QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 27 [QS. 13:27]

وَ یَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَوۡ لَاۤ اُنۡزِلَ عَلَیۡہِ اٰیَۃٌ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ قُلۡ اِنَّ اللّٰہَ یُضِلُّ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَہۡدِیۡۤ اِلَیۡہِ مَنۡ اَنَابَ
Wayaquulul-ladziina kafaruu laulaa unzila ‘alaihi aayatun min rabbihi qul innallaha yudhillu man yasyaa-u wayahdii ilaihi man anaab(a);

Orang-orang kafir berkata:
“Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?”
Katakanlah:
“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”,
―QS. 13:27
Topik ▪ Taubat ▪ Keutamaan taubat ▪ Tugas-tugas malaikat
13:27, 13 27, 13-27, Ar Ra’d 27, ArRad 27, Ar Rad 27, Ar-Ra’d 27

Tafsir surah Ar Ra'd (13) ayat 27

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah pada ayat yang lalu Allah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik itu terpukau oleh fatamorgana kehidupan duniawi dan gembira dengan kenikmatan yang kecil itu, lalu Allah menyebutkan akibat yang timbul dari sikap dan pandangan mereka yang keliru itu yaitu mereka mengajukan usul kepada Nabi Muhammad agar kepada beliau diturunkan suatu ayat dari Tuhan yang akan membuktikan kenabian dan kerasulannya.
Di antara mereka kaum musyrikin kota Mekah, seperti Abu Sofyan bin Harb dan kawan-kawannya pernah mengatakan sebagai berikut: “Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu bukti sebagaimana yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul terdahulu, seperti jatuhnya langit berkeping-keping kepada mereka, atau bukit Safa menjadi emas atau menggeser gunung-gunung dari sekitar kota Mekah, sehingga tempat-tempat yang lowong itu dapat dijadikan kebun.
Dan ucapan yang lain yang disebut dalam Alquran, antara lain yang terdapat dalam ayat berikut:

Maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana Rasul-rasul yang telah lalu diutus.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 5)

Dengan adanya ucapan-ucapan mereka yang semacam itu karena keingkaran dan kesombongan mereka yang demikian rupa, maka seolah-olah mereka menganggap bahwa tanda-tanda dan bukti-bukti yang nyata yang telah dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
seperti Alquran dan lain-lainnya, belumlah mereka anggap sebagai bukti yang nyata tentang kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
yang mendorong mereka untuk taat dan iman kepada-Nya, atau sebagai suatu kebenaran yang tak dapat diragukan lagi.

Selanjutnya pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik tersebut, bahwa turunnya ayat bukti tersebut tidaklah memegang peranan dalam menjadikan seseorang mendapat petunjuk atau ia jadi sesat, karena seluruhnya dalam kekuasaan Allah semata-mata.
Hanya Allah subhanahu wa ta’ala sajalah yang kuasa menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya dan menuntut orang-orang yang suka bertobat kepada-Nya.

Dengan demikian walaupun diturunkan kepada Nabi Muhammad suatu mukjizat yang akan membuktikan kerasulannya, namun hal itu tidak akan bermanfaat untuk menjadikan seseorang beriman.
Jalan satu-satunya bagi mereka untuk beriman hanyalah merendahkan diri serta taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan memohon hidayah kepada-Nya untuk beroleh keberuntungan di dunia dan di akhirat, serta terhindar dari tipu daya dan godaan setan.

Bagi orang-orang yang beriman, Alquran itu sendiri sudah merupakan ayat atau mukjizat yang membuktikan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ., sehingga tidak diperlukan lagi bukti-bukti yang lain.
Sebaliknya orang-orang musyrik tersebut memang telah ditenggelamkan dalam kesesatan dan keingkaran, sehingga bukti-bukti atau mukjizat apa pun yang diperlihatkan kepada Rasulullah tidak akan mendatangkan faedah untuk menjadikan mereka sebagai orang-orang yang beriman.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sikap keras kepala orang-orang musyrik itu mendorong mereka untuk mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan mukjizat lain kepada Muhammad?”
Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Penyebab tidak berimannya kalian itu bukanlah kurangnya mukjizat, melainkan kesesatan kalian sendiri.
Allah subhanahu wa ta’ala menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya, selama orang itu berjalan pada jalan kesesatan.
Demikian pula, Allah akan memberi petunjuk kebenaran kepada siapa saja yang selalu kembali kepada Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang kafir berkata) mereka adalah dari kalangan penduduk Mekah (“Mengapa tidak) (diturunkan kepadanya) yakni kepada Muhammad (suatu mukjizat dari Rabbnya?”) seperti tongkat dan tangan Nabi Musa dan unta Nabi Saleh.

(Katakanlah) kepada mereka (Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki) untuk disesatkan oleh sebab itu tiada gunanya sedikit pun baginya mukjizat-mukjizat itu (dan menunjuki) memberikan petunjuk (kepada-Nya) kepada agama-Nya (orang-orang yang bertobat) kepada-Nya.

Kemudian pada ayat selanjutnya diterangkan, siapa yang dimaksud orang-orang yang bertobat itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir berkata sebagai bentuk penentangan :
Mengapakah tidak diturunkan kepada Muhammad mukjizat yang nyata sebagaimana mukjizat Musa dan Isa??
Katakanlah kepada mereka :
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang di kehendaki-Nya dari orang-orang yang menentang petunjuk dan mukjizat tidak berguna baginya, dan Dia menunjukkan kepada agama yang benar siapa yang kembali kepada-Nya dan mencari keridhaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan perkataan orang-orang musyrik melalui firman-Nya:

Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?

Ayat tersebut semakna dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 5)

Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan bukan hanya sekali saja pada kesempatan yang lalu, bahwa Allah mampu memperkenankan apa yang mereka minta itu.

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya ketika kaumnya meminta beliau mengubah Bukit Safa menjadi emas buat mereka, dan mengalirkan buat mereka mata air yang berlimpah sumber airnya, serta menggeserkan bukit-bukit yang ada di sekitar Mekah, lalu menggantikan kedudukannya menjadi kebun-kebun dan lapangan-lapangan rumput yang hijau, “Jika kamu suka, hai Muhammad, Aku akan memberi mereka apa yang mereka minta itu.
Tetapi jika mereka tetap kafir (sesudahnya), Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun dari penduduk dunia ini.
Dan jika kamu suka, Aku bukakan atas mereka pintu tobat dan rahmat.” Maka Rasulullah ﷺ berkata:

Tidak, bukakanlah oleh-Mu pintu tobat dan rahmat buat mereka.

Karena itulah dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman kepada Rasul-Nya:

Katakanlah, “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya.”

Artinya, Dialah yang menyesatkan dan yang memberi petunjuk, baik Dia memberikan mukjizat kepada Rasul-Nya sesuai dengan apa yang mereka minta ataupun tidak memperkenankan permintaan mereka, karena sesungguhnya hidayah dan penyesatan tiada kaitannya dengan keberadaan dan ketiadaan hal tersebut.
Di dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.
(Q.S. Yunus [10]: 101)

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(Q.S. Yunus [10]: 96-97)

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Q.S. Al-An’am [6]: 111)

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah, “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya.”

Yakni Allah memberikan petunjuk kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya serta memohon pertolongan kepada-Nya dengan berendah diri kepada-Nya.


Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan “Ar Ra’d” yang berarti “guruh” karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya “Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya”,
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur’an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do’a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo’akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra'd (43 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 27 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 27 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Ra'd (13) ayat 27 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Ra'd - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 43 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 13:27
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra'd.

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.9
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ar raad 13:27

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim