QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 90 [QS. 37:90]

فَتَوَلَّوۡا عَنۡہُ مُدۡبِرِیۡنَ
Fatawallau ‘anhu mudbiriin(a);

Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.
―QS. 37:90
Topik ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
37:90, 37 90, 37-90, Ash Shaffaat 90, AshShaffaat 90, Al-Shaffat 90, AshShaffat 90, Ash Shafat 90, Ash Shaffat 90

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 90

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Lihat tafsir ayat 88

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lalu kaumnya berpaling darinya dan meninggalkan omongannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Lalu mereka berpaling daripadanya) menuju ke tempat perayaan mereka (dengan membelakangi)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ini adalah ungkapan kiasan darinya, maka mereka pun meninggalkannya di belakang mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap orang yang sedang memandang ke arah langit itu adalah orang yang sedang berfikir atau merenungkan sesuatu.
Yang dimaksud oleh Qatadah ialah bahwa Nabi Ibrahim saat itu mengarahkan pandangannya ke langit untuk mengalihkan perhatian mereka terhadap dirinya.
Lalu ia berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya aku sakit.
(Q.S. As-Saffat [37]: 89)

Yakni lemah.

Adapun hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir sehubungan dengan makna ayat ini, yaitu:

telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepadaku Hisyam, dari Muhammad, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Ibrahim ‘alaihis salam tidak pernah berdusta kecuali dalam tiga perkara, dua di antaranya dalam membela Zat Allah, yaitu ucapannya, “Sesungguhnya aku sakit, ” dan perkataannya, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.” Dan perkataannya tentang Sarah, “Dia adalah saudara perempuanku.”

Hadis ini diketengahkan di dalam kitab-kitab sahih dan kitab-kitab sunah melalui berbagai jalur.
Akan tetapi, hal ini bukan termasuk dusta murni yang dicela oleh syariat pelakunya.
Tidaklah demikian pada hakikatnya melainkan disebut sebagai dusta dengan ungkapan majaz.
Dan sesungguhnya hal itu hanyalah termasuk kata-kata sindiran untuk tujuan yang diperbolehkan oleh syariat dan agama, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

Sesungguhnya di dalam ungkapan-ungkapan sindiran benar-benar terdapat jalan untuk mengelak dari berkata dusta.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad’an, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda sehubungan dengan ketiga ucapan Nabi Ibrahim r.a.
yang dikatakannya, bahwa tiada suatu kalimat pun darinya melainkan diutarakan untuk membela agama Allah.
Pertama yang disebutkan oleh firman-Nya: Kemudian ia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.” (Q.S. As-Saffat [37]: 89) Dan yang kedua disebutkan oleh firman-Nya: Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 63) Dan Ibrahim ‘alaihis salam berkata kepada raja yang menginginkan istrinya, “Dia adalah saudara perempuanku.”

Sufyan mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya aku sakit.
(Q.S. As-Saffat [37]: 89) Yakni terkena penyakit ta’un.
Ia mengatakan demikian karena kaumnya takut terhadap penderita ta’un, takut ketularan, karena itu mereka lari meninggalkannya sendirian.
Dengan demikian, maka tercapailah keinginan Ibrahim ‘alaihis salam yang menginginkan agar menyendiri bersama berhala-berhala mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya: Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
Kemudian berkata, “Sesungguhnya aku sakit.” (Q.S. As-Saffat [37]: 88-89) Maka mereka berkata kepadanya yang saat itu sedang berada di tempat peribadatan mereka yang dipenuhi oleh berhala-berhala sembahan mereka, “Keluarlah kamu.” Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menjawab, “Sesungguhnya aku terkena penyakit ta’un.” Akhirnya mereka meninggalkannya karena takut ketularan penyakit ta’un.

Qatadah telah meriwayatkan dari Sa’id ibnul Musayyab, bahwa Ibrahim melihat bintang-bintang terbit di langit, lalu ia berkata: Sesungguhnya aku sakit.
(Q.S. As-Saffat [37]: 89) Nabi Ibrahim bermaksud membela agama Allah, untuk itu ia mengatakan hal tersebut, bahwa ia sedang sakit.

Ulama lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kemudian ia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.” (Q.S. As-Saffat [37]: 89) dinisbatkan kepada masa mendatang, yakni sakit yang menyebabkan kematian.

Menurut pendapat yang lainnya, sakit di sini adalah sakit hati karena melihat kaumnya menyembah berhala selain Allah subhanahu wa ta’ala

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, bahwa kaum Nabi Ibrahim keluar menuju tempat perayaan mereka, dan mereka menginginkan agar Ibrahim pun ikut keluar bersama mereka.
Tetapi Nabi Ibrahim merebahkan dirinya dan berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya: Sesungguhnya aku sakit.
(Q.S. As-Saffat [37]: 89) Lalu ia menatapkan pandangannya ke arah langit, setelah mereka (kaumnya) keluar, maka Ibrahim bangkit menuju kepada berhala-berhala sembahan mereka, lalu menghancurkannya.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Lalu mereka berpaling darinya dengan membelakanginya.
(Q.S. As-Saffat [37]: 90)


Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 90 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 90 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 90 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 37:90
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
4.5
Ratingmu: 4.7 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta