Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ash Shaff (Satu barisan) - surah 61 ayat 14 [QS. 61:14]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا کُوۡنُوۡۤا اَنۡصَارَ اللّٰہِ کَمَا قَالَ عِیۡسَی ابۡنُ مَرۡیَمَ لِلۡحَوَارِیّٖنَ مَنۡ اَنۡصَارِیۡۤ اِلَی اللّٰہِ ؕ قَالَ الۡحَوَارِیُّوۡنَ نَحۡنُ اَنۡصَارُ اللّٰہِ فَاٰمَنَتۡ طَّآئِفَۃٌ مِّنۡۢ بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ وَ کَفَرَتۡ طَّآئِفَۃٌ ۚ فَاَیَّدۡنَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا عَلٰی عَدُوِّہِمۡ فَاَصۡبَحُوۡا ظٰہِرِیۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu kuunuu anshaarallahi kamaa qaala ‘iisaabnu maryama lilhawaarii-yiina man anshaarii ilallahi qaalal hawaarii-yuuna nahnu anshaarullahi faaamanat thaa-ifatun min banii israa-iila wakafarat thaa-ifatun fa-ai-yadnaal-ladziina aamanuu ‘ala ‘aduu-wihim fa-ashbahuu zhaahiriin(a);
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia,
“Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?”
Pengikut-pengikutnya yang setia itu berkata,
“Kamilah penolong-penolong (agama) Allah,”
lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir;
lalu Kami berikan kekuatan ke-pada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.

―QS. Ash Shaff [61]: 14

Daftar isi

O you who have believed, be supporters of Allah, as when Jesus, the son of Mary, said to the disciples,
"Who are my supporters for Allah?"
The disciples said,
"We are supporters of Allah."
And a faction of the Children of Israel believed and a faction disbelieved.
So We supported those who believed against their enemy, and they became dominant.
― Chapter 61. Surah Ash Shaff [verse 14]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O you
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe!
كُونُوٓا۟ adalah/jadilah kamu

Be
أَنصَارَ penolong-penolong

helpers
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
كَمَا sebagaimana

as
قَالَ berkata

said
عِيسَى Isa

Isa,
ٱبْنُ anak

son
مَرْيَمَ Maryam

(of) Maryam,
لِلْحَوَارِيِّۦنَ kepada pengikut-pengikut setia

to the disciples,
مَنْ siapakah

"Who
أَنصَارِىٓ penolong-penolongku

(are) my helpers
إِلَى kepada

for
ٱللَّهِ Allah

Allah?"
قَالَ berkata

Said
ٱلْحَوَارِيُّونَ pengikut-pengikut yang setia

the disciples,
نَحْنُ kami

"We
أَنصَارُ penolong-penolong

(are) the helpers
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah."
فَـَٔامَنَت maka berimanlah

Then believed
طَّآئِفَةٌ segolongan

a group
مِّنۢ dari

of
بَنِىٓ bani

Children
إِسْرَٰٓءِيلَ Israil

(of) Israel
وَكَفَرَت dan kafir

and disbelieved
طَّآئِفَةٌ segolongan

a group.
فَأَيَّدْنَا maka Kami beri kekuatan

So We supported
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who

Tafsir Quran

Surah Ash Shaff
61:14

Tafsir QS. Ash-Shaff (61) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarluaskan agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad.
Hal yang sama pernah dilakukan sahabat-sahabat terdekat Nabi Isa yang berkata kepada mereka,
"Siapakah penolong agama Allah?"
Mereka menjawab,
"Kamilah penolong-penolong agama Allah."

Ketika Nabi Isa menyampaikan risalahnya kepada Bani Israil dengan bantuan sahabat-sahabat setianya, sebagian Bani Israil itu ada yang memperkenankan seruannya, sedang yang lain ada yang mengingkari dan menolaknya.
Mereka yang menolak itu menuduh Isa sebagai seorang anak zina, yang dilahirkan karena perzinaan ibunya Maryam dengan seorang laki-laki, dan ada pula yang mengatakan bahwa Isa itu putra Allah, kekasih-Nya, dan sebagainya.

Dalam menghadapi orang-orang yang mengingkari seruan Nabi Isa itu serta mengada-adakan kebohongan tentangnya, maka Allah menguatkan hati orang-orang yang beriman dari mereka, sehingga mereka berhasil mengalahkan musuh-musuh itu.
Firman Allah:

اِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْاَشْهَادُ

Sesungguhnya Kami akan menolong rasulrasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat).
(Al-Mu’min [40]: 51)

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang beriman, jadilah kalian pembela Allah jika Rasul-Nya mengajak kalian untuk menjadi penolongnya, seperti para sahabat ‘Isa yang menjadi penolong Allah.
Saat itu, ‘Isa berkata,
"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah?"
Para sahabatnya menjawab,
"Kamilah penolong-penolong agama Allah.


Lalu segolongan dari Bani Israil beriman kepada ‘Isa dan segolongan yang lain tidak beriman.
Maka Kami memberikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman itu dalam menghadapi musuh-musuh mereka yang kafir sehingga, dengan kekuatan itu, mereka menjadi menang.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasul-Nya serta orang-orang yang mengamalkan syariat-Nya, jadilah kalian para penolong agama Allah sebagaimana orang-orang pilihan Isa menjadi penolong agama Allah ketika Isa berkata kepada mereka,
"Siapakah di antara kalian yang akan menjadi pelindung dan penolongku tentang sesuatu yang akan mendekatkan kepada Allah?"
Mereka menjawab,
"Kamilah para penolong agama Allah."
Kemudian, mendapat petunjuklah sebagian kelompok bani Israil dan sesatlah sekelompok lainnya, tetapi kemudian Kami memberi sokongan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya.


Kami menolong mereka menghadapi beberapa kelompok Nasrani yang memusuhi mereka sehingga mereka mendapatkan kemenangan.
Hal itu adalah dengan diutusnya nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman jadilah kalian penolong-penolong Allah) yakni agama-Nya, menurut suatu qiraat dibaca anshaarallah, artinya dengan dimudhafkan


(sebagaimana telah dikatakan) dan seterusnya, makna yang dimaksud ialah sebagaimana yang telah dikatakan oleh kaum Hawariyyun.
Pengertian ini disimpulkan dari ayat selanjutnya, yaitu


(oleh Isa putra Maryam kepada pengikut-pengikutnya yang setia,
"Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan agama Allah?") di antara orang-orang yang bersamaku.


(Pengikut-pengikut yang setia itu berkata,
"Kami-lah penolong-penolong agama Allah") penolong-penolong atau Hawariyyun adalah teman-teman pilihan Nabi Isa, mereka adalah orang-orang yang paling pertama dan paling dahulu beriman kepada Nabi Isa, dan jumlah mereka ada dua belas orang laki-laki.
Lafal Hawariyyun ini diambil dari asal kata al-hur yang artinya putih cemerlang.
Akan tetapi menurut suatu pendapat yang lain dikatakan, adalah terdiri dari orang-orang yang pendek dan pakaian mereka dicelup dengan warna putih


(lalu segolongan dari Bani Israel beriman) kepada Nabi Isa, dan mereka mengatakan, bahwa Nabi Isa itu adalah hamba Allah yang kemudian diangkat naik ke langit


(dan segolongan yang lain kafir) karena mereka telah mengatakan, bahwasanya Nabi Isa itu adalah anak Allah, yang kemudian diangkat ke langit ke sisi-Nya.
Akhirnya kedua golongan tersebut berperang


(maka Kami berikan kekuatan) Kami jadikan kuat


(orang-orang yang beriman) di antara dua golongan tersebut


(terhadap musuh-musuh mereka) yakni golongan yang kafir


(lalu mereka menjadi orang-orang yang menang) memperoleh kemenangan atas golongan yang kafir

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa hendaklah mereka menjadi penolong-penolong agama Allah dalam semua keadaan mereka dengan lisan, perbuatan, serta dengan mengurbankan jiwa dan harta benda mereka.
Dan hendaklah mereka memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana kaum Hawariyyin memenuhi seruan Isa ketika ia berkata:

Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)

Yakni siapakah yang akan menolongku dalam menyampaikan seruan untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala?

Pengikut-pengikut yang setia itu menjawab,
"Kamilah penolong penolong agama Allah,
"
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)

Kaum Hawariyyin adalah pengikut setia Nabi Isaalaihis salam Yakni kamilah orang-orang yang akan menolongmu dalam menyampaikan apa yang engkau diutus untuknya, dan kami akan mendukungmu dalam hal tersebut.
Karena itulah maka Nabi Isa mengutus mereka guna menyeru manusia di negeri Syam dan di kalangan orang-orang Bani Israil dan orang-orang Yunani.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Rasulullah ﷺ di musim-musim haji:

Siapakah orangnya yang mau memberiku tempat hingga aku dapat menyampaikan risalah Tuhanku, karena sesungguhnya orang-orang Quraisy telah mencegahku untuk dapat menyampaikan risalah Tuhanku.

