QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 47 [QS. 37:47]

لَا فِیۡہَا غَوۡلٌ وَّ لَا ہُمۡ عَنۡہَا یُنۡزَفُوۡنَ
Laa fiihaa ghaulun walaa hum ‘anhaa yunzafuun(a);

Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
―QS. 37:47
Topik ▪ Surga ▪ Sifat surga dan kenikmatannya ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
37:47, 37 47, 37-47, Ash Shaffaat 47, AshShaffaat 47, Al-Shaffat 47, AshShaffat 47, Ash Shafat 47, Ash Shaffat 47

Tafsir surah Ash Shaffaat (37) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ash Shaffaat (37) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah menggambarkan makanan dan tempat tinggal mereka, Allah kemudian menerangkan minuman mereka.
Dengan dilayani oleh anak-anak remaja yang cakap, ahli surga itu menikmati minuman lezat, segelas khamar yang sangat jernih bagaikan air bening yang warnanya putih bersih yang sedap rasanya, ada minuman mereka yang bercampur zanjabil (jahe) yang didatangkan dari sumber air surga yang namanya salsabil sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
(Yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan Salsabil.
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda yang tetap muda.
Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan.

(Q.S. Al-Insan [76]: 17-19)

Kenikmatan minuman yang disediakan Allah dalam surga merupakan kelengkapan kenikmatan bagi ahli surga.
Mereka disuguhi bermacam ragam khamar yang melimpah ruah seolah-olah khamar itu diambilnya dari sumber bening yang mengalir tanpa putus-putusnya, setiap kali mereka meminta tentu mendapatkannya.
Allah menjelaskan pula bahwa khamar dalam surga itu keadaannya jauh berbeda dengan khamar yang terdapat di dunia, baik mengenai kejernihan, warna, bau ,dan rasanya.
Demikian pula pengaruh minuman terhadap jasmani dan rohani berbeda dengan khamar dunia.
Khamar surga tidak membahayakan dan tidak memabukkan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Minuman itu tidak membuat pusing dan membuat mereka mabuk.
Dengan meminumnya kesadaran mereka tidak hilang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidak ada di dalam khamar itu alkohol) yakni zat yang membuat akal mereka mabuk (dan mereka tiada mabuk karenanya) dapat dibaca Yunzafuuna atau yanzifuuna, yang berasal dari kalimat, Nazafasy Syaaribu, dan Anzafa, artinya memabukkan, maksudnya khamar surga itu tidak memabukkan berbeda halnya dengan khamar di dunia.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidak membahayakan jasmani dan akal.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada dalam khamr itu alkohol (Q.S. As-Saffat [37]: 47)

Maksudnya, tidak menjadikan peminumnya merasa mual perutnya.

Demikianlah menurut Ibnu Abbas r.a.
Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid, tidak sebagaimana khamr dunia yang mempunyai pengaruh tersebut karena mengandung banyak alkohol.

Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan gaul ialah pening kepala.
Demikian pula menurut apa yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
dalam pendapat lainnya.

Qatadah mengatakan, gaul adalah kepala pening dan perut mual.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan, makna yang dimaksud ialah khamr surga tidak mengandung penyakit dan tidak pula hal yang tidak disukai.

Pendapat yang sahih adalah yang dikatakan oleh Mujahid, yaitu perut mual.


Kata Pilihan Dalam Surah Ash Shaffaat (37) Ayat 47

GHAWL
غَوْل

Arti kata kerja ghaala – yaghuul adalah membinasakan (seseorang) tanpa disadari orang itu. Sedangkan arti bentuk mashdarnya ghawl adalah kebinasaan dan kerusakan.

Lafaz ini hanya diulang sekali saja di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Ash Shaffaat (37), ayat 47. Ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menerangkan sifat-sifat khamr yang akan dinikmati oleh penghuni syurga di akhirat nanti. Diantara sifat-sifat khamr itu, ia di ambil dari aliran sungai khamr, berwarna putih bersih, lezat rasanya dan ia tidak mengandung unsur yang membahayakan atau merusakkan orang yang meminumnya (ghawl) dan juga tidak menyebabkan mabuk atau hilang akal.

Para ulama berbeda pendapat dalam memberi maksud lafaz ghawl dalam ayat ini.

Pendapat-pendapat mereka berkisar pada, pening kepala sakit perut dan hilang akal. Namun, Imam Ibn Katsir menetapkan pendapat yang mengatakan arti ghawl adalah sakit perut adalah pendapat yang benar.

Imam Ibn Katsir juga menegaskan Allah membersihkan khamr akhirat dari unsur-unsur membahayakan yang terkandung di dalam khamr dunia, seperti kandungan yang menyebabkan pening kepala, sakit perut dan juga hilangnya kuasa minda secara keseluruhan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:395

Informasi Surah Ash Shaffaat (الصافات)
Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan se­ sudah surat Al An’aam.

Dinamai dengan “Ash Shaaffaat” (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan “AshShaaffaat” yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syai­tan.
Hal ini hendaklah menjadi i’tibar bagi manusia dalarn menghambakan dirinya kepada Allah.

Keimanan:

Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah
adanya hari berbangkit
adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat
malaikat-malaikat selalu bertasbih kepada Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Ibrahim a.s.
kisah Ismail a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Dyas a.s.
kisah Luth a.s.
kisah Yunus a.s.

Lain-lain:

Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur’an
tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat keni’matan di surga
tentang pohon zaqqum
celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah ber­anak
seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ash-Shaffaat (37) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ash-Shaffaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 182 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 37:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaffaat.

Surah As-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.
Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di hadapan Tuhannya di mana mereka tidak dapat digoda oleh setan.

Nomor Surah 37
Nama Surah Ash Shaffaat
Arab الصافات
Arti Barisan-barisan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 56
Juz Juz 23
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 182
Jumlah kata 866
Jumlah huruf 3903
Surah sebelumnya Surah Ya Sin
Surah selanjutnya Surah Sad
4.4
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta