QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 9 [QS. 13:9]

عٰلِمُ الۡغَیۡبِ وَ الشَّہَادَۃِ الۡکَبِیۡرُ الۡمُتَعَالِ
‘Aalimul ghaibi wasy-syahaadatil kabiirul muta’aal(i);

Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
―QS. 13:9
Topik ▪ Sifat Berharap (raja’)
13:9, 13 9, 13-9, Ar Ra’d 9, ArRad 9, Ar Rad 9, Ar-Ra’d 9

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Dialah Tuhan Yang Mengetahui yang gaib dan yang tampak.
Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ada alam yang tidak dapat dilihat dengan mata kepala, karena kecil sekali, dan baru dapat dilihat dengan mikroskop seperti alam bakteri yang dapat menjalarkan bermacam-macam penyakit yang sulit sekali untuk diberantasnya, atau sampai sekarang belum diketemukan obat pembasminya, dan bakteri-bakteri itu termasuk tentara Allah yang tidak mengetahui berapa jumlah banyaknya melainkan Allah Taala sendiri, seperti diterangkan dalam firman-Nya:

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
(Q.S. Al-Mudasir: 31)

Dialah Tuhan Yang Maha Besar, yang tidak dapat dikirakan sifat kebesaran-Nya oleh semua makhluk-Nya, lagi Maha Tinggi dalam kekuasaan-Nya untuk mengatur alam semesta, dan hal demikian itu menunjukkan, bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Nya pada hari kiamat, hal yang diingkari oleh kaum musyrikin itu Allah kuasa memenuhi tuntutan mereka, kuasa pula menyegerakan azab yang mereka usulkan, akan tetapi Dia mengakhirkan pelaksanaannya karena sesuatu kemaslahatan yang mereka tidak ketahui.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dialah yang mengetahui sesuatu yang gaib, yang luput dari jangkauan indera kita dan sesuatu yang nyata, yang dapat kita saksikan dengan indera, dengan ilmu-Nya yang jauh lebih luas dari sekadar apa yang kita lihat.
Dia Mahabesar yang lebih besar dari segala yang ada di alam raya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak) hal-hal yang gaib dan hal-hal yang kelihatan (Yang Maha Besar) Maha Agung (lagi Maha Tinggi) di atas semua makhluk-Nya dengan cara paksa.

Lafal al-muta`aal dapat pula di baca al-muta`aaliy dengan memakai huruf ya di akhirnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mengetahui apa yang tidak terlihat oleh mata dan apa yang bisa dilihat, Yang Mahabesar dalam Dzat, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, lagi Mahatinggi atas semua makhluk-Nya dengan dzat-Nya, kekuasaan-Nya dan kekuatan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Munzir, telah menceritakan kepada kami Ma’an, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Kunci-kunci kegaiban ada lima, tiada yang mengetahuinya selain Allah, yaitu: Tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali hanya Allah, tiada yang mengetahui apa yang terkandung di dalam rahim kecuali hanya Allah, tiada yang mengetahui bila hujan turun kecuali hanya Allah, seseorang tidak akan mengetahui di negeri mana ia akan mati, dan tiada yang mengetahui bila kiamat terjadi kecuali hanya Allah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan kandungan rahim yang kurang sempurna.
Yaitu janin yang gugur.

…dan kandungan yang bertambah.
Rahim yang sempurna terus bertambah masa kandungannya hingga melahirkannya dengan sempurna, berbeda dengan rahim yang kurang sempurna, kelahirannya prematur.
Demikian itu karena di antara kaum wanita ada yang masa kandungannya mencapai sepuluh bulan, ada pula yang masa kandungannya sembilan bulan.
Di antara kaum wanita ada yang masa kandungannya lebih lama daripada biasanya, ada pula yang kurang dari biasanya.
Hal itulah yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat ini, semuanya itu terjadi berdasarkan pengetahuan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.
Yang dimaksud dengan rahim yang kurang sempurna ialah yang kelahirannya kurang dari sembilan bulan, sedangkan yang bertambah ialah yang masa kelahirannya lebih dari itu.
Ad-Dhahhak mengatakan bahwa ibunya melahirkannya setelah mengandung selama dua tahun, ketika ia dilahirkan, kedua gigi serinya telah tumbuh.

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Jamilah binti Sa’d, dari Siti Aisyah yang mengatakan bahwa tiada kandungan yang lamanya lebih dari dua tahun (kecuali) sekadar bergeraknya bayangan alat tenun.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.
Yakni wanita yang melihat darah keluar dari rahimnya, dan masa kelahiran yang lebih dari sembilan bulan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Atiyyah Al-Aufi.
Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, dan Ad-Dahhak.
Mujahid mengatakan pula bahwa maksudnya yaitu apabila wanita melihat darah sebelum masa sembilan bulan kandungan.
Mujahid menambahkan atas sembilan bulan hari-hari seperti hari-hari haid.

Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Ibnu Zaid, serta Mujahid mengatakan pula sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan kandungan rahim yang kurang sempurna.
Bahwa makna yang dimaksud ialah bila si wanita yang bersangkutan mengeluarkan darah hingga bayinya lahir secara prematur.

…dan yang bertambah.
Jika wanita yang bersangkutan tidak mengeluarkan darah, berarti bayi yang dilahirkannya sempurna dan sehat.

Mak-hul mengatakan bahwa janin dalam perut ibunya tidak meminta, tidak bersedih, dan tidak merengek, melainkan rezekinya datang sendiri kepadanya dalam perut ibunya dari darah haidnya.
Karena itulah wanita yang hamil tidak haid.
Apabila bayi telah lahir, maka ia menangis, dan tangisannya itu merupakan reaksi terhadap dunianya yang baru.
Apabila tali pusarnya telah dipotong, maka Allah memindahkan rezekinya kepada kedua susu ibunya agar ia tidak bersedih, tidak meminta, dan tidak merengek.
Kemudian jadilah ia seorang anak balita yang dapat mengambil sesuatu dengan telapak tangannya, lalu memakannya.
Tetapi apabila ia telah berusia balig dan mengatakan, “Matilah atau terbunuhlah (aku), dari manakah aku mendapat rezeki?”
Maka Mak-hul menjawab, “Celakalah engkau, memang selagi kamu masih dalam kandungan ibumu Allah memberimu rezeki melalui ibumu.
Tetapi bila kamu telah besar dan berakal, kamu katakan, ‘Matilah atau terbunuhlah (aku), dari mana rezekiku?’.” Kemudian Mak-hul membacakan firman-Nya:

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan.
, hingga akhir ayat

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
Yakni ada batas ajalnya.

Allah mencatat rezeki makhluk-Nya dan ajal mereka, dan Dia menjadikan hal tersebut ada batasannya yang telah ditentukan.
Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa salah seorang putri Nabi ﷺ mengirimkan seorang pesuruh kepadanya untuk memberitahukan bahwa anak lelakinya sedang menjelang ajalnya, dan ia menginginkan Nabi ﷺ datang menghadirinya.
Maka Nabi ﷺ mengirimkan pesuruh kepada putrinya itu untuk menyampaikan sabdanya yang mengatakan:

Sesungguhnya Allah berhak mengambil, dan Dialah Yang memberi, dan segala sesuatu di sisi-Nya ada balasan yang telah ditentukan­nya).
Maka perintahkanlah kepadanya agar bersabar dan menghadapinya dengan harapan akan memperoleh pahala Allah.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak.
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 9)

Maksudnya, Allah mengetahui segala sesuatu yang tampak oleh hamba-hamba-Nya dan yang tidak tampak oleh mereka, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya:

Yang Mahabesar.
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 9)

Yakni Dia Mahabesar atas segala sesuatu.

lagi Mahatinggi.
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 9)

Yaitu Mahatinggi atas segala sesuatu.
Dalam ayat lain disebutkan: ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(Ath Thalaaq: 12) Dia berkuasa atas segala sesuatu.
Maka tunduklah semua diri kepada­Nya, dan takluklah semua hamba kepada-Nya, baik dengan senang hati ataupun terpaksa.


Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 43 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 13:9
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra'd.

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.9
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/13-9









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta