Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 30 [QS. 42:30]

وَ مَاۤ اَصَابَکُمۡ مِّنۡ مُّصِیۡبَۃٍ فَبِمَا کَسَبَتۡ اَیۡدِیۡکُمۡ وَ یَعۡفُوۡا عَنۡ کَثِیۡرٍ
Wamaa ashaabakum min mushiibatin fabimaa kasabat aidiikum waya’fuu ‘an katsiirin;
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).
―QS. Asy Shyuura [42]: 30

And whatever strikes you of disaster – it is for what your hands have earned;
but He pardons much.
― Chapter 42. Surah Asy Shyuura [verse 30]

وَمَآ dan apa yang

And whatever
أَصَٰبَكُم menimpa kamu

befalls you
مِّن dari suatu

of
مُّصِيبَةٍ musibah

(the) misfortune,
فَبِمَا maka disebabkan

(is because) of what
كَسَبَتْ perbuatan

have earned
أَيْدِيكُمْ tangan-tanganmu

your hands.
وَيَعْفُوا۟ dan Dia memaafkan

But He pardons
عَن dari

[from]
كَثِيرٍ kebanyakan

much.

Tafsir

Alquran

Surah Asy Shyuura
42:30

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 30. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia di dunia berupa bencana penyakit dan lain-lainnya adalah akibat perbuatan mereka sendiri, perbuatan maksiat yang telah dilakukannya dan dosa yang telah dikerjakannya sebagaimana sabda Nabi ﷺ:


‘Ali berkata,
"Maukah kalian aku beritahukan mengenai ayat yang sangat utama dalam Alquran sebagaimana Nabi ﷺ sampaikan kepada kami.(Nabi ﷺ membacakan firman Allah)"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak(dari kesalahan-kesalahannya).
"Wahai ‘Ali , aku akan menjelaskan ayat ini kepadamu,
"Musibah apa pun yang menimpa kamu"
yaitu dari penyakit dan siksaan atau bencana di dunia,
"disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri"
(Riwayat Ahmad)


Tidaklah suatu keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, kezaliman, kesempitan, bahkan sepotong duri pun yang menusuk seorang muslim, melainkan dengan hal itu Allah menghapus dosa-dosanya.
(Riwayat Bukhari)


Datangnya penyakit atau musibah adalah disebabkan ulah manusia itu sendiri.

Tetapi di sisi lain penyakit atau musibah itu dapat menghapus dosa seperti hadis di atas.
Hal itu tergantung kepada cara manusia menyikapi, apakah dengan bersabar atau berputus asa.


Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah mengampuni sebagian besar dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat hamba-Nya sebagai satu rahmat besar yang dikaruniakan Allah kepada hamba-Nya, karena kalau tidak, niscaya manusia akan dihancurkan sesuai dengan timbunan dosa yang telah diperbuat mereka, sebagaimana firman Allah:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى

Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. (an-Nahl [16]: 61)


Dan firman-Nya:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوْا مَا تَرَكَ عَلٰى ظَهْرِهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى

Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)nya, sampai waktu yang sudah ditentukan.
(Fathir [35]: 45)

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 30. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Musibah apa saja yang menimpa diri kalian, dan yang tidak menyenangkan kalian, merupakan akibat oleh perbuatan maksiat kalian.
Apa saja yang di dunia telah dimaafkan atau diberi hukuman, Allah terlalu suci untuk menghukum hal itu lagi di akhirat.


Dengan demikian, Dia tersucikan ari berbuat kezaliman dan memiliki sifat kasih sayang yang besar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai sekalian manusia, musibah yang menimpa kalian dalam masalah agama dan dunia disebabkan dosa dan kesalahan yang kalian lakukan.
Namun, Tuhan akan memaafkan banyak kejelekan kalian sehingga kalian tidak akan disiksa karenanya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan apa saja yang telah menimpa kalian) khithab ayat ini ditujukan kepada orang-orang mukmin


(berupa musibah) berupa malapetaka dan kesengsaraan


(maka adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri) artinya, sebab dosa-dosa yang telah kalian lakukan sendiri.
Diungkapkan bahwa dosa-dosa tersebut dikerjakan oleh tangan mereka, hal ini mengingat, bahwa kebanyakan pekerjaan manusia itu dilakukan oleh tangan


(dan Allah memaafkan sebagian besar) dari dosa-dosa tersebut, karena itu Dia tidak membalasnya.
Dia Maha Mulia dari menduakalikan pembalasan-Nya di akhirat.
Adapun mengenai musibah yang menimpa kepada orang-orang yang tidak berdosa di dunia, dimaksudkan untuk mengangkat derajatnya di akhirat kelak.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Yakni betapapun kamu, hai manusia, tertimpa musibah, sesungguhnya itu hanyalah karena ulah keburukan kalian sendiri yang terdahulu.

Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Maksudnya, keburukan-keburukanmu.
Maka Dia tidak membalaskannya terhadap kalian, bahkan Dia memaafkannya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:


Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun.
(QS. Faathir [35]: 45)

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan seperti berikut:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, tiada sesuatu pun yang menimpa seorang mukmin berupa kelelahan, kepayahan, kesusahan, dan tidak (pula) kesedihan melainkan Allah menghapuskan darinya berkat musibahnya itu sebagian dari kesalahan-kesalahan (dosa-dosa)nya, sehingga yang berupa duri yang menusuk (kaki)nya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Ayyub yang mengatakan bahwa ia membaca di dalam kitab Abu Qilabah yang menyebutkan bahwa ayat berikut, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
(QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8)
Diturunkan saat Abu Bakar r.a. sedang makan, lalu ia menghentikan makannya dan bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku selalu mengetahui apa yang aku kerjakan berupa kebaikan atau keburukan."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Tidakkah engkau melihat apa yang engkau lihat berupa perkara yang tidak kamu sukai (menimpa dirimu) itu merupakan beban dari sezarrah keburukan, kemudian dimasukkan ke dalam timbangan kebaikan, hingga engkau mendapatkannya di hari kiamat nanti.
Lalu disebutkan Abu Idris pernah mengatakan, bahwa ia melihat hal yang semakna yang menguatkannya di dalam Kitabullah, yaitu melalui firman-Nya:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur lain, dari Abu Qilabah, dari sahabat Anas r.a. Ia mengatakan bahwa hadis yang pertama adalah yang paling sahih.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa ibnut Tabba’, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Al-Azhar ibnu Rasyid Al-Kahili, dari Al-Khadir ibnul Qawwas Al-Bajali, dari Abu Sakhilah, dari Ali r.a. yang mengatakan,
"Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang suatu ayat dalam Kitabullah yang paling afdal yang telah diceritakan kepada kami oleh Rasulullah ﷺ, yaitu firman-Nya:
‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)’ (QS. Asy Shyuura [42]: 30)
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Hai Ali, aku akan menafsirkannya kepadamu:
Apa saja yang menimpa kamu berupa sakit atau siksaan atau musibah di dunia, maka dikarenakan ulah tanganmu sendiri, dan Allah subhanahu wa ta’ala Maha Penyantun dari menduakalikan siksaan-Nya di akhirat nanti.
Dan apa yang dimaafkan oleh Allah di dunia, maka Allah subhanahu wa ta’ala Mahamulia dari mengulanginya sesudah memaafkannya’."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Marwan ibnu Mu’awiyah dan Abdah, dari Sakhilah yang menceritakan bahwa Ali r.a. pernah mengatakan, lalu disebutkan hal yang semisal secara marfu‘.

Kemudian Ibnu Abu Hatim meriwayatkan hal yang semisal dari jalur lain secara mauquf.


Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Mansur ibnu Abu Muzahim, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id ibnu Abul Waddah, dari Abul Hasan, dari Abu Juhaifah yang menceritakan bahwa ia masuk menemui sahabat Ali ibnu Abu Talib r.a, lalu Ali r.a. berkata,
"Maukah aku ketengahkan kepada kamu sekalian suatu hadis yang dianjurkan bagi orang mukmin untuk menghafalnya?"
Kemudian mereka memintanya untuk mengetengahkannya, maka Ali membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)
Lalu Ali r.a. berkata, bahwa apa saja yang telah dijatuhkan oleh Allah sebagai hukuman di dunia, maka Allah Maha Penyantun dari menduakalikan hukuman-Nya kelak di hari kiamat.
Dan apa saja yang telah dimaafkan oleh Allah di dunia, maka Allah Mahamulia dari mengulangi pemaafan-Nya di hari kiamat nanti.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’la ibnu Ubaid, telah menceritakan kepada kami Talhah (yakni Ibnu Yahya), dari Abu Burdah, dari Mu’awiyah ibnu Abu Sufyan r.a. yang mengatakan bahwa aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tiada sesuatu pun yang menimpa diri seorang mukmin pada jasadnya yang membuatnya kesakitan, melainkan Allah meng­hapuskan karenanya sebagian dari keburukan-keburukannya.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hasan, dari Zaidah, dari Laits, dari Mujahid, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Apabila dosa seorang hamba banyak, sedangkan dia tidak memiliki sesuatu sebagai penghapusnya (kifaratnya), maka Allah mengujinya dengan kesedihan untuk menghapuskan dosa-dosanya itu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abdullah Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Ismail ibnu Muslim, dari Al-Hasan Al Basri yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Bahwa ketika ayat ini diturunkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman)-Nya, tiada suatu lecet pun karena kayu dan tiada pula terkilirnya urat dan tiada pula tersandungnya telapak kaki melainkan karena perbuatan dosa, dan apa yang dimaafkan oleh Allah dari (penderita) nya adalah lebih banyak.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari mansur, dari Al-Hasan, dari Imran ibnu Husain r.a. yang mengatakan bahwa salah seorang muridnya menemuinya, sedangkan Imran ibnu Husain saat itu sedang terkena cobaan penyakit pada tubuhnya.
Lalu sebagian dari murid-muridnya mengatakan kepadanya,
"Sesungguhnya kami merasa sedih dengan apa yang kami lihat menimpa dirimu."
Maka Imran ibnu Husain menjawab,
"Janganlah kamu bersedih hati melihat diriku seperti ini, karena sesungguhnya apa yang kamu lihat ini karena suatu dosa, sedangkan apa yang dimaafkan oleh Allah jauh lebih banyak (daripada dosa itu)."
Kemudian Imran ibnu Husain r.a. membaca firman-Nya:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul Hamid Al-Hamami, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Abul Bilad yang mengatakan bahwa ia pernah membacakan firman berikut kepada Al-Ala ibnu Badr, yaitu:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.
(QS. Asy Shyuura [42]: 30)
Dan ia mengatakan bahwa matanya telah buta sejak ia masih kanak-kanak.
Maka Al-Ala ibnu Badr menjawab,
"Itu karena dosa-dosa kedua orang tuamu."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Abdul Aziz ibnu Abu Daud, dari Ad-Dahhak yang mengatakan bahwa tiadalah yang kami ketahui bila ada seseorang telah hafal Alquran, kemudian ia lupa melainkan karena suatu dosa yang dilakukannya.
Kemudian ia membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahanmu) (QS. Asy Shyuura [42]: 30)

Kemudian Ad-Dahhak mengatakan bahwa maka adakah musibah yang lebih besar lagi daripada melupakan Alquran?

Unsur Pokok Surah Asy Shyuura (الشورى)

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai "Asy Syuura" (musyawarat) diambil dari perkataan "Syuura" yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga "Haa Miim ‘Ain Siin Dalildalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya.
▪ Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya.
▪ Allah memberikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak seorangpun.
▪ Cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia.
▪ Pokok pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

▪ Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

▪ Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mukmin nanti di akhirat.
▪ Memberi ampun lebih baik daripada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas.
▪ Orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan risalahnya.

Audio

QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 53 + Terjemahan Indonesia

QS. Asy-Shyuura (42) : 1-53 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 53

Gambar Kutipan Ayat

Surah Asy Shyuura ayat 30 - Gambar 1 Surah Asy Shyuura ayat 30 - Gambar 2 Surah Asy Shyuura ayat 30 - Gambar 3
Statistik QS. 42:30
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim ‘Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah42
Nama SurahAsy Shyuura
Arabالشورى
ArtiMusyawarah
Nama lainHa Mim Ain Syin Qaf
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu62
JuzJuz 25
Jumlah ruku’5 ruku’
Jumlah ayat53
Jumlah kata860
Jumlah huruf3521
Surah sebelumnyaSurah Fussilat
Surah selanjutnyaSurah Az-Zukhruf
Sending
User Review
4.7 (11 votes)
Tags:

42:30, 42 30, 42-30, Surah Asy Shyuura 30, Tafsir surat AsyShyuura 30, Quran Asy Syura 30, Asy-Syura 30, Surah Asy Syura ayat 30

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 1 [QS. 51:1]

1–4. Surah yang lalu diakhiri dengan penjelasan tentang hari Kebangkitan yang pada saat itu akan terbukti ancaman-ancaman Allah yang telah diungkapkan sebelumnya. Oleh karena itu sangat tepat ketika s … 51:1, 51 1, 51-1, Surah Adz Dzaariyaat 1, Tafsir surat AdzDzaariyaat 1, Quran adz dzariyat 1, Az Zariyat 1, Surah Az Zariyat ayat 1

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 220 [QS. 26:220]

220. Sungguh, Dia Maha Mendengar semua apa yang kau katakan dan engkau keluhkan, Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan. Semua yang terjadi tidak berlalu begitu saja, tetapi akan mendapatkan perhi-tung … 26:220, 26 220, 26-220, Surah Asy Syu’araa 220, Tafsir surat AsySyuaraa 220, Quran Asy Syuara 220, Asy Syu’ara 220, Asy-Syu’ara 220, Surah Asy Syuara ayat 220

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

+

Array

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Benar! Kurang tepat!

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … muallaf mubram mabrur muannas muallaq Benar! Kurang tepat! Salah satu contoh takdir

Pendidikan Agama Islam #16

Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … ibrah dan peringatan bagi orang yang beriman pelengkap

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Maha Penguasa Hari Kiamat Maha Pemberi Balasan Maha Kuasa Maha

Instagram