Hingga pada akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala menetapkan baginya orang-orang Aus dan orang-orang Khazraj dari kalangan penduduk Madinah.
Maka mereka membaiatnya, menolongnya, dan mengikat janji setia dengannya, bahwa mereka bersedia membelanya dari gangguan orang-orang berkulit hitam dan orang-orang berkulit merah jika dia berhijrah kepada mereka.
Dan ketika beliau ﷺ berhijrah kepada mereka dengan para sahabatnya, mereka memenuhi apa yang telah mereka janjikan kepada Allah subhanahu wa ta’ala melalui Rasul-Nya.
Karena itulah maka Allah dan Rasul-Nya menamai mereka dengan sebutan kaum Ansar, dan akhirnya nama tersebut menjadi gelar bagi mereka, semoga Allah melimpahkan rida-Nya bagi mereka dan membuat mereka puas.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir.
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)

Yaitu setelah Isa putra Maryamalaihis salam menyampaikan risalah Tuhannya kepada kaumnya, dan ia mendapat dukungan dari orang-orang yang mendukungnya, yaitu dari kalangan kaum Hawariyyin;
maka segolongan dari Bani Israil ada yang mendapat hidayah dari apa yang disampaikannya kepada mereka.
Dan segolongan yang lainnya sesat, lalu menyimpang dari apa yang disampaikannya kepada mereka, bahkan mereka mengingkari kenabiannya dan menuduh dia dan ibunya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak senonoh.
Mereka adalah orang-orang Yahudi, semoga laknat Allah terus-menerus ditimpakan kepada mereka sampai hari kiamat.
Ada pula segolongan dari para pengikutnya yang berpendapat ekstrem hingga mereka meninggikannya lebih dari apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, yaitu kenabian;
dan mereka menjadi berpecah belah terdiri dari berbagai macam aliran dan sekte.
Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah, ada yang mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari yang tiga, yaitu tuhan ayah, tuhan anak, dan Ruhul Qudus.
Ada pula yang mengatakan bahwa Isa itu tuhan.
Rincian mengenai hal ini telah diterangkan di dalam tafsir surat An-Nisa.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka.
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)

Yakni Kami berikan pertolongan kepada mereka dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi mereka dari kalangan sekte-sekte Nasrani.

lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)

atas musuh-musuh mereka, yang demikian itu terealisasikan bagi mereka setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Abu Ja’far ibnu Jarir rahimahullah.


Dia mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abus Sa-ib, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ketika Allah subhanahu wa ta’ala hendak mengangkat Isa ke langit, terlebih dahulu Isa menemui sahabat-sahabatnya yang semuanya berada di dalam rumah yang sama;
jumlah mereka ada dua belas orang.
Saat itu Nabi Isa baru keluar dari mata air yang ada di dalam rumah itu, sedangkan dari rambut kepalanya masih menetes air bekas mandinya.
Maka Isa berkata,
"Sesungguhnya di antara kalian akan ada orang yang kafir kepadaku sebanyak dua belas kali sesudah ia beriman kepadaku."
Selanjutnya Isaalaihis salam bertanya,
"Siapakah yang rela mau menjadi orang yang mirip denganku, lalu ia akan dibunuh sebagai penggantiku, maka kelak dia akan mendapatkan derajat pahala yang sama denganku?"
Lalu berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya di antara mereka,
"Aku bersedia."
Tetapi Nabi Isa menjawab,
"Duduklah kamu!"
Kemudian Isaalaihis salam mengulangi perkataannya kepada mereka.
Maka pemuda itu bangkit lagi dan berkata,
"Aku bersedia."
Tetapi Isaalaihis salam berkata,
"Duduklah kamu!"
Kemudian Isaalaihis salam mengulangi perkataannya kepada mereka, dan ternyata pemuda itu berdiri kembali dan berkata,
"Aku bersedia."
Akhirnya Isaalaihis salam berkata,
"Baiklah, engkaulah orangnya."
Maka dijadikanlah dia mirip dengan Isa, sedangkan Isaalaihis salam sesudah itu diangkat ke langit dari atap rumah itu (sebuah lubang yang ada di atas rumah itu).
Kemudian datanglah orang-orang Yahudi yang mengejarnya, lalu.
mereka menangkap orang yang serupa Isa itu dan membunuhnya serta menyalibnya.
Sebagian dari mereka kafir kepada Isa sebanyak dua belas kali sesudah mereka beriman kepadanya.

Pada akhirnya mereka berpecah belah menjadi tiga golongan;
suatu golongan mengatakan,
"Tadi tuhan bersama kita selama masa yang dikehendaki-Nya, kemudian ia naik ke langit,"
mereka adalah golongan Ya’qubiyah.
Golongan yang lain mengatakan,
"Tadi anak Allah ada bersama kita selama masa yang dikehendaki-Nya, kemudian Dia mengangkatnya ke sisi-Nya,"
mereka adalah golongan Nasturiyah.
Dan golongan yang terakhir mengatakan,
"Tadi hamba Allah dan Rasul-Nya ada bersama kita selama masa yang dikehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya ke sisi-Nya,"
mereka adalah orang-orang yang Islam.
Maka kedua golongan yang kafir itu memerangi golongan yang muslim dan membunuhi mereka, dan Islam sejak saat itu tidak disebut-sebut lagi hingga Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir.
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)
Yakni segolongan dari kaum Bani Israil di masa Isa ada yang kafir, dan segolongan yang lainnya ada yang beriman.
maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.
(QS. Ash-Shaff [61]: 14)
Yaitu dengan kemenangan Nabi Muhammad ﷺ dan agamanya atas agama orang-orang kafir.

Demikianlah bunyi teks riwayat ini di dalam kitab tafsirnya (Ibnu Jarir) dalam tafsir ayat yang mulia ini.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dalam tafsir ayat ini di dalam kitab sunannya, dari Abu Kuraib, dari Muhammad ibnul Ala, dari Abu Muawiyah dengan lafaz yang sama.

Maka umat Nabi Muhammad ﷺ masih tetap membela perkara yang hak hingga datanglah perintah Allah, sedangkan mereka dalam keadaan demikian, dan hingga orang-orang yang terakhir dari mereka memerangi Dajjal bersama-sama dengan Al-Masih Isa putra Maryamalaihis salam, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadishadis sahih.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Demikianlah akhir dari tafsir surat Ash-Shaff, segala puji dan karunia adalah milik Allah.

Kata Pilihan Dalam Surah Ash Shaff (61) Ayat 14

THAA’IFAH
طَآئِفَة

Dalam Kamus Al Munjid disebutkan, lafaz ini adalah mu’annath dari thaa’if dan maknanya kembali kepada putaran, seolaholah ia mengelilingi sesuatu.
Setiap jemaah atau kelompok yang mengelilingi sesuatu dinamakan thaa’ifah.
Selain itu, thaa’ifah dari sesuatu bermakna sebahagiannya.
Apabila disandarkan kepada manusia membawa makna golongan dan setengah dari mereka yang dihimpunkan oleh mazhab atau pendapat yang membedakannya dari golongan lain.

Al Kafawi berkata,
"Thaa’ifah adalah sebahagian dari sesuatu, sepotong daripadanya, atau terdiri dari satu hingga seterusnya, atau hingga seribu, paling sedikit dua lelaki atau satu, dan ia menjadi makna diri.
Apabila ia dimaksudkan jamak, ia adalah jamak dan apabila dimaksudkan satu ia bisa dikatakan jamak‘"

Lafaz thaa’ifah disebut 20 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 69, 72, 154 (dua kali);
An Nisaa (4), ayat 81, 102 (dua kali), 113;
• Al A’raaf (7), ayat 87 (dua kali);
At Taubah (9), ayat 66 (dua kali), 83, 122;
An Nuur (24), ayat 2;
• Al Qashash (28), ayat 4;
• Al Ahzab (33), ayat 13;
Ash Shaff (61),ayat 14 (dua kali);
• Al Muzzammil (73), ayat 20.

Lafaz thaa’ifah di dalam Al Qur’an merujuk kepada manusia dan ia dapat digolongkan kepada beberapa kelompok:

1. Kelompok orang Yahudi atau Ahli Kitab seperti dalam surah:
Ali Imran, ayat 69, 72;
Ash Shaff, ayat 14;
• Al Qashash, ayat 4;

Dimana segolongan mereka diperbudak, dijadikan buruh kasar dan dipaksa bekerja oleh Fir’aun.

2. Kelompok orang mukmin sebagaimana yang terdapat dalam surah:
Ali ‘Imran (3), ayat 154;
An Nisaa (4), ayat 102;
• Al A’raaf (7), ayat 87;
At Taubah (8), ayat 122;
An Nuur (24), ayat 2;
• Al Muzzarnmil (73), ayat 20.

3. Kelompok orang munafik seperti dalam surah:
An Nisaa (4), ayat 81;
At Taubah, ayat 66, 83

Yaitu sebanyak 12 orang yang balik dari Perang Badar, dan dalam surah Al Ahzab (33), ayat 13. Mereka ialah Aus bin Qayzi, ayah kepada Arabah bin Aus dan Ubayy bin Salul serta kawannya.

4. Bermakna Asid bin ‘Urwah dan sahabatnya.
Diriwayatkan dari ‘Asim bin ‘Umar bin Qatadah Al Ansari, dari ayahnya dari kakeknya Qatadah bin An Nu’man, beliau menyebut kisah Bani Ubairiq, lalu turunlah ayat ini, yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah Asid bin ‘Urwah dan sahabatnya.
Ketika mereka memuji Bani Ubairiq dan mencela Qatadah bin An Nu’man yang menuduh mereka ketika mereka bebas dari tuduhan itu seperti dalam ayat 113 dari surah Ali Imran.

Ibnu Jarir berkata,
"Mereka ialah golongan yang mengkhianati diri mereka dan menyokong Bani Ubairiq."

5. Kelompok dari kalangan orang kafir seperti dalam surah Al A’raaf (7), ayat 87.

6. Kelompok yang bertaubat dengan ikhlas dari kalangan orang munafik seperti dalam surah At Taubah (9) ayat 66.
إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ

artinya, "Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat),"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:333-334

Unsur Pokok Surah Ash Shaff (الصف)

Surat Ash-Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai dengan "Ash Shaff",
karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata "Shaffan" yang berarti "satu barisan".
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Keimanan:

▪ Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya.
▪ Anjuran berjihad pada jalan Allah.
▪ Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa `alaihis salam pernah mengingkari ajaran-ajaran nabi mereka.
Demikian pula kaum musyrikin Mekah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam).
▪ Ampunan Allah dan Syurga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimah Allah dengan harta dan jiwa.

Audio Murottal

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 14 + Terjemahan Indonesia



QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 14

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaff ayat 14 - Gambar 1 Surah Ash Shaff ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 61:14
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaff.

Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, “Barisan”) adalah surah ke-61 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat.
Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan.
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Nomor Surah 61
Nama Surah Ash Shaff
Arab الصف
Arti Satu barisan
Nama lain Hawariyun, Isa
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 109
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 14
Jumlah kata 226
Jumlah huruf 966
Surah sebelumnya Surah Al-Mumtahanah
Surah selanjutnya Surah Al-Jumu’ah
Sending
User Review
4.2 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

61:14, 61 14, 61-14, Surah Ash Shaff 14, Tafsir surat AshShaff 14, Quran AshShaff 14, As-Saff 14, As Saff 14, Surah Ash Shaf ayat 14

Video Surah

61:14


More Videos

Kandungan Surah Ash Shaff

۞ QS. 61:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 61:3 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 61:5 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 61:6 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 61:7 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 61:8 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 61:9 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 61:10 • Pahala iman • Keutamaan iman • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 61:11 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 61:12 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Keutamaan iman

۞ QS. 61:13 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 61:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman

Ayat Pilihan

Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan),
tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
QS. Al-Insyirah [94]: 6-8

Allah yang ciptakanmu, memberi rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu. Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu dapat berbuat sesuatu yang demikian?
Maha Sucilah Dia & Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
QS. Ar-Rum [30]: 40

Apa kamu menduga akan dapat masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad diantara kamu orang-orang yang sabar.
QS. Ali ‘Imran [3]: 142

Berkata Isa:
Dia adikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada,
Dia memerintahkanku (mendirikan) salat & zakat selama aku hidup,
dan berbakti kepada ibuku,
Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
QS. Maryam [19]: 31-32

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus Istilah Islam

Ubay bin Khalaf

Siapa itu Ubay bin Khalaf? Ubay bin Khalaf adalah seorang tokoh/ pembesar Quraisy yang kaya raya, yang selalu aktif mengejek dan menghina Muhammad dengan kekayaannya. Turunnya surah Al-Humazah adala...

abangan

Apa itu abangan? abang.an golongan masyarakat yang menganut agama Islam, tetapi tidak melaksanakan ajaran secara keseluruhan talang air pada atap rumah dan sebagainya … •

musafir

Siapa itu musafir? Menurut pandangan orang awam , menyebut musafir itu lebih didasarkan pada jarak. Jadi apabila seseorang melakukan perjalanan jarak dekat dia tidak masuk kategori musafir. Sedangkan...