QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 12 [QS. 32:12]

وَ لَوۡ تَرٰۤی اِذِ الۡمُجۡرِمُوۡنَ نَاکِسُوۡا رُءُوۡسِہِمۡ عِنۡدَ رَبِّہِمۡ ؕ رَبَّنَاۤ اَبۡصَرۡنَا وَ سَمِعۡنَا فَارۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَالِحًا اِنَّا مُوۡقِنُوۡنَ
Walau tara idzil mujrimuuna naakisuu ruuusihim ‘inda rabbihim rabbanaa absharnaa wasami’naa faarji’naa na’mal shaalihan innaa muuqinuun(a);

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata):
“Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”.
―QS. 32:12
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Keutamaan nabi Ibrahim as.
32:12, 32 12, 32-12, As Sajdah 12, AsSajdah 12, As-Sajdah 12

Tafsir surah As Sajdah (32) ayat 12

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya: “Hai Rasul, sekiranya engkau melihat orang-orang yang mengingkari hari itu, ketika mereka menundukkan kepala mereka kepada Allah karena malu atas segala tindakan dan perbuatan mereka dalam hidup di dunia, seraya berkata: “Wahai Tuhan kami, kami telah melihat kenyataan bahwa hari Kiamat itu benar-benar terjadi dan kami telah merasakan pula malapetaka yang menimpa kami pada hari ini.
Wahai Tuhan kami, berilah kesempatan kepada kami untuk kembali ke dunia agar kami dapat mengikuti semua petunjuk Rasul, kami telah benar-benar meyakini apa yang dahulu kami dustakan.
Pada saat ini, kami telah mengakui pula bahwa Engkaulah Tuhan yang berhak disembah, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, Engkau pulalah yang membangkitkan kembali, seperti sekarang ini”.
Ayat yang lain yang searti dengan ayat ini, ialah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”.
(tentu lah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).

(Q.S. Al-An’am [6]: 27)

Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripada-Ku: Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.
(Q.S. As-Sajdah [32]:13)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seandainya kamu mendapatkan kesempatan melihat orang-orang jahat pada saat perhitungan, pasti kamu akan tercengang melihatnya karena orang-orang jahat yang sombong itu menundukkan kepala mereka dengan hina di hadapan Tuhannya.
Mereka berkata dalam kehinaan, “Ya Tuhan kami, Kami telah melihat dan mendengar semua yang dulu kami pura-pura tidak melihat dan mendengarnya.
Maka kembalikanlah kami ke dunia agar kami dapat mengerjakan amal saleh, bukan seperti yang kami kerjakan dahulu.
Kami sekarang yakin dengan kebenaran yang dibawa oleh rasul-rasul-Mu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu) yakni orang-orang kafir (menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya) karena merasa malu kepada-Nya, seraya mengatakan:

(“Ya Rabb kami! Kami telah melihat) apa yang telah kami ingkari sebelumnya, yaitu hari berbangkit (dan mendengar) dari-Mu kebenaran rasul-rasul yang telah kami dustakan mereka dahulu (maka kembalikanlah kami) ke dunia (kami akan mengerjakan amal saleh) di dunia (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”) mulai sekarang, akan tetapi hal itu sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka, dan mereka tidak akan dikembalikan lagi ke dunia.

Sebagai jawab dari lafal lau ialah niscaya kamu melihat hal yang sangat mengerikan.

Kemudian Allah berfirman pada ayat selanjutnya:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Seandainya kamu melihat (wahai manusia) saat para pendosa yang mengingkari kebangkitan menundukkan kepala mereka di hadapan Rabb mereka dengan penuh rasa malu dan kehinaan, mereka berkata :
Ya Rabb kami, tunjukkanlah keburukan-keburukan kami, kami mendengar dari-Mu pembenaran apa yang diperintahkan oleh utusan-utusan-Mu di dunia.
Kami bertaubat kepada-Mu, pulangkanlah kami ke dunia supaya kami bisa beramal menaati-Mu.
Sekarang kami meyakini apa yang dulu di dunia kami ingkari, yaitu keesaan-Mu dan bahwa Engkau membangkitkan manusia dari kubur mereka.
Bila kamu (wahai manusia) melihat semua itu, niscaya kamu melihat suatu perkara agung dan musibah yang besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan keadaan orang-orang musyrik kelak di hari kiamat, juga ucapan mereka ketika mereka menyaksikan hari berbangkit, lalu mereka dihentikan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala dalam keadaan hina, rendah, dan menundukkan kepala karena malu dan segan yang sangat.
Saat itulah mereka mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 12)

Yakni sekarang kami dengar ucapan-Mu dan kami taati perintah-Mu, sebagaimana yang diungkapkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami.
(Q.S. Maryam [19]: 38)

Dan demikian pula mereka mencela dirinya sendiri manakala mereka telah dimasukkan ke dalam neraka, melalui ucapan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 10)

Demikian pula hal yang sama dikatakan oleh mereka dalam surat ini melalui firman-Nya:

Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia).
(Q.S. As-Sajdah [32]: 12)

Yakni ke negeri dunia.

kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 12)

yakni kami telah yakin dan menyaksikan sendiri bahwa janji-Mu adalah benar dan pertemuan dengan-Mu adalah benar.
Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mengetahui perihal mereka, bahwa seandainya Dia mengembalikan mereka ke dunia, niscaya mereka akan mengerjakan perbuatan yang sama seperti yang dahulu biasa mereka lakukan, yaitu kekufuran dan mendustakan ayat-ayat Allah serta menentang rasul-rasul-Nya.
Hal ini diungkapkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami.
(Q.S. Al-An’am [6]: 27), hingga akhir ayat.


Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan “As Sajdah” berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu’min di dunia dan ni’mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 12 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 12 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 12 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. As-Sajdah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 32:12
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
4.8
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending







Pembahasan ▪ as sajdah 32:12 ▪ Qs 32:12

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta