QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 11 [QS. 42:11]

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ جَعَلَ لَکُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِکُمۡ اَزۡوَاجًا وَّ مِنَ الۡاَنۡعَامِ اَزۡوَاجًا ۚ یَذۡرَؤُکُمۡ فِیۡہِ ؕ لَیۡسَ کَمِثۡلِہٖ شَیۡءٌ ۚ وَ ہُوَ السَّمِیۡعُ الۡبَصِیۡرُ
Faathirus-samaawaati wal ardhi ja’ala lakum min anfusikum azwaajan waminal an’aami azwaajan yadzra’ukum fiihi laisa kamitslihi syayun wahuwassamii’ul bashiir(u);

(Dia) Pencipta langit dan bumi.
Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.
―QS. 42:11
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan hewan ▪ Pengukuhan kenabian dengan mukjizat
42:11, 42 11, 42-11, Asy Shyuura 11, AsyShyuura 11, Asy Syura 11, Asy-Syura 11

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, begitu juga yang ajaib dan mengherankan yang kita saksikan seperti luasnya cakrawala yang membentang luas di atas kita tanpa ada tiang yang menunjangnya; karenanya, Dia-lah yang pantas dan layak dijadikan sandaran dalam segala hal dan dimintai bantuan dan pertolongan-Nya; bukan tuhan-tuhan mereka yang tidak berdaya dan yang tidak dapat berbuat apa-apa.
Dia-lah yang menjadikan bagi manusia dari jenisnya sendiri jodohnya masing-masing; yang satu dijodohkan kepada yang lain sehingga lahirlah keturunan turun-temurun memakmurkan dunia ini.
Demikian itu berlaku pula pada binatang ternak yang akhirnya berkembang biak memenuhi daratan bumi.

Dengan demikian, teratur dan terjaminlah hidup dan kehidupan makhluk yang berada di atas bumi ini.
Makanan bergizi cukup, minuman yang menyegarkan lengkap dan lain-lain nikmat yang wajib disyukuri untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semuanya itu menunjukkan kebenaran dan kekuasaan Allah.
Tidak ada satu pun yang menyamai-Nya dalam segala hal.
Dia Maha Mendengar.
Dia mendengar segala apa yang diucapkan setiap makhluk.
Maha Melihat.
Tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
Dia melihat segala amal perbuatan makhluk-Nya, yang baik maupun yang jahat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia adalah Pencipta langit dan bumi yang sebelumnya tidak ada itu.
Dia, demi kepentingan kalian, menciptakan pasangan–laki-laki dan perempuan–dari jenis manusia, dan pasangan–jantan dan betina–dari berbagai hewan ternak.
Dengan pengaturan yang amat cermat itu, Dia memperbanyak kalian.
Tidak ada yang menyerupai-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang pantas menjadi pasangan-Nya.
Dialah yang mengetahui, dengan sempurna, semua hal yang bisa didengar dan dilihat, tanpa bantuan indera.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pencipta langit dan bumi) Dialah Yang mengadakan langit dan bumi (Dia menjadikan bagi kalian dari jenis kalian sendiri pasangan-pasangan) sewaktu Dia menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam (dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan) ada jenis jantan dan ada jenis betina (dijadikan-Nya kalian berkembang biak) maksudnya, mengembangbiakkan kalian (dengan jalan itu) yaitu melalui proses perjodohan.

Dengan kata lain, Dia memperbanyak kalian melalui anak beranak.

Dhamir yang ada kembali kepada manusia dan binatang ternak dengan ungkapan yang lebih memprioritaskan manusia.

(Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia) huruf Kaf adalah Zaidah, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala tiada sesuatu pun yang semisal dengan-Nya (dan Dialah Yang Maha Mendengar) semua apa yang dikatakan (lagi Maha Melihat) semua apa yang dikerjakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Dia) Pencipta langit dan bumi.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11)

Allah-lah yang menciptakan keduanya sejak semula dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya.

Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11)

Yakni berkat kemurahan dan karunia dari-Nya, Dia menjadikan pasangan kalian dari jenis kalian sendiri, laki-laki dan perempuan.

dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula).
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11)

Dia telah menciptakan bagi kalian delapan macam binatang ternak yang berpasang-pasangan pula.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11)

Yaitu melalui proses tersebut Dia menciptakan kalian, dan Dia terus-menerus mengembangbiakkan kalian dengan melaluinya, ada yang laki-laki dan ada yang perempuan, generasi demi generasi, dan keturunan-demi keturunan; begitu pula binatang ternak melalui proses yang sama.

Al-Baghawi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11) Yakni di dalam rahim.

Pendapat yang lain menyebutkan di dalam perut.

Menurut pendapat yang lainnya lagi melalui proses itu, generasi demi generasi, baik manusia maupun binatang ternak, kata Mujahid.

Menurut pendapat yang lain, lafaz fii bermakna ba, yakni Dia menjadikan kalian dengan melalui proses tersebut.

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11)

Yakni tiada suatu makhluk pun yang serupa dengan Dia, karena Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Maha Esa dan tiada yang menandingi-Nya (menyamai-Nya).

dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 11)


Kata Pilihan Dalam Surah Asy Shyuura (42) Ayat 11

AN’AAM
أَنْعَٰم

Lafaz ini adalah bentuk jamak, mufradnya ialah an na’am, bermakna al ibl (unta) yang banyak manfaat dan kegunaannya. An’aam berarti al baha’im (hewan atau binatang­ binatang). Kerbau, sapi dan kambing bisa disebut sebagai an’aam.

Al Fayruz Abadi berkata,
“Tidak dikatakan an’aam sehingga jumlah manfaatnya sama seperti unta. Namun begitu, ia bersifat umum yang mencakup unta dan laln-lainnya.”

Al Farra berkata,
Al An’aam adalah lafaz mudzakkar dan tidak dimuannatskan seperti pada contoh haadzaa na’amun waridun artinya “Ini hewan ternak yang diimport.”

Lafaz an’aam disebut sebanyak 32 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 14;
-An Nisaa (4), ayat 119;
-Al Maa’idah (5), ayat 1;
-Al An’aam (6), ayat 136, 138, 138, 138, 139, 142;
-Al A’raaf (7), ayat 179;
-Yunus (10), ayat 24;
-An Nahl (16), ayat 5, 66, 80;
-Tha Ha (20), ayat 54;
-Al Hajj (22), ayat 28, 30, 34;
-Al Mu’minuun (23), ayat 21;
-Al Furqaan (25), ayat 44, 49;
-Asy Syu’araa (26), ayat 133;
-As Sajadah (32), ayat 27;
-Faathir (35), ayat 28;
-Yaa Siin (36), ayat 71;
-Az Zumar (39), ayat 6;
-Al Mu’min (40), ayat 79;
-Asy Syu’araa (42), ayat 11;
-Az Zukhruf (43), ayat 12;
-Muhammad (47), ayat 12;
-An Naazi’at (79), ayat 33;
-‘Abasa (80), ayat 32.

Lafaz an’aam di dalam Al Qur’an mencakup hewan-hewan ternak seperti unta, sapi dan kambing. la bersesuaian dengan pendapat para mufassir.

Al Baidawi berkata,
Al an’aam bermakna unta, sapi dan kambing.”

Al Alusi berkata,
la mencakupi unta, sapi dan kambing, dan dinamakan ia seperti itu karena jalannya perlahan dan kelembutannya.”

Begitu juga pendapat Ibn Qutaibah, Al Fayruz Abadi dan ulama lain.

At Tabari berkata,
Al an’aam ialah delapan ekor hewan ternak yang disebut dalam surah Al An’aam yaitu dua kambing biri-biri jantan dan betina, dua ekor kambing biasa jantan dan betina, jantan dan betina dari unta dan sapi.”

Kesimpulannya, lafaz an’aam bermakna hewan-hewan ternak.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:52

Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.8
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Tidak ada.


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta