Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 5 [QS. 61:5]

وَ اِذۡ قَالَ مُوۡسٰی لِقَوۡمِہٖ یٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُوۡنَنِیۡ وَ قَدۡ تَّعۡلَمُوۡنَ اَنِّیۡ رَسُوۡلُ اللّٰہِ اِلَیۡکُمۡ ؕ فَلَمَّا زَاغُوۡۤا اَزَاغَ اللّٰہُ قُلُوۡبَہُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الۡفٰسِقِیۡنَ
Wa-idz qaala muusa liqaumihi yaa qaumi lima tu’dzuunanii waqad ta’lamuuna annii rasuulullahi ilaikum falammaa zaaghuu azaaghallahu quluubahum wallahu laa yahdiil qaumal faasiqiin(a);
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya,
“Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu?”
Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
―QS. Ash Shaff [61]: 5

And (mention, O Muhammad), when Moses said to his people,
"O my people, why do you harm me while you certainly know that I am the messenger of Allah to you?"
And when they deviated, Allah caused their hearts to deviate.
And Allah does not guide the defiantly disobedient people.
― Chapter 61. Surah Ash Shaff [verse 5]

وَإِذْ apabila

And when
قَالَ berkata

said
مُوسَىٰ Musa

لِقَوْمِهِۦ kepada kaumnya

to his people,
يَٰقَوْمِ wahai kaumku

"O my people!
لِمَ mengapa

Why
تُؤْذُونَنِى kamu menyakiti aku

do you hurt me
وَقَد dan sesungguhnya

while certainly
تَّعْلَمُونَ (kalian) mengetahui

you know
أَنِّى sesungguhnya aku

that I am
رَسُولُ rasul/utusan

(the) Messenger
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
إِلَيْكُمْ kepadamu

to you?"
فَلَمَّا maka tatkala

Then when
زَاغُوٓا۟ mereka berpaling

they deviated,
أَزَاغَ memalingkan

(was caused to) deviate
ٱللَّهُ Allah

(by) Allah
قُلُوبَهُمْ hati mereka

their hearts.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
لَا tidak

(does) not
يَهْدِى menunjukkan

guide
ٱلْقَوْمَ kaum

the people,
ٱلْفَٰسِقِينَ orang-orang yang fasik

the defiantly disobedient.

Tafsir

Alquran

Surah Ash Shaff
61:5

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ agar menyampaikan kepada kaum Muslimin dan Ahli Kitab tentang Nabi Musa yang menyesali kaumnya, mengapa mereka menentang dan menyakitinya.
Padahal mereka tahu bahwa ia adalah seorang rasul yang diutus Allah kepada mereka.


Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa Musa memerintahkan kaumnya berperang agar mereka bisa memasuki kota Baitulmakdis, tetapi kaumnya mengingkari.
Allah ﷻ berfirman:

يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ .

قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ

Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi.
Mereka berkata,
"Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya.

Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk." (al-Ma’idah [5]: 21-22)


Ayat ini merupakan penawar hati Nabi Muhammad ﷺ dan kaum Muslimin agar selalu bersabar menghadapi sikap orang-orang munafik, yang mengaku dirinya muslim, tetapi di belakang Rasulullah mereka mengingkarinya.

Sehubungan dengan itu, Rasulullah pernah bersabda,
"Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa yang disakiti kaumnya lebih berat daripada yang terjadi pada diriku ini, tetapi ia tetap sabar."


Allah melarang kaum Muslimin menyakiti hati Rasulullah Muhammad ﷺ, seperti yang telah dialami oleh Nabi Musa.

Dia berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اٰذَوْا مُوْسٰى فَبَرَّاَهُ اللّٰهُ مِمَّا قَالُوْا وَكَانَ عِنْدَ اللّٰهِ وَجِيْهًا

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan.
Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
(al-Ahzab [33]: 69)


Setelah orang-orang yang durhaka dan menyakiti hati Nabi Muhammad itu berpaling dan mengingkari kebenaran, sedangkan mereka mengetahui kebenaran itu, Allah pun memalingkan hati mereka dari petunjuk-Nya.
Dengan demikian, mereka tidak mungkin lagi mendapat petunjuk.
Allah ﷻ berfirman:

وَنُقَلِّبُ اَفْـِٕدَتَهُمْ وَاَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوْا بِهٖٓ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّنَذَرُهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Alquran), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan. (al-An’am [6]: 110)


Maksud perkataan Allah
"memalingkan hati orang-orang kafir"
dalam ayat ini ialah membiarkan mereka dalam keadaan sesat.
Semakin banyak kesesatan dan kemaksiatan yang mereka perbuat, semakin jauh pula mereka dari petunjuk Allah, sehingga sulit bagi mereka kembali ke jalan yang benar.


Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan pernyataan-Nya di atas bahwa orang yang telah jauh dari jalan yang benar tidak mungkin lagi memperoleh taufik dan hidayah dari-Nya.
Mereka adalah orang-orang yang fasik, sedangkan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, ingatlah ketika Nabi Musa berkata kepada kaumnya,
"Wahai kaum, mengapa kalian meyakitiku padahal kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah kepada kalian?"
Maka tatkala mereka terus menyeleweng dari kebenaran, Allah memalingkan hati mereka dari petunjuk.
Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang tidak taat kepada-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, ceritakanlah kepada kaummu ketika nabi Allah, Musa alaihissalam berkata kepada kaumnya,
"Mengapakah kalian menyakitiku dengan ucapan dan perbuatan kalian, sedangkan kalian benar-benar mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah untuk kalian?"
Ketika mereka menjauhi kebenaran, padahal mereka tahu dan terus berlaku demikian, Allah memalingkan hati mereka dari hidayah sebagai akibat kesesatan yang mereka pilih untuk diri mereka sendiri.
Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang menyimpang dari ketaatan dan jalan kebenaran.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) ingatlah


(ketika Musa berkata kepada kaumnya,
"Hai kaumku! Mengapa kalian menyakitiku?) mereka mengatakan bahwa Nabi Musa itu orang yang besar buah pelirnya atau berpenyakit burut, padahal kenyataannya tidaklah demikian, dan mereka pun mendustakannya


(padahal sesungguhnya) lafal qad di sini menunjukkan makna tahqiq


(kalian mengetahui, bahwa aku adalah utusan Allah kepada kalian.") Kalimat wa qad ta`lamuuna dan seterusnya berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan keadaan.
Dan seorang yang menjadi rasul itu seharusnya kalian hormati.


(Maka tatkala mereka berpaling) maksudnya menyimpang dari kebenaran, karena mereka telah menyakitinya


(Allah memalingkan hati mereka) dari jalan petunjuk, sesuai dengan apa yang telah ditetapkan-Nya di zaman azali


(dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik) yakni orang-orang yang kafir, menurut ilmu dan pengetahuan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal hamba-Nya, utusan-Nya, yang pernah diajak bicara langsung oleh-Nya, yaitu Musa ibnu Imran ‘alaihis salam Bahwa Musa pernah berkata kepada kaumnya, yang disitir oleh firman-Nya:

mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?
(QS. Ash-Shaff [61]: 5)

Maksudnya, mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu mengetahui kejujuranku dalam menyampaikan risalah Allah kepadamu.


Dalam hal ini terkandung hiburan bagi Rasulullah ﷺ dalam menanggung apa yang ditimpakan oleh kaum kuffar terhadap dirinya, dari kalangan kaumnya dan kaum kuffar lainnya.
Sekaligus mengandung perintah untuk bersabar dalam menghadapinya.
Karena itulah beliau ﷺ dalam salah satu sabdanya mengatakan:

Semoga Allah merahmati Musa, sesungguhnya dia telah disakiti lebih dari ini dan dia tetap bersabar.

Dalam ayat ini terkandung pula makna larangan bagi kaum mukmin menyakiti Nabi ﷺ atau mendiskreditkannya, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa;
maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan.
Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.
(QS. Al-Ahzab [33]: 69)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.
(QS. Ash-Shaff [61]: 5)

Yakni ketika mereka menyimpang dari jalan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya, maka Allah memalingkan hati mereka dari hidayah dan menempatkan di hati mereka keraguan, kebimbangan, dan kehinaan.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Qur’an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.
(QS. Al-An’am [6]: 110)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukanjalan orang-orang mukmin.
Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatanyang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.
(QS. An-Nisa’ [4]: 115)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
(QS. Ash-Shaff [61]: 5)

Unsur Pokok Surah Ash Shaff (الصف)

Surat Ash-Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai dengan "Ash Shaff",
karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata "Shaffan" yang berarti "satu barisan".
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Keimanan:

▪ Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya.
▪ Anjuran berjihad pada jalan Allah.
▪ Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa `alaihis salam pernah mengingkari ajaran-ajaran nabi mereka.
Demikian pula kaum musyrikin Mekah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam).
▪ Ampunan Allah dan Syurga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimah Allah dengan harta dan jiwa.

Audio

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 14 + Terjemahan Indonesia

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 14

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaff ayat 5 - Gambar 1 Surah Ash Shaff ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 61:5
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaff.

Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, “Barisan”) adalah surah ke-61 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat.
Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan.
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Nomor Surah61
Nama SurahAsh Shaff
Arabالصف
ArtiSatu barisan
Nama lainHawariyun, Isa
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu109
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat14
Jumlah kata226
Jumlah huruf966
Surah sebelumnyaSurah Al-Mumtahanah
Surah selanjutnyaSurah Al-Jumu’ah
Sending
User Review
4.9 (9 votes)
Tags:

61:5, 61 5, 61-5, Surah Ash Shaff 5, Tafsir surat AshShaff 5, Quran AshShaff 5, As-Saff 5, As Saff 5, Surah Ash Shaf ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Jumu’ah (Hari Jum’at) – surah 62 ayat 10 [QS. 62:10]

10. Apabila salat wajib telah dilaksanakan di awal waktu dengan berjamaah di masjid; maka bertebaranlah kamu di bumi, kembali bekerja dan berbisnis; carilah karunia Allah, rezeki yang halal, berkah, d … 62:10, 62 10, 62-10, Surah Al Jumu’ah 10, Tafsir surat AlJumuah 10, Quran Al-Jumuah 10, Al Jumuah 10, Al-Jumu’ah 10, Surah Al Jumuah ayat 10

QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 33 [QS. 30:33]

33. Usai menguraikan dalil-dalil tauhid, pada rangkaian ayat berikut ini Allah beralih menerangkan sifat buruk orang-orang musyrik dan kafir. Dan apabila manusia, yakni orang musyrik atau kafir, ditim … 30:33, 30 33, 30-33, Surah Ar Rum 33, Tafsir surat ArRum 33, Quran Ar-Rum 33, Surah Ar Rum ayat 33

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … An-nas Al Falaq Al ‘Alaq Ali Imron Al

Pendidikan Agama Islam #8

Orang yang menceritakan hadits disebut … tabi’ut tabi’in perawi sanad haditsain tabi’in Benar! Kurang tepat! Hukum penggunaan hadis sebagai dasar

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling

Instagram