Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 42 [QS. 13:42]

وَ قَدۡ مَکَرَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ فَلِلّٰہِ الۡمَکۡرُ جَمِیۡعًا ؕ یَعۡلَمُ مَا تَکۡسِبُ کُلُّ نَفۡسٍ ؕ وَ سَیَعۡلَمُ الۡکُفّٰرُ لِمَنۡ عُقۡبَی الدَّارِ
Waqad makaral-ladziina min qablihim falillahil makru jamii’an ya’lamu maa taksibu kullu nafsin wasaya’lamul kuffaaru liman ‘uqbaddaar(i);

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah.
Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.
―QS. 13:42
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Tugas rasul hanya menyampaikan
13:42, 13 42, 13-42, Ar Ra’d 42, ArRad 42, Ar Rad 42, Ar-Ra’d 42

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 42

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah pun menjelaskan segi yang lain dari kekuasaan-Nya, yaitu dalam menghadapi tipu daya yang dilakukan oleh kaum kafir Mekah terhadap Rasulullah dan kaum muslimin.
Allah menjelaskan, bahwa orang-orang kafir yang sebelum kaum kafir Mekah juga telah mengadakan tipu daya terhadap Rasul-rasul-Nya.
Tetapi semua tipu daya mereka itu adalah dalam kekuasaan Allah sehingga tidak akan membinasakan agama-Nya dan Rasul-Nya.
Karena Allah senantiasa mengetahui apa saja yang diperbuat oleh setiap makhluk-Nya.

Dari sini dapat dipahami, bahwa jika tipu daya orang-orang kafir pada masa dahulu terhadap Rasul-rasul Allah adalah di bawah kekuasaan Allah untuk mengatasinya, tentulah tipu daya kaum kafir Mekah terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin juga berada di bawah kekuasaan Allah, sehingga tipu daya tersebut tidak akan berhasil membinasakan Rasulullah dan kaum Muslimin, dan tidak akan mampu membendung tersiarnya agama Islam.
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa orang kafir pasti akan mengetahui kelak, bahwa yang berhak untuk memperoleh tempat tinggal terakhir dan abadi yang penuh kenikmatan itu hanyalah mereka yang beriman dan beramal saleh.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang sebelum mereka telah membuat rencana jahat terhadap rasul-rasulnya.
Akan tetapi Allah subhanahu wa ta’ala telah mempunyai ketetapan untuk mengatur segala urusan orang-orang kafir di saat ini dan di masa akan datang.
Pembalasan mereka nantinya akan sesuai dengan apa yang mereka perbuat.
Dialah yang mengetahui semua yang dilakukan oleh tiap orang.
Jika mereka, dulu, tidak mengetahui bahwa akibat baik adalah untuk orang-orang Mukmin, maka kelak, pada hari kiamat mereka akan melihat dengan mata kepala sendiri, untuk siapa akibat baik berupa tinggal di surga.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka telah mengadakan tipu-daya) yang dimaksud adalah umat-umat terdahulu sebelum orang-orang kafir Mekah, mereka telah berbuat makar terhadap nabi-nabi-Nya sebagaimana orang-orang kafir Mekah telah berbuat makar terhadapmu (tetapi semua tipu-daya itu adalah dalam kekuasaan Allah) tipu daya mereka tidaklah sama dengan tipu daya-Nya, karena Allah subhanahu wa ta’ala (Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri) maka untuk itu Dia telah mempersiapkan balasan usaha itu, dan inilah yang dinamakan tipu daya secara keseluruhan.
Karena sesungguhnya balasan itu menimpa mereka sewaktu mereka tidak menyadarinya.
(Dan orang-orang kafir akan mengetahui) lafal al-kaafir yang dimaksud adalah makna jenis sehingga artinya menunjukkan jamak sekalipun lafalnya mufrad.
Akan tetapi menurut qiraat yang lain dibaca al-kuffaaru dalam bentuk jamak (untuk siapakah tempat kesudahan yang baik itu) akibat yang paling baik di akhirat kelak, apakah untuk mereka ataukah untuk Nabi ﷺ dan para sahabatnya?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh orang-orang sebelum mereka telah merencanakan tipu daya terhadap rasul-rasul mereka, sebagaimana yang mereka lakukan terhadapmu.
Namun, semua makar itu kepunyaan Allah, lalu dia membatalkan makar mereka dan mengembalikannya kepada mereka dengan kegagalan dan penyesalan.
Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, baik kebajikan maupun keburukan, lalu ia akan diberi balasan.Kelak orang-orang kafir akan mengetahui (ketika mereka datang kepada Rabb mereka), bagi siapakah akibat yang baik setelah kehidupan dunia ini??
Akibat baik itu untuk para pengikut Rasul.
Ayat ini berisikan peringatan dan ancaman terhadap orang-orang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya.

Yaitu terhadap rasul-rasul mereka, dan mereka menginginkan agar rasul-rasul itu disingkirkan dari negeri mereka.
Maka Allah membalas tipu daya mereka itu dan menjadikan akibat yang terpuji (baik) bagi orang-orang yang bertakwa.
Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu.
Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu.
Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
(Al Anfaal:30)

Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedangkan mereka tidak menyadari.
Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka.(An Naml:50-52)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri.

Artinya, Allah subhanahu wa ta’ala.
mengetahui semua rahasia dan apa yang tersimpan di dalam hati, dan kelak Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya.

…dan orang-orang kafir akan mengetahui.

Menurut qiraat lain disebutkan al-kuffar dalam bentuk jamak, bukan al-kafir.

…untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.

Yakni bagi siapa kemenangan itu, apakah bagi mereka atau bagi pengikut para rasul.
Tidak, bahkan kemenangan dan akibat yang terpuji di dunia dan akhirat hanyalah bagi pengikut para rasul.
Hanya bagi Allah-lah segala puji.


Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Ar Ra'd (13) ayat 42 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Ar Ra'd (13) ayat 42 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Ar Ra'd (13) ayat 42 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 43 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.6
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/13-42









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta