kelapangan hidup, cenderung tidak berterima kasih.


Dan apabila tertimpa musibah, akibat perbuatan maksiatnya, mereka cenderung melupakan nikmat.
Mereka tidak tabah menghadapi turunnya cobaan dan tetap tidak berterima kasih.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, apabila orang-orang musyrik itu berpaling dari iman kepada Allah, tidaklah Kami mengutusmu sebagai penjaga amal mereka.
Yang menjadi kewajibanmu hanya menyampaikan.


Sesungguhnya apabila Kami memberi rahmat kepada manusia berupa kekayaan, keluasan harta, dan sebagainya, ia akan bergembira dan senang.
Namun, apabila Kami menimpakan musibah kepada mereka berupa kefakiran, penyakit, dan sebagainya akibat kemaksiatan mereka terhadap Allah, manusia itu akan durhaka karena menghitung-hitung musibah itu dan melupakan kenikmatan lainnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Jika mereka berpaling) tidak mau mematuhi seruan-Nya itu


(maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pemelihara bagi mereka) sebagai orang yang memelihara amal perbuatan mereka, umpamanya kamu menjadi orang yang memperturutkan apa yang dikehendaki oleh mereka.


(Tidak lain) tiada lain


(kewajibanmu hanyalah menyampaikan risalah) hal ini sebelum ada perintah untuk berjihad.


(Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami) berupa nikmat seperti kekayaan atau kecukupan dan kesehatan


(dia bergembira ria karena rahmat itu.
Dan jika mereka ditimpa) Dhamir yang kembali kepada lafal Al-Insaan memandang kepada segi maknanya atau jenisnya


(kesusahan) malapetaka atau musibah


(disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri) disebabkan yang mereka lakukan, dalam ayat ini diungkapkan kata ‘tangan mereka sendiri’ karena kebanyakan pekerjaan manusia itu dilakukan oleh tangannya


(karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar) kepada nikmat yang telah diberikan kepadanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika mereka berpaling.
(QS. Asy Shyuura [42]: 48)


Artinya, jika orang-orang musyrik itu berpaling dari seruanmu.

maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas bagi mereka.
(QS. Asy Shyuura [42]: 48)

Yakni kamu bukanlah orang yang ditugaskan untuk menguasai mereka.
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang mendapat petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 272)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 40)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).
(QS. Asy Shyuura [42]: 48)

Yakni sesungguhnya .
Kami menugaskanmu hanyalah untuk menyampaikan risalah Kami kepada mereka.
Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, dia bergembira ria karena rahmat itu.
(QS. Asy Shyuura [42]: 48)

Apabila manusia itu mendapat kemakmuran dan nikmat, maka dia bergembira ria karenanya.

{وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ}

Dan jika mereka ditimpa kesusahan.
(QS. Asy Shyuura [42]: 48)


Yakni berupa musim kering, paceklik, musibah, dan kesengsaraan.

(niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat) (QS. Asy Shyuura [42]: 48)

Yaitu ingkar kepada nikmat dan kesenangan yang telah didapatkan sebelumnya, dan ia tidak mengenal kecuali hanya saat yang dijalaninya.
Maka jika ia beroleh nikmat, sikapnya menjadi angkuh dan sombong;
dan jika tertimpa cobaan dan kemiskinan, maka ia berputus asa dari rahmat-Nya.
sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ yang khitab-nya ditujukan kepada kaum wanita:

Hai kaum wanita, bersedekahlah, karena sesungguhnya aku melihat kalian merupakan kebanyakan penduduk neraka.
Maka ada seorang wanita bertanya,
"Mengapa demikian, wahai Rasulullah?"
Lalu Rasulullah ﷺ menjawab:
Karena kamu banyak mengeluh dan ingkar kepada kebaikan suamimu.
Seandainya engkau berbuat baik kepada sesorang dari mereka selama setahun, kemudian kamu tidak melakukannya sehari saja, niscaya ia mengatakan,
"Aku belum pernah melihatmu melakukan suatu kebaikan pun."

Demikianlah keadaan kebanyakan kaum wanita, terkecuali orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mendapat bimbingan dari-Nya ke jalan yang benar, sedangkan dia termasuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh.


Seorang mukmin —sebagaimana yang diungkapkan oleh sabda Rasulullah ﷺ— memiliki sikap seperti berikut:

Jika mendapat kesenangan, bersyukur;
dan bersyukur itu lebih baik baginya.
Dan jika tertimpa musibah, bersabar;
dan bersabar itu lebih baik baginya.
Dan ciri khas ini tidak didapati pada seorang pun kecuali hanya pada diri orang mukmin.

Unsur Pokok Surah Asy Shyuura (الشورى)

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai "Asy Syuura" (musyawarat) diambil dari perkataan "Syuura" yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga "Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf" karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyyah itu.

Keimanan:

Dalildalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya.
▪ Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya.
▪ Allah memberikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak seorangpun.
▪ Cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia.
▪ Pokok pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

▪ Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

▪ Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mukmin nanti di akhirat.
▪ Memberi ampun lebih baik daripada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas.
▪ Orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan risalahnya.

Audio Murottal

QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 53 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 53

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Shyuura ayat 48 - Gambar 1 Surah Asy Shyuura ayat 48 - Gambar 2
Statistik QS. 42:48
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim ‘Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
Sending
User Review
4.9 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

42:48, 42 48, 42-48, Surah Asy Shyuura 48, Tafsir surat AsyShyuura 48, Quran Asy Syura 48, Asy-Syura 48, Surah Asy Syura ayat 48

Video Surah

42:48

No videos found matching your query.

Kandungan Surah Asy Shyuura

۞ QS. 42:3 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 42:4 • Segala sesuatu milik Allah • Al ‘Azim (Maha Agung) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi)

۞ QS. 42:5 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 42:6 • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Wali Allah dan wali syetan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 42:7 • Nama-nama hari kiamat • Derajat para pemeluk agama • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 42:8 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 42:9 • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 42:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:11 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 42:12 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:13 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:14 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 42:15 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 42:16 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 42:17 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 42:18 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:19 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 42:20 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat

۞ QS. 42:21 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:22 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 42:23 • Ampunan Allah yang luas • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 42:24 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:25 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 42:26 • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Keutamaan iman •

۞ QS. 42:27 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 42:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 42:29 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 42:30 • Kasih sayang Allah yang luas • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:31 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 42:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 42:33 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:34 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:35 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 42:36 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 42:38 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:40 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 42:43 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 42:44 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 42:45 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:46 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 42:47 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 42:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:49 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:50 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 42:51 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 42:52 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 42:53 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Berzikirlah selalu kepada Tuhanmu.
Lakukanlah salat subuh di pagi hari & zuhur serta asar di siang hari.
Di waktu malam,
lakukanlah salat magrib & isya.
Dan isilah pula waktu malam yang panjang itu untuk bertahajud.
QS. Al-Insan [76]: 25

Orang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga, pintu-pintu telah terbuka & berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya:
“Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”
QS. Az-Zumar [39]: 73

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) & mohonlah ampun kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Al-Baqarah [2]: 199

Taatilah Allah & Rasul,
dan ulil amri di antaramu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) & Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah & hari kemudian
QS. An-Nisa’ [4]: 59

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Correct! Wrong!

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

+

Array

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Correct! Wrong!

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus Istilah Islam

Nuzulul Quran

Apa itu Nuzulul Quran? Nu.zu.lul Qur.an turunnya Alquran pertama kali kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ketika beliau menyepi di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadan pada usia beliau...

Abu Dujanah

Siapa itu Abu Dujanah? Abu Dujanah Simak bin Kharasha adalah Sahabat Nabi Muhammad. Ia telah mengikuti pertempuran Uhud hingga pertempuran Yamamah pada tahun 632 dalam memerangi nabi palsu Musailama...

sunah

Apa itu sunah? su.nah jalan yang biasa ditempuh; kebiasaan; aturan agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam., baik perbuatan, perkat...