QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 35 [QS. 55:35]

یُرۡسَلُ عَلَیۡکُمَا شُوَاظٌ مِّنۡ نَّارٍ ۬ۙ وَّ نُحَاسٌ فَلَا تَنۡتَصِرٰنِ
Yursalu ‘alaikumaa syuwaazhun min naarin wanuhaasun falaa tantashiraan(i);

Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
―QS. 55:35
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
55:35, 55 35, 55-35, Ar Rahmaan 35, ArRahmaan 35, Ar-Rahman 35, ArRahman 35, Ar Rahman 35

Tafsir surah Ar Rahmaan (55) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa kepada jin dan manusia akan ditimpakan bermacam-macam bentuk azab yaitu sambaran nyala api atau cairan yang bercampur dengan tembaga.
Mereka tidak dapat melarikan diri daripadanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalian akan terkena nyala api dan cairan tembaga yang meleleh, lalu kalian tidak dapat menahan siksaan tersebut.[1]

[1] Tembaga adalah unsur metal yang pertama kali dikenal manusia sejak zaman dahulu.
Di antara kelebihan tembaga ini adalah bahwa ketinggian suhunya dapat mencapai 1,083 derajat pada saat melebur.
Apabila cairan tembaga panas itu dituangkan ke badan maka rasa sakit yang dirasakan merupakan bentuk penderitaan dan siksaan yang paling pedih.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kepada kamu berdua akan dilepaskan nyala api) yakni nyala api yang tidak berasap atau nyala api yang berasap (dan asap) yaitu asap murni yang tidak ada nyala apinya (maka kamu berdua tidak akan dapat menyelamatkan diri) daripadanya, bahkan kalian kelak akan digiring ke padang Mahsyar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan cairan tembaga.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 35)

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan cairan tembaga.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 35) Yaitu asap api.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Abu Saleh, Sa’id ibnu Jubair, dan Abu Sinan.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa orang-orang Arab menyebut dukhan (asap) dengan sebutan nuhas atau nihas, tetapi ulama ahli qiraat telah sepakat membacanya dengan dammah, yakni nuhas yang artinya asap.
Seperti pengertian yang terdapat di dalam bait syair Nabigah Ja’dah:

bercahaya seperti cahaya lentera minyak, yang Allah tidak menjadikan asap padanya.

Yang dimaksud dengan nuhas dalam bait syair ini ialah asap.
Demikianlah menurut Ibnu Jarir.

Imam Tabrani telah meriwayatkan melalui jalur Juwaibir, dari Ad-Dahhak, bahwa Nabi’ ibnul Azraq pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang makna syuwaz, maka ia menjawab bahwa syuwaz adalah nyala api yang tidak ada asapnya.
Lalu Nafi’ menanyakan kepada Ibnu Abbas tentang syahid (bukti) yang menguatkan pendapatnya dari segi bahasa.
Maka Ibnu Abbas membacakan kepadanya bait syair Umayyah ibnu Abus Silt yang isinya mencela Hassan:

Ingatlah, adakah orang yang mau menyampaikan kepada Hasan pesan dariku dengan perjalanan yang cepat menuju ke pasar ‘Ukaz.
Bahwa bukankah dahulu ayahmu adalah salah seorang di antara budak-budak kami, yang kelihatan hina bersama budak-budak dari Yaman, dan itu sudah dikenal semua orang.
Kerjanya hanya membuat bara api untuk setrika (hewan) dan selalu meniup nyala apinya.

Nafi’ berkata, “Engkau benar, lalu apakah artinya nuhas?”
Ibnu Abbas menjawab, “Asap yang tidak ada nyala apinya.” Nafi’ bertanya, “Apakah orang-orang Arab mengenal istilah itu?”
Ibnu Abbas menjawab, “Ya, tidakkah engkau mendengar ucapan Nabigah dari Bani Zibyan yang telah mengatakan dalam salah satu bait syairnya:

menyala seperti nyala lentera minyak, yang Allah telah menjadikannya tidak berasap.

Mujahid mengatakan bahwa an-nuhas adalah tembaga yang dilebur, lalu dituangkan ke atas kepala mereka.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah.
Ad-Dahhak mengatakan bahwa nuhas artinya cairan tembaga.

Makna yang dimaksud dari semua pendapat ialah seandainya kalian pergi melarikan diri di hari kiamat, niscaya para malaikat dan malaikat Zabaniyah (juru siksa) akan mengembalikan kalian ke padang mahsyar, yaitu dengan mengirimkan nyala api dan cairan tembaga yang dilebur terhadap kalian hingga pada akhirnya kalian pasti kembali.
Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:

maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 35­-36)


Kata Pilihan Dalam Surah Ar Rahmaan (55) Ayat 35

SYUWAADZH
شُوَاظ

Dalam Mu’jam Al Wasit, lafaz syuwaaz berasal dari kata syaaza-yasyuuzu.

Syaaza bihil maradh bermakna penyakitnya bertambah parah.

Syaazal ghadhab berarti kemarahannya berkobar. Ia juga berarti mencaci.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ar Rahmaan (55) ayat 35.

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ

Terdapat beberapa makna untuk lafaz syuwaaz yaitu:

– Dalam Mu’jam Al ‘Arabi, syuwaaz adalah api yang berkobar-kobar.

– Ibn Qutaibah, Al Yazidi dan Al Fayruz berpendapat lafaz syuwaaz bermakna nyala api yang tiada asapnya.

– Ada yang berpendapat, makna syuwaaz ialah ia memiliki angin yang kuat.

– Qatadah berpendapat, asy syuwaaz bermakna nyalaan api yang berwarna hijau yang terpisah daripada api.

– Ad Dahhak berkata,
asy syuwaaz ialah asap yang keluar dari panasnya api dan bukan asap kayu yang keluar dari kayu yang dibakar.

– Abu Amru dan riwayat Al Akhfasy dari sebahagian orang Arab berpendapat, asy syuwaaz bermakna api dan asap sekali.

Kesimpulannya, makna bagi lafaz syuwaaz adalah mata api atau api yang berkobar.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:317

Informasi Surah Ar Rahmaan (الرحمن)
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai “Ar Rahmaan” (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan “Ar Rahmaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebahagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan ni’mat-ni’mat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

Allah mengajar manusia pandai berbicara
pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
semua makhluk akan hancur kecuali Allah
Allah selalu dalam kesibukan
seluruh alam merupakan ni’mat Allah terhadap umat manusia
manusia diciptakan dari tanah dan jin dari api.

Hukum:

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala
banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri ni’mat Tuhan
nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rahmaan (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 35 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 35 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 35 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rahmaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 55:35
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah 55
Nama Surah Ar Rahmaan
Arab الرحمن
Arti Yang Maha Pemurah
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Mekkah
Urutan Wahyu 97
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 352
Jumlah huruf 1648
Surah sebelumnya Surah Al-Qamar
Surah selanjutnya Surah Al-Waqi’ah
4.7
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta