Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 9


عٰلِمُ الۡغَیۡبِ وَ الشَّہَادَۃِ الۡکَبِیۡرُ الۡمُتَعَالِ
‘Aalimul ghaibi wasy-syahaadatil kabiirul muta’aal(i);

Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.
―QS. 13:9
Topik ▪ Sifat Berharap (raja’)
13:9, 13 9, 13-9, Ar Ra’d 9, ArRad 9, Ar Rad 9, Ar-Ra’d 9
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Dialah Tuhan Yang Mengetahui yang gaib dan yang tampak.
Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ada alam yang tidak dapat dilihat dengan mata kepala, karena kecil sekali, dan baru dapat dilihat dengan mikroskop seperti alam bakteri yang dapat menjalarkan bermacam-macam penyakit yang sulit sekali untuk diberantasnya, atau sampai sekarang belum diketemukan obat pembasminya, dan bakteri-bakteri itu termasuk tentara Allah yang tidak mengetahui berapa jumlah banyaknya melainkan Allah Taala sendiri, seperti diterangkan dalam firman-Nya:

Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
(Q.S.
Al-Mudasir: 31)

Dialah Tuhan Yang Maha Besar, yang tidak dapat dikirakan sifat kebesaran-Nya oleh semua makhluk-Nya, lagi Maha Tinggi dalam kekuasaan-Nya untuk mengatur alam semesta, dan hal demikian itu menunjukkan, bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Nya pada hari kiamat, hal yang diingkari oleh kaum musyrikin itu Allah kuasa memenuhi tuntutan mereka, kuasa pula menyegerakan azab yang mereka usulkan, akan tetapi Dia mengakhirkan pelaksanaannya karena sesuatu kemaslahatan yang mereka tidak ketahui.

Ar Ra'd (13) ayat 9 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 9 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 9 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dialah yang mengetahui sesuatu yang gaib, yang luput dari jangkauan indera kita dan sesuatu yang nyata, yang dapat kita saksikan dengan indera, dengan ilmu-Nya yang jauh lebih luas dari sekadar apa yang kita lihat.
Dia Mahabesar yang lebih besar dari segala yang ada di alam raya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak) hal-hal yang gaib dan hal-hal yang kelihatan (Yang Maha Besar) Maha Agung (lagi Maha Tinggi) di atas semua makhluk-Nya dengan cara paksa.
Lafal al-muta`aal dapat pula di baca al-muta`aaliy dengan memakai huruf ya di akhirnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mengetahui apa yang tidak terlihat oleh mata dan apa yang bisa dilihat, Yang Mahabesar dalam Dzat, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, lagi Mahatinggi atas semua makhluk-Nya dengan dzat-Nya, kekuasaan-Nya dan kekuatan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Munzir, telah menceritakan kepada kami Ma'an, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Kunci-kunci kegaiban ada lima, tiada yang mengetahuinya selain Allah, yaitu: Tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi besok kecuali hanya Allah, tiada yang mengetahui apa yang terkandung di dalam rahim kecuali hanya Allah, tiada yang mengetahui bila hujan turun kecuali hanya Allah, seseorang tidak akan mengetahui di negeri mana ia akan mati, dan tiada yang mengetahui bila kiamat terjadi kecuali hanya Allah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...dan kandungan rahim yang kurang sempurna.
Yaitu janin yang gugur.

...dan kandungan yang bertambah.
Rahim yang sempurna terus bertambah masa kandungannya hingga melahirkannya dengan sempurna, berbeda dengan rahim yang kurang sempurna, kelahirannya prematur.
Demikian itu karena di antara kaum wanita ada yang masa kandungannya mencapai sepuluh bulan, ada pula yang masa kandungannya sembilan bulan.
Di antara kaum wanita ada yang masa kandungannya lebih lama daripada biasanya, ada pula yang kurang dari biasanya.
Hal itulah yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat ini, semuanya itu terjadi berdasarkan pengetahuan dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.
Yang dimaksud dengan rahim yang kurang sempurna ialah yang kelahirannya kurang dari sembilan bulan, sedangkan yang bertambah ialah yang masa kelahirannya lebih dari itu.
Ad-Dhahhak mengatakan bahwa ibunya melahirkannya setelah mengandung selama dua tahun, ketika ia dilahirkan, kedua gigi serinya telah tumbuh.

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Jamilah binti Sa'd, dari Siti Aisyah yang mengatakan bahwa tiada kandungan yang lamanya lebih dari dua tahun (kecuali) sekadar bergeraknya bayangan alat tenun.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.
Yakni wanita yang melihat darah keluar dari rahimnya, dan masa kelahiran yang lebih dari sembilan bulan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Atiyyah Al-Aufi.
Al-Hasan Al-Basri, Qatadah, dan Ad-Dahhak.
Mujahid mengatakan pula bahwa maksudnya yaitu apabila wanita melihat darah sebelum masa sembilan bulan kandungan.
Mujahid menambahkan atas sembilan bulan hari-hari seperti hari-hari haid.

Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Ibnu Zaid, serta Mujahid mengatakan pula sehubungan dengan makna firman-Nya:

...dan kandungan rahim yang kurang sempurna.
Bahwa makna yang dimaksud ialah bila si wanita yang bersangkutan mengeluarkan darah hingga bayinya lahir secara prematur.

...dan yang bertambah.
Jika wanita yang bersangkutan tidak mengeluarkan darah, berarti bayi yang dilahirkannya sempurna dan sehat.

Mak-hul mengatakan bahwa janin dalam perut ibunya tidak meminta, tidak bersedih, dan tidak merengek, melainkan rezekinya datang sendiri kepadanya dalam perut ibunya dari darah haidnya.
Karena itulah wanita yang hamil tidak haid.
Apabila bayi telah lahir, maka ia menangis, dan tangisannya itu merupakan reaksi terhadap dunianya yang baru.
Apabila tali pusarnya telah dipotong, maka Allah memindahkan rezekinya kepada kedua susu ibunya agar ia tidak bersedih, tidak meminta, dan tidak merengek.
Kemudian jadilah ia seorang anak balita yang dapat mengambil sesuatu dengan telapak tangannya, lalu memakannya.
Tetapi apabila ia telah berusia balig dan mengatakan, "Matilah atau terbunuhlah (aku), dari manakah aku mendapat rezeki?"
Maka Mak-hul menjawab, "Celakalah engkau, memang selagi kamu masih dalam kandungan ibumu Allah memberimu rezeki melalui ibumu.
Tetapi bila kamu telah besar dan berakal, kamu katakan, 'Matilah atau terbunuhlah (aku), dari mana rezekiku?'." Kemudian Mak-hul membacakan firman-Nya:

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan.
, hingga akhir ayat

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
Yakni ada batas ajalnya.

Allah mencatat rezeki makhluk-Nya dan ajal mereka, dan Dia menjadikan hal tersebut ada batasannya yang telah ditentukan.
Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa salah seorang putri Nabi ﷺ mengirimkan seorang pesuruh kepadanya untuk memberitahukan bahwa anak lelakinya sedang menjelang ajalnya, dan ia menginginkan Nabi ﷺ datang menghadirinya.
Maka Nabi ﷺ mengirimkan pesuruh kepada putrinya itu untuk menyampaikan sabdanya yang mengatakan:

Sesungguhnya Allah berhak mengambil, dan Dialah Yang memberi, dan segala sesuatu di sisi-Nya ada balasan yang telah ditentukan­nya).
Maka perintahkanlah kepadanya agar bersabar dan menghadapinya dengan harapan akan memperoleh pahala Allah.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak.
(Ar Ra'du:9)

Maksudnya, Allah mengetahui segala sesuatu yang tampak oleh hamba-hamba-Nya dan yang tidak tampak oleh mereka, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya:

Yang Mahabesar.
(Ar Ra'du:9)

Yakni Dia Mahabesar atas segala sesuatu.

lagi Mahatinggi.
(Ar Ra'du:9)

Yaitu Mahatinggi atas segala sesuatu.
Dalam ayat lain disebutkan: ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
(Ath Thalaaq:12) Dia berkuasa atas segala sesuatu.
Maka tunduklah semua diri kepada­Nya, dan takluklah semua hamba kepada-Nya, baik dengan senang hati ataupun terpaksa.

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 9 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 9



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending