Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 41


اَوَ لَمۡ یَرَوۡا اَنَّا نَاۡتِی الۡاَرۡضَ نَنۡقُصُہَا مِنۡ اَطۡرَافِہَا ؕ وَ اللّٰہُ یَحۡکُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُکۡمِہٖ ؕ وَ ہُوَ سَرِیۡعُ الۡحِسَابِ
Awalam yarau annaa na’tiil ardha nanqushuhaa min athraafihaa wallahu yahkumu laa mu’aqqiba lihukmihi wahuwa sarii’ul hisaab(i);

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?
Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, dan Dialah Yang Maha cepat hisab-Nya.
―QS. 13:41
Topik ▪ Hisab ▪ Sifat hari penghitungan ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan
13:41, 13 41, 13-41, Ar Ra’d 41, ArRad 41, Ar Rad 41, Ar-Ra’d 41
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memperlihatkan pula segi yang lain dari kekuasaan-Nya dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang kafir, yaitu dengan cara mengurangi luas daerah negeri mereka sedikit demi sedikit dari tepi-tepinya.
Pengurangan daerah mereka itu dalam kenyataannya mungkin disebabkan bencana alam yang diturunkan Allah kepada mereka, sehingga sebagian dari daerah mereka menjadi rusak dan tak dapat didiami lagi, atau karena terjadi peperangan di mana kekuasaan bangsa lain dan mereka menjadi terdesak atau diusir sama sekali dari negeri mereka.
Selanjutnya, dalam ayat ini dijelaskan pula kekuasaan-Nya dalam hal menetapkan hukum, yaitu bahwa Dia kuasa menetapkan hukum menurut hikmah dan kehendak-Nya, dan hukum yang telah ditetapkan-Nya tak akan dapat ditolak atau dibantah oleh siapa pun juga.

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah Yang Maha Cepat hisab-Nya.
Maksudnya ialah bahwa Allah cepat sekali mengadakan perhitungan terhadap perbuatan hamba-Nya, sehingga mereka yang beriman dan berbuat kebajikan akan memperoleh ganjaran kebaikan pula, sedang mereka yang ingkar kepada-Nya dan berbuat kelaliman pasti mendapat siksa dan kemurkaan-Nya.
Allah sama sekali tidak lupa terhadap segala perbuatan hamba-Nya.

Ar Ra'd (13) ayat 41 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 41 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 41 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya tanda-tanda siksa dan kekalahan telah ada.
Apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi tanah yang telah mereka kuasai, pada saat orang-orang Mukmin mengambilnya dari orang-orang musyrik sebagian demi sebagian.
Dengan demikian, Kami telah mengikis daerah kekuasaan di sekitar mereka.
Allah sendirilah yang menentukan kemenangan, kekalahan, pahala, dan siksa.
Tidak ada yang dapat menolak keputusan-Nya.
Perhitungan-Nya cepat dan tepat, tidak memerlukan waktu yang panjang, karena bagi-Nya pengetahuan segala sesuatu, sedang bukti-bukti nyata telah ada[1].

[1] Ayat ini mengandung penemuan penemuan baru tentang bumi.
Yaitu, pertama, bahwa kecepatan rotasi bumi dan resultannya menyebabkan dua kutubnya bertambah datar, maka terjadi pengurangan pada dua tepian bumi.
Kedua, molekul-molekul atmosfer yang meluncur sangat cepat apabila telah melampaui ruang gravitasi bumi akan terlempar jauh ke luar kawasannya.
Karena hal itu terjadi secara terus menerus, maka terjadi pengurangan pada tepian-tepian bumi secara terus-menerus pula.
Penemuan ini bisa kita pakai sebagai tafsiran lain dari kata al-ardl yang di sini dan mayoritas buku tafsir diartikan dengan tanah kekuasaan musuh Islam.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apakah mereka tidak melihat) yang dimaksud adalah penduduk Mekah (bahwa sesungguhnya Kami mendatangkan daerah-daerah) orang-orang kafir (lalu Kami kurangi daerah-daerah itu dari tepi-tepinya?) yaitu melalui pembukaan/penaklukan yang dilakukan oleh Nabi ﷺ (Dan Allah menetapkan hukum) atas makhluk-Nya menurut kehendak-Nya (tidak ada yang dapat menolak) tiada seorang pun yang dapat menolak (ketetapan-Nya, dan Dialah Yang Maha Cepat hisab-Nya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahwa Kami mendatangi bumi untuk menguranginya dari tepi-tepinya, yaitu lewat penalukkan kaum muslimin terhadap negeri-negeri kaum musyrik dan menggabungkannya dengan negeri-negeri kaum muslimin??
Allah menetapkan hukun, dan tiada yang dapat menolak hukum dan ketetapan-Nya, dan Dia sangat cepat perhitungan-Nya.
Karena itu, janganlah mereka meminta adzab disegerakan, karena setiap yang akan datang itu dekat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami men­datangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?

Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksudnya adalah 'tidakkah mereka (orang-orang kafir itu) melihat bahwa Kami memberikan kemenangan kepada Muhammad ﷺ melalui penaklukan yang dilakukannya daerah demi daerah?'.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa maksudnya 'apakah mereka tidak melihat kepada negeri itu yang dibinasakan, sedangkan di daerah yang lainnya terjadi keramaian?'.

Mujahid dan Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit), dari tepi-tepinya?
Yakni kerusakannya.

Menurut Al-Hasan dan Ad-Dahhak, makna yang dimaksud ialah kemenangan kaum muslim atas orang-orang musyrik.

Ibnu Abbas —menurut riwayat Al-Aufi— menyebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah berkurangnya penduduk daerah itu dan berkurangnya keberkatan daerah tersebut.

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah berkurangnya jiwa, hasil buah-buahan, dan rusaknya daerah itu.

Asy-Sya'bi mengatakan, "Jika yang berkurang itu adalah daerahnya, tentulah kamu akan merasakan bahwa bumi semakin sempit bagimu.
Tetapi yang berkurang ialah jiwa penduduknya dan hasil buah-buahannya."

Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah.
Ikrimah mengatakan, "Seandainya yang dikurangi itu adalah buminya, tentulah kamu tidak dapat menemukan suatu tempat pun buat kamu duduk (tinggal)," tetapi makna yang dimaksud ialah kematian.

Menurut suatu riwayat, Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah rusaknya daerah-daerah itu dengan kematian ulama, ahli fiqih, dan ahli kebaikannya.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, bahwa makna yang dimaksud ialah meninggalnya ulamanya.

Sehubungan dengan pengertian ini Al-Hafiz Ibnu Asakir telah mengatakan dalam biografi Ahmad ibnu Abdul Aziz Abul Qasim Al-Masri (seorang pemberi wejangan penduduk Asbahan) bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad Talhah ibnu Asad Al-Murri di Dimasyq, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-Ajari di Mekah, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Namzal syair berikut yang ia tujukan bagi dirinya sendiri: Bumi menjadi hidup selagi orang alimnya hidup.
Bilamana ada seorang alim darinya yang mati, maka matilah sebagian dari daerahnya.
Perihalnya sama dengan bumi yang tetap hidup selagi hujan masih menyiraminya, dan jika hujan tidak menyirami­nya, maka akan terjadi kerusakan pada daerah-daerahnya (yang tidak tersirami hujan).

Pendapat pertamalah yang paling utama, yaitu pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah kemenangan agama Islam atas kemusyrikan daerah demi daerah.
Makna ayat ini semisal dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu.
(Al Ahqaaf:27), hingga akhir ayat.

Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Kata Pilihan Dalam Surah Ar Ra'd (13) Ayat 41

ATHRAAF
أَطْرَاف

Lafaz ini adalah jamak dari ath tharf, digunakan bagi mufrad dan jamak. la mengandung makna mata seperti pada makna ayat "laa yartaddu ilaihim tharfuhum wa af idatuhum hawaa'", sisi sesuatu, penghabisan segala sesuatu, pandangan, daerah, arah, golongan. Athraaf juga jamak dari ath thirf.

Al Asma'i berkata,
"Ia bermakna yang baik dari seekor kuda, manusia dan sebagainya."

Lafaz ini disebut tiga kali dalam Al Qur'an yaitu pada surah:
-Ar Ra'd (13), ayat 41,
-Tha Ha (20), ayat 130,
-Al Anbiyaa (21), ayat 44.

Ibn Faris berkata,
"Ia mempunyai dua makna.

Pertama, ath tharf yang menunjukkan kepada batasan sesuatu dan tepinya.

Kedua, ath tharf yang menunjukkan kepada pergerakan pada sebahagian anggota yaitu menggerakkan pelupuk mata.

Al Fayruz Abadi berkata,
"Maksud dalam surah Ar Ra'd ialah tepi-­tepinya dan ini berdasarkan penafsiran siapa yang menjadikan maksud nanqushuha min atraafihaa adalah pembukaan negeri-negeri. Bagi siapa yang menafsirkannya dengan kematian ulamanya, maka maksud atraf al ardh ialah ulama-ulama dan pembesar-pembesarnya."

Ibn Arafah menerangkan, "Makna min atraafihaa ialah dibuka di sekitar Makkah ke atas Nabi Muhammad, maknanya, "Tidakkah kamu melihat kami membuka dan membebaskan kepada orang Islam bahagian dari bumi sebagaimana yang dijelaskan kepada mereka terangnya apa yang kami janjikan kepada Nabi Muhammad."

Ibn Abbas dan Mujahid berkata,
"Ia bermakna kematian ulama-ulama dan pembesar-pernbesarnya, sebagaimana yang disebut Waki' bin Al Jarrah dari Talhah bin 'Umayr, dari Ata' bin Abi Rabah, di mana maksudnya ialah kematian ulama-ulamanya dan yang terpilih dari penduduknya.

Diriwayatkan juga dari Ibn Abbas, Mujahid dan Ibn Juraij, maksudnya ialah hilangnya keberkatan bumi, buah-buahannya dan penduduknya. Ada yang berpendapat, kerusakannya disebabkan kejahatan pembesar-­pembesarnya dan makna ini yang disetujui oleh Al Qurtubi. Beliau berkata,
"Kejahatan dan kezaliman merusakkan negeri dengan penduduknya yang terbunuh serta terangkatnya dari bumi sebuah keberkatan." Sedangkan dalam surah Tha Ha dihubungkan dengan an-nahar yaitu tengah hari.

Al- Fayruz Abadi berpendapat, maksudnya ialah dua jam dari awal tengah hari dan akhirnya. Ia juga bermaksud lawan bagi anan' al lail yaitu pada saat dan waktu untuk bertahajjud. Dalam Tafsir Al-Jalalain, ia bermaksud shalat Zuhur karena waktunya masuk ketika matahari condong yaitu tepi dari bahagian yang pertama dan tepi dari bahagian kedua.

Kesimpulannya, maksud lafaz athraaf terbagi kepada dua.

Pertama, bermaksud kekalahan negeri sehingga terbunuhnya ulama serta para pembesar-pembesarnya sebagaimana dalam surah Ar Ra'd dan Al Anbiyaa.

Kedua, bermaksud shalat Zuhur atau awal tengah hari dan akhirnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:84-85

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 41 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 41



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku