QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 76 [QS. 55:76]

مُتَّکِـِٕیۡنَ عَلٰی رَفۡرَفٍ خُضۡرٍ وَّ عَبۡقَرِیٍّ حِسَانٍ
Muttaki-iina ‘ala rafrafin khudhrin wa’abqarii-yin hisaanin;

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
―QS. 55:76
Topik ▪ Surga ▪ Sifat surga dan kenikmatannya ▪ Kehancuran jagad raya
55:76, 55 76, 55-76, Ar Rahmaan 76, ArRahmaan 76, Ar-Rahman 76, ArRahman 76, Ar Rahman 76

Tafsir surah Ar Rahmaan (55) ayat 76

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 76. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengungkapkan bahwa penghuni-penghuni surga itu duduk santai di atas bantal-bantal yang hijau, besar-besar dan permadani-permadani yang indah-indah, indah rupanya dan indah tenunannya, dan di sebelah dalamnya terbuat dari sutra.
Maka nikmat Tuhan yang manakah yang didustakan oleh jin dan manusia?

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka bertelekan di atas singgasana yang mempunyai penutup hijau dan hamparan yang indah dan menakjubkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka bersandarkan) suami-suami mereka bertelekan, I’rab lafal ayat ini sama dengan sebelumnya (pada bantal-bantal yang hijau) merupakan bentuk jamak dari lafal Rafrafatun, artinya permadani atau bantal (dan bergelarkan pada permadani-permadani yang indah) merupakan bentuk jamak dari lafal ‘Abqariyyah, artinya permadani.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 76)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan rafraf’ ialah seprei-seprei.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya, yaitu seprei (cover).

Al-Ala ibnu Zaid mengatakan bahwa rafraf ialah kain seprei atau cover untuk melapisi dipan dalam bentuk yang menjuntai.

Asim Al-Juhdari telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 76) Yakni bantal-bantal.

Pendapat ini dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri dalam suatu riwayat yang bersumber darinya.

Abu Daud At-Tayalisi telah meriwayatkan dari Syu’bah, dari Abu Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau (Q.S. Ar-Rahman [55]: 76) Bahwa yang dimaksud dengan rafraf ialah taman-taman surga.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan permadani-permadani yang indah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 76)

Ibnu Abbas, Qatadah, Ad-Dahhak, dan As-Saddi mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah permadani-permadani.
Menurut Sa’id ibnu Jubair, artinya permadani yang sangat baik.
Dan menurut Mujahid Al-Abqari artinya sutra.

Al-Hasan Al-Basri pernah ditanya tentang makna firman-Nya: dan permadani-permadani yang indah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 76) Maka ia menjawab, “Itu adalah hamparan ahli surga, celakalah kalian, carilah ia.” Dan menurut riwayat lain yang bersumber dari Al-Hasan yaitu sarana.
Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa permadani itu ada yang berwarna merah, kuning, dan hijau.
Al-Ala ibnu Zaid pernah ditanya tentang makna ‘abqari, maka ia menjawab bahwa al- abqari adalah permadani yang berada di atas hamparan.

Abu Hirzah alias Ya’qub ibnu Mujahid mengatakan bahwa al-‘abqari adalah suatu jenis dari pakaian ahli surga, tiada seorang pun yang mengenalnya.
Abul Aliyah mengatakan bahwa ‘abqari ialah hamparan yang tipis.
Al-Qaisi mengatakan bahwa abqari adalah tiap-tiap pakaian yang dihiasi dengan bordiran, menurut orang Arab.
Abu Ubaidah mengatakan, nama ‘abqari dinisbatkan kepada nama tempat yang membuat bordiran kain.

Imam Khalil ibnu Ahmad mengatakan bahwa segala sesuatu yang sangat berharga, baik berupa benda maupun manusia yang genius, dinamakan orang Arab dengan sebutan abqari.
Sebagai dalilnya ialah antara lain sabda Nabi ﷺ tentang Umar r.a.:

Aku belum pernah melihat seorang genius yang begitu cemerlang (selain dari Umar).

Pada garis besarnya semua pendapat di atas menunjukkan bahwa gambaran tentang kedua surga yang pertama lebih tinggi dan lebih mulia daripada yang dimiliki oleh kedua surga berikutnya.
Karena sesungguhnya sehubungan dengan kedua surga yang pertama, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 54)

Allah subhanahu wa ta’ala hanya menyebutkan sifat bagian dalamnya saja, tidak menyebutkan sifat bagian luarnya, karena sudah dianggap cukup hanya dengan menyebutkan kemewahan bagian dalamnya, yang sudah barang tentu bagian luarnya tidak terperikan keindahan dan kemewahannya.
Dan sifat ini diakhiri dengan firman-Nya yang menyebutkan:

{هَلْ جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ}

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 60)

Para penghuninya disebutkan sebagai orang-orang yang ihsan; dan ini merupakan predikat yang tertinggi, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis Jibril, tatkala dia bertanya kepada Nabi ﷺ tentang Islam, lalu iman, kemudian ihsan.
Demikianlah segi-segi keutamaan yang dimiliki oleh kedua surga yang pertama atas kedua surga berikutnya.
Dan kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala semoga Dia menjadikan kita termasuk penghuni-penghuni kedua surga yang pertama.


Kata Pilihan Dalam Surah Ar Rahmaan (55) Ayat 76

ABQARIY
عَبْقَرِىّ

Lafaz ini adalah ism mufrad (kata benda tunggal), jamaknya adalah ‘abaaiqirah, artinya bijak.

‘Abqariyal qaum bermakna pemuka, pemimpin dan yang paling kuat di antara mereka.

Dalam hadits ‘Umar, Rasulullah sujud di atas ‘abqariy, artinya kain sutera atau permaidani dari kulit binatang atau permaidani yang tebal, yang terukir.

Lafaz ini disebut sekali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Ar Rahmaan (55), ayat 76. Lafaz ‘abqariy mengandung beberapa makna:

– Ibn Qutaybah berkata,
Al-‘Ahqariy bermakna permaidani yang tebal.

Abu ‘Ubaydah berkata,
“Setiap sesuatu yang berbentuk permaidani dinamakan ‘abqariy. Disebutkan abqara adalah negeri yang di dalamnya dibuat tenunan, lalu disandarkan kepadanya setiap sesuatu yang baik dan bernilai.”

– Ibn Abbas, Sa’id in Jubair, Qatadah, Ad Dahhak dan As Suddi berpendapat, al abqariyadalah az arabiy (bantal yang bermutu yang dibentangkan sebagai tempat duduk).

– Mujahid berpendapat ia bermakna permaidani dari sutera.

– Al Hasan menafsirkan lafaz ini, “Ia adalah permaidani penghuni syurga,”

– Abu Harazah Ya’qub bin Mujahid berpendapat, ia bermakna pakaian penghuni syurga yang tiada siapa yang dapat mengetahuinya.

– Abu ‘Aliyah berkata,
“Ia bermakna at tanaafis (permaidani) yang halus”

– Al Qaysi berkata,
“Setiap pakaian yang ditenun menurut orang Arab adalah abqariy

Kesimpulannya, ‘abqariy bermakna permaidani penghuni syurga, dan al-Fayruz berkata,
“Ia dijadikan Allah perumpamaan hamparan atau permaidani syurga”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:366

Informasi Surah Ar Rahmaan (الرحمن)
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai “Ar Rahmaan” (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan “Ar Rahmaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebahagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan ni’mat-ni’mat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

Allah mengajar manusia pandai berbicara
pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
semua makhluk akan hancur kecuali Allah
Allah selalu dalam kesibukan
seluruh alam merupakan ni’mat Allah terhadap umat manusia
manusia diciptakan dari tanah dan jin dari api.

Hukum:

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala
banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri ni’mat Tuhan
nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rahmaan (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 76 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 76 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 76 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rahmaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 55:76
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah 55
Nama Surah Ar Rahmaan
Arab الرحمن
Arti Yang Maha Pemurah
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Mekkah
Urutan Wahyu 97
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 352
Jumlah huruf 1648
Surah sebelumnya Surah Al-Qamar
Surah selanjutnya Surah Al-Waqi’ah
4.6
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta