Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 27


وَ یَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَوۡ لَاۤ اُنۡزِلَ عَلَیۡہِ اٰیَۃٌ مِّنۡ رَّبِّہٖ ؕ قُلۡ اِنَّ اللّٰہَ یُضِلُّ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَہۡدِیۡۤ اِلَیۡہِ مَنۡ اَنَابَ
Wayaquulul-ladziina kafaruu laulaa unzila ‘alaihi aayatun min rabbihi qul innallaha yudhillu man yasyaa-u wayahdii ilaihi man anaab(a);

Orang-orang kafir berkata:
“Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?”
Katakanlah:
“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”,
―QS. 13:27
Topik ▪ Taubat ▪ Keutamaan taubat ▪ Tugas-tugas malaikat
13:27, 13 27, 13-27, Ar Ra’d 27, ArRad 27, Ar Rad 27, Ar-Ra’d 27
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah pada ayat yang lalu Allah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik itu terpukau oleh fatamorgana kehidupan duniawi dan gembira dengan kenikmatan yang kecil itu, lalu Allah menyebutkan akibat yang timbul dari sikap dan pandangan mereka yang keliru itu yaitu mereka mengajukan usul kepada Nabi Muhammad agar kepada beliau diturunkan suatu ayat dari Tuhan yang akan membuktikan kenabian dan kerasulannya.
Di antara mereka kaum musyrikin kota Mekah, seperti Abu Sofyan bin Harb dan kawan-kawannya pernah mengatakan sebagai berikut: "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu bukti sebagaimana yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi dan Rasul-rasul terdahulu, seperti jatuhnya langit berkeping-keping kepada mereka, atau bukit Safa menjadi emas atau menggeser gunung-gunung dari sekitar kota Mekah, sehingga tempat-tempat yang lowong itu dapat dijadikan kebun.
Dan ucapan yang lain yang disebut dalam Alquran, antara lain yang terdapat dalam ayat berikut:

Maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana Rasul-rasul yang telah lalu diutus.
(Q.S.
Al-Anbiya': 5)

Dengan adanya ucapan-ucapan mereka yang semacam itu karena keingkaran dan kesombongan mereka yang demikian rupa, maka seolah-olah mereka menganggap bahwa tanda-tanda dan bukti-bukti yang nyata yang telah dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
seperti Alquran dan lain-lainnya, belumlah mereka anggap sebagai bukti yang nyata tentang kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
yang mendorong mereka untuk taat dan iman kepada-Nya, atau sebagai suatu kebenaran yang tak dapat diragukan lagi.

Selanjutnya pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik tersebut, bahwa turunnya ayat bukti tersebut tidaklah memegang peranan dalam menjadikan seseorang mendapat petunjuk atau ia jadi sesat, karena seluruhnya dalam kekuasaan Allah semata-mata.
Hanya Allah subhanahu wa ta'ala sajalah yang kuasa menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya dan menuntut orang-orang yang suka bertobat kepada-Nya.

Dengan demikian walaupun diturunkan kepada Nabi Muhammad suatu mukjizat yang akan membuktikan kerasulannya, namun hal itu tidak akan bermanfaat untuk menjadikan seseorang beriman.
Jalan satu-satunya bagi mereka untuk beriman hanyalah merendahkan diri serta taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan memohon hidayah kepada-Nya untuk beroleh keberuntungan di dunia dan di akhirat, serta terhindar dari tipu daya dan godaan setan.

Bagi orang-orang yang beriman, Alquran itu sendiri sudah merupakan ayat atau mukjizat yang membuktikan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ., sehingga tidak diperlukan lagi bukti-bukti yang lain.
Sebaliknya orang-orang musyrik tersebut memang telah ditenggelamkan dalam kesesatan dan keingkaran, sehingga bukti-bukti atau mukjizat apa pun yang diperlihatkan kepada Rasulullah tidak akan mendatangkan faedah untuk menjadikan mereka sebagai orang-orang yang beriman.

Ar Ra'd (13) ayat 27 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 27 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 27 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sikap keras kepala orang-orang musyrik itu mendorong mereka untuk mengatakan, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat lain kepada Muhammad?"
Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, "Penyebab tidak berimannya kalian itu bukanlah kurangnya mukjizat, melainkan kesesatan kalian sendiri.
Allah subhanahu wa ta'ala menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya, selama orang itu berjalan pada jalan kesesatan.
Demikian pula, Allah akan memberi petunjuk kebenaran kepada siapa saja yang selalu kembali kepada Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang kafir berkata) mereka adalah dari kalangan penduduk Mekah ("Mengapa tidak) (diturunkan kepadanya) yakni kepada Muhammad (suatu mukjizat dari Rabbnya?") seperti tongkat dan tangan Nabi Musa dan unta Nabi Saleh.
(Katakanlah) kepada mereka (Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki) untuk disesatkan oleh sebab itu tiada gunanya sedikit pun baginya mukjizat-mukjizat itu (dan menunjuki) memberikan petunjuk (kepada-Nya) kepada agama-Nya (orang-orang yang bertobat) kepada-Nya.
Kemudian pada ayat selanjutnya diterangkan, siapa yang dimaksud orang-orang yang bertobat itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir berkata sebagai bentuk penentangan :
Mengapakah tidak diturunkan kepada Muhammad mukjizat yang nyata sebagaimana mukjizat Musa dan Isa??
Katakanlah kepada mereka :
Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang di kehendaki-Nya dari orang-orang yang menentang petunjuk dan mukjizat tidak berguna baginya, dan Dia menunjukkan kepada agama yang benar siapa yang kembali kepada-Nya dan mencari keridhaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan perkataan orang-orang musyrik melalui firman-Nya:

Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?

Ayat tersebut semakna dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus.
(Al Anbiyaa:5)

Pembahasan mengenai hal ini telah disebutkan bukan hanya sekali saja pada kesempatan yang lalu, bahwa Allah mampu memperkenankan apa yang mereka minta itu.

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya ketika kaumnya meminta beliau mengubah Bukit Safa menjadi emas buat mereka, dan mengalirkan buat mereka mata air yang berlimpah sumber airnya, serta menggeserkan bukit-bukit yang ada di sekitar Mekah, lalu menggantikan kedudukannya menjadi kebun-kebun dan lapangan-lapangan rumput yang hijau, "Jika kamu suka, hai Muhammad, Aku akan memberi mereka apa yang mereka minta itu.
Tetapi jika mereka tetap kafir (sesudahnya), Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun dari penduduk dunia ini.
Dan jika kamu suka, Aku bukakan atas mereka pintu tobat dan rahmat." Maka Rasulullah ﷺ berkata:

Tidak, bukakanlah oleh-Mu pintu tobat dan rahmat buat mereka.

Karena itulah dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada Rasul-Nya:

Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya."

Artinya, Dialah yang menyesatkan dan yang memberi petunjuk, baik Dia memberikan mukjizat kepada Rasul-Nya sesuai dengan apa yang mereka minta ataupun tidak memperkenankan permintaan mereka, karena sesungguhnya hidayah dan penyesatan tiada kaitannya dengan keberadaan dan ketiadaan hal tersebut.
Di dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.
(Yunus:101)

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(Yunus:96-97)

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Al An'am:111)

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya."

Yakni Allah memberikan petunjuk kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya serta memohon pertolongan kepada-Nya dengan berendah diri kepada-Nya.

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 27 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 27



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah13
Nama SurahAr Ra'd
Arabالرعد
ArtiGuruh (petir)
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu96
JuzJuz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku'3 ruku'
Jumlah ayat43
Jumlah kata854
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Yusuf
Surah selanjutnyaSurah Ibrahim
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (29 votes)
Sending