QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 54 [QS. 30:54]

اَللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ مِّنۡ ضُؔعۡفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ ضُؔعۡفٍ قُوَّۃً ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ قُوَّۃٍ ضُؔعۡفًا وَّ شَیۡبَۃً ؕ یَخۡلُقُ مَا یَشَآءُ ۚ وَ ہُوَ الۡعَلِیۡمُ الۡقَدِیۡرُ
Allahul-ladzii khalaqakum min dha’ fin tsumma ja’ala min ba’di dha’ fin quu-watan tsumma ja’ala min ba’di quu-watin dha’ fan wasyaibatan yakhluqu maa yasyaa-u wahuwal ‘aliimul qadiir(u);

Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.
Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki.
Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

―QS. 30:54
Topik ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
30:54, 30 54, 30-54, Ar Rum 54, ArRum 54, Ar-Rum 54
English Translation - Sahih International
Allah is the one who created you from weakness, then made after weakness strength, then made after strength weakness and white hair.
He creates what He wills, and He is the Knowing, the Competent.
―QS. 30:54

 

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 54

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Di dalam ayat ini disampaikan perjalanan hidup manusia.
Mereka berasal dari sesuatu yang tidak ada arti dan tidak punya daya apa-apa, yaitu nutfah (zygot) yang merupakan telur yang terbuahi sperma.
Nuthfah itu kemudian berkembang menjadi janin, dan kemudian lahir, sebagaimana diinformasikan al-Mu’minun [23]: 12-14. Dari kanak-kanak manusia kemudian menjadi remaja, dewasa, lalu matang, dan menjadi manusia yang perkasa dan berkuasa.
Setelah itu manusia menginjak usia tua.
Dalam usia tua itu manusia menjadi makhluk yang lemah kembali.
Di samping lemah, manusia juga mengalami perubahan fisik, di antaranya rambut yang tadinya hitam menjadi uban, kulit menjadi keriput, daya penglihatan dan pendengaran semakin lemah, dan perubahan-perubahan lainnya.
Setelah itu manusia pasti mati.
Demikianlah Allah menciptakan makhluk yang dikehendaki-Nya, yaitu bahwa perjalanan hidup manusia di dunia pada umumnya demikian.
Namun Allah dapat menentukan lain, yaitu bahwa manusia dapat saja wafat pada usia-usia yang dikehendaki-Nya sebelum usia tua tersebut.
Demikianlah lemahnya manusia di depan Tuhan.
Oleh karena itu, mereka hendaknya tidak menyombongkan diri, tetapi beriman dan patuh kepada-Nya.