QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 24 [QS. 30:24]

وَ مِنۡ اٰیٰتِہٖ یُرِیۡکُمُ الۡبَرۡقَ خَوۡفًا وَّ طَمَعًا وَّ یُنَزِّلُ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَیُحۡیٖ بِہِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِہَا ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یَّعۡقِلُوۡنَ
Wamin aayaatihi yuriikumul barqa khaufan wathama’an wayunazzilu minassamaa-i maa-an fayuhyii bihil ardha ba’da mautihaa inna fii dzalika li-aayaatin liqaumin ya’qiluun(a);

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
―QS. 30:24
Topik ▪ Pahala jin dan balasannya
30:24, 30 24, 30-24, Ar Rum 24, ArRum 24, Ar-Rum 24

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 24

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang lain, yaitu adanya kilat.
Kilat adalah suatu fenomena (gejala) alam yang dapat disaksikan oleh pancaindera dan dapat pula diterangkan secara ilmiah.
Kilat timbul dari bunga api listrik yang terjadi di kala bersatunya listrik positif yang berada di kelompok awan yang mengandung air dengan listrik negatif yang berada di bumi, sewaktu keduanya sedang berdekatan, umpamanya di waktu awan itu sedang berada di puncak gunung.
Dari persatuan kedua macam listrik itu timbullah pengosongan udara yang mengakibatkan kilat, lalu diikuti oleh petir, kemudian diikuti pula oleh turunnya hujan.
Jadi penyebab terjadinya kilat itu, suatu yang jelas ialah dia merupakan suatu fenomena (gejala) alam yang timbul dari aturan yang diciptakan Tuhan untuk mengatur alam ini.

Alquran cocok dengan keadaannya sebagai buku dakwah, maka dia tidak memperinci hakikat fenomena-fenomena alam itu serta tidak menerangkan sebab-sebabnya.
Alquran hanya menyebutkan hal itu sebagai alat untuk menghubungkan hati manusia dengan alam dan Penciptanya.
Karena itu di sini dia menetapkan salah satu tanda adanya Allah, yaitu dengan memperlihatkan keadaan kilat yang menimbulkan takut dan harapan.
Kedua perasaan naluri itu datang silih berganti pada jiwa manusia dalam menghadapi fenomena itu.
Perasaan takut di kala melihat kilat itu ialah karena kilat itu akan diikuti oleh petir, sedang petir ini kalau menyambar sesuatu akan binasalah dia.
Bila manusia disambarnya akan mati terbakarlah manusia itu.
Bila metal (logam) yang disambarnya akan cair dan meleburlah dia.
Bila batu dan bangunan yang disambarnya, akan hancur dan berderai-derailah dia.
Atau ketakutan yang samar-samar ketika melihat kilat itu, dan perasaan yang ditimbulkan oleh kekuatan yang mengendalikan alam semesta ini.
Dan perasaan harapan pada harta benda dengan akan turunnya hujan yang biasa menemani kilat itu.
Sesudah kata-kata takut dan harapan, ayat ini dilanjutkan dengan “Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya”.

Ungkapan hidup dan mati itu jika dibandingkan dengan tanah adalah suatu ungkapan yang menggambarkan bahwa tanah itu merupakan benda hidup, yang dapat pula hidup dan dapat pula mati.
Begitulah hakikat yang digambarkan Alquran.
Alam ini adalah makhluk hidup, yang tunduk dan patuh kepada Tuhan, mengerjakan perintah-Nya dengan bertasbih dan beribadat kepada-Nya.
Manusia yang hidup di atas bumi adalah salah satu dari makhluk-makhluk Allah itu.
Mereka ikut beserta makhluk-makhluk itu dalam satu parade (pawai) besar menghadap Allah Tuhan semesta alam.

Di samping itu air apabila menyirami tanah, dia akan menyuburkannya.
Kemudian tumbuhlah tumbuh-tumbuhan yang hidup.
Daun-daunnya berkembang begitu pula halnya dengan hewan dan manusia.
Air itu merupakan Rasul dan pembawa kehidupan.
Di mana ada air disitu ada kehidupan.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
Ayat ini diakhiri dengan kata “akal”,
sebagai media untuk berpikir dan menyelidik.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara bukti-bukti-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepada kalian dari sela-sela awan, agar kalian merasa takut dari petir dan bersama dengan itu kalian mengharapkan hujan turun dari langit untuk menghidupkan bumi setelah mengalami kegersangan dan tandus.
Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat bukti-bukti bagi kaum yang merenungi segala sesuatu sehingga memahaminya dengan benar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepada kalian) Dia mempersaksikan kepada kalian (kilat untuk menimbulkan ketakutan) bagi orang yang melakukan perjalanan karena takut disambar petir (dan harapan) bagi orang yang bermukim akan turunnya hujan (dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya) Dia mengembangkannya dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan padanya.

(Sesungguhnya pada yang demikian itu) hal yang telah disebutkan tadi (benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya) yaitu bagi mereka yang berpikir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara bukti-bukti kodrat Allah adalah bahwa Dia memperlihatkan cahaya petir, sehingga kalian takut kepada halilintar namun berharap hujan.
Dan Allah menurunkan hujan dari awan, dengannya Dia menumbuhkan bumi setelah kematiannya dan kekeringannya.
Sesungguhnya yang demikian itu mengandung dalil atas ksempurnaan kuasa Allah dan besarnya hikmah serta kebaikan-Nya bagi siapa yang memiliki akal yang digunakannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan di antara tanda-tanda-Nya.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 24)

yang menunjukkan kebesaran-Nya ialah Dia:

memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 24)

Yakni adakalanya kalian merasa takut kepada apa yang akan terjadi sesudahnya yang berupa hujan lebat disertai dengan angin badai yang menghancurkan segalanya, adakalanya pula kalian berharap setelah melihat kilatannya akan turunnya hujan yang kalian perlukan.
Karena itulah disebutkan oleh firman selanjutnya:

dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 24)

Maksudnya, sebelum itu bumi tandus, tidak ada tetumbuhannya.
Setelah air hujan turun menyiraminya:

hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 5)

Pada yang demikian itu terdapat pelajaran dan petunjuk yang jelas, yang menggambarkan tentang hari berbangkit dan hari kiamat.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 24)


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 24 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 24 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 24 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 30:24
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.4
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta