QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 11 [QS. 32:11]

قُلۡ یَتَوَفّٰىکُمۡ مَّلَکُ الۡمَوۡتِ الَّذِیۡ وُکِّلَ بِکُمۡ ثُمَّ اِلٰی رَبِّکُمۡ تُرۡجَعُوۡنَ
Qul yatawaffaakum malakul mautil-ladzii wukkila bikum tsumma ila rabbikum turja’uun(a);

Katakanlah:
“Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”.
―QS. 32:11
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Setiap nabi menerima ujian
32:11, 32 11, 32-11, As Sajdah 11, AsSajdah 11, As-Sajdah 11

Tafsir surah As Sajdah (32) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menolak anggapan orang-orang musyrik bahwa tidak ada hari itu dengan mengatakan: “Hai orang-orang musyrik sesungguhnya malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia, benar-benar menjaga waktu, maka mereka mencabut nyawa orang itu tepat pada waktunya, tidak mundur sesaatpun, dan tidak pula dicepatkan walaupun sesaat.
Hal ini berlaku pula bagi semua orang-orang musyrik itu, mereka tidak dapat lari dari ketetapan Allah itu.
Kemudian mereka dibangkitkan kembali di hari Kiamat dan diadili segala perbuatan mereka dengan adil.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, “Malaikat maut yang diberi tugas untuk mengambil nyawa kalian pada saat datangnya ajal kalian itu yang akan mematikan kalian.
Kemudian hanya kepada Allah semata kalian kembali.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah) kepada mereka:

(“Malaikat maut yang diserahi tugas untuk mencabut nyawa kalian akan mematikan kalian) yakni akan mencabut nyawa kalian (kemudian hanya kepada Rabb kalianlah, kamu sekalian akan dikembalikan”) dalam keadaan hidup, maka kelak Dia akan membalas amal perbuatan kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin itu :
Malaikat maut yang ditugaskan kepada kalian akan mewafatkan kalian.
Bila ajal kalian habis maka malaikat tersebut akan mencabut arwah kalian, tidak tertunda sesaat pun.
Kemudian kalian dipulangkan kepada Rabb kalian, lalu Dia membalas kalian atas seluruh amal perbuatan kalian.
Bila amalnya baik maka balasannya baik, bila amalnya jelek maka jelek pula balasannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 11)

Makna lahiriah ayat menunjukkan bahwa malaikat maut tersebut adalah malaikat yang tertentu di antara malaikat-malaikat lainnya, sebagaimana yang tersimpulkan dari makna hadis Al-Barra yang telah disebutkan di dalam tafsir surat Ibrahim.
Sebagian asar menyebutnya malaikat Izra’il, pendapat inilah yang terkenal, dikatakan oleh Qatadah dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Malaikat maut mempunyai banyak pembantu yang terdiri dari malaikat lainnya.
Dan memang demikianlah disebutkan di dalam sebuah hadis yang menyebutkan bahwa para pembantu malaikat maut mencabut roh dari semua bagian tubuh.
Dan manakala roh telah sampai di tenggorokan orang yang bersangkutan, barulah malaikat maut yang mencabutnya.

Mujahid mengatakan bahwa dilipatkan baginya bumi ini dan dijadikan seperti piala, dia dapat mengambil sebagian darinya manakala dia menginginkannya.
Zuhair ibnu Muhammad telah meriwayatkan hal yang semisal dari Nabi ﷺ secara mursal.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Abbas.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Yahya Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Samurah, dari Ja’far ibnu Muhammad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis berikut, bahwa Rasulullah ﷺ melihat malaikat maut berada di kepala seorang lelaki dari kalangan Ansar.
Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya: Hai malaikat maut, lemah lembutlah terhadap sahabatku ini, karena sesungguhnya dia adalah orang mukmin.
Malaikat maut menjawab, “Hai Muhammad, tenangkanlah dirimu dan senangkanlah hatimu, karena sesungguhnya aku selalu berlaku lemah lembut kepada semua orang mukmin.
Dan perlu engkau ketahui bahwa tiada suatu penghuni rumah pun di bumi ini, baik di kota maupun di kampung, dan baik di daratan maupun di laut, melainkan aku jabat tangan (roh) mereka setiap harinya sebanyak lima kali, sehingga aku lebih mengetahui siapa yang kecil dan siapa yang besar dari mereka daripada diri mereka sendiri.
Demi Allah, hai Muhammad, seandainya aku hendak mencabut nyawa seekor nyamuk, aku tidak mampu melakukannya melainkan setelah mendapat perintah dari Allah yang memerintahkan aku untuk mencabutnya.”

Ja’far mengatakan, telah sampai kepadanya suatu riwayat yang menyebutkan bahwa sesungguhnya malaikat maut menyalami mereka hanyalah di saat tiap-tiap waktu salat masuk.
Dan apabila malaikat maut datang kepada mereka di waktu ajalnya, maka bila yang bersangkutan termasuk orang-orang yang memelihara salatnya, malaikat maut mendekat kepadanya dan mengusir setan, lalu mengajarinya mengucapkan kalimah “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah” di saat-saat yang sangat berat itu.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muslim, dari Ibrahim ibnu Maisarah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Mujahid mengatakan, “Tiada suatu rumah pun yang ada di muka bumi ini, baik di kota maupun di kampung, melainkan para penghuninya didatangi oleh malaikat maut sebanyak dua kali setiap harinya.”

Ka’bul Ahbar mengatakan, “Demi Allah, tidak ada suatu rumah pun yang di dalamnya ada seseorang yang menghuninya melainkan malaikat maut berdiri di depan pintu rumahnya setiap hari sebanyak tujuh kali.
Dia melihat apakah di dalam rumah terdapat seseorang yang dia diperintahkan untuk mencabut nyawanya.” Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 11)

Yakni di hari kalian dibangkitkan dari kubur agar kalian menerima balasan dari amal perbuatan kalian.


Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan “As Sajdah” berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu’min di dunia dan ni’mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. As-Sajdah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 32:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
4.7
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ayt as sajdah 11

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta