QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 37 [QS. 42:37]

وَ الَّذِیۡنَ یَجۡتَنِبُوۡنَ کَبٰٓئِرَ الۡاِثۡمِ وَ الۡفَوَاحِشَ وَ اِذَا مَا غَضِبُوۡا ہُمۡ یَغۡفِرُوۡنَ
Waal-ladziina yajtanibuuna kabaa-ira-itsmi wal fawaahisya wa-idzaa maa ghadhibuu hum yaghfiruun(a);

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
―QS. 42:37
Topik ▪ Rusaknya keseimbangan pada hari kiamat
42:37, 42 37, 42-37, Asy Shyuura 37, AsyShyuura 37, Asy Syura 37, Asy-Syura 37

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa yang termasuk akan memperoleh kesenangan kekal abadi di akhirat nanti ialah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar seperti membunuh, berzina dan mencuri, serta menghindarkan hal-hal yang tidak dibenarkan syara’, akal sehat, dan akhlak luhur baik berupa ucapan maupun berupa perbuatan, begitu juga orang-orang yang apabila datang amarahnya mereka diam menahan amarahnya, memaafkan hal-hal yang menyebabkan timbulnya amarahnya dan tidak ada dalam hatinya sedikit pun rasa dendam.
Di dalam suatu hadis sahih diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah membela kepentingan dirinya kecuali apabila sesuatu yang terhormat di sisi Allah diinjak-injak dan dihinakan.
Sifat pemaaf adalah sifat yang dekat kepada takwa dan memang diperintahkan Allah, sebagaimana firman Nya:

Dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 237)

Dan firman Nya:

Jadilah engkau (seorang) pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 199)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Juga bagi orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa-dosa besar dan segala perbuatan buruk yang dilarang oleh Allah.
Hanya mereka yang, apabila mendapatkan perlakuan buruk di dunia, cepat-cepat memaafkan sehingga perlakuannya itu menjadi penyelesaian yang baik.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji) yang mengharuskan pelakunya menjalani hukuman Hadd, lafal ayat ini merupakan ‘Athful Ba’dh ‘Alal Kull (dan apabila mereka marah mereka memberi maaf) maksudnya, mereka selalu bersikap maaf.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dan dalam firman berikutnya disebutkan:

dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 37)

Penjelasan mengenai dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji telah diterangkan di dalam tafsir’surat Al-A’raf.

dan apabila mereka marah, mereka memberi maaf.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 37)

Watak mereka adalah pemaaf dan penyantun terhadap orang lain, dan bukan termasuk watak mereka sifat pendendam.

Di dalam hadis sahih telah disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ belum pernah sama sekali marah karena pribadinya, melainkan bilamana hal-hal yang diharamkan oleh Allah dilanggar.

Di dalam hadis lain disebutkan, bahwa beliau ﷺ :

apabila menegur seseorang dari kami (para sahabat) mengatakan: Mengapa dia, semoga dia mendapat keberuntungan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zar, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Zaidah, dari Mansur, dari Ibrahim, bahwa dahulu orang-orang mukmin tidak senang bila dihina dan mereka selalu memaaf apabila dikhianati.


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Shyuura (42) Ayat 37

KABAA’IR
كَبَآئِر

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya kabirah, berasal dari kabura. Kabirah dari sudut bahasa ialah dosa besar yang dicegah oleh syara’ seperti membunuh jiwa.

Al kabirah juga digunakan pada sesuatu yang sukar dan berat pada jiwa. Ia juga peringatan tentang besarnya hal itu dari dosa-dosa dan besar siksaannya.

Disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-An Nisaa (4), ayat 31;
-Asy Syuura (42), ayat 37;
-An Najm (53), ayat 32.

Kata kabiaa’ir di dalam Al Qur’an disandarkan kepada al itsm yaitu dosa.

Ibn Mas’ud berkata,
Al kabaa’ir yang terdapat dalam surah ini mencakup 33 ayat dan kebenaran hal ini melalui firman Allah,

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ

Diriwayatkan oleh Abu Hatim di dalam musnadnya yang shahih dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah duduk di atas mimbar dan bersabda, “Demi jiwaku yang berada di tangan Nya” diulang sebanyak tiga kali, kemudian diam. Para sahabat menangis kesedihan karena sumpahan Rasulullah itu, kemudian beliau berkata lagi, “Siapa saja dari hamba Ku yang mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, menjauhkan Al kabaa’iral sab’ yaitu tujuh dosa besar, akan dibuka baginya delapan pintu syurga pada hari kiamat sambil bertepuk tangan, lalu beliau membaca:

إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

Ibn Katsir berkata,
tafsiran tujuh dosa besar itu dijelaskan dalam Ash Sahihain. Hadis diriwayatkan dari Sulaiman bin Hilal, dari Tsaur bin Zaid, dari Salim Abi Al Ghaits dan dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda, “Jauhkan olehmu tujuh perkara yang membinasakan. Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah dia?’ Beliau berkata,
‘Menyekutukan Allah, membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan hak, belajar sihir, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan memfitnah wanita-wanita suci yang beriman,”

Diriwayatkan dari Ibn Umar, al kabaa’ir ada sembilan yaitu membunuh jiwa, memakan riba, memakan harta anak yatim, memfitnah wanita-wanita suci yang beriman, bersaksi palsu, durhaka kepada orang tua, lari dari medan perang, (belajar) sihir dan kufur di dalam Masjidil Haram.

Al Qurtubi berkata,
“Para ulama berselisih dalam menyebut dan menghitungnya disebabkan berbagai atsar mengenainya, oleh karena itu, saya berpendapat sudah stabit dari riwayat yang shahih maupun hasan dimana sebahagian dosa ada yang lebih besar dari yang lainnya berdasarkan kadar mudarat yang besar. Menyekutukan Allah adalah dosa yang paling besar dari keseluruhannya dan ia tidak akan diampuni oleh Allah. Setelah itu, berputus asa dari rahmat Allah karena di dalamnya mendustakan Al Qur’an. Dia berkata,
“Dosa ini tidak akan diampunkan,” dan apabila ia beriktikad dengan hal itu, oleh itu, Allah berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya tidak berputus asa seorang itu dari rahmat Allah melainkan orang kafir.”

Kemudian, Al Qanit seperti firman Allah dalam surah Al Hijr (15), ayat 56,

وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ

dan sebagainya dari apa yang kelihatan besar mudaratnya; setiap dosa yang diperbesar ancaman ke atasnya oleh syara’ dengan siksaan, atau dibesarkan mudaratnya, ia termasuk dari kabirah dan selainnya adalah kecil.

Oleh karena yang demikian, Abd Al Rahman Al Qusyairi dan lainnya berkata,
“Sebahagian dosa dikatakan kecil apabila disandarkan kepada apa yang lebih besar darinya. Contohnya, zina dianggap kecil apabila dibandingkan dengan kufur, ciuman yang haram dianggap kecil apabila dibandingkan dengan zina.

Menurut kami, dosa tidak diampuni dengan menjauhkan dosa yang lain, tetapi kesemuanya adalah besar dan pelakunya akan diampuni dengan izin Allah melainkan kekufuran berdasarkan firman Allah dalam surah Al Nisaa (4), ayat 48 dan 116:

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:505-507

Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Asy-Syuuraa (42) ayat 30-43 - Andien Aisyah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:37
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.4
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim