Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 17 [QS. 55:17]

رَبُّ الۡمَشۡرِقَیۡنِ وَ رَبُّ الۡمَغۡرِبَیۡنِ
Rabbul masyriqaini warabbul maghribain(i);
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.
―QS. Ar Rahmaan [55]: 17

(He is) Lord of the two sunrises and Lord of the two sunsets.
― Chapter 55. Surah Ar Rahmaan [verse 17]

رَبُّ Tuhan/Pemelihara

Lord
ٱلْمَشْرِقَيْنِ dua timur/dua tempat terbit matahari

(of) the two Easts
وَرَبُّ dan Tuhan/Pemelihara

and Lord
ٱلْمَغْرِبَيْنِ dua barat/dua tempat terbenamnya matahari

(of) the two Wests.

Tafsir

Alquran

Surah Ar Rahmaan
55:17

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 17. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan tentang peredaran matahari dan bulan, Bahwa Dialah yang menciptakan keduanya dan yang mengatur peredaran menurut perhitungan yang tepat.
Tuhan memelihara dua tempat terbit, dua tempat terbenam matahari dan musim panas dan musim dingin.

Atas perubahan-perubahan itu timbullah musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur dan menimbulkan pula perubahan udara yang mengakibatkan perubahan pada curah hujan, perubahan pada pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan serta sungai-sungai.
"Dua Timur"
dan
"Dua Barat"
yang tersurat dalam ayat di atas berkaitan dengan bulatnya bentuk bumi.

Karena, hanya pada benda yang berbentuk seperti bola dapat terjadi hal yang demikian (dua timur dan dua barat).
Secara kenyataan, memang bumi mempunyai dua titik tempat terbitnya matahari dan dua titik tempat terbenamnya matahari.

Di sini, ayat Allah dan ilmu pengetahuan kembali saling bersetuju.
Penjelasannya demikian:
"Ketika matahari terbit di satu titik di bagian sebelah bumi, maka pada waktu yang sama matahari akan terbenam di bagian sebelah bumi lainnya.

Saat matahari terbenam di sebelah bagian bumi, kembali, pada waktu yang sama, di belahan bumi yang lain, matahari sedang terbit.
Dengan demikian, pada kenyataannya, memang betul bahwa ada dua titik dimana matahari terbit, dan pada waktu yang sama, terdapat dua titik dimana matahari terbenam.
"
Keadaan demikian ini dilaporkan oleh para antariksawan pada saat mereka memandang bumi dari ruang angkasa.
Alquran menguraikan hal ini sedemikian rupa, seolah-olah konsep bumi yang seperti bola memang sudah dikenal manusia saat itu.

Sedangkan sebenarnya tidaklah demikian.
Bentuk bumi yang seperti bola juga dapat dilihat pada beberapa ayat lainnya, seperti dua ayat di bawah ini:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَيُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّاَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan.
Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.
(Luqman [31]: 29)

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّى اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar;
Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.
(az-Zumar [39]: 5)

Saat ini, kita dapat melihat pada bola dunia (globe) gambaran tentang bumi yang mempunyai bentuk seperti bola.
Sebenarnya, pada 1400 tahun yang lalu, Alquran telah memberikan indikasi yang demikian.
Dua ayat di atas, dengan menggunakan perumpamaan, telah menjelaskan tentang bentuk bumi.
Pada saat masyarakat di Eropa masih mempercayai bahwa bumi itu datar, maka para pelajar di universitas di dunia Islam sudah mempelajari bumi dengan menggunakan bola dunia.
Karena Al-Quran diturunkan bukan sebagai ilmu pengetahuan (science), maka di dalamnya tidak ada pernyataan secara khusus bahwa bentuk bumi adalah bulat seperti bola.
Akan tetapi, dari beberapa ayat, manusia mulai berpikir bahwa bentuk bumi seperti bola.
Contohnya pada Surah Luqman [31]: 29. Ayat lainnya, Surah az-Zumar [39]: 5 menunjukkan bagaimana Allah
"menggulung"
siang dengan malam.
Kata
"menggulung"
pada ayat di atas adalah terjemahan dari kata Arab
"kawwara",
yang digunakan untuk menggambarkan seorang sedang menggulungkan sorban di sekeliling kepalanya.
Untuk dapat mengerti lebih jelas mengenai kedua ayat di atas, lakukanlah suatu percobaan di rumah.
Alat yang diperlukan adalah bola dunia dan lampu senter.
Bawa kedua alat ini ke kamar yang gelap.
Sinari bola dunia dengan lampu senter dari salah satu sisinya.
Sinar dari lampu senter ini akan berperan seperti sinar matahari.
Maka akan tampak bahwa sebagian belahan dunia akan terang, dan belahan lainnya gelap.
Lalu putarkan bola dunia secara perlahan, sebagaimana halnya bumi melakukan putaran pada sumbunya.
Perhatikan saat bola dunia berputar, maka sinar matahari akan secara menerus mulai menerangi bagian bumi yang semula gelap.
Demikian pula halnya gelap.
Ia akan secara perlahan menggantikan terang di bagian bumi yang lain.
Ayat di bawah ini juga berbicara mengenai bentuk bumi:

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ .
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(ar-Rahman [55]: 17-18)


Pada saat manusia mempercayai bahwa bumi datar dan menetap (tidak bergerak), Alquran sudah mengungkapkan, secara eksplisit maupun implisit, bahwa bumi itu bulat.
Tidak hanya bulat, akan tetapi lebih rinci, yaitu bentuknya lebih seperti telur daripada bulat.
Mengenai pemeliharaan tempat terbit dan tenggelamnya matahari.
Ketika manusia memercayai bahwa bumi datar dan diam/tidak bergerak, maka Al Qur’an mengungkapkan bahwa bumi itu bulat, melalui firman-Nya dalam ayat tersebut di atas.
Karena hanya pada benda berbentuk seperti bola peristiwa tersebut dapat terjadi, dua timur dan dua barat ?


Sayyid Quthub berpendapat mungkin itu tempat terbitnya matahari dan bulan serta tempat terbenamnya matahari dan bulan.
Tapi bisa juga maksudnya dua tempat terbit matahari yang berbeda posisinya pada musim panas dan musim dingin.
Demikian pula dua tempat terbenamnya.
Sementara Ilmu Pengetahuan berpendapat bahwa manakala matahari terbit di satu titik di belahan bumi, maka pada saat yang sama justru matahari tersebut akan terbenam dilihat dari titik belahan lainnya yang letaknya jauh ke arah timur.
Begitu pula tatkala matahari terlihat terbenam di suatu titik di belahan bumi, maka pada saat yang bersamaan dari belahan bumi yang letaknya jauh ke sebelah barat, matahari tersebut dilihat sedang terbit.
Fenomena ini yang diartikan dengan (seolah) ada dua titik di mana matahari terbit dan pada waktu yang sama ada dua titik tempat matahari terbenam.
Apapun makna dari pesan tersebut, sesuatu yang penting untuk disyukuri adalah pemeliharaan Allah atas dua timur dan dua barat merupakan bagian dari nikmat-Nya di alam semesta ini?

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 17. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tuhan yang memelihara dua tempat terbitnya matahari, pada musim panas dan musim dingin, dan Tuhan yang memelihara dua tempat terbenamnya matahari pada kedua musim tersebut.[1]


[1] Yang dimaksud ayat ini, bisa jadi, adalah dua tempat terbit dan terbenamnya matahari dan bulan.


Dengan demikian, ayat ini menunjuk kepada adanya gejala siang dan malam yang juga terdapat pada surat al-Qashash ayat 71, 72 dan 73.
Tetapi, bisa jadi juga, yang dimaksudkan dalam ayat ini hanya matahari saja, karena matahari merupakan sumber kehidupan di planet bumi ini.


Dengan demikian, ayat ini menunjukkan adanya dua tempat terbit dan terbenamnya matahari, yaitu pada musim dingin dan musim panas.
Pendapat ini dianut oleh kebanyakan ahli tafsir.


Fenomena terbit dan terbenamnya matahari di dua tempat ini disebabkan oleh kecondongan garis edar bumi selama mengedari matahari sekitar 523,5 derajat.
Oleh karena itu belahan utara bumi condong ke arah matahari pada musim panas yang mengakibatkan siang menjadi lebih panjang daripada malam.


Dan begitu seterusnya hingga mencapai puncaknya, yaitu ketika matahari terbit dan terbenam di ujung sebelah utara dari garis bujur timur dan barat.
Setelah itu kembali sedikit demi sedikit dari hari ke hari hingga mencapai garis lurus pada musim gugur.


Belahan utara bumi ini kemudian mulai berpaling meninggalkan arah matahari yang mengakibatkan malam menjadi lebih panjang daripada siang.
Begitu seterusnya, matahari terus bergeser ke arah selatan sampai pada titik paling selatan pada musim dingin.


Setelah itu matahari bergeser lagi ke arah utara sedikit demi sedikit, hari demi hari hingga mencapai garis bujur timur dan barat pada musim semi.
Peredaran yang demikian ini berlaku pula di belahan bumi sebelah selatan.
Perbedaannya terletak pada geraknya yang berlawanan.
Peredaran yang sedemikian teraturnya itu tentu saja mengandung hikmah dan manfaat yang besar bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi.
Contohnya, sebagai akibat dari perputaran itu, terdapat apa yang kita kenal dengan empat musim yang pada gilirannya memiliki kekhususan sendiri-sendiri (seperti musim tanam, musim panen, dan sebagainya) sehingga memberikan kemudahan kepada manusia, hewan dan tumbuh- tumbuhan dalam beraktifitas.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah ﷻ Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari pada waktu musim dingin dan musim panas.
Allah ﷻ Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.


Semuanya berada dalam pengaturan dan kekuasaan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Rabb yang memelihara kedua tempat terbit matahari) yaitu tempat terbitnya di waktu musim dingin dan tempat terbitnya di waktu musim panas


(dan Rabb yang memelihara kedua tempat terbenamnya) penafsirannya seperti pada yang pertama tadi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar-Rahman [55]: 16)

Tafsirnya sama dengan yang sebelumnya.

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.
(QS. Ar-Rahman [55]: 17)

Yakni kedua tempat terbitnya matahari di musim panas dan musim dingin, kedua tempat terbenamnya matahari di musim panas dan musim dingin.
Dan dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari.
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 40)

Demikian itu karena berbeda-bedanya tempat terbit mentari dan perpindahannya di setiap hari, di saat-saat kemunculannya kepada manusia.
Dan dalam ayat yang lain disebutkan:

(Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.
(QS. Al-Muzzammil [73]: 9)

Inilah makna yang dimaksud, yaitu berbagai derajat arah masyriq dan berbagai derajat arah magrib.
Dan mengingat adanya perbedaan yang terjadi pada masyriq dan magrib ini mengandung kemaslahatan bagi makhluk, baik jin maupun manusianya, maka dalam firman selanjutnya disebutkan:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar-Rahman [55]: 18)

Unsur Pokok Surah Ar Rahmaan (الرحمن)

Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai "Ar Rahmaan" (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan "Ar Rahmaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

▪ Allah mengajar manusia pandai berbicara.
▪ Pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah.
▪ Semua makhluk akan hancur kecuali Allah.
▪ Allah selalu dalam kesibukan.
▪ Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap umat manusia.
▪ Manusia diciptakan dari tanah, dan jin dari api.

Hukum:

▪ Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

▪ Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan.
▪ Nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Audio

QS. Ar-Rahmaan (55) : 1-78 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 78 + Terjemahan Indonesia

QS. Ar-Rahmaan (55) : 1-78 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 78

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Rahmaan ayat 17 - Gambar 1 Surah Ar Rahmaan ayat 17 - Gambar 2
Statistik QS. 55:17
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah55
Nama SurahAr Rahmaan
Arabالرحمن
ArtiYang Maha Pemurah
Nama lain
Tempat TurunMadinah & Mekkah
Urutan Wahyu97
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat78
Jumlah kata352
Jumlah huruf1648
Surah sebelumnyaSurah Al-Qamar
Surah selanjutnyaSurah Al-Waqi’ah
Sending
User Review
4.7 (11 votes)
Tags:

55:17, 55 17, 55-17, Surah Ar Rahmaan 17, Tafsir surat ArRahmaan 17, Quran Ar-Rahman 17, ArRahman 17, Ar Rahman 17, Surah Ar Rahman ayat 17

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 106 [QS. 21:106]

106. Sungguh, semua kisah para nabi yang disebutkan di dalam surah ini, bahkan di dalam Al-Qur’an ini benar-benar menjadi petunjuk yang lengkap dan pelajaran yang berharga guna mencapai kebahagiaan hi … 21:106, 21 106, 21-106, Surah Al Anbiyaa 106, Tafsir surat AlAnbiyaa 106, Quran Al-Anbya 106, Al Anbiya 106, Alanbiya 106, Al-Anbiya’ 106, Surah Al Anbiya ayat 106

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 95 [QS. 18:95]

95. Mendengar tawaran umat yang terancam itu, dia, yaitu Zulkarnain yang bijaksana itu, kemudian berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku yang meliputi kekuasaan, keluasan wilayah, dan ke … 18:95, 18 95, 18-95, Surah Al Kahfi 95, Tafsir surat AlKahfi 95, Quran Al-Kahf 95, Surah Al Kahfi ayat 95

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Al Falaq artinya … manusia waktu pagi langit senja waktu subuh demi waktu Benar! Kurang tepat! Qada dan qadar termasuk

Pendidikan Agama Islam #29

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … Diberi kemudahan masuk surga. Terbebas dari kehinaan. Dijauhkan dari pemimpin yang bodoh.

Pendidikan Agama Islam #17

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah … عَاۤىِٕلًا قرن السَّاۤىِٕلَ ضَاۤلًّا يَتِيْمًا Benar! Kurang tepat! اَلَمْ يَجِدْكَ

Instagram