Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Rum

Ar Rum (Bangsa Romawi) surah 30 ayat 54


اَللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ مِّنۡ ضُؔعۡفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ ضُؔعۡفٍ قُوَّۃً ثُمَّ جَعَلَ مِنۡۢ بَعۡدِ قُوَّۃٍ ضُؔعۡفًا وَّ شَیۡبَۃً ؕ یَخۡلُقُ مَا یَشَآءُ ۚ وَ ہُوَ الۡعَلِیۡمُ الۡقَدِیۡرُ
Allahul-ladzii khalaqakum min dha’ fin tsumma ja’ala min ba’di dha’ fin quu-watan tsumma ja’ala min ba’di quu-watin dha’ fan wasyaibatan yakhluqu maa yasyaa-u wahuwal ‘aliimul qadiir(u);

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.
Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
―QS. 30:54
Topik ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
30:54, 30 54, 30-54, Ar Rum 54, ArRum 54, Ar-Rum 54
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini ditujukan kepada orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit.
dengan mengatakan "Kamu hai orang-orang musyrik diciptakan dalam keadaan lemah; kamu berasal dari air mani, kemudian menetap dalam rahim ibumu, kemudian lahir ke dunia.
Pada saat-saat yang demikian kamu dalam keadaan lemah, tidak berdaya, dan memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain, terutama ibu dan bapakmu sendiri.
Dia menjadikan bagi kamu telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hati untuk merasakan sesuatu dan sebagainya, sehingga kamu menjadi dewasa dan kuat.
Dalam keadaan dirimu merasa kuat dan berkuasa kamu perserikatkan Dia dengan sesuatu yang lain, sampai pada waktu yang ditentukan.
Kemudian kamu menjadi lemah kembali, setelah mencapai umur lanjut dalam keadaan tua bangka, tidak berdaya.
Jika kamu mau memperhatikan yang demikian itu, yaitu pada permulaannya kamu lemah, kemudian menjadi kuat, kemudian menjadi lemah kembali, tentulah kamu akan sampai kepada kesimpulan bahwa Dia yang kuasa dan menentukan proses kejadianmu itu, kuasa pula membangkitkan kamu kembali pada hari kiamat.
Dialah yang menciptakan segala sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, Dialah yang berkuasa mengatur dan mengurus hamba-hamba Nya dan Dia pulalah yang berkuasa mematikan, menghidupkan dan menentukan segala sesuatu.

Ar Rum (30) ayat 54 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Rum (30) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Rum (30) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang menciptakan kalian dari air mani, lalu kalian tumbuh dalam keadaan lemah.
Kemudian Dia menjadikan kalian kuat setelah keadaan lemah itu dengan pertumbuhan kalian sampai dewasa.
Setelah itu menjadikan kalian lemah kembali setelah keadaan kuat itu, yaitu dengan sampainya kalian pada usia tua dan beruban.
Dia menciptakan segala yang dikehendaki-Nya.
Dia Maha Mengetahui untuk mengurus ciptaan-Nya dan Mahakuasa untuk menjadikan segala yang dikehendaki-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah, Dialah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah) yaitu dari air mani yang hina lagi lemah itu (kemudian Dia menjadikan kalian sesudah keadaan lemah) yang lain yaitu masa kanak-kanak (menjadi kuat) masa muda yang penuh dengan semangat dan kekuatan (kemudian Dia menjadikan kalian sesudah kuat itu lemah kembali dan beruban) lemah karena sudah tua dan rambut pun sudah putih.
Lafal dha'fan pada ketiga tempat tadi dapat dibaca dhu'fan.
(Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya) ada yang lemah, yang kuat, yang muda, dan yang tua (dan Dialah Yang Maha Mengetahui) mengatur makhluk-Nya (lagi Maha Kuasa) atas semua yang dikehendaki-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah yang menciptakan kalian dari air yang hina dina, yaitu sperma, kemudian Dia menjadikan bagimu kekuatan laki-laki setelah sebelumnya kamu lemah sebagai anak-anak.
Kemudian setelah kekuatan ini hadir kelemahan masa tua dan senja.
Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki berupa kekuatan dan kelemahan.
Dialah yang Maha Mengetahui makhluk-Nya, lagi Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala mengingatkan (manusia) akan fase-fase yang telah dilaluinya dalam penciptaannya, dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain.
Asal mulanya manusia itu berasal dari tanah liat, kemudian dari air mani, kemudian menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian menjadi tulang yang dilapisi dengan daging, lalu ditiupkan roh ke dalam tubuhnya.

Setelah itu ia dilahirkan dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil, dan tidak berkekuatan.
Kemudian menjadi besar sedikit demi sedikit hingga menjadi anak, setelah itu berusia balig dan masa puber, lalu menjadi pemuda.
Inilah yang dimaksud dengan keadaan kuat sesudah lemah.

Kemudian mulailah berkurang dan menua, lalu menjadi manusia yang lanjut usia dan memasuki usia pikun, dan inilah yang dimaksud keadaan lemah sesudah kuat.
Di fase ini seseorang mulai lemah keinginannya, gerak, dan kekuatannya, rambutnya putih beruban, sifat-sifat lahiriah dan batinnya berubah pula.
Karena itulah maka di sebutkan oleh firman-Nya:

kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.
Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.
(Ar Ruum:54)

Yakni Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya dan mengatur hamba-hamba-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya.

dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.
(Ar Ruum:54)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Fudail dan Yazid.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Marzuq, dari Atiyyah Al-Aufi yang mengatakan bahwa ia membacakan kepada Ibnu Umar firman Allah subhanahu wa ta'ala: Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali).
(Ar Ruum:54) Ibnu Umar membacakan pula firman-Nya: Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali).
(Ar Ruum:54) Kemudian Ibnu Umar berkata, "Aku belajar dari Rasulullah ﷺ ayat ini sebagaimana yang kamu bacakan kepadaku, dan aku menerimanya dari beliau sebagaimana aku menerimanya darimu."

Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi meriwayatkannya pula yang dinilai oleh Imam Turmuzi sebagai hadis hasan, melalui hadis Fudail dengan sanad yang sama.
Imam Abu Daud meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Jabir, dari Atiyyah, dari Abu Sa'id dengan lafaz yang semisal.

Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu'jizat Al Qur'an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa'at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda'wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da'wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.


Gambar Kutipan Surah Ar Rum Ayat 54 *beta

Surah Ar Rum Ayat 54



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Rum

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.4
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending







✔ Makna Qs 30 :54

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku