Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 33


اَفَمَنۡ ہُوَ قَآئِمٌ عَلٰی کُلِّ نَفۡسٍۭ بِمَا کَسَبَتۡ ۚ وَ جَعَلُوۡا لِلّٰہِ شُرَکَآءَ ؕ قُلۡ سَمُّوۡہُمۡ ؕ اَمۡ تُنَبِّـُٔوۡنَہٗ بِمَا لَا یَعۡلَمُ فِی الۡاَرۡضِ اَمۡ بِظَاہِرٍ مِّنَ الۡقَوۡلِ ؕ بَلۡ زُیِّنَ لِلَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا مَکۡرُہُمۡ وَ صُدُّوۡا عَنِ السَّبِیۡلِ ؕ وَ مَنۡ یُّضۡلِلِ اللّٰہُ فَمَا لَہٗ مِنۡ ہَادٍ
Afaman huwa qaa-imun ‘ala kulli nafsin bimaa kasabat waja’aluu lillahi syurakaa-a qul sammuuhum am tunabbi-uunahu bimaa laa ya’lamu fiil ardhi am bizhaahirin minal qauli bal zui-yina lil-ladziina kafaruu makruhum washudduu ‘anissabiili waman yudhlilillahu famaa lahu min haadin;

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?
Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah.
Katakanlah:
“Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”.
Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja.
Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar).
Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.
―QS. 13:33
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Azab orang kafir
13:33, 13 33, 13-33, Ar Ra’d 33, ArRad 33, Ar Rad 33, Ar-Ra’d 33
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 33. Oleh Kementrian Agama RI

Oleh karena orang-orang kafir dan musyrik itu menyembah kepada selain Allah, yaitu benda-benda yang mereka anggap sebagai Tuhan mereka, padahal tidak dapat memberikan manfaat dan mudarat dan tidak mengetahui apa-apa yang dikerjakan manusia dan tidak pula dapat mengawasi serta memberikan pahala atau pun siksa kepada manusia berdasarkan amal dan perbuatan mereka.
Maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala mencela kebodohan mereka itu dengan mengatakan: "Apakah Allah Yang Maha Mengetahui dan mengawasi perbuatan mereka samakan Dia dengan apa-apa yang dipertuhankan oleh mereka itu yang tidak mempunyai sifat-sifat seperti itu?"

Dan oleh karena kaum musyrik menjadikan beberapa sekutu bagi Allah subhanahu wa ta'ala, maka Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk mengatakan kepada mereka: "Sebutkanlah sifat-sifat yang dimiliki oleh apa-apa yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah, sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan seperti yang dimiliki Allah subhanahu wa ta'ala, oleh sebab itu, tidaklah sepantasnya untuk menjadi sekutu-Nya."

Ucapan dan tuntutan mereka kepada Nabi Muhammad ﷺ.
seperti tersebut di atas juga memberikan kesan adanya anggapan mereka bahwa Allah subhanahu wa ta'ala seakan-akan tidak mengetahui apa-apa yang terjadi di bumi ini termasuk mukjizat-mukjizat yang dimiliki oleh Rasul-rasul terdahulu.
Oleh sebab itu dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala juga memerintahkan kepada mereka itu, apakah mereka mengucapkan kata-kata tersebut dengan maksud untuk memberitahukan kepada Allah subhanahu wa ta'ala tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di bumi yang tidak diketahui Allah sebagai anggapan mereka?
Padahal Allah senantiasa mengetahui apa saja yang terjadi di alam ini.

Oleh karena kaum musyrikin itu mempersekutukan Allah dengan yang lain, maka dalam ayat ini pun Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk menanyakan kepada mereka, apakah mereka menyebut-nyebut "sekutu-sekutu" Allah hanya sekadar ucapan lahiriah saja, dan tidak mempunyai hakikat kebenaran sama sekali?
Kalau demikian halnya maka ucapan mereka adalah kata-kata kosong yang tidak mempunyai hakikat kebenaran sama sekali.
Padahal Allah sama sekali tidak mempunyai sekutu.
Dia Maha Tinggi dan Maha Sempurna.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala membuka tabir rahasia dari kesesatan orang-orang kafir dan musyrik itu ialah bahwa mereka telah terpukau oleh godaan setan yang menggambarkan kepada mereka bahwa tipu daya yang mereka lakukan itu adalah suatu kebaikan dan perbuatan yang terpuji.
Oleh karena mereka telah menuruti rayuan setan tersebut, maka mereka telah dihalangi dan diselewengkan dari jalan Allah.
Tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah, karena mereka telah menuruti kehendak setan.

Ar Ra'd (13) ayat 33 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 33 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 33 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik itu benar-benar bodoh dalam sikap ingkar mereka.
Mereka menjadikan sekutu- sekutu bagi Allah dalam beribadah.
Apakah ada yang memelihara, mengawasi dan menghitung kebaikan dan keburukan yang dilakukan setiap orang yang menyembah patung ini?
Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, "Berilah nama dan sifat-sifat mereka yang sebenarnya itu! Apakah mereka itu hidup?
Apakah mereka dapat melindungi diri sendiri dari bahaya?
Kalau mereka merupakan batu-batu yang tak dapat mendatangkan keuntungan dan kerugian, lalu apakah kalian menipu diri sendiri dengan memberitahukan Allah tentang sesuatu di bumi yang menurut dugaan kalian tidak diketahui oleh Allah?
Atau, apakah mereka kalian tempatkan pada posisi yang disembah dengan ucapan-ucapan yang selalu kalian sebut.
Yang benar adalah bahwa tipu daya mereka yang palsu itu telah menguasai diri mereka.
Oleh sebab itu, mereka terpalingkan dari jalan yang benar sehingga tersesat.
Orang yang kesesatannya seperti kesesatan mereka, tidak akan dapat ditunjuki oleh siapa pun, karena dirinya sendiri telah memalingkan diri dari petunjuk.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apakah Tuhan yang menjaga) yakni mengawasi (setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya) yaitu berupa amal kebaikan dan keburukan, sama keadaan-Nya dengan berhala-berhala yang tidak demikian keadaannya, tentu saja tidak.
Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu (Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah.
Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.") kepada-Nya, siapakah berhala-berhala itu (atau) bahkan apakah (kalian hendak memberitakan kepada Allah) menceritakan kepada-Nya (mengenai apa) yakni sekutu (yang tidak diketahui)-Nya (di bumi) istifham atau kata tanya di sini mengandung pengertian ingkar, artinya jelas tidak ada sekutu itu, sebab jika sekutu itu ada niscaya Dia akan mengetahuinya, Maha Tinggi Allah dari semua sekutu (atau) bahkan mereka menamakannya sebagai sekutu-sekutu Allah (kalian mengatakan sekadar perkataan pada lahirnya) dengan sangkaan yang batil, lagi hal itu tidak ada kenyataannya pada batinnya.
(Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan memandang baik tipu daya mereka) yang dimaksud ialah kekafiran mereka (dan dihalanginya dari jalan yang benar) yaitu hidayah.
(Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tak ada seorang pun baginya yang akan memberi petunjuk).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka apakah Dzat yang memperhitungkan segala yang diperbuat oleh setiap diri itu lebih berhak disembah, ataukah makhluk-makhluk yang lemah ini??
Mereka (karena kejahilan mereka) menjadikan sekutu-sekutu dari makhluk-Nya untuk mereka sembah.
Katakanlah kepada mereka wahai Rasul :
Sebutkanlah nama-nama dan sifat-sifat mereka!! Dan, mereka tidak akan mendapati dari sifat-sifat mereka (sekutu-sekutu itu) yang menjadikan mereka berhak untuk disembah.
Ataukah kalian hendak memberitahukan kepada Allah tentang sekutu-sekutu di bumi-Nya yang tidak diketahui-Nya, ataukah kalian menamakan mereka sebagai sekutu-sekutu menurut zhahir lafalnya saja tanpa memiliki hakikat??
Bahkan, setan menjadikan orang-orang kafir memandang baik perkataan mereka yang batil dan perbuatan mereka yang menghalangi manusia dari jalan Allah.
Barangsiapa yang tidak diberi taufik kepada hidayah-Nya, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk, dan menunjukkannya kepada kebenaran dan jalan yang lurus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya.

Allah Maha Memelihara, Maha Mengetahui lagi Maha Mengawasi setiap diri yang bernyawa.
Dia mengetahui semua yang dilakukan oleh orang-orang yang beramal baik dan buruk, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lainnya:

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.
(Yunus:61)

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula).
(Al An'am:59)

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Aliah­lah yang memberi rezeki-nya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Huud:6)

Sama saja (bagi Allah), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.
(Ar Ra'du:10)

Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.
(Thaahaa:7)

Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.
(Al Hadiid:4)

Maka apakah Tuhan yang memiliki sifat tersebut sama dengan berhala-berhala yang mereka sembah, padahal berhala-berhala itu tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat, tidak berakal, dan tidak memiliki manfaat buat dirinya sendiri, tidak pula buat para penyembahnya, dan tidak dapat melenyapkan mudarat dari dirinya, tidak pula dari diri para pengabdinya?
Jawabannya tidak disebutkan karena sudah cukup dimengerti dari konteksnya,.yang diisyaratkan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah.

Yakni mereka menyembah sekutu-sekutu itu bersama Allah, yang mereka persekutukan bersama Allah itu berupa berhala-berhala, tandingan-tandingan, dan patung-patung.

Katakanlah, "Sebutkanlah sifat-sifat mereka."

Dengan kata lain, beri tahukanlah kepada kami tentang mereka dan jelaskanlah kepada kami tentang mereka agar mereka dapat dikenal, karena sesungguhnya mereka tidak ada hakikatnya.
Sebab itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Atau apakah kalian hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi.

Sebagai jawabannya, tidak ada wujudnya, karena sesungguhnya jika sesuatu itu ada wujudnya di bumi, tentulah Allah mengetahuinya, sebab tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

...atau kalian mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan di lahir saja.

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah pendapat yang berdasarkan pada dugaan.

Menurut Ad-Dahhak dan Qatadah, maksudnya perkataan yang batil (pendapat yang batil).

Dengan kata lain, sesungguhnya kalian menyembah berhala-berhala itu hanyalah berdasarkan dugaan dari kalian saja bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan manfaat dan mudarat, lalu kalian menamakannya sebagai tuhan-tuhan.

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya.
Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
(An Najm:23)

Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka.

Menurut Mujahid, yang dimaksud dengan tipu daya ialah pendapat mereka, yakni kesesatan yang mereka jalani dan seruan mereka kepada kesesatan di malam dan siang hari.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus.
(Al Fushilat:25), hingga akhir ayat.

...dan dihalanginya dari jalan (yang benar).

Bagi orang yang membacanya saddu, artinya 'bahwa setelah setan menghiasi kebatilan kepada mereka sehingga mereka memandangnya sebagai perkara yang hak, maka mereka menyeru kepadanya dan menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalan para rasul'.
Dan bagi yang membacanya suddu, artinya 'mereka dihalangi dari jalan yang benar setelah setan menghiasi kebatilan mereka sehingga mereka memandang­nya benar, karena itulah mereka tidak mau mengikuti jalan yang benar'.
Dalam firman selanjutnya disebutkan:

Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk.

Ayat tersebut sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) dari Allah.
(Al Maidah:41)

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong pun.
(An Nahl:37)

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 33 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 33



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (11 votes)
Sending