QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 29 [QS. 32:29]

قُلۡ یَوۡمَ الۡفَتۡحِ لَا یَنۡفَعُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡۤا اِیۡمَانُہُمۡ وَ لَا ہُمۡ یُنۡظَرُوۡنَ
Qul yaumal fathi laa yanfa’ul-ladziina kafaruu iimaanuhum walaa hum yunzharuun(a);

Katakanlah:
“Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh”.
―QS. 32:29
Topik ▪ Islam agama para nabi
32:29, 32 29, 32-29, As Sajdah 29, AsSajdah 29, As-Sajdah 29

Tafsir surah As Sajdah (32) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Allan subhanahu wa ta’ala akan menetapkan hukum di antara kita dengan adil pada hari kiamat, maka pada waktu orang-orang berbuat baik akan dibalasi dengan pahala yang baik, sedang orang-orang yang berbuat buruk akan disiksa dengan siksaan yang pedih.
Hal ini sesuai dengan firman
Allah subhanahu wa ta’ala:

Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 89)

Berdasarkan pengertian di atas, maka maksud ayat ini ialah: “Katakanlah olehmu hai Muhammad kepada orang-orang musyrik Mekah itu termasuk juga di dalamnya orang-orang kafir yang lain bahwa hari kemenangan dan hari penyelesaian yang adil itu ialah hari kiamat, yaitu pada hari itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang hanya pada waktu itu menyatakan imannya, sedang waktu di dunia dia adalah orang kafir dan mereka pada hari itu tidak diberi kesempatan untuk bertobat.
Tidak memberi kesempatan bertobat kepada orang-orang kafir pada hari itu, adalah wajar, karena mereka selama hidup di dunia telah diberi peringatan oleh Rasul yang diutus kepada mereka.
Rasul itu telah menunjukkan jalan kebahagian yang abadi kepada mereka yang termuat di dalam Alquran dan hadis, tetapi mereka tetap ingkar dan membangkang.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Jika waktu pengadilan dan keputusan itu telah tiba, keimanan orang-orang kafir tidak akan ada gunanya lagi.
Mereka tidak akan mendapatkan tangguhan waktu untuk menerima siksa, walau sekejap saja.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu) yaitu pada hari turunnya azab atas mereka (tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh”) ditangguhkan supaya mereka dapat bertobat atau meminta maaf.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) mereka :
di Hari keputusan dimana saat itu hukuman terhadap kalian akan menimpa kalian, saat itu kalian menyaksikan kematian, iman orang-orang kafir tidak berguna bagi mereka, mereka juga tidak diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 29)

Yakni manakala telah menimpa pembalasan Allah atas kalian, murka dan kemarahan-Nya di dunia dan akhirat.

“Tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 29)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 83), hingga akhir surat.

Barang siapa yang menakwilkan bahwa makna yang dimaksud dengan kemenangan ini adalah kemenangan atas kota Mekah, maka sesungguhnya pendapatnya jauh dari benar dan salah fatal.
Karena sesungguhnya di hari kemenangan atas kota Mekah, Rasulullah ﷺ menerima keislaman orang-orang yang dibebaskan, yang jumlah mereka kurang lebih ada dua ribu orang.
Dan sekiranya yang dimaksudkan dengan ayat ini adalah kemenangan atas kota Mekah, tentulah keislaman mereka tidak dapat diterima, karena ada firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan: Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 29)

Sesungguhnya makna yang dimaksud dengan istilah al-fat-h ini hanyalah hari peradilan dan hari keputusan, yaitu hari kiamat.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka.
(Q.S. Asy-Syu’araa [26]: 118), hingga akhir ayat.
.

Sama pula dengan firman-Nya:

Katakanlah, “Tuhan kita akan menghimpun kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar.
(Q.S. Saba’ [34]: 26), hingga akhir ayat.

Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala.
(Q.S. Ibrahim [14]: 15)

padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 89)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Jika kamu (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu.
(Q.S. Al-Anfal [8]: 19)


Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan “As Sajdah” berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu’min di dunia dan ni’mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 23-30 - Abenk Alter (Bahasa Indonesia)
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 23-30 - Abenk Alter (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. As-Sajdah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 32:29
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah32
Nama SurahAs Sajdah
Arabالسجدة
ArtiSajdah
Nama lainAl-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu75
JuzJuz 21
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat30
Jumlah kata375
Jumlah huruf1564
Surah sebelumnyaSurah Luqman
Surah selanjutnyaSurah Al-Ahzab
4.7
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta