Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 34 [QS. 30:34]

لِیَکۡفُرُوۡا بِمَاۤ اٰتَیۡنٰہُمۡ ؕ فَتَمَتَّعُوۡا ٝ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَ
Liyakfuruu bimaa aatainaahum fatamatta’uu fasaufa ta’lamuun(a);
Biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan.
Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

―QS. Ar Rum [30]: 34

So that they will deny what We have granted them.
Then enjoy yourselves, for you are going to know.
― Chapter 30. Surah Ar Rum [verse 34]

لِيَكْفُرُوا۟ karena mereka mengingkari

So as to deny
بِمَآ dengan apa (rahmat)

[in] what,
ءَاتَيْنَٰهُمْ Kami telah berikan kepada mereka

We have granted them.
فَتَمَتَّعُوا۟ maka bersenang-senanglah

Then enjoy,
فَسَوْفَ maka kelak

but soon
تَعْلَمُونَ (kalian) mengetahui

you will know.

Tafsir

Alquran

Surah Ar Rum
30:34

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 34. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini memperingatkan manusia yang ingkar kepada Allah, tidak sabar, dan tidak bersyukur, bahwa nikmat itu adalah karunia-Nya.
Nikmat itu datang dari Allah, bukan dari selain-Nya.

Firman Allah:


Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin.
Tetapi di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

(Luqman [31]: 20)

هٰذَا خَلْقُ اللّٰهِ فَاَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقَ الَّذِيْنَ مِنْ دُوْنِهٖ بَلِ الظّٰلِمُوْنَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Manusia tidak boleh mengingkari nikmat itu karena tidak ada yang selain Allah yang dapat memberikan nikmat sehebat itu, sebagaimana difirmankan-Nya:
Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah.
Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.
(Luqman [31]: 11)


Dalam ayat 34 ini, Allah memerintahkan mereka,
"Bersenang-senanglah!"
Perintah ini merupakan ejekan atas kedurhakaan mereka.
Dengan demikian, perintah ini bukanlah perintah yang sebenarnya, tetapi ancaman agar mereka menghentikan perbuatan menyembah dan memohon kepada selain Allah dan mengingkari nikmat-Nya tersebut.



Apalagi perintah bersenang-senang itu diiringi ancaman
"kelak kalian akan mengetahuinya."
Dengan demikian, bersenang-senang itu hanya mereka nikmati sementara, yaitu paling lama selama sisa-sisa hidup mereka di dunia.

Sedangkan di akhirat nanti, mereka akan memperoleh siksaan dan azab yang dahsyat atas kesyirikan dan keingkaran mereka.
Azab dapat terjadi di dunia, dan pasti di akhirat.

Dengan demikian, keingkaran mereka di dunia tidak akan membawa keuntungan apa-apa.


Oleh karena itu, sebelum ajal menjemput, mereka yang kafir dengan berprilaku syirik dan tidak mensyukuri nikmat hendaklah bertobat.
Tobat itu harus sesegera mungkin karena tobat pada waktu napas sudah di tenggorokan tidak diterima Allah, sebagaimana terjadi pada Fir’aun (lihat Surah Yunus [10]: 90-91).

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 34. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sehingga akibat dari keadaan mereka itu adalah bahwa mereka mengingkari nikmat yang diberikan Allah.
Maka bersenang-senanglah sekehendak kalian, wahai orang-orang yang durhaka, niscaya kalian akan mengetahui kesudahan kalian.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka ingkar kepada apa yang telah Kami berikan kepada mereka berupa terangkatnya kesulitan dan lenyapnya kesusahan dari mereka yang merupakan salah satu nikmat dari Kami.
Silakan kalian (wahai orang-orang musyrik) bersenang-senang dalam kehidupan dunia ini dengan kemakmuran dan kelapangan, kalian pasti akan mengetahui siksa dan hukuman apa yang akan kalian terima.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka) makna yang terkandung di dalam ayat ini adalah ancaman yang ditujukan kepada mereka yang ingkar itu.


(Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kalian akan mengetahui) akibat daripada bersenang-senang kalian itu, di dalam ungkapan ayat ini terkandung makna sindiran bagi orang-orang yang ketiga atau dhamir gaib.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal manusia, sesungguhnya mereka itu apa­bila tertimpa keadaan darurat (bahaya), mereka menyeru kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Apabila diberikan kepada mereka ke­nikmatan, tiba-tiba sebagian dari mereka yang telah membaik keadaan­nya mempersekutukan Allah dan menyembah Dia bersama yang lain-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka.
(QS. Ar-Rum [30]: 34)

Huruf lam dalam ayat ini menurut sebagian ulama bahasa disebut lamul ‘aqibah, sedangkan menurut sebagian yang lain adalah lamut ta’lil, tetapi ta’lil ini berdasarkan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah terhadap mereka.

Kemudian Allah mengancam mereka melalui firman-Nya:

kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).
(QS. Ar-Rum [30]: 34)

Sebagian ulama mengatakan,
"Seandainya ada seorang pengawal (tentara) yang kejam mengancamku, tentulah aku merasa takut.
Maka terlebih lagi jika yang mengancam itu adalah Tuhan Yang mengatakan kepada sesuatu, ‘Jadilah kamu’, maka jadilah ia."

Unsur Pokok Surah Ar Rum (الروم)

Surat Ar-Rum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Romawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mukjizat Alquran, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepadanya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Romawi atas kerajaan Persia.
▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.
▪ Contoh-contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhalaberhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

▪ Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Kewajiban berdakwah.
▪ Kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir dan sebagainya.
▪ Larangan mengikuti orang musyrik.
Hukum riba.

Kisah:

▪ Pemberitaan tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

▪ Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah.
▪ Kejadian-kejadian yang dialami oleh umat-umat yang terdahulu patut menjadi iktibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Audio

QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 60 + Terjemahan Indonesia

QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 60

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Rum ayat 34 - Gambar 1 Surah Ar Rum ayat 34 - Gambar 2
Statistik QS. 30:34
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Alquran tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah30
Nama SurahAr Rum
Arabالروم
ArtiBangsa Romawi
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu84
JuzJuz 21
Jumlah ruku’6 ruku’
Jumlah ayat60
Jumlah kata820
Jumlah huruf3472
Surah sebelumnyaSurah Al-‘Ankabut
Surah selanjutnyaSurah Luqman
Sending
User Review
4.4 (20 votes)
Tags:

30:34, 30 34, 30-34, Surah Ar Rum 34, Tafsir surat ArRum 34, Quran Ar-Rum 34, Surah Ar Rum ayat 34

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 9 [QS. 70:9]

8-9. Ingatlah siksa yang akan dialami oleh kaum kafir itu akan terjadi pada hari ketika langit yang sehari-harinya terlihat kokoh menjadi bagaikan cairan tembaga, dan gunung-gunung yang demikian berat … 70:9, 70 9, 70-9, Surah Al Ma’aarij 9, Tafsir surat AlMaaarij 9, Quran AlMarij 9, Al Maarij 9, AlMaarij 9, Surah Al Maarij ayat 9

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 116 [QS. 6:116]

Setelah menjelaskan tentang kebenaran Nabi Muhammad, Allah melarangnya untuk menghiraukan musuh-musuhnya yang tidak mau tergerak untuk mengikuti petunjuk Allah. Dan jika kamu mengikuti kebanyakan oran … 6:116, 6 116, 6-116, Surah Al An ‘aam 116, Tafsir surat AlAnaam 116, Quran Al Anaam 116, Al Anam 116, AlAnam 116, Al An’am 116, Surah Al Anam ayat 116

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

+

Array

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #12

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Rabiul Akhir Ramadan Safar Rabiul Awal Muharram Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah …. al-Ma’un al-Qari’ah al-Kautsar al-Humazah Ali Imron Benar! Kurang tepat! Berakhirnya seluruh kehidupan

Instagram