Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 8


اَللّٰہُ یَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ کُلُّ اُنۡثٰی وَ مَا تَغِیۡضُ الۡاَرۡحَامُ وَ مَا تَزۡدَادُ ؕ وَ کُلُّ شَیۡءٍ عِنۡدَہٗ بِمِقۡدَارٍ
Allahu ya’lamu maa tahmilu kullu untsa wamaa taghiidhul arhaamu wamaa tazdaadu wakullu syai-in ‘indahu bimiqdaarin;

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah.
Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
―QS. 13:8
Topik ▪ Takdir ▪ Segala sesuatu ada takdirnya ▪ Tugas-tugas malaikat
13:8, 13 8, 13-8, Ar Ra’d 8, ArRad 8, Ar Rad 8, Ar-Ra’d 8
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan baik bayi laki-laki maupun perempuan, baik satu atau kembar, akan lanjut usianya atau pendek, seperti tersebut dalam firman-Nya:

Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu.
(Q.S.
An Najm: 32)

Allah mengetahui kandungan rahim yang kurang sempurna, yang bayinya mengandung cacat pada bagian anggotanya, atau yang masa mengandungnya kurang dari sembilan bulan, dan Allah mengetahui pula kandungan rahim yang kembar dua, kembar tiga, empat sampai lima, dan yang masa kandungannya rata-rata sembilan bulan.
Menurut penyelidikan beberapa rumah sakit di London, bahwa janin tidak bersemayam hidup dalam kandungan ibunya lebih dari 305 hari, dan menurut rumah sakit di Berlin tidak lebih dari 308 hari.
Oleh karena itu sekarang berlaku ketentuan dalam Mahkamah Syariah, bahwa idah seorang perempuan yang dicerai tidak lebih daripada setahun komariah, yaitu 354 hari sebagaimana pendapat sebagian mazhab Maliki.
Bagi tiap-tiap sesuatu telah ada ukurannya pada sisi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada kekurangan atau tambahannya seperti tersebut dalam firman-Nya:

Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.
(Q.S.
An Nahl: 61)

Dan tersebut dalam sebuah hadis, bahwa salah seorang putri Nabi ﷺ.
mengirimkan seorang utusan kepadanya, memberitahukan bahwa salah seorang putranya sedang menghadapi sakratulmaut, dan memohon supaya beliau (sebagai kakeknya) segera dapat menghadirinya.
Beliau mengutus seorang utusan kepada putrinya itu dan berpesan: "Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk mengambil dan memberikan sesuatu, dan setiap perkara ada ketentuan pada sisi-Nya.
Oleh karena itu suruhlah putrinya berlaku sabar (atas musibah itu) dan mengharapkan pahala balasan dari Allah subhanahu wa ta'ala"

Ar Ra'd (13) ayat 8 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 8 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 8 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yang memberikan mukjizat yang besar itu kepada Rasulullah ﷺ.
adalah Allah yang mengetahui segala sesuatu.
Dia mengetahui keadaan manusia sejak masih berupa sperma yang tersimpan di dalam rahim sampai matinya.
Oleh karena itu, Dia mengetahui keadaan janin--laki-laki atau perempuan--yang dikandung dalam rahim setiap wanita, pengurangan dan penambahan yang terjadi di dalam rahim dari waktu ke waktu, sampai selesai masa kehamilan dan sempurnalah pertumbuhan janin dan lahirlah ia ke alam dunia.
Bagi Allah, segala sesuatu telah dibatasi kadar dan waktunya[1].

[1] Allah mengetahui janin yang dikandung oleh rahim setiap wanita, dan mengetahui berbagai fase yang terjadi.
Sejak rahim itu masih kecil, ketika sperma mulai menghilang [menjelma dalam bentuk lain], kemudian membesar dari hari ke hari, sampai akhirnya sperma itu menjadi janin yang siap dilahirkan.
Sungguh, segala sesautu, besar maupun kecil, bagi Allah ditetapkan dengan perhitungan yang tepat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan) apakah ia laki-laki atau perempuan, dan apakah kandungan itu berisi satu atau kembar dan lain sebagainya (dan apa yang kurang sempurna) kekurangan (pada kandungan rahim) tentang masa kandungan (dan apa yang lebih) daripada masa kandungan itu.
(Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya) menurut kadar dan ukuran yang tidak berlebihan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap wanita di dalam perutnya, apakah laki-laki atau perempuan??
Celaka atau bahagia??
Dia mengetahui kandungan rahim yang tidak sempurna, lalu gugur atau lahir sebelum Sembilan bulan, dan yang dikandung lebih dari masa itu.
Segala sesuatu ditetapkan di sisi Allah dengan ketetapan tertentu berupa kurang atau lebih yang tidak melampaui dari ketentuan tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan tentang ilmu-Nya Yang Mahasempurna, bahwa tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya, dan pengetahuan-Nya meliputi apa yang berada di dalam kandungan semua wanita.
Perihalnya sama dengan pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim.
(Luqman:34)

Yakni apa yang dikandung di dalam rahim, jenis laki-laki atau perempuan, rupawan atau jelek, celaka atau bahagia, berumur panjang atau pendek, semuanya diketahui oleh-Nya.
Perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) kalian ketika Dia menjadikan kalian dari tanah dan ketika kalian masih janin.
(An Najm:32), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dia menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.
(Az Zumar:6)

Artinya, Dia menciptakan kalian tahap demi tahap, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah.
Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang, itu Kami bungkus dengan daging.
Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.
Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
((Al Mu'minun:12-14)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya kejadian seseorang di antara kalian dihimpunkan di dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah.
Kemudian menjadi 'alaqah (segumpal darah) dalam jarak waktu yang sama, lalu menjadi segumpal daging dalam jarak waktu yang sama.
Kemudian Allah mengirimkan malaikat kepadanya yang diperintahkan untuk mencatat empat ketentuan, yaitu rezekinya, usianya, amal perbuatannya, dan nasibnya, apakah celaka atau bahagia.

Di dalam hadis lainnya disebutkan:

Maka malaikat itu bertanya, " Wahai Tuhanku, apakah dia laki-laki atau perempuan.
Wahai Tuhanku, apakah dia bernasib celaka atau bahagia?
Bagaimanakah rezekinya?
Berapa lamakah usianya?” Maka Allah menjawabnya dan malaikat itu mencatatnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Ar Ra'd (13) Ayat 8

ARHAAM
أَرْحَام

Lafaz ini adalah jamak dari kata ar rahim atau ar rihm.

Ibn Sayyidah berkata,
"Keduanya bermakna tempat membesarnya seorang anak di dalam perut."

Al Jawhari berpendapat, kedua­duanya bermakna al qarabah atau sanak saudara.

Al Kafawi pula berkata,
"Ar rahim adalah tempat kemunculan seorang anak di dalam perut. Kemudian dinamakan sebagai sanak saudara (al-qarabah) dari sudut kelahiran."

Menurut Ibn Al Manzur, ia terkait dengan setiap orang yang bersatu antara kamu dan antaranya dengan ikatan nasab (garis keturunan), dan dalam fara'id dzawi ar-rahim, ia berkaitan dengan saudara­saudara dari pihak perempuan yaitu yang tidak boleh menikahinya seperti ibu, anak perempuan, saudara perempuan, emak saudara dan bapak saudara." Ia adalah perkataan rahim perempuan yang dipinjam untuk maksud saudara-saudara karena mereka keluar dari satu rahim.

Lafaz arhaam disebut sebanyak 12 kali dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 228;
-Ali Imran (3), ayat 6;
-An Nisaa (4), ayat 1;
-Al An'aam (6), ayat 143, 144;
-Al Anfaal (8), ayat 75;
-Ar Ra'd (13), ayat 8;
-Al Hajj (22), ayat 5;
-Luqman (31), ayat 34;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Muhammad (47), ayat 22;
-Al Mumtahanah (60), ayat 3.

Lafaz ini mengandung dua makna:

Pertama, bermakna rahim.
Makna ini terdapat dalam surah:
-Ali Imran, ayat 6;
-Al An'aam, ayat 143, 144;
-Ar Ra'd, ayat 8; Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34; Al Baqarah, ayat 228.

Makna lafaz ini dijelaskan oleh para mufassir, Ibn Katsir berkata berkenaan ayat dalam surah Ali Imran, "Dia menciptakan dan menetapkan di dalam rahim apa yang dikehendakinya berupa lelaki atau perempuan, yang cantik atau jelek, sengsara atau bahagia."

Dalam surah Al An'aam, ia dihubungkan dengan al untsayaini yaitu berkaitan dengan apa yang ada dalam perut hewan. Maksudnya apa yang dikandungkan dari dua jenis, jantan ataupun betina atau anak-anak dari perut hewan ternak itu.

Kedua, bermaksud sanak saudara ini terdapat dalam surah:
-Al Anfaal, ayat 57;
-Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34;
-Al Ahzab, ayat 6;
-Muhammad, ayat 22.

Makna ini dijelaskan oleh para mufassir, Az Zamaksyari berkata berkenaan ayat "Takutlah kamu akan Allah yang mencipta kamu, dan takutlah kamu tali persaudaraan dan janganlah memutuskannya."

Ibn Qutaibah menyebut ia bermakna "Takutlah kamu memutuskan tali persaudaraan."

Tafsiran ini diperjelaskan oleh ayat Allah dalam surah Muhammad, ayat 22 yang bermaksud, "(Sekiranya kamu tidak mematuhi perintah), maka tidakkah kamu hams dibimbang dan dikuatirkan sekiranya kamu dapat memegang kuasa kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturahim dengan kaum kerabat,"

Lafaz dengan maksud ini dikaitkan dengan perkataan 'ulu' (ulu al-arham) sebagaimana dalam surah Al Anfaal dan Al Ahzab, Al Qurtubi berkata,
"Ia bermakna al 'ashabat (kaum kerabat) selain yang dilahirkan dari rahim, atau orang yang mempunyai tali kerabat dan mempunyai hubungan darah."

Ibn Katsir berkata,
"Arhaam bermaksud umum. Ia mencakup semua kaum kerabat sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, Mujahid, 'Ikrimah, Al Hasan dan Qatadah, ayat ini memansuhkan pewarisan dengan sumpah dan persaudaraan, di mana mereka saling mewarisi pada permulaan Islam."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:65-66

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 8 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 8



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (14 votes)
Sending







✔ hikmah yang bisa diambil dari surat Ar rad :8, isi kandungan surah ar rad ayat 8, q s 13 ayat 8, Q s ar rad 8, qs ar rad13 :8, surat ar rad ayat 8 dan artinya, surat ar-Rad ayat 13:8, surat ar-rad ayat 8, surat Q S ar-rad 13:8