QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 19 [QS. 30:19]

یُخۡرِجُ الۡحَیَّ مِنَ الۡمَیِّتِ وَ یُخۡرِجُ الۡمَیِّتَ مِنَ الۡحَیِّ وَ یُحۡیِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِہَا ؕ وَ کَذٰلِکَ تُخۡرَجُوۡنَ
Yukhrijul hai-ya minal mai-yiti wayukhrijul mai-yita minal hai-yi wayuhyiil ardha ba’da mautihaa wakadzalika tukhrajuun(a);

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya.
Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
―QS. 30:19
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
30:19, 30 19, 30-19, Ar Rum 19, ArRum 19, Ar-Rum 19

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini merupakan pemandangan umum yang menyingkapkan sebagian kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, yang menyeru hamba-hamba-Nya agar bertasbih dan beribadat kepada-Nya.
Orang yang bertasbih kepada Allah hanya sekadar bertasbih dan menyembah-Nya tanpa mengetahui hak-hak dan kekuasaan serta kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala dalam beribadah itu, maka tasbih dan ibadahnya itu tidak akan ada manfaatnya.
Dia tidak akan menjumpai Tuhan dengan tasbih dan ibadat yang seperti itu, suatu perjumpaan yang akan melapangkan dada, membukakan hati dan menjernihkan jiwa, Ibadat yang disuruh ialah ibadat yang berbekas dalam jiwa manusia.

Oleh karena itu maka ayat ini menyuruh kita memperhatikan keadaan alam ini.
Di dalamnya terdapat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala Pada apa yang dilihat manusia pada kehidupan ini, dapat diperhatikan bahwa kehidupan ini berasal dari benda mati, dan benda mati itu berasal dari kehidupan.
Hal ini dapat diperhatikan pada telur dan ayam.
Telur adalah benda mati, tapi ia dapat mengeluarkan ayam yang hidup.
Begitu pulalah ayam adalah benda hidup, tetapi dia dapat mengeluarkan telur yang merupakan benda mati.
Atau pada diri manusia dapat dilihat dua kejadian itu.
Manusia adalah makhluk yang mengeluarkan mani (sperma) sebagai benda mati (menurut kepercayaan Arab di waktu itu).
Sebaliknya mani itu dapat menjadi manusia bila dia berjumpa dengan telur wanita di dalam rahim.

Mujahid seorang ahli tafsir mengartikan “keluarnya yang hidup dari yang mati” dan “yang mati dari yang hidup” dengan mukmin dan kafir.
Anak orang mukmin ada yang menjadi kafir, sebaliknya anak orang kafir ada yang menjadi mukmin, Ada pula yang menafsirkan bahwa kehidupan ini diakhiri dengan kematian dan kematian itu disudahi dengan kehidupan kembali di akhirat.

Karena kedua hal itu, yakni mati dan hidup suatu keadaan yang rutin di dalam kehidupan di dunia ini, maka tidaklah mustahil bagi Allah untuk membangkitkan manusia dari kuburnya di hari kiamat kelak.
Hal ini harus diperhatikan oleh manusia.
Sebagai contoh lain yang lebih dekat bagi manusia ialah keadaan tanah yang sudah tandus dan gersang.
Tanah ini biasa menumbuhkan tanam-tanaman, andaikata Allah menurunkan hujan dari langit.

Setelah memperhatikan contoh-contoh di atas, maka apakah kekuasaan Allah yang tidak terhatas itu kelak tidak-sanggup untuk menghidupkan manusia kembali dari dalam tanah, di mana tulang-belulangnya telah hancur berserakan, dan dagingnya telah bersatu dengan tanah?.
Tentu saja sanggup.
Oleh karena itu, bila sangkakala ditiup malaikat, manusia akan bangkit semuanya kembali di padang Mahsyar menghadap Tuhan.

Allah berfirman:

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya.
Kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (dari padanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

(Q.S. Nuh [71]: 17-18)

Kenapa manusia mengingkari hari berbangkit itu?.
Kenapa mereka memperdebatkannya?.
Sebetulnya kekuasaan Allah tak perlu dan tak dapat diingkari.
Siapa yang berakal tidak akan dapat mengingkari kekuasaan itu.
Tetapi dia lari dari tanggung jawab.
Manusia tak mau bertanggung jawab, untuk menghadapi perhitungan di hari kiamat.
Dia ingin melepaskan jiwanya dari perasaan keimanan dengan hatinya, sesuai dengan nasibnya di dunia ini.
Dia tidak mempersiapkan sesuatupun untuk akhirat.
Demikianlah manusia ditipu oleh jiwa dan hawa nafsunya.
Dia memperkenankan panggilan yang sebenarnya, kecuali apa yang sesuai dengan nafsunya itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dialah yang mengeluarkan makhluk hidup dari sesuatu yang tidak memiliki kehidupan, dan mengeluarkan sesuatu yang tidak memiliki kehidupan dari makhluk hidup.
Dialah yang menghidupkan bumi dengan pepohonan setelah sebelumnya tandus dan gersang.
Dengan cara mengeluarkan seperti itulah, Allah mengeluarkan kalian dari kubur-kubur kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati) sebagaimana manusia, Dia menciptakan manusia dari air mani dan sebagaimana burung yang Dia ciptakan dari telur (dan mengeluarkan yang mati) yaitu air mani dan telur (dari yang hidup dan menghidupkan bumi) dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan (sesudah matinya) sesudah kering.

(Dan seperti itulah) dengan cara itulah (kalian akan dikeluarkan) dari kubur.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati seperti manusia dari setetes air dan burung dari telur, mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti setetes air mani dari manusia dan telur dari burung.
Dia menghidupkan bumi dengan tumbuhan setelah sebelumnya ia kering kerontang.
Seperti penghidupan inilah kalian wahai manusia akan dibangkitkan dari kubur kalian dalam keadaan hidup untuk menghadapi hisab dan balasan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluar­kan yang mati dari yang hidup.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 19)

Hal ini menceritakan kejadian kita, bahwa peristiwa tersebut terjadi berkat kekuasaan Allah yang berkuasa menciptakan segala sesuatu yang berlawanan.
Dan ayat-ayat yang berturut-turut lagi mulia ini semuanya termasuk ke dalam kelompok ini.
Sesungguhnya Allah menyebutkan di dalamnya bahwa Dia telah menciptakan segala sesuatu dan lawan-lawannya, untuk menunjukkan kekuasaan-Nya Yang Mahasempurna.
Antara lain ialah Dia mengeluarkan tetumbuhan dan bebijian, dan mengeluarkan bebijian dari tetumbuhan.
Telur Dia keluarkan dari ayam, dan ayam dikeluarkan dari telur.
Manusia berasal dari nutfah (air mani), dan air mani berasal dari manusia.
Orang mukmin berasal dari orang kafir, dan orang kafir berasal dari orang mukmin.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan menghidupkan bumi sesudah matinya.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 19)

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati.
Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan.
(Q.S. Yasin [36]: 33) sampai dengan firman-Nya: dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air.
(Q.S. Yasin [36]: 34)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menambahkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 5) sampai dengan firman-Nya: dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 7)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 57) sampai dengan firman-Nya: mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 57)

Karena itulah maka dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
(Q.S. Ar-Rum [30]: 19)


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.5
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim