Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) - surah 42 ayat 31 [QS. 42:31]

وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُعۡجِزِیۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۚۖ وَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ مِنۡ وَّلِیٍّ وَّ لَا نَصِیۡرٍ
Wamaa antum bimu’jiziina fiil ardhi wamaa lakum min duunillahi min walii-yin walaa nashiirin;
Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kamu tidak memperoleh pelindung atau penolong selain Allah.
―QS. Asy Shyuura [42]: 31

Daftar isi

And you will not cause failure (to Allah) upon the earth.
And you have not besides Allah any protector or helper.
― Chapter 42. Surah Asy Shyuura [verse 31]

وَمَآ dan tidaklah

And not
أَنتُم kamu

you
بِمُعْجِزِينَ dengan melepaskan

(can) escape
فِى di

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth,
وَمَا dan tidak ada

and not
لَكُم bagi kalian

for you
مِّن dari

besides *[meaning includes next or prev. word]
دُونِ selain

besides *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

Allah
مِن dari

any
وَلِىٍّ seorang pelindung

protector
وَلَا dan tidak

and not
نَصِيرٍ seorang penolong

any helper.

Tafsir Quran

Surah Asy Shyuura
42:31

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 31. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa manusia itu tidak akan dapat melepaskan diri dan tidak akan dapat mengelak dari azab Allah di dunia ini dan di mana pun mereka berada.
Mereka tidak akan memperoleh pelindung, karena hanya Allah yang akan dapat melindungi mereka dari azab yang akan menimpa mereka akibat maksiat yang telah diperbuatnya.

Mereka tidak akan mendapat penolong selain dari Allah apabila mereka mendapat azab.
Oleh karena itu, selayaknya manusia menjauhkan diri dari maksiat dan tidak menyalahi perintah-Nya karena tidak ada seorang pun yang dapat menolak azab Allah, apabila Dia telah menjatuhkan azab kepada hamba-Nya.

Kalau manusia yang bergelimang dosa itu tidak diazab di dunia, jangan dikira bahwa itu adalah karena kekuasaan atau keperkasaan seseorang, tetapi adalah karena Allah menghendaki yang demikian itu agar mereka mendapat siksaan lebih keras dan lebih pedih di akhirat, sebagaimana firman Allah:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ خَيْرٌ لِّاˆنْفُسِهِمْ اِنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ لِيَزْدَادُوْٓا اِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya.
Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah;
dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.
(Ali ‘Imran [3]: 178)

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 31. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian semua tidak akan mampu membuat Allah tidak kuasa menurunkan musibah-musibah di dunia sebagai hukuman atas perbuatan maksiat kalian, sampai pun jika kalian lari ke mana saja di penjuru bumi ini.
Kalian tidak akan menemukan siapa saja selain Allah yang dapat memberikan kasih sayang dan dapat menolong pada saat diturunkannya bencana.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai manusia, tidaklah kalian mampu melemahkan kekuasaan Allah, tidak juga akan mampu meluputkan-Nya.
Tidaklah kalian mempunyai pelindung atas urusan kalian selain Allah.


Dialah yang menyampaikan berbagai macam manfaat bagi kalian.
Tidak ada penolong yang akan menghindarkan kalian dari kemudaratan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kalian tidak dapat) hai orang-orang musyrik


(melepaskan diri) melarikan diri dari azab Allah


(di muka bumi) maksudnya, kalian tidak akan dapat meloloskan diri dan menghindar dari azab-Nya itu


(dan kalian tidak memperoleh selain Allah)


(seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong) yang dapat menolak azab Allah dari kalian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(30-31)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Yakni betapapun kamu, hai manusia, tertimpa musibah, sesungguhnya itu hanyalah karena ulah keburukan kalian sendiri yang terdahulu.

Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Maksudnya, keburukan-keburukanmu.
Maka Dia tidak membalaskannya terhadap kalian, bahkan Dia memaafkannya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun.
(QS. Faathir [35]: 45)

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan seperti berikut:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, tiada sesuatu pun yang menimpa seorang mukmin berupa kelelahan, kepayahan, kesusahan, dan tidak (pula) kesedihan melainkan Allah menghapuskan darinya berkat musibahnya itu sebagian dari kesalahan-kesalahan (dosa-dosa)nya, sehingga yang berupa duri yang menusuk (kaki)nya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Ayyub yang mengatakan bahwa ia membaca di dalam kitab Abu Qilabah yang menyebutkan bahwa ayat berikut, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
(QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8)

Diturunkan saat Abu Bakar r.a. sedang makan, lalu ia menghentikan makannya dan bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku selalu mengetahui apa yang aku kerjakan berupa kebaikan atau keburukan."

Rasulullah ﷺ menjawab:
Tidakkah engkau melihat apa yang engkau lihat berupa perkara yang tidak kamu sukai (menimpa dirimu) itu merupakan beban dari sezarrah keburukan, kemudian dimasukkan ke dalam timbangan kebaikan, hingga engkau mendapatkannya di hari kiamat nanti.
Lalu disebutkan Abu Idris pernah mengatakan, bahwa ia melihat hal yang semakna yang menguatkannya di dalam Kitabullah, yaitu melalui firman-Nya:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur lain, dari Abu Qilabah, dari sahabat Anas r.a. Ia mengatakan bahwa hadis yang pertama adalah yang paling sahih.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa ibnut Tabba’, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Al-Azhar ibnu Rasyid Al-Kahili, dari Al-Khadir ibnul Qawwas Al-Bajali, dari Abu Sakhilah, dari Ali r.a. yang mengatakan,
"Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang suatu ayat dalam Kitabullah yang paling afdal yang telah diceritakan kepada kami oleh Rasulullah ﷺ, yaitu firman-Nya:
‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)’ (QS. Asy Shyuura [42]: 30)
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Hai Ali, aku akan menafsirkannya kepadamu:
Apa saja yang menimpa kamu berupa sakit atau siksaan atau musibah di dunia, maka dikarenakan ulah tanganmu sendiri, dan Allah subhanahu wa ta’ala Maha Penyantun dari menduakalikan siksaan-Nya di akhirat nanti.
Dan apa yang dimaafkan oleh Allah di dunia, maka Allah subhanahu wa ta’ala Mahamulia dari mengulanginya sesudah memaafkannya’."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Marwan ibnu Mu’awiyah dan Abdah, dari Sakhilah yang menceritakan bahwa Ali r.a. pernah mengatakan, lalu disebutkan hal yang semisal secara marfu’.

Kemudian Ibnu Abu Hatim meriwayatkan hal yang semisal dari jalur lain secara mauquf.

Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Mansur ibnu Abu Muzahim, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id ibnu Abul Waddah, dari Abul Hasan, dari Abu Juhaifah yang menceritakan bahwa ia masuk menemui sahabat Ali ibnu Abu Talib r.a, lalu Ali r.a. berkata,
"Maukah aku ketengahkan kepada kamu sekalian suatu hadis yang dianjurkan bagi orang mukmin untuk menghafalnya?"
Kemudian mereka memintanya untuk mengetengahkannya, maka Ali membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)
Lalu Ali r.a. berkata, bahwa apa saja yang telah dijatuhkan oleh Allah sebagai hukuman di dunia, maka Allah Maha Penyantun dari menduakalikan hukuman-Nya kelak di hari kiamat.
Dan apa saja yang telah dimaafkan oleh Allah di dunia, maka Allah Mahamulia dari mengulangi pemaafan-Nya di hari kiamat nanti.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’la ibnu Ubaid, telah menceritakan kepada kami Talhah (yakni Ibnu Yahya), dari Abu Burdah, dari Mu’awiyah ibnu Abu Sufyan r.a. yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tiada sesuatu pun yang menimpa diri seorang mukmin pada jasadnya yang membuatnya kesakitan, melainkan Allah menghapuskan karenanya sebagian dari keburukan-keburukannya.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hasan, dari Zaidah, dari Laits, dari Mujahid, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Apabila dosa seorang hamba banyak, sedangkan dia tidak memiliki sesuatu sebagai penghapusnya (kifaratnya), maka Allah mengujinya dengan kesedihan untuk menghapuskan dosa-dosanya itu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abdullah Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Ismail ibnu Muslim, dari Al-Hasan Al Basri yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Bahwa ketika ayat ini diturunkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman)-Nya, tiada suatu lecet pun karena kayu dan tiada pula terkilirnya urat dan tiada pula tersandungnya telapak kaki melainkan karena perbuatan dosa, dan apa yang dimaafkan oleh Allah dari (penderita) nya adalah lebih banyak.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari mansur, dari Al-Hasan, dari Imran ibnu Husain r.a. yang mengatakan bahwa salah seorang muridnya menemuinya, sedangkan Imran ibnu Husain saat itu sedang terkena cobaan penyakit pada tubuhnya.
Lalu sebagian dari murid-muridnya mengatakan kepadanya,
"Sesungguhnya kami merasa sedih dengan apa yang kami lihat menimpa dirimu."

Maka Imran ibnu Husain menjawab,
"Janganlah kamu bersedih hati melihat diriku seperti ini, karena sesungguhnya apa yang kamu lihat ini karena suatu dosa, sedangkan apa yang dimaafkan oleh Allah jauh lebih banyak (daripada dosa itu)."
Kemudian Imran ibnu Husain r.a. membaca firman-Nya:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul Hamid Al-Hamami, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Abul Bilad yang mengatakan bahwa ia pernah membacakan firman berikut kepada Al-Ala ibnu Badr, yaitu:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Dan ia mengatakan bahwa matanya telah buta sejak ia masih kanak-kanak.
Maka Al-Ala ibnu Badr menjawab,
"Itu karena dosa-dosa kedua orang tuamu."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Abdul Aziz ibnu Abu Daud, dari Ad-Dahhak yang mengatakan bahwa tiadalah yang kami ketahui bila ada seseorang telah hafal Alquran, kemudian ia lupa melainkan karena suatu dosa yang dilakukannya.
Kemudian ia membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahanmu) (QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Kemudian Ad-Dahhak mengatakan bahwa maka adakah musibah yang lebih besar lagi daripada melupakan Alquran?

Unsur Pokok Surah Asy Shyuura (الشورى)

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai "Asy Syuura" (musyawarat) diambil dari perkataan "Syuura" yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga "Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf" karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyyah itu.

Keimanan:

Dalildalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya.
▪ Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya.
▪ Allah memberikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak seorangpun.
▪ Cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia.
▪ Pokok pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

▪ Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

▪ Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mukmin nanti di akhirat.
▪ Memberi ampun lebih baik daripada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas.
▪ Orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan risalahnya.

Audio Murottal

QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 53 + Terjemahan Indonesia



QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 53

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Shyuura ayat 31 - Gambar 1 Surah Asy Shyuura ayat 31 - Gambar 2
Statistik QS. 42:31
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim ‘Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
Sending
User Review
4.8 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

42:31, 42 31, 42-31, Surah Asy Shyuura 31, Tafsir surat AsyShyuura 31, Quran Asy Syura 31, Asy-Syura 31, Surah Asy Syura ayat 31

Video Surah

42:31

No videos found matching your query.

Kandungan Surah Asy Shyuura

۞ QS. 42:3 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 42:4 • Segala sesuatu milik Allah • Al ‘Azim (Maha Agung) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi)

۞ QS. 42:5 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 42:6 • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Wali Allah dan wali syetan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 42:7 • Nama-nama hari kiamat • Derajat para pemeluk agama • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 42:8 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 42:9 • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 42:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:11 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 42:12 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:13 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Allah menggerakkan hati manusia • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:14 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 42:15 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 42:16 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 42:17 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kiamat telah dekat

۞ QS. 42:18 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:19 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 42:20 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Perbuatan dan niat

۞ QS. 42:21 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:22 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 42:23 • Ampunan Allah yang luas • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 42:24 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 42:25 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 42:26 • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Keutamaan iman •

۞ QS. 42:27 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 42:28 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 42:29 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 42:30 • Kasih sayang Allah yang luas • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:31 • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 42:32 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 42:33 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:34 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 42:35 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 42:36 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 42:38 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 42:40 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 42:43 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 42:44 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 42:45 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keabadian neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 42:46 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 42:47 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 42:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 42:49 • Segala sesuatu milik Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 42:50 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 42:51 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 42:52 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 42:53 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Pada hari kiamat orang punya urusan yang cukup menyibukkan.
Banyak muka pada hari itu berseri, tertawa & gembira, dan banyak (pula) muka tertutup debu, ditutup lagi oleh kegelapan.
Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.
QS. ‘Abasa [80]: 37-42

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku,
maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,
dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

QS. Ta Ha [20]: 124

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah,

dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
QS. Yunus [10]: 100

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka,
mereka berkata:
“Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
QS. Al-A’raf [7]: 47

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

+

Array

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

Al Bashiir

Apa itu Al Bashiir? Allah itu Al-Bashir ◀ Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. &128161; Nam...

Salamah bin Qais

Siapa itu Salamah bin Qais? Salamah bin Qais adalah salah seorang sahabat nabi Muhammad ﷺ. Suatu hari Khalifah Umar bin Khathab berjaga-jaga sepanjang malam di Kota Madinah. Ia ingin agar penduduk d...

penebar

Apa itu penebar? pe.ne.bar orang yang menebar; alat untuk menebar; ki penyiar; seorang juru dakwah adalah seorang penebar agama Islam … •