Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 1 [QS. 61:1]

سَبَّحَ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ ۚ وَ ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ
Sabbaha lillahi maa fiis-samaawaati wamaa fiil ardhi wahuwal ‘aziizul hakiim(u);
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah;
dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. Ash Shaff [61]: 1

Whatever is in the heavens and whatever is on the earth exalts Allah, and He is the Exalted in Might, the Wise.
― Chapter 61. Surah Ash Shaff [verse 1]

سَبَّحَ bertasbih

Glorifies
لِلَّهِ kepada Allah

Allah
مَا apa

whatever
فِى pada

(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَمَا dan apa

and whatever
فِى pada

(is) in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth.
وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلْعَزِيزُ Maha Perkasa

(is) the All-Mighty,
ٱلْحَكِيمُ Maha Bijaksana

the All-Wise.

Tafsir

Alquran

Surah Ash Shaff
61:1

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Segala apa yang di langit dan bumi mengakui bahwa hanyalah Allah yang berhak disembah tidak ada yang lain, Dialah yang menciptakan, menguasai, menjaga kelangsungan hidup, serta menentukan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.


Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna, dan semua makhluk tunduk di bawah kehendak-Nya.

Dia menciptakan segala sesuatu sesuai dengan maksud dan tujuan yang Dia kehendaki, serta sesuai pula dengan kegunaannya.

Tafsir QS. Ash Shaff (61) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Segala yang ada di langit dan bumi menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak pantas bagi-Nya.
Hanya Dia yang Mahaperkasa atas segala sesuatu lagi Mahabijaksana.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Segala yang ada di langit dan bumi memuji memuliakan Allah dan menyucikan-Nya dari segala sifat yang mustahil bagi-Nya.
Dialah Yang Mahagagah dan tidak terkalahkan, Mahabijaksana dalam perkataan dan perbuatan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi) yakni semuanya memahasucikan-Nya.
Huruf lam yang terdapat pada lafal lillaah adalah huruf zaidah, dan di sini dipakai lafal maa, karena lebih memprioritaskan yang mayoritas


(dan Dialah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya


(lagi Maha Bijaksana) di dalam perbuatan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengawali surat ini dan bukan hanya sekali sehingga tidak perlu diulangi lagi.
Yang dimaksud adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi;
dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Ash-Shaff [61]: 1)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ash Shaff (61) Ayat 1

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakimdishahihkan oleh al-Hakim-, yang bersumber dari ‘Abdullah bin Salam.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ketika shahabat Rasulullah ﷺ duduk-duduk bermuzakarah, di antara mereka ada yang berkata:

“Sekiranya kami mengetahui amal yang lebih dicintai Allah, pasti kami akan mengerjakannya.” Ayat ini (Ash-Shaaf: 1-2) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang kemudian dibacakan oleh Rasulullah ﷺ sampai akhir surah.
Surah ini turun sebagai tuntunan berkenaan dengan amal yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu berkorban mempertahankan agama dan mengamalkannya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abu Shalih, diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dan ‘Ali, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa para shahabat ingin mengetahui amal yang paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala dan paling afdol (utama).
Maka turunlah ayat ini (Ash-Shaaf: 10-12) yang menegaskan bahwa berjihad adalah amal yang paling utama.
Tetapi ternyata mereka segan berjihad sehingga merekapun diperingatkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena menyalahi ucapannya, yakni dengan diturunkannya surah (Ash-Shaaf: 2-3).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari adl-Dlahak bahwa ayat li ma taquuluuna maa laa taf’aluun….(mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat) (Ash-Shaaf: 2) turun berkenaan dengan orang-orang yang berkata-kata tentang perang, akan tetapi tidak pernah melakukannya, baik memukul, menusuk, ataupun membunuh.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Muqatil bahwa ayat ini (Ash-Shaaf: 2-3) turun di waktu kaum Muslimin mundur terdesak pada perang Uhud.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa ketika turun ayat: yaa ayyuhal ladziina aamanuu hal adul-lukum ‘alaa tijaarotin-tunjiikum min ‘adzaabin aliim.
(hai orang-orang yang beriman sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?) (Ash-Shaaf: 10) kaum Muslimin berkata:

“Sekirannya kami tahu apa yang dimaksud dengan tijaroh (perniagaan) itu, pasti kami akan ikut serta memberikan harta benda dan ahli famili.” Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (Ash-Shaaf: 11) yang menjelaskan bahwa tijaroh (perniagaan) ialah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di Jalan-Nya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Ash Shaff (الصف)

Surat Ash-Shaff terdiri atas 14 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai dengan "Ash Shaff",
karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata "Shaffan" yang berarti "satu barisan".
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Keimanan:

▪ Semua yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya.
▪ Anjuran berjihad pada jalan Allah.
▪ Pengikut-pengikut nabi Musa dan Isa `alaihis salam pernah mengingkari ajaran-ajaran nabi mereka.
Demikian pula kaum musyrikin Mekah ingin hendak memadamkan cahaya Allah (agama Islam).
▪ Ampunan Allah dan Syurga dapat dicapai dengan iman dan berjuang menegakkan kalimah Allah dengan harta dan jiwa.

Audio

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 14 + Terjemahan Indonesia

QS. Ash-Shaff (61) : 1-14 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 14

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ash Shaff ayat 1 - Gambar 1 Surah Ash Shaff ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 61:1
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ash Shaff.

Surah As-Saff (bahasa Arab:الصّفّ, “Barisan”) adalah surah ke-61 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 14 ayat.
Dinamakan Ash Shaff, karena pada ayat 4 surat ini terdapat kata Shaffan yang berarti satu barisan.
Ayat ini menerangkan apa yang diridhai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya.
Pada ayat 3 diterangkan bahwa Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja tetapi tidak melaksanakan apa yang diucapkannya.
Dan pada ayat 4 diterangkan bahwa Allah menyukai orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan.

Nomor Surah61
Nama SurahAsh Shaff
Arabالصف
ArtiSatu barisan
Nama lainHawariyun, Isa
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu109
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat14
Jumlah kata226
Jumlah huruf966
Surah sebelumnyaSurah Al-Mumtahanah
Surah selanjutnyaSurah Al-Jumu’ah
Sending
User Review
4.5 (29 votes)
Tags:

61:1, 61 1, 61-1, Surah Ash Shaff 1, Tafsir surat AshShaff 1, Quran AshShaff 1, As-Saff 1, As Saff 1, Surah Ash Shaf ayat 1

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 24 [QS. 5:24]

Setelah orang-orang Yahudi menolak perintah dua utusan Nabi Musa, yaitu Yosua bin Nun dan Kalaeb bin Yefune, mereka berkata, “Wahai Musa! Meski engkau menyuruh kami untuk masuk ke Kana’an yang merupak … 5:24, 5 24, 5-24, Surah Al Maa’idah 24, Tafsir surat AlMaaidah 24, Quran Al Maidah 24, AlMaidah 24, Al-Ma’idah 24, Surah Al Maidah ayat 24

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 252 [QS. 2:252]

Itulah sebagian ayat-ayat Allah, khususnya mukjizat-mukjizat yang tertera di dalam surah ini, seperti kisah Bani Israil tersebut. Kami bacakan dan turunkan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar demi men … 2:252, 2 252, 2-252, Surah Al Baqarah 252, Tafsir surat AlBaqarah 252, Quran Al-Baqarah 252, Surah Al Baqarah ayat 252

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … berjuang melawan hawa nafsu berjuang melawan kemiskinan dan ketidaktahuan berjuang dengan akal dan sains jihad

Pendidikan Agama Islam #29

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … Diangkat derajat oleh Allah. Diberi kemudahan masuk surga. Terbebas dari kehinaan. Menjadi

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … qadar takdir baik

Instagram