QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 41 [QS. 42:41]

وَ لَمَنِ انۡتَصَرَ بَعۡدَ ظُلۡمِہٖ فَاُولٰٓئِکَ مَا عَلَیۡہِمۡ مِّنۡ سَبِیۡلٍ
Walamaniintashara ba’da zhulmihi fa-uula-ika maa ‘alaihim min sabiilin;

Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.
―QS. 42:41
Topik ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
42:41, 42 41, 42-41, Asy Shyuura 41, AsyShyuura 41, Asy Syura 41, Asy-Syura 41

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 41

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang yang berbuat sesuatu karena membela dirinya dari satu penganiayaan atau suatu perbuatan kejahatan yang ditimpakan kepadanya, tidak ada jalan untuk menuntutnya karena dia melakukannya berdasarkan hak.
Tetapi orang-orang yang berbuat zalim dan mendahulukan berbuat kejahatan melampaui batas dalam memberikan pembalasan mereka itulah yang dapat dituntut dan akan mendapat azab dan siksa yang pedih di akhirat kelak.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Barangsiapa membalas orang-orang yang berbuat aniaya dengan perbuatan yang semisal, tidak akan dikenai sanksi dan tidak dianggap bersalah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya) sesudah ia menerima penganiayaan dari orang lain (tidak ada suatu dosa pun atas mereka) maksudnya, mereka tidak berdosa bila menuntut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian dalam firman berikutnya di sebutkan:

Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 41)

Tiada dosa atas mereka dalam melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang telah berbuat aniaya terhadap dirinya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Bazi’, telah menceritakan kepada kami Muaz ibnu Mu’az, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aun yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya tentang pembelaan diri yang terdapat di dalam firman-Nya: Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah ter­aniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 41) Maka Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an menceritakan kepadanya sebuah hadis dari Ummu Muhammad, istri ayahnya.
Ibnu Aun mengatakan bahwa mereka menduga Ummu Muhammad pernah masuk menemui Siti Aisyah r.a.
Lalu Siti Aisyah bercerita kepadanya, “Pada suatu hari Rasulullah ﷺ masuk menemui kami, sedangkan di antara kami terdapat Zainab binti Jahsy r.a.
Maka Nabi ﷺ berisyarat dengan tangannya kepadaku, sedangkan beliau tidak mengetahui bahwa di rumahku ada Zainab.
Kemudian aku memberikan isyarat kepada Beliau ﷺ bahwa ada Zainab hingga beliau mengetahui isyaratku, lalu beliau menghentikan isyaratnya.” Tetapi rupanya Zainab mengetahui hal itu, maka ia langsung mencaci Aisyah r.a.
Rasulullah ﷺ melarangnya, tetapi Zainab tetap terus mencaci Aisyah.
Lalu Nabi ﷺ bersabda kepada Aisyah, “Balas cacilah dia!” Kemudian aku (Aisyah) mencacinya hingga aku dapat membungkamnya.
Zainab pergi dan mendatangi Ali r.a, lalu mengadu kepadanya, “Sesungguhnya Aisyah telah mencacimu dan menjatuhkan namamu.” Maka Fatimah r.a.
datang, tetapi Nabi ﷺ bersabda kepadanya, “Sesungguhnya Aisyah adalah kekasih ayahmu, demi Tuhan yang memiliki Ka’bah.” Akhirnya Fatimah pergi dan mengadu kepada suaminya bahwa sesungguhnya ia telah mengatakan hal tersebut kepada Nabi Saw, tetapi Nabi ﷺ menjawabnya dengan jawaban anu dan anu.
Maka Ali datang kepada Nabi Saw, dan Nabi ﷺ menerangkan duduk perkaranya kepada Ali.

Demikianlah bunyi riwayat yangdikemukakan oleh Ibnu Aun, tetapi Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an dalam riwayatnya sering mendatangkan hal-hal yang mungkar; ini menjadi kebiasaannya, dan riwayat ini mengandung hal yang mungkar.

Riwayat yang sahih adalah yang berbeda dengan konteks ini seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Khalid ibnu Salamah Al-Fa’fa, dari Abdullah Al-Bahi, dari Urwah yang menceritakan bahwa Siti Aisyah r.a.
pernah mengatakan, bahwa tanpa ia sadari dirinya memasuki rumah Zainab tanpa izin, saat itu Zainab sedang marah.
Kemudian Zainab berkata kepada Rasulullah ﷺ”Cukuplah bagimu bila kusingkapkan baju kurung anak perempuan Abu Bakar ini.” Lalu Zainab meluapkan emosinya kepadaku, tetapi aku berpaling darinya, hingga Rasulullah ﷺ bersabda, “Hai kamu, belalah dirimu!” Akhirnya aku hadapi Zainab, hingga kulihat dia terbungkam tidak dapat menjawab sepatah kata pun terhadapku, dan saat itu kulihat wajah Nabi ﷺ cerah.

Demikianlah menurut lafaz hadis yang diketengahkan oleh Imam Nasai.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Abu Gassan, telah menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Abu Hamzah, dari Ibrahim, dari Al-Aswad, dari Aisyah r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang berdoa untuk (kemudaratan) orang yang telah menganiaya dirinya, maka sesungguhnya ia telah membela dirinya.

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Abul Ahwas, dari Abu Hamzah yang nama aslinya Maimun.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan, “Kami tidak mengenal hadis ini kecuali melalui riwayatnya (Abu Hamzah), padahal mengenai hafalannya masih diragukan.”


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 41 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 41 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 41 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:41
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.8
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim