QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 1 [QS. 42:1]

حٰمٓ ۚ
Haa miim;

Haa Miim.
―QS. 42:1
Topik ▪ Tugas-tugas malaikat
42:1, 42 1, 42-1, Asy Shyuura 1, AsyShyuura 1, Asy Syura 1, Asy-Syura 1

Tafsir surah Asy Shyuura (42) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Asy Shyuura (42) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Kedua ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Al-Qur’an.
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu.
Selanjutnya dipersilakan menelaah masalah ini pada “Al-Qur’an dan Tafsirnya” jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ha, Mim.
‘Ain, Sin, Qaf.
Seperti gaya Al Quran dalam mengawali beberapa suratnya, surat ini pun diawali dengan lima huruf fonemis.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Haa Miim)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam pembahasan terdahulu telah diterangkan mengenai huruf-huruf hijaiyah yang mengawali surat-surat Al-Qur’an.
Tetapi di sini Ibnu Jarir telah meriwayatkan sebuah atsar yang gharib, aneh, lagi irasional.

Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab ibnu Najdah Al-Huti, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah Abdul Quddus ibnul Hajjaj, dari Artah ibnul Munzir yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Ibnu Abbas yang pada saat itu Ibnu Abbas sedang berhadapan dengan Huzaifah ibnul Yaman, lalu lelaki itu menanyakan kepadanya tentang tafsir firman-Nya: Ha Mim ‘Ain Sin Qaf.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 1-2)

Ibnu Abbas menundukkan kepalanya, lalu berpaling dari lelaki itu.
Lelaki itu mengulangi pertanyaannya, tetapi Ibnu Abbas memalingkan muka tidak menjawabnya barang sepatah kata pun, kelihatannya dia tidak senang dengan pertanyaan itu.
Kemudian si lelaki itu mengulangi pertanyaannya untuk yang ketiga kalinya, tetapi Ibnu Abbas tidak menjawab sepatah kata pun.

Akhirnya Huzaifah r.a.
berkata kepada lelaki itu, bahwa dialah yang akan menjawab pertanyaan itu.
Huzaifah r.a.
mengatakan,”Engkau tahu mengapa Ibnu Abbas tidak suka menafsirkannya, sebenarnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari kalangan ahli baitnya.
Lelaki itu dikenal dengan nama Abdullah, dia bertempat tinggal di salah satu tepi sungai di belahan bumi timur.
Dia membangun dua buah kota padanya yang di antara keduanya terbelah oleh sebuah sungai.
Apabila Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan lenyapnya kerajaan mereka dan runtuhnya negeri mereka serta masa keemasannya telah punah, maka di suatu malam Allah mengirimkan api kepada salah satu dari kedua kota itu.
Kemudian pada pagi harinya kota itu menjadi hangus lagi gelap, semuanya telah terbakar, seakan-akan belum pernah ada sebuah kota padanya.
Kejadian itu membuat para penghuninya merasa heran, mengapa kota mereka bisa hancur seperti itu.
Dan begitu matahari memancarkan sinar terangnya di hari yang sama, tiba-tiba berkumpullah padanya semua orang yang angkara murka lagi pengingkar dari kalangan mereka, lalu Allah membenamkan kota itu bersama mereka semuanya.
Yang demikian itulah makna yang dimaksud dari firman-Nya, Ha Mim ‘Ain Sin Qaf, yakni suatu ketetapan dari Al­lah dan cobaan serta keputusan dari Ha Mim.
‘Ain artinya keadilan dari Allah, Sin artinya bakal terjadi, sedangkan Qaf artinya menjadi kenyataan yang akan menimpa kedua kota tersebut.”

Riwayat yang lebih gharib lagi diriwayatkan oleh Al-HafizAbu Ya’la Al-Mausuli di dalam juz kedua dalam kitab Musnad Ibnu Abbas-nya, dari Abu Zar r.a., dari Nabi ﷺ sehubungan dengan kisah tersebut.
Tetapi sanadnya lemah sekali dan munqati’.

Dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Talib Abdul Jabbar ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Abu Abdulah Al Hasan ibnu Yahya Al-Khusyani Ad-Dimasyqi, dari Abu Mu’awiyah yang mengatakan bahwa Khalifah Umar ibnul Khattab r.a.
di suatu hari menaiki mimbar, lalu ia mengatakan, “Hai manusia, apakah ada seseorang di antara kamu yang pernah mendengar Rasulullah ﷺ menafsirkan firman-Nya, Ha Mim, ‘Ain Sin Qaf?”
Maka Ibnu Abbas r.a.
berdiri, lalu berkata, “Saya.”

Ibnu Abbas mengatakan, “Ha Mim adalah salah satu dari asma-asma Allah subhanahu wa ta’ala” Umar bertanya, “Kalau ‘Ain-nya?”
Ibnu Abbas menjawab, “Orang-orang yang berpaling dari (Al Qur’an) menyaksikan azab yang terjadi dalam Perang Badar.” Umar bertanya, “Kalau Sin-nya?”
Ibnu Abbas menjawab, “Kelak orang-orang yang aniaya akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” Umar bertanya, “Kalau Qaf-nya?”
Ibnu Abbas diam, tidak menjawab.
Maka berdirilah Abu Zar, lalu menafsirkan seperti tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, dan selanjutnya ia mengatakan bahwa Qaf artinya peristiwa dahsyat dari langit yang menimpa semua manusia (hari kiamat).


Informasi Surah Asy Shyuura (الشورى)
Surat Asy Syuura terdiri atas S 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat.

Dinamai “Asy Syuura” (musyawarat) diambil dari perkataan “Syuura” yang terdapat pada ayat 38 surat ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat.

Dinamai juga “Haa Miim ‘Ain Siin Qaaf” karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiy­yah itu.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagai­nya
Allah memberi rezki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya
Allah mem­berikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan atau anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak se­orangpun
cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia
pokok­ pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

Hukum:

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

Lain-lain:

Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu’ min nanti di akhirat
memberi ampun lebih baik daripada membalas dan mem­balas jangan sampai melampaui batas
orang-orang kafir mendesak Nabi Muham­ mad ﷺ supaya hari kiamat disegerakan datangnya
kewajiban rasul hanya me­ nyampaikan risalahnya.

Ayat-ayat dalam Surah Asy Shyuura (53 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 1 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 1 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Asy-Shyuura (42) ayat 1 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Asy-Shyuura - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 53 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 42:1
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Asy Shyuura.

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat.
Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini.
Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah.
Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Nomor Surah 42
Nama Surah Asy Shyuura
Arab الشورى
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim Ain Syin Qaf
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 62
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 53
Jumlah kata 860
Jumlah huruf 3521
Surah sebelumnya Surah Fussilat
Surah selanjutnya Surah Az-Zukhruf
4.4
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/42-1









Iklan

Video

Tidak ada.


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta